
"Aku jauh jauh kesini,kau malah mencampakan aku," cerocos Lova.
"Gue ga perduli."
"Plis.. kali ini ajaa yaaaa,kitakan gapernah ngobrol.." minta Lova.
"Kalau gue bilang engga,ya engga!,sana keluar!" bentak Dylan.
"Dylan!,hargai aku! aku juga mau diperhatiin!!" teriak Lova
"Hah?,lu mau dikasih perhatian? sama yang lain aja!,gue ga bisa kasih perhatian gue ke lu,satu lagi! kalau lu gabisa ngehargain orang.. jangan minta orang itu hargain lu!" balas Dylan.
"Heh..,yaudahlah,gue pergi dulu," pamit Lova dan teman temannya.
Diluar
"Kalian kenapa ga bantu gue tadisih?" tanya Lova.
"Kita mana berani.." ujar salah satu dari mereka.
"Tapi kata Dylan tu bener sih,lu kan ga bisa menghargai orang lain.Ups.." ucap Seseorang.
"Kalian?kalian denger semuanya?!" teriak Lova.
"Ya dengerlah! kitakan punya telinga," ucap Clara.
"Cih,Dylan kayak begini pasti gara gara kalian!,gue ga akan segan segan buat bunuh lu!" teriak Lova lalu pergi.
Dylan yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas,bagi Dylan mereka semua pengganggu.
Keesokan harinya
"Hai Dylan!,gimana? udah baikan?" tanya Clarissa.
"Bukan urusan lo," jawab Dylan cepat.
"Yaudah! biar itu bisa jadi urusan aku...,kita pacaran aja!" teriak Clarissa.
__ADS_1
"Gausah aneh aneh."
"Bolehkan? plisss."
"Clarissa,bisa gasih sehari ajaaa lu ga gangguin gue?" tanya Dylan.
"Engga bisaaa,kalau sehari ga gangguin Dylan,nanti sia sia dehh," jawab Clarissa.
"Gue lebih seneng kalau lu ga gangguin gue."
"Kok gitu?" tanya Clarissa.
"Udahlah,sehari aja gabisa ya?" tanya Dylan.
"Bisa!,tapi ada syaratnyaa,Dylan harus mau pacaran sama Clarissa sehari aja," jawab Clarissa.
"Ah sudahlah,gue tetep gamau,lo boleh gangguin gue tiap hari," ungkap Dylan dengan wajah datarnya lalu beranjak pergi.
Clarissa tersenyum lebar.
"Ah..,kenapa harus sebulan sih?,Dylan tuh orangnya cuek banget!,mana bisa ditaklukan dalam 1 bulan,huh.." batin Clarissa.
"Gais? katanya Lucas di D.O," kata seorang murid.
Semua murid yang mendengarnyapun langsung berbisik bisik.
"Apa Dylan juga bakalan di D.O? kan dia juga berantem sama Lucas," batin Clarissa.
Clarissa mencari keberadaan Dylan sekarang.
"Dylan!,kamu di D.O?" tanya Clarissa.
"Engga,SP 1 doang," jawab Dylan santai,ia tak sedang tak mau ber-adu mulut.
"Lucas beneran kena D.O?" tanya Clarissa.
"Gatau."
__ADS_1
"Yaudahlah,aku mau nyari Lucas dulu,mau minta maaf soal kejadian kemarin," bohong Clarissa,ia sebenarnya hanya mau melihat,apakah Dylan marah atau tidak.
"Dia yang salah kenapa kau yang meminta maaf? apa kau gila?" Ungkap Dylan.
"Ya terserah aku,"
"Gue ikut kalau kau beneran mau meminta maaf kepadanya," kata Dylan sambil memasukan ponselnya kedalam kantong celananya.
"Aku mau sendirian."
"Kalau gue bilang gue mau ikut ya ikut!,ga usah ngebantah," murka Dylan.
"Engga engga,aku ga mau minta maaf sama Lucas," jujur Clarissa.
Dylan menatapnya datar dan kembali ke mejanya.
Clarissa berjalan keluar kelas dan menuju kantin,saat di kooridor,Clarissa berjalan tapi kakinya tak sengaja tersandung kaki Lova,Clarissa hampir jatuh,tapi untung saja ada Heyru yang menangkapnya.
"Kalian gila?!" teriak Heyru yang membuat semua orang yang ada didalam kelas keluar.
"Dianya ajatuh! yang kalau jalan ga pakai mata sama kaki," bela Lova.
"Gue liat semuanya!" teriak Heyru.
"Kalau gue ga liat,terus dia jatuh,kalian pasti mau bully dia kan?,kalian kira seperti ini bagus?!" marah Heyru.
Dylan mendekati kerumunan.
"Ck,bubar" kata Dylan lembut.
Yang lainpun terkejut karna sebelumnya Dylan tak pernah seperti ini.
"Dylann," teriak Shintia menghampiri Dylan sambil memeluk lengannya.
Clarissa kesal,jadi ia menghampiri Shintia dan mendorong Shintia,Dylan kaget,jadi ia menolong Shintia yang hampir jatuh.
"Caper banget sih!" sindir Clarissa.
__ADS_1
Dylan menarik Clarissa,membawanya tempat yang tak ramai.