ClaDy

ClaDy
9


__ADS_3

***


Rumah Clarissa


Mereka sedang Vidio call dengan Papa mereka.


"Papa,Shevila kangen,kapan pulang kesini?" tanya Shevila.


"Nanti ya sayang,papa disini aja masih banyak kerjaan,kalian jaga kesehatan ya disana," ujar David (papa Clarissa).


"Ryan dimana?" tanya David.


"Masih di RS kayaknya," jawab Clarissa.


"Clarissa?papa denger denger,katanya kamu waktu itu ada berantem sama orang ya?" tanya David.


"Iya pa.. tapi itu udah berlalu kok hehe."


"Walaupun udah berlalu tetep harus inget! gaboleh nyari masalah.."


"Iya.. yaudahlah Clarissa duluan ya pa,daaa,met tidur."


Clarissa meninggalkan mama dan adiknya itu diruang tamu,ia kesal padahal ia tak mencari masalah.


Clarissa membuka ruang pesannya dengan Dylan.


Dylan


Kamu mau ngomong apa?


itu pesan dari Clarissa,taklama setelah itu Dylan langsung membalasnya.


Dylan


Ngomong apa?


Ya kamuu,mau ketemu aku karna apa?


Gajadi.


Ihhh,maaf ya soalnya tadi aku ke toko buku..


Kenapa ga ajak aku aja?


Hah?


Lupain.


Clarissa senyam senyum sendiri,tapi taklama setelah itu Dylan menghapus pesannya yang "kenapa ga ajak aku aja?".


"Malunya lucu yaaa," batin Clarissa.

__ADS_1


"Siapa yang malu?" tanya seseorang tiba tiba,Clarissa kaget,ia langsung melihat kebelakang.


"Manusia!" teriak Clarissa.


"Manusia? terus lu suka sama manusia itu? benerkan guee?" ungkap Ryan.


"Ih!mamaaaaa! liat nih kak Ryannn," teriak Clarissa.


"Baperan!" teriak Ryan lalu pergi meninggalkan Clarissa.


Clarissa tersenyum,lalu masuk kedalam kamarnya.


"Hm..,beberapa hari lagi.. misi buat dapetin hati Dylan bakalan berakhir..,kalau gue beneran gabisa..,yaudahlah,ikhlasin aja,mungkin memang bukan dia jodoh gue."


Padahal sebenarnya,waktunya masih banyak..,tapi Clarissa malah memikirkan seolah olah besok adalah hari terakhirnya.


***


Pagi hari


"Ini enak banget loh kak!" teriak Shevila yang melihat Clarissa sedang memakai sepatu.


"Mana? cobain dongg," ujar Clarissa.


Shevila menyuapi Clarissa,tiba tiba ada suara klakson motor 2 kali,Clarissa keluar untuk melihat siapa orang itu.


"Dylan?" batin Clarissa.


"Hah?"


"Kok hah? aku tanya lu udah siap?"


"Ehm eh anu."


"Anu apa?" tanya Dylan.


"U-udah siap..,kamu mau anterin aku?" tanya Clarissa.


"Nahh itu kak yang kemarin Shevila ceritain!" teriak Shevila tiba tiba.


"Iya tau..,kakak udah liat di cctv."


Dylan yang mendengarnya jadi merasa malu sendiri,karna ia sudah berbohong kepada Clarissa.


"Gue mau ajak lu berangkat bareng,lu udah siap belum?" tanya Dylan.


"Udah,ma,Clarissa duluan ya."


Clarissa naik kemotor Dylan,diperjalanan rasanya sangat canggung karna mereka tidak mengeluarkan suaranya.


"Kenapa tiba tiba mau jemput aku?" tanya Clarissa memecahkan keheningan.

__ADS_1


"Ga tau."


"Kamu cemburu yaa?" tanya Clarissa.


"Karna apa? ngapain cemburu? kan gue ga suka sama lo."


"Engga percaya,jadi kenapa kamu mau jemput aku?"


"Ya karna pengen aja."


"Kamu ganteng."


"Hah?"


"Hihi,ga ada."


Selang beberapa menit,akhirnya mereka sampai kesekolah,semua mata tertuju kepada Dylan.


"Dylannn," teriak Shintia sambil mengandeng lengan kanan Dylan.


"Dylan!" seru Lova sambil ikut ikutan mengandeng lengan kiri Dylan.


Clarissa menjadi kesal,padahal tadi ia mau mengajak Dylan sarapan dikantin.


"Dylan,tungguin," ungkap Clarissa seraya mengikat tali sepatunya.


Dylan menoleh kebelakang lalu memutar bola matanya malas,lalu melepaskan genggaman Shintia dan Lova,setelah melepaskannya,Dylan langsung pergi begitu saja.


"Ish! memang deh! Shintia dan Lova itu ga ada kapok kapoknya!" batin Clarissa.


"Clarissa! tumben udah dateng aja," ujar Shela.


"Dianterin sama Dylan tadi..," jujur Clarissa.


"Hah? serius lu?!" teriak Shela.


"Shutt,iyaa,gue juga kaget waktu tiba tiba dia jemput gue!" bisik Clarissa.


"Fix,dia udah suka sama luu," ungkap Shela.


___


Jadi.. aku mau nentuin jadwal update aja ya,biar ceritanya itu bisa panjang,jadi kalian puas bacanya.


Jadwal updatenya hari


-Sabtu


-Rabu


Semoga makin suka ya sama ceritanyašŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2