
Clarissa membuka pintu kamar dengan malas,ia mencari keberadaan laptopnya sekarang,ia ingin menonton drama saja.
***
Dylan POV
"Dia lagi ngapain ya?" batin Dylan sambil menatap televisi,tak tahu kenapa,akhir akhir ini ia jadi suka kepikiran tentang Clarissa.
"Apa telepon aja?" batin Dylan,ia bertanya tanya kepada dirinya sendiri,ia akhirnya mengambil ponselnya dan memilih nomor Clarissa.
Ia mengerutkan dahinya,biasanya Clarissa ini jika ditelepon langsung mengangkatnya,ini sudah dua kali Dylan menelpon namun tak ada jawaban sama sekali,ia mencoba menelepon lagi.
Call on
Dylan:Lo kemana aja?
???:Ah.. maaf.. tadi aku menemukan ponselnya diatas meja,mungkin ponselnya tertinggal disini.
Dylan:Dimana itu?
???:Di salon,kau mau mengambilnya?
Dylan:Hah? tidak,aku sedang dirumah sakit,kau bisa antarkan kerumah sakit?
???:B-b-bisaa,dimana rumah sakit kamu?
Dylan:Aku kirimkan alamatnya dichat.
???:B-baiklah.
Call off
Dylan mengerutkan dahinya sambil menatap ponselnya.
***
Tak lama kemudian orang yang tadi itu datang,ia masuk kedalam kamar Dylan,Dylan sudah memberi tahunya tadi lewat chat.
"I-ini ponselnya," ujar orang itu sambil memberikan ponsel Clarissa.
__ADS_1
"Oh ya,terima kasih," ungkap Dylan sambil mengambil ponsel Clarissa,orang itu tampaknya terkesima dengan Dylan.
"Tunggu apa?" tanya Dylan sambil menatap mata orang itu.
"B-boleh minta nomor mu?" tanya orang itu.
"Untuk?"
"Jika yang punya ponsel datang..,aku bisa memberikan nomor ponselmu.." ujar orang itu.
"Cukup bilang saja namanya Dylan,orang itu akan tau bahwa itu aku."
"Oh namamu Dylan? kenalin ya aku Gita,tapi.. bukannya akan lebih baik jika diberikan nomor ponselmu?"
"Dari awal aku bilang,tinggal sebut namaku saja,apa kau tidak mengerti?"
"Ok..,aku duluan ya."
Gita keluar dari kamar Dylan sambil senyum senyum,karna sebenarnya ia sudah mencatat nomor Dylan saat Dylan menelpon Clarissa tadi.
***
"Mahh,Clarissa pergi ya,mau kerumah sakit!" teriak Clarissa dari depan pintu.
"Iyaaa!" balas Kirana.
Clarissa pun menuruni tangga dan melaju pergi kerumah sakit.
***
"Hai! aku datangg,lihat aku bawa apa..,tadaaaa," sapa Clarissa sambil menunjukan barang ditangannya.
"Kau mencari ponselmu?" tanya Dylan.
"I-iya.." ujar Clarissa sambil meletakan barang yang ia beli dimeja.
"Ini," kata Dylan sambil menyerahkan ponsel Clarissa.
"Hah? kau dapat dari mana?" tanya Clarissa sambil mendekati Dylan.
__ADS_1
"Panjang ceritanya,lain kali jangan lalai!" pesan Dylan tegas.
"Oke..,makasih yaaa," ujar Clarissa sambil mengambil ponselnya.
Tiba tiba ponsel Dylan berdering,Clarissa menatapnya sekilas,nomor tak dikenal.
"Siapa?" tanya Clarissa,tapi Dylan hanya diam tak menjawab,ia mengangkat telepon tersebut.
"Siapa?" tanya Dylan kepada penelpon.
"Aku yang tadi..,nanti jika kau sudah sembuh.. kita bertemu yuk?" jawab penelpon tersebut.
"Berhenti mendekati aku,aku sudah punya pacar,ia cantik dan baik hati."
"Jadi? maksudmu aku tidak cantik?"
"Ya memang,cantikan juga pacarku,mamaku,kakakku."
"Pacarmu itu aku kan maksudmu?"
"Gila? sudah dulu ya,nanti pacarku bisa salah paham," Dylan menutup teleponnya dengan cepat.
"Siapa?" tanya Clarissa.
"Orang yang tadi mengantar ponselmu kemari."
"Perempuan?"
"Ya."
"Oh,aku hanya ingin mengantar ini,karna sudahku antar.. aku ingin pulang saja,daa," pamit Clarissa,tapi tangannya dicegat oleh Dylan.
"Kenapa ingin pulang cepat?" tanya Dylan.
"Ya.. mungkin kau mau mengobrol lebih banyak dengannya?" tebak Clarissa.
"Tidak,aku ingin mengobrol lebih banyak denganmu," ujar Dylan,Clarissa langsung mengerjap ngerjapkan matanya.
"Kau mau menjadi pa--" ucapan Dylan terputus karna ada yang masuk kedalam kamar Dylan,yaitu Heyru.
__ADS_1