
Clarissa hanya kaget,ia menyesal,kenapa ia tadi tidak mengajak Dylan masuk saja.. kenapa ia membiarkan Dylan pergi.
Tak lama kemudian muncul lah seorang wanita dengan baju dress dan sepatu HighHeels berwarna merah.
"Tante.." ujar perempuan itu sambil menyalami mama Dylan.
"T-tante," salam Clarissa sambil menyalami tangan mama Dylan juga.
"Kamu kenapa pucat sekali?" tanya Naura (mama Dylan) kepada Clarissa.
"Clarissa takut sesuatu terjadi sama Dylan.." jujur Clarissa,Mariana yang mendengarnya rasanya ingin muntah saja,lebay.
"Gapapa.. Dylan sering kok kayak gini,dia orangnya memang bandel.." ujar Naura.
"Eh,makasih ya Mariana udah tanda tanganin.. makasih juga udah kamu bayarin administrasinya.. nanti tante ganti ya."
"Gapapa tan.."
***
Tak lama setelah itu Naura,menyuruh Clarissa dan Mariana untuk pulang,Clarissa memang sudah mengantuk,tapi ia merasa bersalah,jadi ia memutuskan untuk tidak kemana mana,Mariana sudah pulang sejak tadi,ia tampak kelelahan.
"Kamu ga pulang sayang?" tanya Naura.
"Gapapa tan,Clarissa disini aja," jawab Clarissa.
"Gapapa,kamu pulang aja,abis ini Difda kakaknya Dylan mau dateng jugaa,kamu istirahat saja dirumah."
"Gapapa,Dylan bentar lagi juga keluar kok tan," ujar Clarissa.
__ADS_1
"Yaudah terserah kamu aja,tante ke kantin dulu,kamu mau ikut?" tanya Naura.
"Boleh deh tan," terima Clarissa,ia merasa canggung saat bersama mamanya Dylan,mungkin belum terbiasa.
***
Dylan rupanya sudah dipindahkan ke ruang rawat inap,mereka berdua terlalu lama di kantin,mungkin mereka sangat lapar,Clarissa berpamitan akan kekamar kecil sebentar.
Ia sebenarnya penasaran dengan Dylan,tak enak rasanya mengajak mamanya Dylan untuk segera menyelesaikan makanannya.
"Kak! Dylan kemana?" tanya Clarissa.
"Jangan teriak teriak,ini rumah sakit,Dylan ada disana,kamu sendirian?" jawab Ryan.
"Enggak,ada mamanya juga kok."
"Oh,sana liat Dylannya,abis ini kita pulang."
Clarissa lalu masuk kedalam kamar rawat Dylan.
"Dylan?" panggil Clarissa,namun tak ada sahutan,mungkin Dylan belum sadar.
"Dylan,maaf ya tadi aku marah marah kekamu.. aku minta maaf.. kalau tadi aku ga marah marah sama kamu,pasti kamu ga kayak gini.. maaf yaa," ujar Clarissa sambil mendekati Dylan.
"Clarissa pulang dulu ya,nanti kalau udah sadar.. jangan lupa hubungin Clarissa," tambah Clarissa lagi,ia merasa iba kepada Dylan,kepala Dylan tampak terluka banyak,ia takut Dylan amnesia dan melupakannya.
"Dylan ga akan amnesia kan? maafin Clarissa ya,Dylan cepet sembuh,Clarissa balik dulu," ujar Clarissa sambil memegang tangan Dylan.
Ckrekk...
__ADS_1
"Clarissa? kamu disini? tante kira kamu di kamar mandi," tanya Naura.
"E.. iya tante,tadi habis dari toilet,ketemu kakak Clarissa,katanya Dylan ada disini,yaudah Clarissa kesini deh.."
"Ohh,kakak kamu dokter?" tanya Naura.
"Hehe,iya tan."
Taklama kemudian Ryan masuk memanggil Clarissa untuk pulang.
***
Dimobil
"Kak,Dylan itu kondisinya parah ga sih?" tanya Clarissa penasaran.
"Iya parah,parah banget malah,dia itu keluarin banyak banget darah.. tapi untung ada stok darah dia," jawab Ryan.
"Dylan bisa amnesia gak karna ini?" tanya Clarissa.
"Bisa aja sih,tapi dia ga amnesia kok,dia bakalan tetep cinta lo,haha."
"Paansi?" Clarissa berusaha menutupi pipi merahnya.
"Kalau lo sayang sama dia..,jaga dia,jangan aneh aneh,coba bayangin kalau dia tadi kehabisan darah dan ga ada stok darah."
"Kak.. jangan gitu.. Clarissa jadi takut.."
"Ya makanya.. jangan aneh aneh jadi orang."
__ADS_1
"Clarissa marah marah sama Dylan itu.. karna.. Clarissa moodnya tiba tiba berubahh."
"Udahlah lupain aja."