
Clarissa memutar mutar barang itu,ia ingin melihat nanti saja,ia meletakan barang itu disofa ruang tamu,ia ingin ke toilet terlebih dahulu.
***
"Eh? kemana barangnya ya?" tanya Clarissa sambil berputar putar.
"Ihh,kok ilang sihhh," teriak Clarissa kesal.
"Kenapa sayang?" tanya Kirana.
"Ma? barang aku tadi disini mana ya?" tanya Clarissa.
"Ohh,tadi mama pindahin kedapur,mama kira punya adek,jadi mama taruh didapur."
"Ohh,yaudah Clarissa duluan ya ma," ujar Clarissa sambil berjalan kebelakang dan mengambil barang tersebut lalu naik kekamarnya.
"Apanih?" batin Clarissa sambil mengeluarkan barang itu.
"Coklat? b-boba?!" jerit Clarissa kegirangan.
"I-ini dari Dylan?" batin Clarissa.
"Aduh..,jadi merasa bersalah..,padahal aku kayak gitu karna lagi ga mood.."
Clarissa mengambil ponselnya dari dalam tas lalu mencoba menghubungi Dylan.
"Kenapa ga diangkat sih? marah ya?" batin Clarissa.
"Dia keluar dari rumah tadi.. keadaannya marah marah,apa bagus?"
"D-dylan ga kenapa kenapa kann?" ujar Clarissa.
***
Clarissa ingin menghubungi Dylan lagi tapi nanti,sekarang ia ingin mandi dulu saja,mungkin Dylan tak mendengar ponselnya berdering.
20 menit kemudian.
Clarissa terbata bata keluar dari kamar mandinya karna suara telepon seseorang berkali kali.
__ADS_1
Call on
"Kenapa si kak?"
"Dylan temen lo masuk rumah sakit."
"Kok bisa?!"
"ga penting itu sekarang,hubungi salah satu keluarganya,suster udah nyari hpnya tapi gaketemu."
"Tapi aku ga punya nomor keluarganyaa"
"Udah lo tenang,lo minta bang Arif buat anter lu kerumah Dylan,tau rumah Dylan kan? cepetan,kita butuh keluarganya.."
"Aku aja yang tanda tangan,biar cepet ditanganin dulu.."
"Terserah lo,gue suruh orang tuanya bukan lo."
"Buruann lo bertele tele,bye."
call off
"Kenapa sayang?" tanya Kirana karna melihat anaknya itu berlari lari.
"Temen Clarissa masuk rumah sakit,Clarissa duluan,kalian makan aja duluan."
"Hati hati.." ujar Kirana.
"Siapa mah temen kakak yang kecelakaan?" tanya Shevila.
"Gatau,doain aja gapapa ya,yuk kita makan duluan."
***
Clarissa tergesah gesah mencari om Arif,namun tak menemukannya.
"Bi,liat Om Arif?" tanya Clarissa kepada bibi nisa yang sedang menyiram tanaman.
"Ohh,tadi Arif kesana,beli rokok katanya.."
__ADS_1
"Oke bi,makasih.."
Clarissa mencari Arif ke warung belakang rumahnya,ia menemukannya,ia pun memanggil Arif.
***
Sesampainya dirumah Dylan.
"Kakk," ujar Clarisaa sambil memukul pagar rumah Dylan.
"Kenapa ya dek?" tanya pak satpam yang kaget karna suara pekikan Clarissa.
"Kak Difda kemana ya?" tanya Clarissa.
"Ohh,pergi sama temen temennya..,barusan tadi pergi," jawab Satpam tersebut.
"Dirumah ada tante gak?" tanya Clarissa.
"Kenapa ya dek?" tanya satpam tersebut,mulai juriga dengan Clarissa.
"Dylan.. masuk rumah sakit," ujar Clarissa.
"Oalah,adek kesana aja dulu,nanti om hubungin mamanya Dylan ya."
Clarissa mengiyakan dan berpamitan kepada satpam tersebut.
***
Tak lama setelah itu,Clarissa sampai dirumah sakit,ia tak melihat keberadaan kakaknya,mungkin saja sedang melakukan operasi,berarti sudah ada yang menanda tanganinya..
"Lo lalai banget si jagain Dylan!" teriak seseorang,Clarissa yang ingin dudukpun jadi kaget dan tidak jadi duduk.
"G-gue gatau kalau bakalan kayak gini..,lagi pula saya ga salah.." ujar Clarissa dengan mata berkaca kaca,ia orangnya tak bisa dibentak.
"Jauhi Dylan! dia ga pantes buat lo!,lo aja jagain dia masih lalai banget,kalau dia jalan sama gue,pasti ga akan kayak gini!" teriak orang itu.
"Dylan kenapa?" tanya Clarissa serius,karna ia dari tadi tak diberi tahui sebenarnya apa yang terjadi.
"Dylan kecelakaan!" ujar perempuan itu.
__ADS_1