Cliff Of Love

Cliff Of Love
|TC| Episode Kesepuluh


__ADS_3

Episode Kesepuluh


๐“—๐“ช๐“น๐“น๐”‚ ๐“ก๐“ฎ๐“ช๐“ญ๐“ฒ๐“ท๐“ฐ...


...****************...


Reyna adalah anak kedua dari keluarga yang cukup terkenal di negara ini memiliki beberapa cabang restoran yang telah berdiri dan telah berjaya, sekitar 500 cabang semuanya adalah milik keluarga Vireya, selang beberapa menit Silviana dan sahabatnya itu serta kedua orang tuanya itu telah sampai di rumah besar.


_ _ _ _ _


๐˜Œ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข...


๐—ฃ๐—ผ๐˜ƒ ๐˜š๐˜ช๐˜ญ๐˜ท๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข


" Em... mah ada apa ya " tanyaku yang masih pura pura tidak tahu.


" Hah... langsung saja sayang, jadi beberapa hari lagi pernikahannya berlangsung jadi... rencananya hari ini kita langsung ke butik buat cari gaun dan semua yang kamu butuhkan " ucapan sang mamah pun langsung membuatku sedikit heran dan langsung saja aku pamit untuk ke atas untuk berbicara pada sahabat ku ini.


" Em... mah Viana naik mau ke kamar dulu ya mah " langsung saja aku menarik lengan sahabat ku itu dan menuju lantai atas tepatnya menuju di kamar ku.


" Sebentar tante... " ucap sahabatku itu yang sambil ku tarik lengannya untuk naik ke atas.

__ADS_1


Sesampainya kami berdua di depan kamar ku, langsung saja aku masuk ke dalam kamar itu dan sambil masih menarik lengan sahabat ku, dan langsung saja ku kunci pintu kamar ku untuk berbicara empat mata pada sahabat ku Reyna, langsung saja aku pun mulai pembicaraannya.


" Nah... ini yang mau gua omongin sama lu " ucap ku dengan nada yang sedikit terdengar kekhawatiran.


" Terima aja Viana, udah jarang ada stok yang begitu mah " aku pun sedikit terkejut dengan apa yang di katakan oleh sahabat ku itu.


" Elu ngomongnya enteng banget, ini nih tentang kehidupan gua " ucap ku dengan nada sedikit kesal yang ku rasa perkataan Reyna sangat lah tidak membantu ku.


" Tapi kedua orang tua lu kan yang milih, coba aja dulu karena gak mungkin orang tua lu nyariin jodoh buat lu yang gak baik " aku pun mengiyakan perkataannya, karena memang benar apakah tega kedua orang tuaku akan menikahkanku dengan laki-laki yang tidak pantas untukku dan tidak benar.


" Hm... sebenernya gua jadi jaminan buat utang papah gua " terus terangku pada sahabat ku ini.


Beberapa menit kemudian sahabatku itu Reyna melirik diriku yang kepo dengan pesan yang tadi, dirinya pun spontan menjauhkan handphone miliknya itu pada diriku.


" Lu saling bales pesan sama siapa " tanyaku kepo pada sahabat ku itu sambil sedikit mengintip layar handphonenya.


" Gak gue tadi liat itu loh postingan crush gue " aku tahu bahwa dirinya berbohong tetapi untuk apa ia berbohong padaku, aku pun memutuskan untuk tidak bertanya.


" Crush!? pfft baru tau gua kalo lu punya crush haha... ngomong ngomong... bener gak ya kalo gua terima... ya udah deh gua sebagai Viana terima aja " dengan suara sedikit lantang aku pun mengatakan hal tersebut setelah menertawakan sahabat ku itu, kulihat wajah dari sahabatku itu sepertinya sangat senang karena aku menerima pernikahan ini.


" Pilihan yang bagus tuh, kalo gitu kita ke bawah yuk pasti mamah lu khawatir karena tiba-tiba lu naik ke kamar lu apalagi sambil narik-narik gue " ucapan Reyna membuat ku sadar aku tadi langsung menarik lengan sahabat ku itu untuk naik ke atas menuju kamar ku.

__ADS_1


Dan sekarang dirinya mendorong dorong diriku untuk segera keluar dari dalam kamar menuju keluar dari kamar.


Aku pun tak mau banyak pikir dengan sikap Reyna setelah menerima pesan yang tadi sempat memutuskan percakapan kami berdua, aku pun menuruni anak tangga dengan menundukkan kepalaku.


Disepanjang perjalanan aku terus menunduk dan sampailah aku tepat di depan sofa yang sudah ada keberadaannya di depan diriku.


" Jadi kita langsung ke butik saja?? " tanya mamah mertuaku kepada diriku, namun aku hanya diam.


" Gimana sayang? kita ke butik sekarang ya " mamahku pun ikut bertanya karena diriku belum menjawab.


" I-iya mah kita langsung aja ke butik mah " jawab ku sambil terdengar suara kegugupan yang berasal dari diriku.


Aku pun yang baru saja menyadari calon suamiku itu sedikit tertawa mendengar kegugupanku itu langsung memiliki sebuah rencana yang kecil untuk membalasnya, memang hanya sebuah rencana yang kecil tapi mungkin setelah menikah saja rencana itu aku lakukan.


......................



Aku yang telah tiba di sebuah butik yang terkenal, yang bernama "AXEL" yeah! itu adalah pusat butik milik keluarga Xavier Axel keluarga calon suamiku, baru saja tiba di butik keluarga Xavier Axel tersebut, aku yang berada di luar sudah dikejutkan dengan suara teriakan yang terdengar dari dalam butik tersebut.


***Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2