
Episode Kedelapan
๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐ...
...****************...
"Tidak apa-apa pak saya berdiri saja" ucap Silviana yang masih saja berdiri, namun seketika Calvin berdiri Silviana hanya heran, tiba-tiba saja Calvin langsung mengangkat tubuh Silviana ala bridal style menuju ke arah sofa yang berbeda yang ada dibelakangnya, sahabatnya pun ternyata sudah duduk disitu.
_ _ _ _ _ _ _
๐๐ฑ๐ช๐ด๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข...
"Kamu duduk saja disini" setelah Calvin mengatakan hal tersebut, dirinya pun langsung berdiri dan pergi lagi menuju para karyawannya yang tadi ditinggalkannya, sekarang para karyawan yang tadi sedang sibuk mengeluarkan semua gaun rancangan mereka yang sudah jadi dan langsung menata dengan rapinya.
"Kan Viana mau liat doang pak!!?" geram Silviana sendiri pada calon suaminya itu, namun sahabatnya itu Reyna malah terkekeh melihat Silviana yang sedang kesal pada Calvin.
Calvin pun segera pergi setelah membuat Silviana kesal sambil memperlihatkan sebuah sudut bibir yang terangkat dan menuju para karyawan yang sedang mengeluarkan semua rancangan gaun mereka.
Silviana pun langsung menyadari hal itu dan langsung membuang muka dan membuang nafas dengan kasar.
"Wah enaknya rasanya di gendong sama calon suami haha..." ucapan sahabatnya itu pun yang langsung membuat Silviana menjadi tambah kesal hingga pada akhirnya memperlihatkan pipi chubby nya pada sahabatnya itu Reyna.
"Lu ngambek imut tau gak" Reyna pun mengatakan hal tersebut sambil terus menoel-noel pipi Silviana, Silviana pun segera menepis tangan sahabatnya itu hingga tangan sahabatnya itu menjauh dari pipinya, bagaimana bisa seorang Reyna membiarkan hal itu karena setiap Silviana sedang kesal pasti pipinya menjadi chubby.
"Dih gua pecat lu dari sahabat gua mau lu, ngomong-ngomong lu kapan nih jomblo mulu lu... gak laku ya" ancam Silviana pada sahabatnya itu dan sambil mengejek sahabatnya itu namun masih saja Reyna tertawa pelan dan seperti tidak menghiraukan perkataan Silviana barusan.
"Iya iya... sahabatnya Reyna imut banget sih, oh iya gue mau gak jomblo lagi setelah gue punya ponakan dari lu jadi cepat cepat ya buatin ponakan buat gue yang spesial oke" Silviana pun bengong setelah Reyna mengatakan hal tersebut, kemudian timbul rasa malu bercampur kekesalan pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Apaan sih" Bugh!? Silviana pun spontan mengatakan hal tersebut dan langsung saja memukul pelan lengan sahabatnya itu.
Kedua mamahnya Silviana yaitu mamah Calvin dan mamahnya Silviana yang tiba-tiba saja melihat hal itu pun merasa gemas kemudian langsung saja menghampiri mereka berdua yaitu Silviana dan Reyna, dan meninggalkan masing-masing suami mereka malahan sang papah yang sedang asyik mengobrol bersama.
"Gemesnya Menantu mamah" mamah Calvin pun yang baru saja menghampiri Silviana pun langsung saja menoel pipi kanan Silviana.
Mamah Calvin yang masih saja melihat Calvin yang masih sibuk dengan para karyawan yang sedang mengeluarkan gaun pun langsung memanggilnya dan menyuruhnya mengambilkan sesuatu.
"Calvin kamu sibuk terus sih, sini dong ambilin mamah air transparan" Calvin yang mendengar perkataan sang mamah pun langsung bingung air transparan?, namun dengan cepat ada salah satu karyawan yang ada disitu dan mengerti, langsung saja ia mengambilkan air yang di maksud oleh sang mamah dari bosnya.
"Masa kamu gak tau sih Calvin, Terima kasih" ucap sang mamah sambil menerima air putih yang telah dibawa oleh salah satu karyawan yang langsung berdiri tadi, karyawan yang tadi pun langsung bangkit setelah membalas perkataan sang mamah bosnya.
"Bilang aja air putih mah, kenapa harus air transparan" ucap Calvin dengan wajah yang terlihat sedikit tertekan.
"Makanya kamu itu harus gaul dikit di sosmed jangan sama kertas mulu yang kamu kerjain" ucap mamah Calvin sambil menyodorkan air putih yang telah dibawakan oleh salah satu karyawan yang tadi pada Silviana, langsung saja Silviana menerima dengan senang hati dan langsung meminum air itu.
Para karyawan yang melihat wajah bos mereka yang sedang tertekan pun hanya bisa menahan tawa mereka jika mereka mengeluarkan tawa itu maka gajian mereka itu akan berpengaruh, namun Silviana malah diam setelah minum air yang diberikan oleh mamah Calvin tadi.
_ _ _ _ _
Selang beberapa menit, semua gaun telah dikeluarkan, dan semua gaun telah siap untuk di coba oleh seorang tuan putri dari keluarga Vi Elly yaitu Silviana Elliyana Nadya putri tunggal dari sepasang suami istri yang sedang duduk bersama anak mereka itu.
Beberapa menit setelah Silviana masuk kedalam ruang ganti dan mencoba salah satu gaun tersebut dirinya pun keluar, tak lupa ia menggunakan gaun tersebut.
Para karyawan yang melihat Silviana keluar menggunakan gaun tersebut terus memuji kecantikan seorang nona dari keluarga Vi Elly yaitu Silviana Elliyana Nadya.
__ADS_1
Bagaimana tidak, dari ruang ganti terlihat seperti seorang tuan putri yang baru saja keluar dari ruang ganti tersebut, seperti bukan seorang Silviana yang menggunakan gaun itu melainkan seperti seorang bidadari yang turun dari langit.
Silviana hanya menunduk setelah keluar dari ruang ganti tersebut, semua yang ada disitu pun terpukau dengan penampilan Silviana yang baru saja keluar dari ruang ganti.
Drrt...Drrt...
Suara handphone yang berdering menandakan ada yang menelepon membuat Silviana langsung menoleh mencari asal suara sering handphone tersebut, ternyata suara itu berasal dari handphone miliknya dengan cepat ia pun mengambil handphone tersebut dan langsung mengangkat panggilan itu.
Setelah diangkat panggilan itu tiba-tiba saja diputuskan secara sepihak, Silviana pun tak menghiraukan hal itu dan langsung menaruh handphonenya tersebut kembali menuju tempat dirinya berada tadi.
Namun ada seseorang yang sedang memperhatikan Silviana dengan teliti mulai dari kelas kepala hingga ujung gaun yang sedang Silviana gunakan.
๐ฃ๐ผ๐ ๐๐ข๐ญ๐ท๐ช๐ฏ
Ku lihat dirinya gugup pada saat menjawab pertanyaan dari mamahnya yang membuat ku sedikit tertawa, kemudian dirinya sepertinya melihat diriku yang tertawa, aku pun merasa merinding setelah mendapatkan tatapan aneh tersebut dan aku merasa dirinya merencanakan sesuatu untukku.
Setelah kami semua pergi menuju butik dan telah sampai di butik yang bernama AXEL ya itu adalah pusat butuh dari semua cabang butik keluarga ku, tiba-tiba saja ada suara teriakan dari dalam butik yang sangat mengganggu karena suara itu terdengar hingga keluar dan sampai didepan butiknya.
" APA MAKSUD MU HAH!!? " teriak dari dalam sana yang membuat ku ingin berdecak tetapi karena ada calon istriku yang cantik ini aku tak akan mengeluarkan decakan tersebut.
_ _ _ _ _ _ _
๐๐จ๐ก๐จ๐ง ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐ฒ๐, ๐ฃ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ ๐๐ฅ๐ค๐๐ง ๐ฃ๐๐ฃ๐๐ค ๐ฌ๐๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ข๐ค๐, ๐ค๐จ๐ฆ๐๐ง, ๐ฌ๐๐ฆ๐๐ง๐ ๐๐ญ๐ข๐ง ๐๐ฎ๐ญ๐ก๐จ๐ซ ๐ค๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ข๐ง๐ข๐
๐๐ข๐ง๐ญ๐ ๐ ๐ข๐๐ง๐ฒ๐ ๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐ฌ๐๐ค๐๐ฅ๐ข๐๐ง ๐ญ๐๐ฆ๐๐๐ก ๐ค๐ ๐๐๐๐ญ๐๐ซ ๐๐๐ฏ๐จ๐ซ๐ข๐ญ ๐ค๐๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐.๐
๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ฅ๐จ๐ก ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐ค๐๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐๐
__ADS_1
***Bersambung***