Cliff Of Love

Cliff Of Love
|TC| Episode Kelima


__ADS_3

Episode Kelima


๐“—๐“ช๐“น๐“น๐”‚ ๐“ก๐“ฎ๐“ช๐“ญ๐“ฒ๐“ท๐“ฐ...


...****************...


" Hm... iya mah Selamat Malam juga mah " ucap Silviana kemudian langsung merebahkan tubuhnya dan langsung tertidur pulas, dan langsung sang mamah keluar dari kamar Silviana.


_ _ _ _ _ _ _ _ _


๐˜Œ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข...


__Di pagi hari__


" Hoam... ini udah jam berapa ya " Silviana pun bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.


Seperti biasa ritual sebelum mandi pun terjadi, beberapa menit telah berlalu tepatnya hingga 3 jam sedang menuju, setelah lamanya Silviana mandi ia pun sudah keluar dari kamar mandi.


" Wah... segar sekali, eh iya aku mandi berapa lama ya " langsung saja Silviana mengambil handphonenya dan melihat jam.


Ternyata sudah jam 10.43 dan juga ternyata Silviana mandi selama 3 jam lamanya, Silviana yang melihat jam tersebut pun langsung bergerak seperti kilat dan bergegas dengan cepat karena sebentar lagi sahabatnya akan datang.


Selang beberapa menit Silviana sudah selesai dengan segala ritualnya dan bergegas untuk pergi ke tempat yang sudah di sepakati mereka berdua ya itu adalah Silviana dan sahabatnya.


Setelah turun dari anak tangga secepat mungkin, Silviana mencari keberadaan sang mamah, setelah menemukan keberadaan sang mamah langsung saja Silviana pamit pada sang mamah.


Ternyata pada saat Silviana berdandan dan bersiap-siap sahabatnya menelepon, sahabatnya itu mengatakan bahwa akan bertemu di cafe dan ia sudah memesan cafenya, cafe tersebut adalah cafe yang sering mereka kunjungi.


Silviana yang mendengar itu pun sedikit kesal tetapi karena tawaran es krim yang akan dibawakan si sahabatnya itu pun ia langsung tidak jadi kesal kepada si sahabatnya itu.


" Mah... Viana pamit keluar ya mau ke cafe tempat biasanya yang sering Viana sama sahabat Viana kunjungin mah, Viana mau ketemu sama si imut nan menggemaskan ya mah " pamit Silviana.


" Pfft... iya kamu hati-hati ya nanti pulang yang cepat soalnya keluarga Xavier Axel mau datang oke "


" Iya mah siap, nanti Viana bakal pulang cepet, eh iya mah Viana bawa sahabat Viana ikut boleh? " dengan tangan yang diangkat ke atas seperti sedang hormat, Silviana pun mendapat anggukan dari sang mamah, Silviana pun bergegas menuju mobilnya.


" Iya sayang terserah kamu, gih sana ntar sahabat kamu nungguin kamunya kelamaan kasian dong " ucap sang mamah pada Silviana sambil membuatkan sarapan untuk sang papah.

__ADS_1


Sebenarnya Silviana sudah sarapan di kamarnya tadi jadi dirinya pun langsung pergi menuju garasi mansion miliknya dan langsung mengambil mobil kesayangannya.


" Bye mamahku... ntar kalo mamah mau cepet aku datengnya telpon aja mah ya "


" Iya sayang ntar mamah telpon kamu ya, hati-hati pake mobilnya " Silviana pun langsung berlari seperti anak kecil menuju garasi.


Sang mamah yang melihat kelakuan anaknya yang berlari pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, dan melanjutkan membuat sarapan untuk sang papah.


_ _ _ _ _ _ _ _


Sesampainya di cafe Silviana mencari keberadaan sahabatnya itu.


" Viana " ucap si sahabat Silviana sambil melambaikan tangannya, Silviana pun langsung menuju ke meja yang sudah di duduki sahabatnya itu.


Setelah berjalan sedikit Silviana pun telah tiba di meja yang sudah di pesan sahabatnya itu.


" Wau wau... Kita sepertinya kembaran ya bajunya pfft... " Silviana pun yang baru saja menyadari baju yang sedang di pakainya kembaran dengan milik sahabatnya pun langsung menahan tawanya.


*Silviana.




Ia sering di panggil dengan nama Reyna, dan ia juga mendapat julukan tuan putri, ya julukan itu adalah tuan putri yang terkenal dengan kemalasannya di kampus.


" Pfft sepertinya kita hari ini sehati deh haha... " setelah Silviana mengatakan hal tersebut, kemudian mereka berdua tertawa setelah itu mereka berdua memutuskan untuk langsung memesan.


" Udah udah cepat pesan biar gue yang traktir, kan biasanya lu yang traktir jadi... sekarang gue yang gantian traktir lu oke " Silviana pun hanya bisa melongo karena biasanya jika ia bercanda bahwa si sahabatnya yang akan mentraktir, ia pun kesal ya Reyna itu pasti akan kesal dengan candaan Silviana tersebut.


" Tumben nih... ada gerangan apakah hari ini kayanya lu baik banget ma gua "


" Emang biasanya gue nggak baik ya " ucap si Reyna dengan mata yang berkaca-kaca.


" Baik kok, cuma lu hari ini terlalu baik si, gak kaya biasanya makanya gua nanya "


" Ya udah gue ngga jadi traktir lu, lu aja yang traktir gue " Silviana pun yang mendengar itu dengan cepat langsung berkata.

__ADS_1


" Eh jangan gitu dong, gk boleh gitu kan tadi lu mau traktir gua kok gak jadi sih, oh iya es krim gua mana oleh-oleh gua mana " Reyna yang mendengar itu hanya tertawa pelan.


" Lu ke rumah gue aja ya, kalo pun sekarang gue bawa pasti meleleh ntar, jadi mending lu ke rumah gue aja ya hehe " Silviana pun greget dengan si sahabatnya itu.


" Hais... iya iya " Reyna pun kemudian hanya bisa cengengesan setelah mendengar Silviana mengatakan itu.


" Kalo gitu cepetan pesan lu mau apa aja, sekalian pesan in gue ya gue mau ke toilet bentar, samain aja kaya punya lu pesanannya " dengan cepat Reyna berdiri dan menuju toilet seperti yang di katakannya barusan.


Di waktu Silviana ingin memesan makanannya, tiba-tiba saja terdengar suara handphone yang berdering, ternyata itu adalah handphone milik Silviana.


Setelah ia mengambil handphonenya dan melihat nama yang tertera di layar handphone miliknya Silviana pun mengerutkan keningnya.


" Halo mah... " sebelum Silviana bertanya mamah pun langsung menuju inti dari alasan sang mamah meneleponnya.


" Halo sayang maaf ya mamah ganggu kamu, padahal kamu baru aja beberapa menit lalu, begini keluarga Xavier Axel dateng ke rumah besar terus nyariin kamu, ngomong-ngomong kamu langsung ke rumah besar aja ya, kamu bisa kan langsung pulang sayang soalnya ada sesuatu yang mau papah sama mamah terus keluarga Xavier Axel bicarain ke kamu " Silviana yang mendengar perkataan sang mamah pun makin bingung.


Secara bersamaan itu sahabat Silviana yaitu Reyna kembali dari toilet, Reyna pun menggunakan bahasa mata dan bertanya pada Silviana.


Silviana pun mengode dengan matanya dan menyuruh sahabatnya itu duduk saja.


" Viana bawa sahabat Viana ya mah, ya udah mah Viana pulang sekarang ya, bentar lagi Viana sampai kok "


" Iya sayang bawa aja sahabat kamu itu ya udah mamah tunggu kamu ya Viana, hati-hati gak usah ngebut juga "


" Iya mah... kalo gitu Viana langsung aja deh bye bye mamah " Silviana pun bangkit dari duduknya.


Beberapa langkah kemudian, dan sudah agak jauh meninggalkan sahabatnya yaitu Reyna, Silviana berbalik dan langsung menggandeng tangan sahabatnya itu, Reyna hanya menurut dan berjalan sambil mengikuti Silviana.


_ _ _ _ _ _ _ _


๐Œ๐จ๐ก๐จ๐ง ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง๐ง๐ฒ๐š ๐ฒ๐š, ๐ฃ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐š ๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ ๐š๐ฅ๐ค๐š๐ง ๐ฃ๐ž๐ฃ๐š๐ค ๐ฌ๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ข๐ค๐ž, ๐ค๐จ๐ฆ๐ž๐ง.


๐Œ๐ข๐ง๐ญ๐š ๐ ๐ข๐Ÿ๐ง๐ฒ๐š ๐ฃ๐ฎ๐ ๐š ๐ฌ๐ž๐ค๐š๐ฅ๐ข๐š๐ง ๐ญ๐š๐ฆ๐›๐š๐ก ๐ค๐ž ๐๐š๐Ÿ๐ญ๐š๐ซ ๐Ÿ๐š๐ฏ๐จ๐ซ๐ข๐ญ ๐ค๐š๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐š.


๐‰๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐š ๐ฅ๐จ๐ก ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง๐ง๐ฒ๐š ๐ค๐š๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐š๐Ÿ˜—


***Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2