
Episode Keenam
๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐ...
...****************...
Beberapa langkah kemudian, dan sudah agak jauh meninggalkan sahabatnya yaitu Reyna, Silviana berbalik dan langsung menggandeng tangan sahabatnya itu, Reyna hanya menurut dan berjalan sambil mengikuti Silviana.
_ _ _ _ _ _ _ _
๐๐ฑ๐ช๐ด๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข...
" Cepat masuk, kita berdua bakal ke rumah besar gua "
" Loh... gak jadi nih ke rumah gue ambil oleh-oleh lu " Silviana pun dengan spontan menjawab.
" Gak, kapan kapan aja deh gua ke rumah lu, tadi mamah gua nelpon gua di suruh pulang cepat "
" Kok gue di bawa bisa si, lu yang mau pulang " Silviana tak mau menanggapi pertanyaan sahabatnya itu, Reyna hanya diam tak mau bertanya lagi, kemudia Silviana naik mobilnya Reyna yang malah melihat Silviana naik mobilnya dan akan menyetir pun langsung berbicara.
" Biar gue yang nyetir tapi pakai mobil lu " Silviana pun hanya menurut dan langsung berpindah posisi.
" Gass Reyna " seru Silviana, Reyna yang pernah ikut lomba balap mobil pun merasa sedikit aneh.
" Gue jadi merasa aneh Silviana " sahabatnya pun menekankan perkataan " Silviana " dan sontak membuat Silviana tertawa, kemudian Reyna pun langsung tancap gas melaju menuju rumah besar keluarga Vi Elly.
_ _ _
Setelah Reyna mengebut, dan selang beberapa menit tepatnya hanya 15 menit mereka telah samapai di depan gerbang rumah besar keluarga Vi Elly, Silviana pun tak heran dengan kecepatannya itu.
Reyna yang baru saja tiba pun sedikit melongo karena ini memang kebeberapa kalinya ia datang lagi ke rumah besar keluarga Vi Elly, namun yang membuatnya melongo adalah telah banyak perubahan yang terjadi pada rumah besar keluarga Vi Elly.
Mulai dari pembangunan rumah kaca hingga taman yang di perbarui sampai gedung perpustakaan, rumah kaca yang tinggal memberi tanamannya, taman yang sudah jadi dan gedung perpustakaan yang masih setengah dari pembangunan.
Karena memang sudah lama Reyna tak mengunjungi rumah besar keluarga Vi Elly, dan memang sangat jarang sekali Silviana dan kedua orang tuanya tinggal di rumah besar, mereka malah sering tinggal di mansion beberapa bulan terakhir.
__ADS_1
Mungkin saja itu karena pembangunan yang banyak terjadi, itulah pikir sahabatnya Silviana, yang sering di kunjunginya juga hanya mansion milik keluarga Vi Elly.
_ _ _
Silviana dan sahabatnya Reyna telah sampai di depan anak tangga yang menuju pintu masuk pun bergegas turun dari mobil dan segera menuju gagang pintu rumah besar, langsung saja Silviana mendorong pintu masuknya dan masuk ke dalam rumah besar keluarga Vi Elly.
Setelah mereka membuka pintu langsung saja semua mata tertuju pada Silviana dan sahabatnya yaitu Reyna, Reyna kemudian sedikit menyenggol pelan lengan Silviana dan Silviana langsung saja sedikit terkejut.
Kemudian, sang mamah yang peka dengan situasi keadaan pun langsung menyuruh Silviana dan sahabatnya Reyna untuk segera masuk dan duduk bersama mereka.
" Kemari lah sayang jangan berdiri terus " ucap sang mamah yang kemudian langsung berdiri dan menuju Silviana dan sahabatnya itu, langsung saja sang mamah menuntun Silviana dan sahabatnya untuk duduk bersama.
_ _ _ _ _
๐ฃ๐ผ๐ ๐๐ช๐ญ๐ท๐ช๐ข๐ฏ๐ข
Termenung, ya bagaimana mungkin tidak, ada seorang laki laki yang tampan di depan mata, ini pertama kalinya aku memandang wajahnya dengan sangat teliti, ku lihat dia sangatlah tampan ternyata.
Hidung mancungnya tatapannya yang tajam membuat ku sedikit terpana.
Disaat aku sedang menikmati pemandangan tersebut, sahabat ku Reyna menyenggol pelan diriku, dan itu langsung membuatku terkejut dan aku langsung memalingkan wajahku.
_ _ ๐๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฑ๐ฐ๐ท_ _
๐ฃ๐ผ๐ ๐๐ข๐ญ๐ท๐ช๐ฏ
Baru saja dirinya masuk tetapi sudah langsung menyita perhatian ku, aku melihatnya tanpa berkedip sangat cantik itulah gambarannya di mataku, kulit putih yang seputih susu.
Tetapi aku baru menyadari sekarang sebegitu cantiknya seorang tuan putri keluarga Vi Elly yang sudah menjadi tunanganku sejak kecil.
Namun, sayang dia tak ingat denganku usai kejadian 12 tahun yang lalu, aku merasa sedih dengan kabar yang menimpa tunangan ku dan kabar hilang ingatannya itu.
Namun mamah selalu menguatkan aku untuk jangan terlalu bersedih karena pasti itu akan bisa kembali ucap sang mamah padaku, aku selalu berpikir apakah mungkin setelah dia hilang ingatan akan melupakan ku jika memang ia tidak mengingat ku lagi, maka aku akan mengingatkannya lagi tentang diriku.
Ku lihat pakaiannya yang menurutku terlalu pendek, ingin rasanya ku tutup dengan cepat aku sangatlah tak suka apalagi baru saja ia keluar dengan sahabatnya itu, pasti banyak laki-laki yang melihatnya seperti itu.
tanpa ku sadari ternyata dia juga memandangi ku, namun karena senggolan dari sahabatnya itu membuatnya langsung memalingkan wajahnya dan itu sedikit membuat diriku kesal.
__ADS_1
Langsung saja aku membuang rasa kesalku itu, karena dia adalah sahabat calon istri kecilku.
_ _ ๐๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฑ๐ฐ๐ท_ _
" Em... mah ada apa ya " tanya Silviana pada sang mamah.
" Hah... langsung saja sayang, jadi beberapa hari lagi pernikahannya berlangsung jadi... rencananya hari ini kita langsung ke butik buat cari gaun dan semua yang kamu butuhkan " ucap sang mamah setelah menghela nafas.
" Em... mah Viana naik mau ke kamar dulu ya mah " langsung saja Silviana naik dan langsung menarik sahabatnya itu untuk mengajaknya ikut ke kamar bersamanya.
" Sebentar tante... " ucap sahabatnya Silviana Reyna sambil di tarik Silviana yang sedang menuju kamarnya di atas.
Calvin yang ada disitu pun ingin rasanya langsung menangkap gadis kecilnya, karena itu sangatlah berbahaya, sang mamah yang disitu pun hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya karena kelakuan anaknya itu.
Sesampainya Silviana dan sahabatnya di depan kamar, Silviana pun langsung menarik sahabatnya itu dan mengunci pintu kamarnya setelah itu langsung saja Silviana memulai pembicaraan pada sahabatnya itu.
" Nah... ini yang mau gua omongin sama lu " ucap Silviana dengan nada sedikit kekhawatirannya yang terdengar.
" Terima aja Viana, udah jarang ada stok yang begitu mah " ucap Reyna sahabatnya Silviana dengan bangganya.
" Elu ngomongnya enteng banget, ini nih terang kehidupan gua ".
" Tapi kedua orang tua lu kan yang milih, coba aja dulu karena gak mungkin orang tua lu nyariin jodoh buat lu yang gak baik " Silviana pun mengiyakan, karena memang benar tidak mungkin orang tua nya memilihkan jodoh untuknya dengan sembarang.
" Hm... sebenernya gua jadi jaminan buat utang papah gua " Reyna pun bengong dan tidak percaya dengan hal itu.
" Masa sih... " tiba-tiba saja ada suara pesan dari handphone milik Reyna, Reyna pun sedikit bingung karena pesan tersebut dari tantenya yaitu mamah Silviana.
Dalam pesan tersebut mamah Silviana mengatakan.
โMaafin tante, kamu pokoknya jangan terlalu jujur sama anak tante, nanti tante bakal buat janji ketemuan sama kamu buat ngomongin hal ini, pokonya kamu harus membual sedikit ini juga demi kepentingannya tante mohon, nanti tante bakal ceritain semuanya ke kamu tentang perjodohan ini".
_ _ _ _ _ _ _ _
๐๐จ๐ก๐จ๐ง ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐ฒ๐, ๐ฃ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ ๐๐ฅ๐ค๐๐ง ๐ฃ๐๐ฃ๐๐ค ๐ฌ๐๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ข๐ค๐, ๐ค๐จ๐ฆ๐๐ง.
๐๐ข๐ง๐ญ๐ ๐ ๐ข๐๐ง๐ฒ๐ ๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐ฌ๐๐ค๐๐ฅ๐ข๐๐ง ๐ญ๐๐ฆ๐๐๐ก ๐ค๐ ๐๐๐๐ญ๐๐ซ ๐๐๐ฏ๐จ๐ซ๐ข๐ญ ๐ค๐๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐.
__ADS_1
๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ฅ๐จ๐ก ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐ค๐๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐๐
***Bersambung***