
Episode Ketujuh
๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐ...
...****************...
Dalam pesan tersebut mamah Silviana mengatakan.
โMaafin tante, kamu pokoknya jangan terlalu jujur sama Silviana, nanti tante bakal buat janji ketemuan sama kamu buat ngomongin hal ini, pokonya kamu harus membual sedikit ini juga demi kepentingannya tante mohon, nanti tante bakal ceritain semuanya ke kamu tentang perjodohan ini".
_ _ _ _ _ _ _ _
๐๐ฑ๐ช๐ด๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข...
Reyna pun segera membalas pesan dari mamah Silviana tersebut dan mengatakan.
โBaik tan Reyna bakal bohongin Silviana, tapi ini demi kebaikan Silviana bukan, kalo iya Reyna bakal bohongin sahabat Reyna dengan sukarela, kalo tante mau ngomongin sesuatu mending ketemuan di kantor papa Reyna aja tan".
Sang mamah Silviana pun langsung membalas pesan dari Reyna tersebut. dalam pesan tersebut mamah Silviana mengatakan.
โya benar ini demi kebaikan Silviana dan yang merupakan sahabat kamu juga, jadi kita kapan bakal ketemuan buat bicarain ini, oh iya kamu ngobrol aja lagi sama Viana pasti sekarang Silviana sedikit curiga dengan kamu yang memegang handphone saat ia sedang cerita padamu"
Reyna pun segera menutup handphonenya karena melihat Silviana mulai mencurigai handphonenya tersebut.
" Lu saling bales pesan sama siapa " tanya Silviana.
" Gak gue tadi liat itu loh postingan crush gue " bohong Reyna.
" Crush!? pfft baru tau gua kalo lu punya crush haha... ngomong ngomong... bener gak ya kalo gua terima... ya udah deh gua sebagai Viana terima aja " setelah Silviana tertawa dan mengatakan hal tersebut dirinya melihat sahabatnya Reyna sedikit menghela nafas karena Silviana sudah menerima pernikahan tersebut.
" Pilihan yang bagus tuh, kalo gitu kita ke bawah yuk pasti mamah lu khawatir karena tiba-tiba lu naik ke kamar lu apalagi sambil narik-narik gue " ucap Reyna sambil mendorong Silviana agar segera keluar dari kamarnya tersebut.
Silviana pun tak mau banyak pikir dengan sikap Reyna yang barusan dan langsung segera keluar menuruni anak tangga, di sepanjang perjalanannya menuruni anak tangga Silviana hanya menunduk hingga sampailah dirinya di tempat duduk yang tadi kemudian Silviana segera duduk.
" Jadi kita langsung ke butik saja?? " tanya sang mamah Calvin.
__ADS_1
" Gimana sayang? kita ke butik sekarang ya " tanya sang mamah pada Silviana.
" I-iya mah kita langsung aja ke butik mah " jawab Silviana dengan suara yang sedikit terdengar suara kegugupannya.
Calvin pun sedikit tertawa mendengar kegugupan dari seorang Silviana, Silviana yang menyadarinya pun memiliki sebuah rencana kecil untuk calon suaminya itu, ya hanya sebuah rencana kecil.
......................
Tiba di sebuah butik yang terkenal, "AXEL" yeah! itu adalah pusat butik milik keluarga Xavier Axel, baru saja tiba di butik keluarga Xavier Axel tersebut, Silviana yang di luar sudah dikejutkan dengan suara teriakan yang terdengar dari dalam butik tersebut.
Ternyata yang berteriak adalah seorang wanita yang menginginkan sebuah gaun yang memang sangatlah indah
" APA MAKSUD MU HAH!!? " teriak wanita tersebut, sudah banyak karyawan yang ada disitu, mereka semua telah mencoba menenangkan wanita tersebut.
Namun masih saja wanita tersebut mereog dan bersikeras dengan gaun yang terpajang sempurna di depan matanya itu.
Dengan cepat manager yang ada disitu dan yang baru saja melihat kejadian tersebut pun langsung menangani hal tersebut, dengan mudahnya manager tersebut memenangkan dan seketika wanita tersebut tidak lagi mereog.
Silviana pun melanjutkan jalannya, dan menuju lantai atas menaiki lift sambil mengekor, di dampingi beberapa karyawan yang ada di butik tersebut, namun para karyawan menggunakan lift yang berbeda.
_ _ _ _ _
TING... / TING...
Semua mata yang sedang ada di ruangan atas tersebut pun langsung tertuju pada sebuah 2 pintu lift yang baru saja terbuka
Mereka pun berbisik bisik memuji kecantikan dan keserasian bos mereka dan seorang gadis yang baru saja ikut keluar dari dalam liftnya.
Namun, sesaat mereka semua seperti takut setelah menyadari hari ini ada pemilihan gaun untuk calon istri bos mereka itu, beberapa detik suasana menjadi agak suram, Silviana yang merasakan suasananya berubah drastis pun tidak peduli.
Sebenarnya Calvin menggunakan dua lift sekaligus Namun masih saja dirinya tak bisa berada didekat Silviana, dan kedua lift tersebut sangat khusus hanya untuk keluarga tertentu dan bukan untuk semua.
Ruangan yang ada di atas ini ruangan khusus, yang bisa keatas dan ke ruangan ini hanya karyawan tertentu dan hanya keluarga pemilik butik ini saja.
__ADS_1
Baru saja melangkah keluar dari lift, Silviana sudah disuguhkan dengan semua rancangan gaun yang sangat mewah, sangat indah dan sangatlah elegan, beberapa detik Silviana sedikit kagum dengan rancangan gaun tersebut.
Silviana langsung saja mengedarkan pandangannya mencari sahabatnya itu namun, dirinya merasa ada yang aneh, ternyata sahabatnya itu tidak ada di sampingnya kemudian Silviana mencoba mencari keberadaan sahabatnya itu.
Setelah Silviana mencoba mengedarkan pandangannya lagi dirinya seketika melihat keberadaan sahabatnya itu di depan sebuah lemari kaca yang berisi beberapa sepatu yang mewah dan elegan.
Silviana dan kedua mamahnya yaitu mamah Calvin dan mamahnya beserta sahabatnya di lift yang sama, di lift yang berbeda atau lift yang satunya lagi Calvin beserta kedua papahnya yaitu papah Silviana dan papahnya.
Sementara karyawan dan manager yang tadi menggunakan lift khusus untuk para karyawan untuk naik ke atas.
TING...
Selang beberapa detik dari lift yang digunakan keluarga Xavier Axel dan Vi Elly, lift khusus untuk para karyawan sudah terbuka, dan keluarlah beberapa karyawan yang ikut dari bawah tadi.
" Keluarkan semua gaun yang terbaik yang telah kalian rancang sebelumnya!?โ "
Seketika karyawan yang ada disitu membeku sebentar karena takut.
kedua orang tua Calvin dan Silviana hanya duduk di sofa sambil bercengkerama bersama, berbeda dengan Calvin dan Silviana.
Calvin yang dari tadi menyuruh karyawannya dan Silviana yang hanya berdiri di samping Calvin, jangan tanya tentang Reyna sekarang dia sedang mencari pakaiannya sendiri untuk pergi ke acara pernikahan sahabatnya itu, mamah Calvin dan mamah Silviana lah yang menyuruhnya.
" Duduklah sayang, pasti dirimu lelah berdiri terus " semua karyawan yang mendengar perkataan lembut Bosnya pun langsung mematung dan melongo sebentar, namun seketika mereka semua melanjutkan kegiatan mereka yang tadi.
" Tidak apa-apa pak saya berdiri saja " ucap Silviana yang masih berdiri, namun seketika Calvin berdiri sontak membuat Silviana hanya heran, tiba-tiba saja tubuh Silviana melambung keatas ternyata Calvin langsung mengangkat tubuh Silviana ala bridal style menuju ke arah sofa yang berbeda yang ada dibelakangnya, sahabatnya pun ternyata sudah duduk disitu.
_ _ _ _ _ _ _ _
๐๐จ๐ก๐จ๐ง ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐ฒ๐, ๐ฃ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ ๐๐ฅ๐ค๐๐ง ๐ฃ๐๐ฃ๐๐ค ๐ฌ๐๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ข๐ค๐, ๐ค๐จ๐ฆ๐๐ง.
๐๐ข๐ง๐ญ๐ ๐ ๐ข๐๐ง๐ฒ๐ ๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐ฌ๐๐ค๐๐ฅ๐ข๐๐ง ๐ญ๐๐ฆ๐๐๐ก ๐ค๐ ๐๐๐๐ญ๐๐ซ ๐๐๐ฏ๐จ๐ซ๐ข๐ญ ๐ค๐๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐.
๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ฅ๐จ๐ก ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐ค๐๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐๐
__ADS_1
***Bersambung***