Cliff Of Love

Cliff Of Love
|TC| Episode keempat belas (Kejutan)


__ADS_3

Episode keempat belas


...-----...


๐“—๐“ช๐“น๐“น๐”‚ ๐“ก๐“ฎ๐“ช๐“ญ๐“ฒ๐“ท๐“ฐ...


...****************...


"Lohh kok gak ada ya, mana bajunya yang tadi udah jelas-jelas aku masukin ke koper dan kubawa sendiri ke sini kok ilang sih" setelah lama berputar hingga memakan waktu 25 menit untuk mencari baju yang sedang ia cari, dirinya pun menemukan sebuah kotak, yang atasnya bertulis 'Sayang dipake ya, semoga suka hihi' Silviana pun kepo dan membuka isi kotak tersebut.


__๐“”๐“น๐“ฒ๐“ผ๐“ธ๐“ญ๐“ฎ ๐“ข๐“ฎ๐“ซ๐“ฎ๐“ต๐“พ๐“ถ๐“ท๐”‚๐“ช__




Namun, Silviana bingung memilih kotak yang mana dahulu yang ingin ia buka, ia pun memutuskan untuk membuka kotak yang berwarna hitam terlebih dahulu.


Dan jreng-jreng isinya membuat Silviana melongo pasalnya isinya sangat membuatnya tak percaya.


Didalam kamar, seorang pria yang tengah duduk di pinggir ranjang telah menunggu seseorang keluar dari balik pintu kamar mandi.


Ceklek!


Pintu kamar mandi akhirnya terbuka namun yang tak lain adalah Silviana yang membuka ternyata masih mengenakan handuk.


"Kenapa handuk masih di pake"


"Em, pak bisa tolong saya gak saya gak punya baju disini-" ucapan Silviana langsung dipotong.

__ADS_1


"Baju di lemari memangnya kenapa?"


"Gak enak pak bajunya, iya gak muat juga pak" bohong Silviana yang sudah jelas ia tak pandai berbohong.


"Baiklah, akan saya suruh asisten saya mengambilkan baju mu, kau ingin yang seperti apa bajunya?"


"Terserah bapak aja bajunya yang penting cepet ya dateng bajunya"


"Hmm secepatnya"


Beberapa saat kemudian pintu kamar itu dibuka, Calvin yang sudah selesai mandi langsung menghampiri pintu dan.


Ceklek!


menampilkan seorang yang berjas tinggi namun ia kalah di depan Calvin, lebih tinggi Calvin dari padanya.


"Ck! napa lagi tuu anak" Calvin pun langsung membuka kotak karena penasaran, dan setelah dibuka kotak itu langsung di lempar dengan keras ke tong sampah di depan kamar mereka '**** up' lalu ia pun melenggang masuk ke dalam kamar.


......................


Ditengah keasyikan Silviana menonton televisi sambil membalut tubuhnya dengan selimut, Calvin pun datang dengan membawa paper bag yang lumayan besar.


"Bajunya udah nyampe pak? sini biar Viana pake" Silviana pun hanya merebut paper bag itu dan melenggang masuk ke dalam kamar mandi, jangan lupakan Calvin telah memakai pakaiannya.


Beberapa saat setelah Silviana masuk ke dalam kamar mandi ia pun keluar dengan baju yang lebih santai namun, tak mengurangi pesona dari seorang Silviana.


Silviana pun langsung menghampiri Calvin yang duduk di ranjang.


"Makasih pak bajunya saya suka"

__ADS_1


"Hmm"


'bisa gak sih gak usah hm hmm mulu gw kesel setengah sadar, apalagi sambil main game awas lu pak gw kalahin game yang lagi lu mainin ck!'


"Awas pak gw mo tidur, inget ya pak ini pembatas tidur bapak jadi jangan lewati! awas aja ampe bapak ngelewati" kemudian Silviana mengangkat tangannya di dekat leher dan menarik tangannya berbentuk horizontal.


Calvin yang ada disitu yang melihat malah ingin tertawa, pasalnya sekarang wajah garang itu sangat lucu 'author iya iya aja sih'.


"Dan bapak mainnya di pojok sono aja jangan ganggu Viana mo bobo, hus huss"


Tanpa banyak bicara Calvin langsung berdiri dan duduk di sofa yang telah ditunjuk Silviana.


Silviana pun sudah tertidur lelap.


'Kenapa kmu gak bisa bargain aku sedikit, hargai perasaan yang gw punya Vi'


'Maaf gw gak bisa kak, walaupun gw dah berusaha tetep aja lo di hati gw hanya temen kak gak lebih dan kurang'


Disinilah keberadaan seorang laki-laki dan perempuan yang sedang berdebat dengan apapun itu author juga gak mau tau yang laki-laki nangis diam perempuan juga hadeuhh.


"Hu huhuuu mamah" Calvin yang mendengar seperti orang yang sedang menangis mencari keberadaan dari mana asal tangis itu, jika istrinya kenapa? apakah ia menangis karena pernikahan ini dan tak setuju dengan pernikahan ini dan di paksa oleh kedua orang tuanya.


Banyak pertanyaan yang melayang menghampiri Calvin sampai akhirnya ia menemukan istrinya sedang menangis, dengan cepat Calvin menghampiri gadis itu dan


"Cup cup cup sayang, kamu kenapa nangis hmm" ucap Calvin dengan penuh kasih sayang sambil ia memangku kepala Silviana dan membelai rambut rambut kecilnya yang indah dengan lembut.


***๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ***


๐“œ๐“ช๐“ด๐“ช๐“ผ๐“ฒ๐“ฑ ๐”‚๐“ช๐“ท๐“ฐ ๐“ถ๐“ช๐“ผ๐“ฒ๐“ฑ ๐“ผ๐“ฎ๐“ฝ๐“ฒ๐“ช ๐“ถ๐“ฎ๐“ท๐“พ๐“ท๐“ฐ๐“ฐ๐“พ ๐Ÿ’

__ADS_1


__ADS_2