Cliff Of Love

Cliff Of Love
|TC| Episode Kedua


__ADS_3

Episode ๐“š๐“ฎ๐“ญ๐“พ๐“ช


๐“—๐“ช๐“น๐“น๐”‚ ๐“ก๐“ฎ๐“ช๐“ญ๐“ฒ๐“ท๐“ฐ...


...****************...


"Ya udah nanti mamah panggil kamu untuk turun kalo mereka sudah datang ya nak" berjalan menuju pintu kamar dan akan ke bawah menyusul sang papah yang sudah ada di bawah menunggu sang mamah untuk turun tepatnya itu di ruang tamu.


_ _ _ _ _ _ _ _


๐˜Œ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข...


"Gimana mah viana" bertanya pada mamah yang baru saja selesai turun dari anak tangga.


"Viana lagi siap siap pah..." menyusul sang papah yang tengah duduk di sofa ruang tamu sambil menikmati secangkir minuman yang tadi nya sudah di buat oleh sang mamah untuk papah.


"Viana masih sedih mah?" tanya papah pada sang mamah karena wajah sang mamah terlihat jelas kelesuan setelah turun dari kamar Silviana tadi.


"Iya pah... viana masih sedih..." kemudian mamah bersandar di pundak sang papah, untuk menghilangkan sedikit rasa kesedihannya.


"Papah tau pasti viana masih sedih mah..." mengusap punggung sang mamah bermaksud memberi sedikit kekuatan pada sang mamah.


Selang beberapa menit, terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah, mamah yang tau itu kedatangan seseorang yang sedang di tunggu dengan cepat naik ke atas menuju kamar Silviana guna mengajak Silviana turun, tak lama sang mamah sudah berada di depan kamar Silviana dan bergegas mengetuk pintu kamar Silviana namun, pintu kamar Silviana sudah terbuka.


"Iya mah viana tau ko ayuk mah kita turun kebawah" kemudian, Silviana mengajak sang mamah turun bersamanya.


Di sisi lain keluarga Xavier Axel sudah duduk di ruang tamu dan menunggu Silviana calon istri sekaligus calon mantu bagi keluarga Xavier Axel.


Beberapa menit kemudian Silviana dan sang mamah sudah turun dari tangga, pandangan Silviana dan Calvin tiba tiba bertemu beberapa menit kemudian Silviana memalingkan wajahnya terlebih dahulu, namun Calvin mengatakan sesuatu pada sang mamah sambil berbisik.


"................. .......... ......"


"Ya cantik lah kan calon istri anak mamah" dengan cengiran Calvin tertawa pelan papah Calvin yang ada disitu pun tersenyum melihat hal itu, Silviana pun melanjutkan jalannya menuruni anak tangga satu demi satu.

__ADS_1


Setelah Silviana dan sang mamah turun dari anak tangga mamah pun mengajak Silviana untuk duduk di dekatnya, beberapa lama kemudian setelah berbincang bincang bersama kedua orang tua mereka pergi ke halaman belakang meninggalkan mereka berdua dengan alasan orang tua Calvin ingin tau halaman belakang seperti apa.


Ditinggal oleh kedua orang tua membuat mereka berdua diam, sangat canggung itulah contoh keadaan mereka berdua sekarang, tiba tiba Silviana berdiri dan itu membuat Calvin sedikit bingung namun, dengan nada formal dan sedikit kebar bar an Silviana mengatakan.


"Permisi pak saya mau ke halaman belakang manggil mamah sama papah saya" dengan terkejutnya Calvin yang di panggil pak kemudian berkata.


"Heh jangan panggil saya pak saya ini baru umur 26 kok" Silviana yang sudah berjalan menuju ke halaman belakang namun dia mendengar itu kemudian berbalik dan mengatakan.


"Ck itu udah tua pak" kemudian Silviana meninggalkan Calvin dengan wajah Calvin yang tidak bisa di jelaskan.


Setelah Silviana hilang dari pandangan Calvin, Calvin pun mengambil handphone nya dan berkaca di handphone nya tersebut, tiba tiba saja dia berkata sambil berkaca.


"Dihh gua masih ganteng gini kok" dengan wajah yang di paling paling kan Calvin mengaca di layar handphone nya, namun tiba tiba saja mamah Calvin yang baru saja datang menoel wajah Calvin, dengan terkejutnya Calvin pun melemparkan handphone nya, setelah itu ia mengambil handphonenya tersebut.


"Kamu kenapa sih" tanya sang mamah Calvin pada anaknya, namun Calvin dengan nada gugup dan keterkejutannya menjawab.


"Nggak apa apa mah" mamahnya yang tidak percaya pun bertanya lagi.


"Jadi ini besok kan lamarannya" tanya mamah Calvin pada sang mamah dan papah.


"Iya lebih cepat lebih bagus kan" kemudian semua yang ada di ruangan tertawa namun Calvin dan Silviana diam seperti patung tidak mengatakan sepatah kata pun, kemudian setelah perbincangan mereka selesai mamah dan papah Calvin pun pamit untuk pulang.


"Kalo gitu kami pamit pulang dulu ya jeng" mamah yang duduk pun bangkit dan menjawab.


"Oh iya jeng hati hati ya di jalan" selah sang mamah mengatakan itu kemudian mamah Calvin berkata lagi.


"Haha iya jeng, kalo gitu kami pamit pulang jeng."


"Nah kami pamit ya pak, jagain mantu kami pak" kemudian sang papah yang mendengar itu langsung tertawa dan menjawab.


"Haha baiklah akan saya jaga mantunya bapak" setelah itu papah Calvin berkata lagi.


"Awas saja loh" kemudian semua tertawa, namun lagi lagi Calvin dan Silviana hanya diam bak patung.

__ADS_1


Setelah keluarga Xavier Axel pamit pulang Silviana kemudian izin kepada papah dan mamahnya untuk naik ke atas ke kamarnya dan diizinkan, selang beberapa menit Silviana sudah berada di kamarnya kemudian dia mengobrol sendiri.


"Eh salah gak ya aku manggil pak hmm.. enggak lah kan emang dianya udah tua gak salah kan" setelah itu Silviana tidur karena kelelahan.


_ _ _ _ _ _ _ _


_Di sore hari_


Ternyata Silviana baru bangun dari tidur siangnya "hmm ini jam berapa ya" meraba kasur di sebelahnya dan mencari handphone miliknya untuk melihat ini sudah jam berapa.


"Nahh sudah ketemu jam berapa ya, ehh udah jam" sambil mengerjap ngerjapkan matanya kemudian melihat layar handphonenya kembali tiba tiba saja.


"HIYAKKK!!? udah jam segini!!?" Silviana yang melihat jam di layar handphonenya tersebut pun bergegas ke kamar mandi, dan kemudian dia berniat mencari mamahnya karena tidak mungkin mamahnya tidak membangunkannya.


Setelah beberapa menit ritual mandi yang begitu lamanya, Silviana pun keluar dari kamar mandi dan bergegas turun ke bawah untuk mencari sang mamah namun tiba tiba saja.


"MAMAHHH... MAMAHH..." Silviana berteriak-teriak dan sang mamah yang di dapur mendengar anaknya yang berteriak mencarinya kemudian keluar dari arah dapur dan ingin memarahi sang anak Silviana, karena berteriak sambil berlari menuruni anak tangga.


Bukan apa karena dulunya Silviana pernah terjatuh dari anak tangga, anak tangga tersebut masih bisa dibilang tinggi dan sang mamah pun tidak ingin itu terjadi lagi.


"Hais kamu kenapa teriak teriak sih sayang" bertanya kepada Silviana kemudian sang mamah kembali lagi ke dapur dan tidak jadi memarahi Silviana karena masakan sang mamah bisa saja gosong.


"Mamah kenapa gak bangunin aku" kemudian sang mamah menghela nafas dan berkata.


"Tadi mamah mau bangunin kamu tapi tadi kamu pulas banget tidurnya mamah nggak tega bangunin kamu, besok juga kamu kan udh mulai ada acara acara, sayang oh iya kamu izin dari kampus berapa hari sayang" ucap mamah panjang lebar sambil bertanya dan juga sambil memasak.


_ _ _ _ _ _ _ _


๐Œ๐จ๐ก๐จ๐ง ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง๐ง๐ฒ๐š ๐ฒ๐š, ๐ฃ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐š ๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ ๐š๐ฅ๐ค๐š๐ง ๐ฃ๐ž๐ฃ๐š๐ค ๐ฌ๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ข๐ค๐ž, ๐ค๐จ๐ฆ๐ž๐ง.


๐Œ๐ข๐ง๐ญ๐š ๐ ๐ข๐Ÿ๐ง๐ฒ๐š ๐ฃ๐ฎ๐ ๐š ๐ฌ๐ž๐ค๐š๐ฅ๐ข๐š๐ง ๐ญ๐š๐ฆ๐›๐š๐ก ๐ค๐ž ๐๐š๐Ÿ๐ญ๐š๐ซ ๐Ÿ๐š๐ฏ๐จ๐ซ๐ข๐ญ ๐ค๐š๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐š ๐Ÿ˜— ๐Ÿ™ŒโœŠ๐Ÿ™Œ


***Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2