
Episode ketiga belas
๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐ....
......................
" Hiks... beda Viana salad tante tuh the best, salad di restoran biasa aja gak seenak salad buatan tante " Reyna pun setelah mengatakan hal tersebut sambil berdrama dan langsung saja setelah itu Reyna pun tancap gas.saya yang tangani"
__๐๐น๐ฒ๐ผ๐ธ๐ญ๐ฎ ๐ข๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ต๐พ๐ถ๐ท๐๐ช__
Beberapa hari kemudian...
Setelah beberapa hari berlalu acara yang telah di nanti-nantikan oleh semua orang akhirnya telah terjadi juga.
Dan saat ini saatnya, sang mempelai laki-laki dan mempelai perempuan saling mengucapkan janji suci yang sangat sakral yang akan mengikat mereka berdua dalam sebuah hubungan.
"Cup"
"Hore... hiks akhirnya sahabat gw nikah juga dan akhirnya gw sendirian lagi hiks"
'huhhh biasalah dengan sahabat Silviana ini karena memang ia sangat sangat sangat pendrama'.
'kaget' karena sang suami mencium kening Silviana, membuat sang empu langsung melotot, batinnya pun langsung mengomel 'bisa-bisanya kan gw gak kasih izin huhh', disaat seperti ini Calvin tiba tiba saja mengatakan.
"Sebentar lagi" setelah mengucapkan kata itu Calvin tersenyum mengeluarkan smirknya dan membuat bulu kuduk Silviana tiba-tiba merinding.
Beberapa saat kemudian...
"masih banyak ya tamunya" kode Silviana pada laki-laki disampingnya yang tak lain adalah Calvin.
__ADS_1
"Hmm"
Namun, Calvin hanya berdehem dan melirik sebentar kearah Silviana membuat Silviana yang hanya mendengar Calvin berdehem mendengus kesal.
'Hahh sabar Viana kamu harus sabar ngehadapi manusia yang begini sabarrrr' batinnya sambil mengelus dadanya sendiri tanpa sadar.
"Bentar lagi selesai acaranya kata mamah, kalo kamu memang udah cape istirahat saja sekarang langsung aja naik keatas" ucap Calvin tanpa melirik Silviana dan pandangan Calvin terus ke depan memperhatikan tamu yang masih tersisa.
'Buset kapan dia nanya ke mamah mertuaku, cepet banget' batin Silviana sambil melirik ke arah Calvin.
"Emang boleh pak langsung naik ke atas"
"Iya boleh, sana aja kamu kalo memang sudah capek "
Silviana pun memutuskan untuk naik keatas, namun jangan lupakan ia naik keatas setelah pamit dengan kedua orang tuanya.
...*******...
...----------------...
Ceklek!
"Hmm ngapain yah, mending mandi jadi ntar kalo si pak Calvin dateng, gw ntuh udah wangi kagak bau" buru-buru Silviana ke kamar mandi, namun sebelum itu ia melepaskan gaun terlebih dahulu namun, disaat itu tibalah kendala yang sangat membuat Silviana kesusahan yaitu saat melepaskan resleting gaun.
"Haiss!! kenapa lu harus susah di buka sih disaat seperti ini gaun!! humph! duh gimana nih gw mau cepet-cepet mandi" Silviana pun berpikir sejenak namun tiba-tiba.
"Hwuaaa... mamah gimana buka ini hwuaa" beginilah Silviana jika sedang merasa susah dan merasa ia tak bisa lagi maka akan seperti ini langsung menangis sambil duduk dilantai mencari sang mamah, namun di saat itu juga pintu kamar pengantin baru ini terbuka.
Ceklek!
Setelah pintu dibuka menampilkan seorang gadis yang terduduk dilantai sambil mengeluarkan air mata siapa lagi kalau bukan Silviana.
__ADS_1
"Kamu kenapa duduk dilantai?" tanya Calvin tanpa memperdulikan Silviana yang terduduk dilantai dan terus berjalan ke arah tempat tidur.
"Liat gak sih pak saya disini coba bantu saya berdiri gitu, malah nyelonong aja"
"Ya saya liat, makanya saya nanya kamu kenapa duduk dilantai" ucap Calvin sambil melonggarkan dasinya.
"Hwuaa mamah liat si pak Calvin dia aniaya Viana hwuaa" Silviana pun malah menangis sambil mengadu kepada seseorang, namun seseorang itu kini sedang asyik mengobrol bersama yang lain.
"Jangan menangis, cepat berdiri, apa alasanmu terduduk dilantai seperti itu?"
"Resleting gaun Viana gak bisa dibuka tuh, kalo nyariin gaun tuh yang bener dong pak masa iya kaya gini kan buat susah Viana aja yang mau lepasin gaunnya" panjang lebar Silviana yang mampu membuat Calvin memijit pelipisnya.
"Kemari hadap ke depan biar saya bantu"
Silviana pun langsung memicingkan matanya.
"Bapak mau ngapain saya" tanyanya sambil memegangi gaun.
"Mau bantu resletingnya saja" ucap Calvin datar "cepat atau saya tidak akan membantumu.
"Awas ya bapak ngapa-ngapain saya, saya adukan ke orang tua anda, eh saya maksudnya"
"Hmm"
Begitulah percakapan mereka sampai akhirnya resleting gaun itu sudah bisa dilepas segeralah Silviana masuk buru-buru ke kamar mandi.
30 menit kemudian, dikamar mandi...
"Hahh segarnya abis mandi" setelah itu Silviana mencari-cari baju untuk dipakainya.
"Lohh kok gak ada ya, mana bajunya yang tadi udah jelas-jelas aku masukin ke koper dan kubawa sendiri ke sini kok ilang sih" setelah lama berputar hingga memakan waktu 25 menit untuk mencari baju yang sedang ia cari, dirinya pun menemukan sebuah kotak, yang atasnya bertulis 'Sayang dipake ya, semoga suka hihi' Silviana pun kepo dan membuka isi kotak tersebut.
__ADS_1
***๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ***
๐๐ช๐ด๐ช๐ผ๐ฒ๐ฑ ๐๐ช๐ท๐ฐ ๐พ๐ญ๐ช๐ฑ ๐ถ๐ช๐พ ๐ญ๐พ๐ด๐พ๐ท๐ฐ ๐ถ๐๐