Cliff Of Love

Cliff Of Love
|Cliff of love| Episode kelima belas


__ADS_3

Episode kelima belas


...........๐“—๐“ช๐“น๐“น๐”‚_๐“ก๐“ฎ๐“ช๐“ญ๐“ฒ๐“ท๐“ฐ...........


...****************...


"Cup cup cup, kamu kenapa nangis hmm" ucap Calvin dengan penuh kasih sayang sambil ia memangku kepala Silviana dan membelai rambut rambut kecilnya yang indah dengan lembut.


__๐“”๐“น๐“ฒ๐“ผ๐“ธ๐“ญ๐“ฎ ๐“ข๐“ฎ๐“ซ๐“ฎ๐“ต๐“พ๐“ถ๐“ท๐”‚๐“ช__


Sinarnya matahari yang menusuk membuat tidurnya seseorang terganggu dan sampai membangunkan seseorang itu.


"hmm... kok gw ada disini, kamarnya gak asing" ternyata seorang Silviana terbangun dari tidurnya dan dirinya sudah ada ditempat tidur.


Namun ini tempat tidurnya bagaimana mungkin, padahal yang ia ingat semalam masih terduduk di lantai dan sedang menangis.


Silviana pun bangkit dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi.


Setelah selesai dari kamar mandi ia merasa aneh dengan keadaan kamarnya sekarang 'kok gw ngerasa aneh ya kayak ada yang terjadi deh' setelah selesai berbicara dengan batinnya Silviana pun teringat sesuatu.


"Nah iya suami gw mana, baru aja nikah semalem dianya langsung ngilang, gw tebak dianya ke kantor kan seharusnya dia itu libur ini malah kaya gini harrgh!, nyesel gw kayanya nikah sama dia, udahlah mood gw ancur gegara nginget tuh om om mending gw telpon sahabat gw aja kali aja mood gw jadi lebih baik"


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan menampilkan sang mama yang jelas sekali baru selesai memasak karena memegang pancinya dengan sangat slay.


"Sayang kenapa sih mamah ampe denger yang dibawah, yang lagi masak aja

__ADS_1


denger kamu tuh lagi ngomel ngomel sendiri apalagi tetangga pasti denger" Silviana pun dibuat bingung dengan perkataan sang mamah.


"Ehh kok mamah, bukannya aku udah nikah ya ma semalem, terus kayanya aku lagi di kamar" Silviana berpikir sambil meletakkan kedua jarinya di kepalanya sendiri, sang mamah pun menghampiri Silviana dan menoyor kepalanya.


"Iya kamu emang udah nikah, tapi kamu inget gak semalem kamu ngerengek mau balik ke rumah besar." " Kangen mamah, mamah mana hwuaa " ejek sang mamah sambil mengikuti cara Silviana merengek, Silviana pun mencoba mengingat apa yang dia lewatkan.


Mamah yang sepertinya sangat sangat sibuk langsung membimbing Silviana untuk segera turun.


...


Selang beberapa menit tibalah Silviana dan mamah di ruang makan, berjalan perlahan menuju meja ia melihat punggung seseorang yang tampan tak asing, betapa terkejutnya dirinya ketika melihat seorang yang baru saja ia omeli.


"Em mah Viana mau mandi dulu ya" secepat kilat Silviana melarikan diri menuju kamarnya dengan alasan yang tepat.


"YANG CEPAT MANDINYA AWAS AJA LAMA-LAMA" sang mamah pun berteriak untuk memastikan Silviana mandi dengan cepat, semua yang berada di meja makan hanya menggelengkan kepala termasuk menantunya.


......................


"Harghh!!" 'frustasi' handphone dengan gambar nanas tersebut terhempas, Kesekian kalinya panggilan Silviana tak membuahkan hasil hingga moodnya sekarang memburuk.


Ting!


Bunyi pesan masuk, Silviana malas sekali untuk mengecek pesan dari siapa itu hingga akhirnya pesan itu dilihat karena Silviana sangat kevo tentang pesan apa itu, namun Silviana malah mengernyit ketika mengecek dan melihat pesan itu.


"Lah nomornya siapa nih, pesan ancaman lagi haish"

__ADS_1


Silviana yang baru saja melihat pesan itu langsung berpikir dengan keras sebentar dan langsung berucap ketika mendapat sedikit petunjuk.


"Bentar-bentar ujung nomornya gak masuk akal deh kayanya pesan main main, entar ajalah nanya nanyanya ke papa kurang penting juga dan lagi, pasti papa sibuk di jam segini" sambil melihat jam yang tertera di handphonenya.


Silviana segera bangkit menuju menuju pintu keluar kamarnya, ia sekarang lebih berniat memakan es krim di rumah sahabatnya itu dan tak lupa mengambil kunci mobilnya dahulu.


Ceklek!


"Eh gw tadi alasannya mau mandi kan" dengan tersenyum getir Silviana mengingat kejadian yang beberapa menit baru terjadi.


"Hah... gimana ya, kalo gw turun pasti mamah nanya mau kemana, terus gw harus jawab apa" Silviana terus mondar mandir hingga seseorang datang.


"Emangnya kamu mau kemana?" dengan suara dingin Calvin bertanya.


'Aduh kenapa gw harus siap sih hari ini, masa pas dia jalan gw gak denger dia, hiks siapapun tolongin gw, dia pake suara dingin plus angkuhnya lagi huee'


"Kemana?" Calvin pun mengulang perkataannya yang tadi dan dengan nada yang sama.


"E-ee... itu pak saya mau ngerjain tugas kuliah yang tertunda selama beberapa hari ini, terus ngerjainnya mau ke rumah teman saya pak i-iya... itu pak" dengan gugup Silviana menjawab tanpa menatap mata yang sedang menatapnya.


"Laki-laki or perempuan" mata elangnya terus melihat Silviana dan Silviana dari tadi mencoba menghindari tatapan itu.


"Perempuan kok pak, pak saya duluan ya takutnya temen saya nungguin" secepat mungkin Silviana menuruni anak tangga namun tentunya dengan berhati-hati.


".... menggemaskan" dan langsung pergi dari tempat itu.

__ADS_1


***๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ***


๐“œ๐“ช๐“ด๐“ช๐“ผ๐“ฒ๐“ฑ ๐”‚๐“ช๐“ท๐“ฐ ๐“ถ๐“ช๐“ผ๐“ฒ๐“ฑ ๐“ผ๐“ฎ๐“ฝ๐“ฒ๐“ช ๐“ถ๐“ฎ๐“ท๐“พ๐“ท๐“ฐ๐“ฐ๐“พ ๐Ÿ’


__ADS_2