
Episode Keempat
๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐ...
...****************...
"Eh... kenapa di matiin sayang, gak apa apa kamu telponan aja sana sama sahabat kamu " ucap sang mamah sambil membawa piring kotor,kemudian menyuruh Silviana naik ke atas untuk menyuruh Silviana mengobrol dengan sahabatnya itu.
_ _ _ _ _ _ _
๐๐ฑ๐ช๐ด๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข...
" Gak apa apa mah... entarran aja nyambung teleponnya " ucap Silviana dan membantu sang mamah membawa piring piring kotor tersebut.
Semua sudah selesai meja makan sudah bersih sekarang tinggal bersantai dan melakukan hal pribadi masing masing.
Seperti sekarang sang papah sudah menuju kantor pribadinya, dan sang mamah menuju kamarnya seperti biasa sang mamah sedang merawat dirinya.
Dan sekarang seorang Silviana sedang naik ke atas menuju ke kamarnya untuk menelepon si sahabatnya itu, tak lupa sebelum naik Silviana telah membawa beberapa cemilan dan jangan lupakan es krim.
Silviana sekarang sedang mencoba menelepon sahabatnya itu, namun sepertinya sahabatnya itu marah kepada Silviana dan tidak mengangkat telepon Silviana, mungkin karena tanpa persetujuan sahabatnya itu Silviana langsung menutup teleponnya.
Selang beberapa menit Silviana mencoba akhirnya tersambung, seperti biasa sahabat Silviana menggunakan nada ke bar bar annya saat berbicara sama seperti sekarang menjawab telepon Silviana.
" Udah hilang oleh-oleh lu " ucap si sahabatnya Silviana, terdengar sedikit suara kekesalan dari si sahabatnya Silviana.
" Wah... oleh-oleh gua tetep dong, gak bisa gitu lu " Silviana yang mendengar suara dari sahabatnya itu, kemudian muncul lah niat untuk menjahili sahabatnya itu.
" Oleh-olehnya gua yang bawa, terus juga punya gua jadi terserah gua dong mau di apain oleh-olehnya " Silviana mendengar hal itu membuat niat menjahili sahabatnya sendiri semakin menjadi-jadi.
" Yah... jangan gitu dong pliss sahabatnya Silviana imut nan menggemaskan " Silviana pun semakin menjadi-jadi niatnya untuk terus menjahili sahabatnya sendiri.
" Terserah gua dong huh... " semakin lama suara sahabat Silviana semakin kesal saja.
" Pfft udah deh aku cape jahilin kamu " Silviana pun tertawa terbahak-bahak setelah mengatakan itu.
" Astaga gini amat punya sahabat hiks... " ucap sahabatnya Silviana.
" Videocall yuk gue mau nunjukin sesuatu nih... " sahabat Silviana yang mendengar itu antusias dan langsung saja ia menelfon Silviana dengan telepon video.
__ADS_1
Silviana pun langsung saja menerima panggilan tersebut.
" Nah... apaan yang mau lu tunjukin ke gua " Silviana pun mengambil sesuatu untuk ditunjukkan pada sahabatnya itu, selang beberapa detik Silviana kembali ke kamera dan membawa sesuatu di tangannya.
" Nah... ini yang mau gue tunjukin " dengan bangganya Silviana menunjukkan es krimnya, sahabatnya pun hanya bisa melongo melihat kelakuan absurd dari seorang Silviana.
" Dih... gue juga punya, bentar gue ambil di kulkas gue dulu " selang beberapa menit sahabat Silviana sudah membawa es krim seperti yang dikatakannya tadi.
" Huh... kelamaan lu udah tinggal dikit nih es krim gue " ucap seorang Silviana sambil menunjukkan tempat es krim yang tinggal sedikit.
" Bagus tuh... gue jadinya bisa mamerin ke lu, oh iya oleh-oleh lu es krim " ucap sahabatnya sambil memakan es krim yang di bawanya tadi.
Silviana pun yang mendengar oleh-olehnya es krim langsung tersenyum sumringah mendengar hal yang di katakan sahabatnya itu.
" Besok anterin ke rumah gua oke, jangan nolak " sahabat Silviana yang mendengar itu langsung melongo tidak percaya kemudian ia berkata.
" Astaga Silviana Elliyana Nadya yang gue kenal rajin dulu mana, ampe keseringan lu di kampus sebelum semua orang dateng sampai sampai lu di kenal sebagai anak yang anti telat dateng ke kampus, yang paling rajin ngumpulin tugas, gue gak percaya kayanya lu sakit deh " ucap sahabat Silviana yang masih memakan es krimnya, dengan muka malasnya Silviana pun menjawab.
" Ck! Ini gua, sahabatnya si yang imut nan menggemaskan " Silviana pun menekankan pada saat ia mengatakan " imut nan menggemaskan " sahabat Silviana yang mendengar itu kemudian mengatakan.
" Nah... akhirnya seorang Silviana mengakuinya haha " dengan bangganya sahabat Silviana mengatakan hal tersebut.
" Hais... iya iya ni mama gue juga tadi udah ngomong juga kok soal oleh-oleh lu yang katanya sekalian bawa ke rumah lu, gimana kalo besok kita ke kampus sekalian " ucap sahabat Silviana dengan sumringah.
" Gak gua masih libur, kata mamah si ntar kalo udah siap semua acaranya " ucapan Silviana tersebut pun mengundang ke kepoan dari sahabatnya.
" Wah... acara apa tuh " ucap sahabatnya Silviana dengan suara ke kepoannya.
" Itu yang mau gua omongin ke lu, makanya besok lu dateng ke rumah gua ya lu libur aja lagi " sahabatnya Silviana yang mendengar itu pun melongo, bukan apa karena dia sudah izin dari kampus selama sebulan.
" Demi sahabat gue Silviana gue akan libur "
" Tuh kan sejak kapan seorang sahabat Silviana satu satunya yang paling suka yang namanya sama liburan, apalagi itu disuruh beuh seneng banget kan lu " sahabat Silviana pun hanya bisa cengengesan.
" Hehe biasa aja kali kan lu sahabat satu satunya seorang tuan putri yang terkenal dengan kemalasannya di kampus " dengan bangganya si sahabat Silviana pun mengatakan hal tersebut.
" Cuma gitu aja bangga huh... "
" Harus dong, kita itu kan harus bangga dengan pencapaian kita "
__ADS_1
" Huaaa... kok gua punya sahabat gini amat si "
" Hiks... maafkan sahabat mu ini Silviana hiks... " dengan tanggapnya sahabat Silviana yang tau keadaan sekarang langsung mengikuti alur yang telah di buat Silviana.
" Iya aku tak akan memaafkan mu huaa... " sahabat Silviana pun hanya bisa melongo.
" Ni anak kenapa ya " ucap sahabat Silviana dengan wajah tidak percayanya.
" Kalo gitu udah lah gua mau bobo syantik sono lu awas gangguin gua " kemudian Silviana merebahkan dirinya dan tertidur dengan pulas, sahabat Silviana pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala karena kelakuan seorang Silviana.
" Kalo gitu gue tutup telepon bye " ucap sahabat Silviana walaupun ia tau Silviana tak mendengarnya, tiba-tiba sang mamah mengetuk pintu dan itu membangunkan Silviana.
Tok... tok... tok...
" Sayang kamu udah tidur ya " ucap sang mamah.
" Hoam... masuk aja mah " kemudian setelah mendengar hal itu sang mamah pun langsung masuk ke kamar Silviana.
" Ini mama bawain susu buat kamu, besok kan kamu bakal banyak kegiatan " setelah itu sang mamah menuju nakas dan meletakkan nampan yang di atasnya gelas berisi susu.
" Oh mamah bawain susu ya " kemudian Silviana bangkit dan duduk untuk meminum susu yang sudah dibawa sang mamah, selang beberapa detik susu tersebut sudah habis.
" Iya ini mamah bawain susu buat kamu abisin gih ".
" Hehe udah habis mah "
" Ya udah mamah bawa ke bawah dulu, kamu tidur lagi sana biar besok semangat oke, Selamat Malam sayangku " setelah mengatakan hal tersebut sang mamah mencium kening Silviana kemudian, mamah pun langsung ke bawah menuju dapur.
" Hm... iya mah Selamat Malam juga mah " ucap Silviana kemudian langsung merebahkan tubuhnya dan langsung tertidur pulas, dan langsung sang mamah keluar dari kamar Silviana.
_ _ _ _ _ _ _ _
๐๐จ๐ก๐จ๐ง ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐ฒ๐, ๐ฃ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ญ๐ข๐ง๐ ๐ ๐๐ฅ๐ค๐๐ง ๐ฃ๐๐ฃ๐๐ค ๐ฌ๐๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ข๐ค๐, ๐ค๐จ๐ฆ๐๐ง.
๐๐ข๐ง๐ญ๐ ๐ ๐ข๐๐ง๐ฒ๐ ๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐ฌ๐๐ค๐๐ฅ๐ข๐๐ง ๐ญ๐๐ฆ๐๐๐ก ๐ค๐ ๐๐๐๐ญ๐๐ซ ๐๐๐ฏ๐จ๐ซ๐ข๐ญ ๐ค๐๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐.
๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐ฅ๐จ๐ก ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง๐ง๐ฒ๐ ๐ค๐๐ฅ๐จ ๐ฌ๐ฎ๐ค๐๐
***Bersambung***
__ADS_1