
Seorang pemuda yang memakai kacamata berjalan menyusuri lorong sekolahnya dengan mata yang masih tetap fokus menatap huruf demi huruf yang berjejer rapi di atas buku yang ia bawa.
"Bruuuak"
Tanpa pemuda itu sadari, dia menabrak seorang gadis hingga terjatuh kelantai.
"Ah, maafkan aku. Aku benar benar tidak melihatmu".
Gadis itu tersenyum ramah meskipun sesekali mengerang kesakitan.
"Tidak apa apa, toh aku juga bersalah karena terlalu asik bermain smartphone padahal sedang berjalan di lorong. adu du duh."
Pemuda itu hanya bisa tersenyum masam karena tidak tahu harus berbuat apa dalam menghadapi situasi seperti ini.
Gadis muda itu memandangi pemuda yang baru saja menabrak nya yang kini tengah fokus melihat smartphone milik nya.
'Kenapa dia melihat smartphone miliku sampai seperti itu? Apakah dia mempunyai niat jahat atau semacamnya?'
"Ah, sebenarnya tadi aku sedang menonton video salah satu gamers perempuan idolaku.
Maka dari itu aku sampai tidak menyadari kehadiranmu".
Setelah gadis itu mengucapkan alasannya terlalu fokus bermain smartphone, gadis itu sebenarnya hendak berdiri dan ingin meminta maaf agar bisa segera kembali menonton video salah satu streamer idola nya di U Tube.
Hanya saja pemuda yang baru saja menabrak nya, terlihat begitu fokus dengan video yang masih berputar di smartphone miliknya.
"Anu, Apakah kau juga bermain game DNPO(Dunia Pendekar Online)?".
Setelah mendengar nama salah satu game bergenre vmmorpg itu, pemuda yang semula berfokus kepada smartphone milik sang gadis itu kini mulai tersadar dari lamunannya.
"Ah, maaf. Aku malah melamun, iya! Dulu aku juga bermain game itu".
Wajah gadis itu kini terlihat keheranan mendengar jawaban pemuda itu.
"Dulu? Bukankah game ini baru saja populer tahun ini?"
"Ya, sebelum game ini populer.
Aku sempat memainkannya, tapi sekarang aku sudah berhenti memainkan game itu".
Wajah gadis itu kini terlihat cerah di penuhi senyuman,dengan nada penuh semangat dia kembali melontarkan pertanyaan.
"Benarkah? Lalu apa alasanmu berhenti dari memainkan game ini?
Bukankah saat ini hampir semua orang memainkannya?"
Wajah pemuda berkacamata yang sebelumnya terlihat tenang itu kini memerah, matanya sangat memancarkan aura kemuak kan.
Siapapun yang melihat ekspresi nya pasti bisa memahami bahwa pemuda ini sedang di landa amarah.
Perlahan lahan ingatan pemuda itu tentang game DNPO yang pernah ia mainkan 2 tahun lalu mulai terlintas kembali di kepalanya.
[Ingatan pemuda berkacamata]
__ADS_1
Seorang lelaki kurus yang bertubuh tinggi dan memiliki kulit berwarna hitam gelap mendekati seorang pemuda berkacamata yang tengah asik menikmati segelas kopi.
"Rev,mulai saat ini kau di berhentikan dari Endeavour squad".
Sontak ucapan lelaki kurus itu membuat pemuda berkacamata itu menyemburkan keluar semua kopi yang telah masuk kedalam mulutnya.
"Ta-Tapi Coach, bukankah perjanjian yang berada di dalam kontrak itu mengatakan apabila aku bisa memimpin Endeavour memenangkan 5 turnament maka kontrak ku bisa di perpanjang hingga 3 tahun lagi?".
"Tidak ada tapi tapian, pelatih kalian di sini adalah aku! Aku yang paling memahami kalian, Endeavour Squad selama ini memenangkan pertandingan bukan karena mu!
Tapi karena usaha keras para pemain itu sendiri".
"Lalu jika aku keluar dari Endeavour Squad maka siapa yang akan menggantikan posisi ku sebagai kapten Coach?
Apa Coach lupa, aku adalah satu satunya player Asassin di Endeavour Squad ini!".
5 orang pemuda lain menyusul masuk dan berdiri tepat di belakang pria kurus itu dengan seragam yang berwarna merah biru dan memiliki logo huruf ES tepat di dada mereka.
"Soal itu kau tidak perlu khawatir, Kevin kemarilah".
Pemuda berambut pirang berwarna biru yang bernama Kevin itu maju dan berdiri tepat di samping pelatih Endeavour Squad dengan senyum sinis yang merendahkan.
"Perkenalkan, ini adalah keponakan ku. Namanya Kevin, dia juga seorang Player asassin sepertimu dan dia adalah orang yang akan menggantikan posisimu".
Ekspresi terkejut,marah, dan kecewa sangat terukir dengan jelas di wajah pemuda berkacamata itu.
Semua orang yang ia kenal, teman satu squad nya yang selama ini berjuang bersama dengan nya dalam beberapa turnament kini mengkhianati nya tanpa rasa malu.
Mungkin karena dia adalah satu satunya pemain termuda yang masih berusia 14 tahun dan menduduki bangku smp namun sudah menjadi seorang kapten squad besar itu bisa membuat teman teman satu squadnya yang berusia lebih dari 20 tahun merasa malu, akhirnya mereka memutuskan untuk menyingkirkan nya.
Kalau begitu berikan aku waktu sebentar untuk berkemas".
"Hei,berikan juga akunmu yang bernama Revaille itu kepada ku".
"Kenapa aku harus memberikannya kepadamu?".
"Rev! Cepat turuti ucapan Kevin, atau aku akan melaporkan kepada Manajer bahwa kau telah menyalahi kontrak dan tentunya kau akan di kenakan uang denda yang sangat besar".
"Baiklah".
Pemuda berkacamata itu hanya bisa mendengus dengan kesal, namun dia tidak bisa melakukan apa apa saat ini.
Dia hanya bisa menahan semua amarah,rasa kecewa dan muaknya kedalam hati dan memendamnya dalam dalam sebagai sebuah dendam yang suatu saat akan ia balaskan.
"Hei! Kenapa kau malah melamun? Dan kenapa kelihatannya kau sangat marah, apakah aku melakukan atau mengatakan sesuatu yang salah?
Jika iya tolong maaf kan aku, aku tidak seharusnya sok akrab dengan mu".
"Ah, maaf kan aku. Aku memiliki kebiasaan buruk mudah melamun".
"ah, kau ini.
Membuatku merasa bersalah.
__ADS_1
Oh iya, bagaimana jika kau kembali bermain game DNPO lagi?
Sejujurnya sangat sulit bagi ku bermain game itu seorang diri, terlebih aku selalu seteam dengan orang orang bodoh dan itu membuat KD ku turun dengan sangat parah!
Tolong bermainlah bersamaku agar aku bisa cepat naik Level dan Rank".
Sebelum menjawab, pemuda itu berfikir sejenak.
Trauma masa lalu yang selalu menghantuinya meskipun selama ini ia sudah berusaha untuk melupakan kejadian itu dan pensiun dari dunia game agar ia tidak perlu membalaskan dendam nya, akan tetapi usahanya sia sia karena ingatan tentang kejadian itu sangat membekas di benaknya.
"Baiklah, kalau begitu. Setelah pulang sekolah nanti aku akan log in".
Wajah gadis itu kembali terlihat cerah di penuhi semangat, setelah mendengar jawaban dari pemuda berkacamata.
"Benarkah? Benarkah kau mau membantu ku?".
"Iya".
Gadis itu semakin antusias dan bersemangat hingga kedua nya lupa bahwa sedari tadi mereka mengobrol di tengah lorong dengan posisi duduk berhadap hadapan hingga menjadi pusat perhatian dari semua orang yang berlalu lalang di lorong itu.
"Kalau begitu apa nama akun mu? Supaya aku bisa mengirim permintaan pertemanan kepadamu".
"Dulu nama akun ku Revaille, tapi sepertinya aku akan membuat akun baru dan memulai kembali semuanya dari nol(0)".
Gadis itu terdiam sejenak sembari mengingat nama akun yang tidak terlalu asing di telinga nya.
"Emmmz Revaille, bukankah itu nama akun dari ketua Endeavour Squad? Wah sepertinya kau juga salah satu penggemar nya, asal kau tahu sebenarnya aku sangat penasaran dengan wajah ketua Endeavour Squad yang selalu memakai topeng saat menghadiri turnament".
Wajah pemuda berkacamata itu kini kembali berkeringat dingin dengan ekspresi yang tidak menentu.
'Apa? Ketua squad Endeavour selalu memakai topeng? Bukankah itu kebiasaan ku dulu, harusnya apabila gadis ini bermain beberapa hari atau bulan yang lalu maka dia tidak akan mengetahui kebiasaan ku.
Jangan jangan Kevin juga meniru kebiasaan ku? Sialan ******** satu itu, tidak hanya merebut teman seperjuangan ku dan akun serta posisi ku sebagai kapten Endeavour!
Bahkan ia juga mencuri kebiasaan ku dan sepertinya dia juga ingin mencuri identitas ku.
Tidak akan aku biarkan, aku akan mengambil semuanya kembali!'.
"Ehhh, kenapa kau melamun lagi? Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?".
"Ah, tidak tidak. Kalau boleh tahu siapa nama mu?".
"Oh iya aku sampai lupa, perkenalkan aku namaku Putri Sufiyati.
Kau bisa memanggil ku Puput, Putri, Sufi atau pun Yati".
"Putri ya hmm, kalau begitu sekarang giliran ku.
Kau bisa memanggilku Zidan".
"Salam kenal Zidan, kalau begitu mari kita bertukar nomor MissUp agar kau bisa memberi tahu ku nama akun baru mu nanti".
"Ah, kau benar. Aku hampir melupakannya, kalau begitu mari kita bertukar".
__ADS_1
Keduanya pun saling bertukar nomor smartphone, sebelum berpisah untuk kembali ke dalam kelas mereka masing masing karena jam istirahat siang sudah tinggal tersisa beberapa menit.