Crazy Game

Crazy Game
5. Yang mana topeng mu.


__ADS_3

Setelah merasa tidak ada yang memperhatikan kejadian itu, Zidan menepuk kedua bahu Puput dari belakang dan memutar tubuh Puput agar mereka bisa berhadap hadapan.


Sesuai dugaannya, Puput hanya memejamkan mata dengan wajah ketakutan bahkan mendorong dirinya berkali kali.


Menanggapi perlakuan Puput, Zidan hanya bisa memaklumi dan menangkap salah satu tangan Puput.


Zidan mendekati wajah Puput dan mencubit pipi gadis itu sebelum mengucapkan beberapa kalimat.


"Hei buka mata mu, ini aku".


Dengan perlahan Puput membuka mata dan terkejut karena melihat wajah Zidan yang sangat dengan wajahnya, Wajah Puput terlihat semakin memerah dan hanya bisa menundu ketika kedua mata mereka saling beradu pandang dengan jarak yang terbilang cukup dekat.


"A-anu terima kasih telah menolongku, tapi bisakah Anda sedikit mundur".


Ucapan Puput membuat Zidan tersadar bahwa wajahnya terlalu dekat dengan gadis itu, dan mundur beberapa langkah.


"Tidak perlu formal begitu kepadaku, ohiya kenapa kau tidak membalas pesan ku?".


Pertanyaan Zidan membuat Puput terkejut, karena Puput merasa ini baru pertama kalinya dia bertemu dengan Zidan.


"Ma-maaf, apa maksud anda? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya".


Kali ini giliran Zidan yang menjadi terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulut Puput, bisa bisa nya Puput melupakan diri nya.


Padahal Puput yang meminta nomer MissUp dan nickname char game DNPO nya.


"Oey oey, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan otak mu. Tapi aku ini Zidan, bukankah kemarin kau meminta ku kembali bermain game DNPO?".


Puput hanya bisa diam seribu bahasa mendengar jawaban Zidan, Zidan yang Puput ingat adalah sosok yang sopan santun,pendiam,pemalu, selalu rapih dan pintar karena selalu masuk sepuluh besar di sekolahnya.


Tapi Zidan yang Puput lihat kali ini berbanding terbalik 180° dengan Zidan yang ia kenali, karena terlihat brutal,badword,tidak memiliki sopan santun serta pakaian nya yang ia gunakan sangat acak acakan.


"Heeeeh benarkah? Kenapa kau menjadi sangat berbeda? Lalu lalu di mana kaca mata yang biasanya kau pakai?".


Spontan Zidan menepuk keningnya dengan keras, sebelum membuka mulutnya untuk menghina otaknya yang terlalu pelupa.


"Sialan, bisa bisanya aku melupakan kaca mata ku haaah".


"Anu, bisakah kau sedikit berbicara lebih keras? Suara kereta terlalu bising".


"Lupakan, aku tidak mengatakan apa pun".


Hampir 10 menit lebih keduanya hanya diam dalam suasana yang canggung, postur tubuh Zidan yang tinggi dan berdiri tepat di hadapannya membuat Puput merasa terlindungi dan sedikit bahagia namun terus meyakinkan hatinya bahwa ini hanya kejadian yang tidak di sengaja.


Dengan keras Puput memutar otak untuk mencari topik pembicaraan, dan akhirnya dia menemukan sebuah topik perihal bagaimana cara Zidan bisa mengusir penjahat sexsual seperti itu di tempat umum agar apabila lain kali dia di lecehkan lagi.


Puput bisa meniru cara Zidan agar bisa membuat penjahat sexsual seperti mereka jera.

__ADS_1


Sedangkan Zidan juga hanya diam dalam suasana canggung, Zidan sangat ingin bertanya kenapa Puput tidak berteriak atau meminta bantuan kepada orang di sekitarnya namun Zidan merasa pertanyaan nya akan membuat Puput tersinggung.


Setelah beberapa menit akhirnya keduanya membuka mulut dan memberanikan diri untuk bertanya.


"Kenapa kau hanya di-".


"Bagaimana caramu ag-".


Keduanya bertanya secara bersamaan dengan pertanyaan yang berbeda, tentu saja hal itu membuat keduanya semakin merasa canggung dan sedikit malu malu.


"Kau duluan saja".


Zidan mempersilahkan agar Puput bertanya terlebih dahulu.


"Tidak, kau saja yang dahuluan".


Puput menjawab dengan sedikit malu malu.


"Tidak, aku tidak keberatan kau duluan".


"Aku juga tidak keberatan kau bertanya lebih dulu".


"Ah baiklah, kenapa kau hanya diam saat lelaki hidung belang itu melecehkanmu? Kenapa kau tidak berteriak, berpindah tempat, menamparnya, atau melaporkannya kepada pihak yang berwajib?".


"Tentu saja aku ingin melakukan itu semua, tapi aku takut jika aku berteriak dia akan berdalih dan melaporkan ku kepada pihak berwajib atas tuduhan perilaku tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik karena kurangnya bukti.


Mendengar pernyataan Puput, Zidan hanya bisa menghela nafas panjang sebelum menjawab pernyataan gadis tersebut.


"Haaah, aku mengerti situasinya.


Kadang aku juga berfikir, kok ada gitu ya pasal perilaku tidak menyenangkan.


Koyok iyo iyo o kelakuane seng nggae pasal iko nyenengno ae see".


Tapi kau harus tetap menegurnya agar ia jera dan tidak melakukan hal hal seperti itu terhadap perempuan lain di luar sana".


"Biklah aku akan berusaha agar tidak takut, sekarang giliran ku bertanya bukan?".


"Sepertinya iya".


"Bagaimana caramu membuat orang tadi jera?".


"Aku menunjukan ponsel ku lalu berkata aku sudah merekam tindakan nya, orang jaman sekarang sangat takut dengan kamera pengawas maupun kamera ponsel karena kau tau pastinya bahwa jejak digital tidak bisa di hapus dan bisa di jadikan barang bukti".


"Ka-kau merekamnya? Tolong kirim kan kepada ku, aku akan melaporkannya kepada pihak berwajib".


Menggapi Puput yang sangat antusias dan bersemangat, Zidan hanya bisa tersenyum masam karena tidak bisa memenuhi harapan gadis tersebut.

__ADS_1


"Tentu tidak, aku hanya memainkan beberapa kalimat untuk menjatuhkan mental dan membuatnya jera".


Puput sangat terkejut dan hampir berteriak mendengar jawaban Zidan, bagaimana bisa pemuda di hadapannya dengan percaya diri membuat seorang kriminal jera hanya menggunakan permainan kalimat tanpa sebuah barang bukti dan tidak takut bahwa sandiwaranya terlihat.


"Heeeeh, bagaimana bisa kau setenang itu".


"Sudahlah, keretanya sudah berhenti.


Mari kita keluar".


Tanpa Zidan sadari dan ketahui, kedatangannya bersama Puput di sekolah membuat beberapa mahasiswa lain sangat iri dan memendam rasa benci kepada dirinya karena Puput salah satu dari 5 gadis tercantik di sekolahnya.


Akan tetapi Zidan tidak pernah perduli, mungkin lebih tepatnya tidak tahu dan tidak mau tahu.


Keduanya saling tersenyum dan membalas ucapan dengan candaan, sampai terlihat layaknya pasangan yang sedang di madu asmara.


Beberapa mahasiswi yang mengagumi Zidan pun ikut terluka hati nya karena melihat orang yang mereka kagumi dan terkenal tidak pernah tersenyum, cuek terhadap lawan jenis itu kini berjalan dengan santai bahkan terlihat bahagia ketika berbicara dengan Puput.


Namun, beberapa mahasisiwi yang mengagumi kedua nya juga ada yang berpendapat bahwa mereka terlihat cocok dan serasi.


Bahkan ada yang berharap bahwa keduanya bisa cepat mendeklarasikan hubungan mereka di muka umum.


"Hey, siapa pemuda yang tadi berjalan bersamamu?".


Tania,salah satu dari 5 gadis tercantik di sekolah yang Zidan tempat bertanya dengan wajah penasaran kepada Puput yang baru saja memasuki ruang kelasnya.


"Bukankah kau juga selalu masuk peringkat 10 besar Tan? Seharusnya kau mengenal dia bukan?".


Dengan mengerutkan dahi Tania berfikir keras untuk mencerna jawaban Puput, namun tetap saja dia tidak mengingat pernah ada lelaki tampan dengan tampilan badboy yang bisa masuk ke dalam 10 top nilai terbaik.


"Jangan bercanda dengan ku Put, mana mungkin ada lelaki badboy seperti itu yang memasuki jajaran top 10 yang biasa hanya di isi oleh para lelaki kutu buku yang maniac membaca.


Katakan saja siapa namanya?".


"Namanya Zidan".


Seisi ruangan kelas terkejut mendengar jawaban Puput, karena mereka memang selalu mengingat nama nama mahasiswa/i yang selalu memasuki 10 besar nilai terbaik karena tidak pernah berubah atau hanya di isi oleh orang orang itu saja.


"Si si cupu mata empat yang terkenal tidak pernah tersenyum maupun berbicara dengan orang lain itu? Mana mungkin".


Mendengar jawaban Tania dan teman sekelasnya, Puput hanya bisa tertawa kecil kemudian mengirim pesan kepada Zidan.


"Zidan! Teman sekelasku bilang, kau biasanya terlihat cupi tapi hari ini kau terlihat seperti badboy :p ".


Melihat pesan masuk di smartphone miliknya, Zidan hanya membalas pesan dari Puput dengan sesingkat mungkin karena ia sudah berada di sekolah dan bersiap mencurahkan seluruh fokusnya terhadap mata pelajaran.


"Itu hanya topeng ku".

__ADS_1


"Lalu yang mana topeng mu?".


__ADS_2