Crazy Game

Crazy Game
7. Persetan dengan level.


__ADS_3

Dengan sekuat tenaga Zidan menghantam wajah pria berjubah biru itu menggunakan perisai miliknya, hanya dengan satu hantaman saja pria berjubah itu sampai terpental beberapa meter dengan wajah penuh luka lebam dan hidung yang mulai mimisan.


"Kau! Kau kenapa memukulku tiba tiba, apa kau tidak tahu malu?!".


Pria berjubah itu berteriak dan memekik dengan keras layaknya seekor keledai, namun sepertinya Zidan masih tetap stay cool setelah menghantamkan perisainya.


"Aku hanya ingin, lalu kenapa? Kau merasa keberatan?".


"Kau! Kau berani beraninya! Apa kau tidak tahu siapa aku ini hah? Aku adalah Roy ketua cabang Squad Lightblue di lantai 3 ini! Anggota Lightblue sudah mencapai ribuan, jika hanya ingin membunuh player Tank berlevel 1 seperti mu sangat lah mudah bagi ku.


Aku akan menjamin kau akan menyesal karena telah berani mengganggu squad ternama seperti kami yang di ketuai oleh salah satu pemain teratas!".


"Lelaki di lihat dari bukti dan tindakan nya bukan daru ucapan nya, kenapa saya harus takut dengan sampah yang hanya bersembunyi di balik ketiak pro player, guild atau jumlah? Cuih".


Ucapan Zidan berhasil memprovokasi para anggota Lightblue Squad, dengan spontan para anggota squad itu menyerang Zidan menggunakan sihir dan senjata secara bersamaan.


Menerima serangan sebanyak itu, Zidan hanya diam dengan memejamkan mata.


Melihat Zidan yang mulai memejamkan mata ketika hendak di serang, Roy merasa senang dan tertawa terbahak bahak karena ia berfikir bahwa Zidan pasti sangat ketakutan sampai tidak mampu menggerakan anggota tubuhnya.


"Hahaha, makan kesombongan mu dasar pemula.


Apa karena saking takutnya kau sampai tidak bisa bergerak? Dasar bodoh! Terlambat bagimu untuk menyesali nya".


Mendengar ocehan Roy, Zidan tersenyum.


Akan tetapi kali ini senyumnya adalah senyum merendahkan dengan hanya mengangkat salah satu bibirnya saja.


Melihat tindakan dan ekspresi Zidan, para pemain mulai bertanya tanya.


Bagaimana Zidan masih bisa tetap tersenyum di situasi seperti itu,apa karena terlalu takut dia menjadi gila.


Tentu tidak, serangan yang di berikan oleh para anggota Lightblue nyatanya sama sekali tidak menimbulkan damage terhadap bar hp milik Zidan.


Masih dengan senyum merendahkan, Zidam mulai membuka mulutnya.

__ADS_1


"Aku tidak bergerak karena takut saja jika sihir kalian akan mengenai bangunan kedai ini dan tentu saja itu dapat membuat kerusakan pada toko ini.


Aku tidak yakin pengecut seperti kalian mau mengganti rugi untuk perbaikan toko ini".


Beberapa pemain yang awalnya hanya duduk dan mengamati situasi kini mulai memahami situasi dari alur kerusuhan tersebut, kebanyakan dari pemain yang berdiri mulai mendekati Zidan dan berdiri di sisi nya dengan maksud siap membantu menyingkirkan para sampah Lightblue.


Belum sempat Zidan memberikan serangan balasan, para anggota Lightblue sudah kabur meninggalkan kedai tersebut.


Seorang pria yang memakai tuksedo serta katana berwarna hitam dengan topeng kucing berwarna putih yang khas mulai mendekati Zidan dengan berjalan perlahan.


"Aku tidak tahu ternyata masih ada para pemain yang menggunakan hati untuk bermain game, kebanyakan pemain sekarang bermain game karena mereka lari dari dunia nyata yang penuh aturan.


Berharap bisa mendapatkan kebebasan melakukan apa pun di dunia virtual ini.


Perkenalkan aku Shiro, kalau tidak keberatan.


Maukah bergabung dengan kami dan ikut menikmati anggur anggur ini?".


"Dengan senang hati aku akan ikut menikmati undangan minum anggur kalian, hanya saja aku tidak tertarik bergabung dengan Squad, clan atau semacamnya".


"Hoho anak muda, aku sangat menghargai keberanianmu. Kau yang masih berlevel satu tanpa rasa takut menghantam pria itu yang memiliki level 60 serta anak buah yang rata rata memiliki level 40 keatas".


"Persetan dengan level.


Di dalam game DNPO ini level hanyalah syarat membuka teknik baru.


Percuma saja memiliki char level 50 keatas dengan puluhan teknik tapi hanya teknik level 1, lebih baik char level 1 dengan beberapa teknik dasar yang sudah di upgrade hingga level maksimal".


Jawaban Zidan membuat semua orang tercengang, mereka baru tersadar bahwa yang di katakan oleh Zidan memang benar ada nya.


Karena semakin tertarik, akhirnya pria bertuksedo hitam yang memakai topeng kucing mengajak Zidan duduk bersama sama di tempat duduk mereka di ikuti oleh Puput dan pria yang memiliki ras Goblin dengan kulit hijau dan rambut mohawk berwarna oranye.


"Hmmm, sepertinya kau orang yang menarik nak.


Kalau boleh tahu apa tujuan mu memasuki lantai 3 ini dan kenapa kau memilih menggunakan ras manusia serta kelas Tank?".

__ADS_1


Meja yang di duduki oleh Zidan berisikan pemain dengan level char 80 ke atas, mereka bukan dari ras maupun squad atau clan yang sama.


Sepertinya mereka adalah pro player dan anggota dari beberapa squad besar yang memilih berkumpul untuk membuat sebuah party.


Dengan santai Zidan menjawab pertanyaan orang yang berpenampilan seperti detektif itu.


"Kalian akan mengetahuinya kelak setelah melewati level 100 kenapa aku memilih ras manusia, memilih kelas tank tentu saja karena aku ingin.


Dan kami berdua kemari untuk menaikan level tentu nya".


Menanggapi jawaban Zidan, para anggota party itu hanya mengangguk anggukan kepalanya dengan tangan yang terus mengelus dagu.


"Baiklah,baiklah. Kalau kau tidak keberatan, bergabung lah dengan party kami karena ya itu akan sangat baik untuk mu dan gadis kecil ini dalam sisi keamanan".


Zidan diam dan berfikir sejenak mempertimbang kan baik buruknya bergabung dalam sebuah party, tentu saja memburu monster, membunuh dungeon atau menyelesaikan sebuah Quest akan lebih mudah jika bersama anggota party.


Hanya saja exp,item,beserta coin yang mereka terima akan semakin sedikit karena terbagi oleh anggota lain nya.


Tapi, jika Zidan bersama anggota party maka itu juga sangat menguntungkan baginya.


Karena dia bisa fokus berburu monster dan tidak perlu memikirkan keamanan Puput karena masih ada anggota party lain nya.


Setelah menimbang baik buruk dalam fikiran nya hingga memakan waktu yang lumayan lama, akhirnya Zidan meng iya kan tawaran orang orang ini.


"Yosh, kalau begitu kita berangkat saja sekarang. Bagaimana?".


Mendengar pertanyaan Zidan yang sangat berantusias, para pro player dalam party an ini sangat bernostalgia mengingat masa masa di mana mereka pertama kali bermain game DNPO dan sangat bersemangat untuk menaikan level.


Pria bertopeng Kucing akhirnya tersenyum dan mengeluarkan sebuah peta,sebelum menjelaskan tempat yang akan mereka tuju untuk berburu serta strategi nya.


Kini giliran pria dari ras undead yang berbicara, karena sedari tadi dia hanya diam.


"Kota madya ya, hamparan pasir yang luas di tempat itu memang cocok untuk di jadikan tempat bertarung tanpa harus memperdulikan keadaan sekitar.


Baiklah, karena kita sudah sepakat. Mari kita berangkat!".

__ADS_1


__ADS_2