Crazy Game

Crazy Game
14. laper dan baper.


__ADS_3

Drakun bersama rombongan EVE Party pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di kedai yang sebelumnya telah mereka kunjungi, sembari memikirkan cara agar HP Drakun bisa kembali berwarna hijau seperti player lain yang belum pernah melakukan PK.


"Baiklah, bagaimana kalau kita meminum beberapa botol anggur bersama. Sebelum kalian berdua mencari penginapan?".


Shiro bertanya dengan santai kepada Drakun, karena dia masih sangat penasaran terhadap sosok Drakun dan ingin lebih banyak untuk menghabiskan waktu bersama pemuda itu dengan berbincang bincang.


"Tidak masalah".


Ketika mereka memasuki kedai, salah seorang pemain yang mengenal Shiro pun menyapa dengan ramah.


"Oey Shiro, apa kau tidak merasa telah melupakan sesuatu?".


"Lupa? Apa maksudmu Dri?".


"Yare yare, kau sepertinya belum berubah.


Tetap seperti dulu, andainya kau tidak pelupa mungkin kau sudah menikah sekarang haha".


"Cukup! Aku tidak akan terima di hina oleh orang yang bernasib sama haha".


"Baiklah,kalau begitu coba kau lihat tempat yang sebelumnya kau duduki. Mungkin kau akan ingat sesuatu".


Rombongan EVE Party pun segera memfokuskan pandangan mereka ke arah tempat duduk yang sebelum nya mereka gunakan untuk berkumpul.


Betapa terkejutnya Drakun dan teman teman, ketika melihat sesosok undead yang tertidur pulas di tempat itu dengan terus meneteskan air liurnya di atas meja.


"O-Orochi".


Sontak teriakan anggota EVE Party membuat pemuda yang memiliki kelas Petarung dan ras Undead itu bangun dari tidur nya.


"Hoooahm, kalian. Jadi kapan kita akan berangkat?".


Dengan cekatan Shiro melompat ke arah pemuda itu dan memukul kepalanya.


"Kau kau,apa nya yang kapan akan berangkat! bisa bisanya kau ketiduran lagi bodoh".


"Hoho hoho, darah muda memang sangat energik".


Teriak player yang memiliki ras Goblin.

__ADS_1


"Sebenarnya, siapa dia?".


Kini giliran Drakun yang bertanya karena heran melihat ke akraban Shiro dengan teman nya itu.


"Baiklah,sekali lagi akan aku perkenal kan kepada kalian.


Dia adalah Orochi, pemain yang memiliki kelas petarung/pendekar dengan ras Undead.


Meskipun dia salah satu pemain dengan level tinggi dan hebat, dia memiliki kekurangan yaitu malas dan mudah tertidur".


"Oey oey, bukankah sudah aku katakan. Tidur dan bermalas malasan adalah hobiku, bukan kekurangan ku".


Sangkal Orochi menanggapi ucapan Shiro.


"Pemain dengan kelas/tipe Tank, dan ras Goblin dengan ciri khas rambut mohawk berwarna orange dan kulit berwarna hijau di sebelahmu adalah Gorro".


"Hoho,benar sekali anak muda! Itu aku Gorro hoho ho ho".


"Lalu, siapa nama kedua gadis di sebelahku ini?".


Drakun kini bertanya dengan wajah sedikit penasaran, karena mereka telah menyelesaikan Dungeon bersama namun belum mengetahui nama rekan satu tim nya.


"Sa-salam kenal, etto anu kau bisa memanggil ku Clara Chan".


Sebenarnya Drakun tidak terlalu perduli atau membutuhkan teman di dalam game, hanya saja dia sudah terlanjur menjalin hubungan pertemanan jadi apa boleh buat.


"Yah baiklah, Aku Drakun dan perempuan yang di sebelah ku adalah Puput".


Setelah mengulang perkenalan dan bersenang senang dengan meminum anggur bersama sama yang pastinya memakan waktu cukup lama, Drakun dan Puput mencari tempat untuk mengistirahatkan karakter mereka sebelum log out dari game.


"Haaaah, hari ini rasanya tubuh ku letih sekali".


Keluh Drakun sembari melepaskan Helmet Gear yang terpasang di kepalanya.


"Makan atau minum anggur di dalam game memang nikmat karena semua makanan atau minuman di sana memiliki rasa yang nyata, tapi tetap saja perutku masih keroncongan. Baiklah baiklah, sebentar aku akan memberimu makanan".


Makanan atau minuman di dalam game memang memiliki rasa yang sama dengan makanan dan minuman di dunia nyata di karena kan Helmet Gear memberi gelombang tertentu yang di respon oleh otak untuk merasakan nya.


Mudah nya adalah seperti sensasi ketika seseorang sedang mimpi basah, bermimpi sedang makan atau ketakutan.

__ADS_1


Meskipun itu hanya mimpi dan lidah kalian tidak memakan makanan seperti di dalam mimpi kalian, tapi kalian bisa tetap merasakan rasa manis, pahit dll dari makanan di mimpi kalian tersebut.


Drakun beranjak dari tempat tidur nya dan mulai berjalan ke dapur untuk mencari makanan yang bisa mengganjal perutnya agar tidak lagi keroncongan.


"Hmmm, hanya tersisa telur ya? Baiklah besok aku akan berbelanja untuk mengisi persediaan bulanan ku".


Dengan sedikit berat hati Drakun pun memasak 2 butir telur yang berada di dalam kulkasnya.


Meskipun jam sudah menunjukan pukul 2 pagi dan besok Drakun harus kembali bersekolah, seperti nya dia sama sekali tidak terbebani dengan hal hal tersebut.


[Di tempat lain, tepat nya di dalam kamar Puput]


Seorang perempuan yang tak lain adalah Puput menekan bantal dengan sangat kencang ke wajahnya.


"Bodoh, bodoh bodoh! Kenapa aku melakukan hal memalukan seperti itu di depannya?".


Seperti nya Puput sedang menyesali perbuatannya yang menangis tersedu sedu di dalam pelukan Drakun.


"Aaaaaa bagaimana bisa besok aku bertemu dengan nya setelah melakukan itu".


Meskipun yang Drakun peluk adalah tubuh virtual milik Puput dan bukan tubuh asli nya, tampak nya gadis itu tidak bisa melupakan kejadian memalukan itu begitu saja.


"Da-dan kenapa si bodoh itu bereaksi dengan memeluk ku, aaaaaaa aku sangat malu!


Ingin rasanya masuk ke dalam jurang yang gelap dan tidak kembali lagi".


"A-apa mungkin dia menyukai ku? Aaaa tidak! Tidak mungkin, kami hanyalah teman iya hanya teman.


Tidak lebih, tapi kenapa dia memeluk ku? Uwwaaaaa".


Selagi gadis yang bernama Puput itu berkelahi dengan perasaan nya di malam hari seorang diri, Lelaki yang di pikir kan nya sudah tidur terlelap ke alam mimpi.


Hanya lewat beberapa jam saja, Matahari yang sebelumnya sembunyi dari kegelapan malam kini menampak kan cahaya nya.


Drakun yang masih tertidur lelap setelah begadang pun melompat dari atas ranjang nya karena alarmnya sudah berbunyi, Drakun melompat dengan posisi tangan di samping seperti membawa katana dan siap menyerang musuh yang berada di hadapan nya.


"Tunggu,tunggu. Adegan memalukan macam apa yang sedang aku lakukan ini!?".


Melihat jam di smartphone nya sudah menunjukan pukul 6 pagi, Drakun bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya sebelum berangkat ke sekolah.

__ADS_1


__ADS_2