
Di satu sisi Drakun diam bukan karena terkena efek stun maupun crowd control melainkan karena dia sedang melakukan teknik pernafasan legensarisnya.
Alasan Drakun tidak terkena efek stun maupun cc adalah karena dia mengaktifkan skill tak terkalahkan miliknya yang bisa memurnikan efek cc mapun stun.
"Dengan tebasan ini aku akan membalaskan dendam ku padamu bocah sombong, hingga tubuh mu terbelah menjadi ratusan hiyaaaaat".
Dengan tersenyum Drakun menanggapi ucapan Roy yang terdengar sangat lantang dan bersemangat.
"Membalaskan dendam? Bukan nya terbalik haha, jika kau sangat ingin membalas dendam maka aku akan memberitahumu seni balas dendam".
Dengan tenang Drakun kembali menarik nafas dengan fokus dan mengeluarkan nya secara perlahan.
"Hmmm, haaaaaah. Vengeance is mine.
Teknik pedang dragon twings, aktifkan!".
Drakun melompat dengan begitu cepat menuju Roy yang masih berada di udara dan bersiap menebas tubuh nya.
Ekspresi yang Roy tunjukan di wajahnya sangat menggambarkan isi hati nya, rasa takut yang membuat wajah Roy menjadi pucat sama sekali tidak bisa Roy sembunyikan karena Roy sudah merencanakan semua nya dengan matang dan beranggapan bahwa Drakun tidak lagi bisa bergerak.
Akan tetapi yang di lihat nya kini membuat semua rencana dan khayalan Roy hancur seketika.
Dengan berputar sangat cepat Drakun menebas bagian leher Roy hingga kepalanya terpisah dengan tubuhnya dan melayang di udara begitu saja.
Tidak berhenti di situ saja, Drakun menebas anggota Lightblue squad satu persatu meskipun mereka lari secara serampangan dengan ketakutan.
Drakun terus menerus berputar putar di udara tanpa henti, setiap Drakun berputar dan melewati musuhnya maka 4 hingga 6 kepala akan terlepas dari tempatnya dan melayang ke udara begitu saja seperti balon yang kehilangan ikatan nya.
[Di balik pepohonan kurma yang menjulang tinggi]
"Malam itu bulan berwarna merah,
Sinarnya begitu terang.
Teriakan, tangisan serta tatapan putus asa
Menambah kesan mencekam dari aura yang di pancarkan.
Dia berhenti menjadi manusia
__ADS_1
Sosok baru yang sebelumnya tidak pernah ada
Kini bangun dan mengguncang dunia
Ini bukanlah peperangan
Melainkan pembantaian, kawan".
Tulis salah seorang pemuda berpakaian serba putih ke dalam buku harian nya yang melihat pertarungan Drakun dari atas pepohonan di temani oleh pemuda lain yang juga memakai pakaian berwarna putih polos, dengan tenang pemuda itu memainkan seruling yang memiliki nada menyeramkan.
"Tidak salah lagi, satu satu nya orang yang bisa menggunakan teknik itu hanya dia.
Aku tidak percaya setelah bertahun tahun akhirnya dia kembali bermain game ini".
Mendengar ucapan teman nya yang membawa buku catatan, pemuda yang memainkan seruling pun menghentikan permainan musik nya.
"Tentu saja, itu Revaille. Suara pedang nya yang menebas musuh secara terus menerus membuatku sangat bergairah dan sangat ingin membunuhnya".
"Haha sesuai dugaan ku, tapi kita saat ini tidak boleh membunuhnya".
"Kenapa begitu? Bukankah jika kelak dia menjadi kuat maka itu akan menjadi ancaman bagi kita, karena dia pasti akan membalaskan dendam nya?".
"Benar juga kata kata mu, baiklah kalau begitu. Waktunya kita pergi".
2 pemuda yang memperhatikan pertarungan Drakun dari kejauhan itu pun pergi dengan sangat cepat seakan akan di telan oleh pepohonan kurma yang tumbuh di luasnya padang pasir itu.
[Di padang pasir yang menjadi medan tempur].
Setelah berjam jam memakai teknik teknik milik nya, Drakun membuat padang pasir itu menjadi lautan darah segar.
Dengan pandangan sayu Drakun menatap rembulan yang berwarna merah terang di atas tumpukan mayat yang kehilangan kepala nya.
Setelah beberapa saat Drakun baru tersadar bahwa dia datang kemari tidak lah sendirian, melainkan bersama rombongan anggota party nya.
Drakun menonaktifkan Skill Dracula Mode dan Undead Asassin, meskipun dia sudah menjadi seorang player berkelas Tank kembali tetapi dia bukan lagi ras Human melainkan berubah menjadi kelas Undead yang memiliki kulit pucat seputih salju serta bibir bewarna biru layak nya orang yang bangkit dari kematian.
Dengan perlahan Drakun mendekati anggota Party nya, hanya saja semua anggota Party nya begitu ketakutan melihat nya kecuali pria bertopeng kucing.
Melihat ekspresi rekan satu Party nya, Drakun hanya bisa tersenyum masam.
__ADS_1
Akan tetapi dia tidak mengambil hati tindakan para anggota party nya yang begitu ketakutan melihat nya.
"Dra, bar b-ar HP mu berubah warna".
Pria bertopeng kucing berkata dengan terbata bata dan tidak percaya melihat Bar HP milik Drakun.
Mendengar ucapan Shiro Neko atau pria bertopeng kucing, Drakun langsung memeriksa nya sendiri dan benar saja.
Kini Drakun menjadi satu satu nya pemain dengan Bar HP yang memiliki warna hitam, dengan kata lain dia adalah PK yang telah membunuh ratusan pemain lain hingga melebihi jumlah yang bisa di hitung.
"Sialan, jika tahu akan begini jadi nya seharusnya saya tadi lebih baik menyerah.
Arrrgh kamp*ng, bagaimana saya bisa masuk ke lantai 2 agar tidak di tangkap oleh para GM".
Melihat Drakun yang marah marah sendiri karena hal konyol, anggota EVE Party yang sebelumnya takut terhadap Drakun kini mulai bisa tertawa.
Karena merasa belum menemukan jawaban, Akhirnya Drakun memutuskan untuk menginap di lantai 3 terlebih dahulu.
Jarahan perang berupa exp,koin emas, teknik dan item dari hasil membantai Lightblue squad masuk ke dalam inventory nya begitu saja.
Tentu saja Drakun yang sebelum nya naik level menjadi level 10 setelah menbunuh ratusan kalajengking pasir, kini level nya bertambah hingga menjadi 57 setelah melakukan pembantaian.
"Put, sebaik nya aku tidak kembali ke lantai 2 terlebih dahulu.
Aku akan mencari penginapan dan bertahan di lantai 3 ini sampai aku menemukan jalan keluar dari masalah ku.
Jika kau ingin kembali ke lantai 2, aku akan meminta seseorang untuk mengantarmu".
Bukan ucapan terima kasih yang Drakun terima, melainkan tamparan yang begitu keras dari Puput mendarat tepat di pipi nya.
Puput yang tiba tiba saja menampar Drakun membuat semua anggota EVE Party ketakutan, karena mereka telah menyaksikan sendiri bagaimana lihai nya Drakun dalam membunuh semua musuh nya dalam keadaan marah.
Di luar dugaan, Drakun yang berniat mengajukan pertanyaan kepada Puput yang tiba tiba saja menampar nya menjadi diam seribu bahasa ketika melihat pipi gadis di hadapan nya itu penuh oleh air mata.
"Drakun bodoh, bodoh bodoh boddooooh. Bagaimana bisa kau bertanya seperti itu kepada ku, apa kau ingin membuat ku kembali merasa bersalah karena melihat mu menghadapi semua nya sendirian! Drakun bodoh... Bo-".
Tanpa Puput sadari, Dia memukul dada Drakun berkali kali sembari menangis dan mengungkapkan semua amarahnya atau lebih tepat nya rasa khawatir nya.
Drakun hanya diam dan membisu, insting nya sebagai seorang lelaki membiarkan gadis itu mengeluarkan semua isi hati nya yang di penuhi rasa khawatir dan bersalah.
__ADS_1
Tanpa sengaja,Drakun menarik Puput yang masih menangis ke dalam pelukan nya meskipun Puput masih saja memukulnya berkali kali namun akhirnya Puput pun berhenti bergerak dan hanya menangis di dalam pelukan Drakun dengan tanpa sadar.