Crazy Game

Crazy Game
4. Pelecehan di muka umum.


__ADS_3

Setelah log out, Drakun atau Zidan langsung mengirim pesan kepada Puput lewat smartphone miliknya.


Namun sepertinya Puput sedang berada di dalam game atau tidur, karena pesan yang Zidan kirim melalui salah satu aplikasi smartphone miliknya belum memperlihatkan tanda telah di baca.


"Ini lah alasan ku tidak mendownload aplikasi instant chat, terserah lah.


Yang penting aku sudah mengirimkan nick name dan alamat tempat tinggal ku di dalam game".


Merasa perutnya mulai keroncongan, Zidan melihat jam di smartphone nya karena berniat ingin keluar membeli beberapa makanan.


Akan tetapi jam telah menunjukan pukul 03.25 WIB.


"Sialan, mana mungkin ada toko makanan yang buka sepagi ini.


Ah, ingin rasanya melahap mie instan yang sangat pedas lalu menikmati kopi hangat di temani rokok".


Karena merasa perutnya semakin berteriak, akhirnya Zidan berjalan menuju dapur berharap ada sisa sisa makanan untuk mengganjal perutnya.


Bagi para mereka penderita insomnia, pencandu game, nolep(no life/hikikomori).


Kelaparan di tengah malam adalah hal yang biasa mereka rasakan, bukan hal baru dan sudah menjadi rahasia umum apabila ras nocturnal people itu hanya makan 2x sehari atau bahkan 1x sehari.


Beberapa orang bahkan ada yang makan 2x sehari, alasan mereka hanya lupa.


Iya, sesimpel dan sebodoh itu.


"Binggooo,aku tidak tahu malaikat mana yang menyiapkan mie instan di dalam kulkas.


Tapi aku sangat berterima kasih dan semoga orang yang meletakan mie ini ke dalam kulkas selalu di lindungi Tuhan hehe".


Raut wajah Zidan yang sebelumnya terlihat seperti Zombie,kini menjadi ceria di penuhi senyuman.


Tidak perlu berfikir panjang, Zidan mengeluarkan kemampuan memasak terbaiknya untuk mengolah mie instan yang memiliki rasa bakso itu.


Hanya butuh waktu beberapa menit bagi Zidan untuk membuat Mie instan super pedas dan secangkir kopi susu panas.


Alasan Zidan membuat kopi saat menunggu mie nya matang tentu agar Zidan telah selesai melahap mie instan nya, kopi panas itu akan menjadi hangat dan bisa langsung di minum.


Tidak lupa, Zidan juga membawa sebungkus kerupuk untuk di nikmati bersama mie super pedasnya.

__ADS_1


Sialnya, setelah Zidan selesai memakan mie instan itu hingga tetes kuah terakhir.


Zidan baru tersadar bahwa dia membawa kerupuk rasa udang yang sangat enak, namun lupa untuk membuka dan memakan kerupuk itu bersama mie hangat nya karena terlalu fokus menonton video di U tube.


"Oh, f*ck f*ck. Dan terjadi lagi.


Lagi lagi aku lupa memakan kerupuk yang sudah aku persiapkan untuk menikmati pagi ku yang sempurna ini, kerupuk oh kerupuk.


Aku berjanji akan memakanmu lain kali".


Dengan perlahan Zidan berjalan menuju kursi kosong yang terletak di samping jendela yang berada di dalam kamarnya dengan membawa segelas kopi hangat dan sebungkus rokok.


"Entahlah, tapi malam. Entah kenapa sampai saat ini aku tidak bisa berhenti mengagumi keindahanmu, ketenangan yang kau miliki tak henti hentinya membuatku kecanduan".


Karena jam sudah hampir menunjukan lebih 4 pagi, Zidan merasa di lema mungkin bukan hanya Zidan.


Tapi bagi setiap orang yang hobi begadang, ketika waktu sudah memasuki pukul 4 pagi memanglah waktu yang epic untuk dilema.


Di satu sisi para penikmat begadang ingin tidur dan mengistirahatkan otak serta tubuhnya yang sudah mulai kelelahan, namun di satu sisi mereka juga merasa sayang karena matahari sebentar lagi akan terbit.


Al hasil Zidan memutar musik dari smartphone miliknya, tidak lupa memasang earphone agar suara musiknya tidak mengganggu keluarga maupun tetangganya yang tengah beristirahat.


Apalagi di temani alunan melodi lagu lingsir wengi yang menenangkan hati ini, ah nikmat mana lagi yang hambamu dustakan".


Pagi yang di tunggu tunggu pun tiba, Zidan berangkat sekolah menaiki kereta listrik yang tidak jauh dari rumahnya.


Dengan pandangan sayup dan lingkaran matanya yang berwarna hitam akibat begadang, Zidan menaiki kereta listrik yang di penuhi ratusan orang itu dengan lesu layaknya Zombie yang baru bangkit dari kematian.


Setelah beberapa saat menaiki kereta, Zidan yang memakai earphone sedikit tertarik dengan kejadian yang dia lihat.


Terlihat seorang pria dewasa yang menggunakan pakaian rapi layaknya orang yang siap berangkat ke kantor seperti pada umumnya, berdiri di belakang gadis SMA dengan menyentuhkan kelaminnya tepat ke pantat gadis tidak berdosa tersebut.


'Sialan, kenapa aku harus melihat kejadian seperti ini di pagi ini? Tolong lah berhenti, aku sangat mengantuk dan rasanya emosiku bisa meledak kapan saja.


Tapi biarlah, toh aku tidak mengenal orang orang itu'.


Sesaat sebelum Zidan memalingkan wajahnya ke arah lain, Zidan baru tersadar bahwa gadis itu adalah Puput.


Gadis yang mengajak nya kembali bermain game DNPO.

__ADS_1


'B*ngsat! Aku memang bukan orang yang baik dan aku tau itu nikmat dan ingin melakukannya juga, bukan bermaksud munafik.


Tapi aku tidak akan membiarkan siapapun merusak perempuan perempuan yang aku kenal'.


Tanpa basa basi Zidan berjalan menuju pria yang terus menempelkan kemaluannya kepada Puput hingga Puput terpojok sampai dinding kereta listrik itu.


"Oey, oey pak tua. Di mana rasa malu mu?".


Mendengar ada suara yang menegurnya, pria dewasa itu sedikit terkejut.


Karena mengetahui bahwa orang yang menegurnya adalah seorang siswa Sma yang masih di bawah umur.


"Ck, sialan. Aku pikir siapa, apa yang kau inginkan nak?".


Jawaban pria dewasa itu yang terdengar merendahkan dan meremehkan, membuat Zidan semakin terpancing emosi nya.


"Saya belum tidur sama sekali hari ini, jadi tolong Anda menyingkir dari tempat ini atau".


Menanggapi ancaman Zidan, pria dewasa itu hanya tersenyum meledek Zidan.


"Apa yang bisa kau lakukan nak? Aku sudah menempati tempat ini lebih dulu, jika kau menginginkan tempat ini maka kembalilah besok lebih pagi".


"Cepat pergi dari tempat ini, atau".


"Anak aneh sepertinya kau harus di beri pelajaran? Jangan jangan gadis ini adalah wanitamu?


Jika aku tidak pergi memang apa yang akan kau lakukan ha?".


Spontan ucapan pria dewasa itu membuat emosi Zidan meluap luap melewati batas aman nya, dengan spontan Zidan berpegangan kepada tiang besi untuk menopang tubuhnya sebelum melayangkan kedua kaki nya tepat di wajah pria dewasa tersebut.


"Jangan Anda fikir saya tidak berani melakukan hal yang lebih dari ini jika anda mengulangi nya di depan mata saya, apa anda tahu ini?"


Zidan menunjukan smartphone yang ia genggam, kepada pria dewasa yang masih terjatuh di lantai dengan koper yang menutupi alat kelamin nya yang belum sempat ia masukan kembali.


"Saya sudah merekam tindakan asusila yang anda lakukan tadi, jika saya menunjukan video ini di gerbong kereta ini.


Bisa jadi anda akan menjadi amukan masa, jika beruntung mungkin anda hanya cacat fisik seperti tidak bisa berjalan kembali lalu pihak berwajib akan mengurung anda di penjara hingga anda berharap lebih baik mati dari pada hidup.


Jika kurang beruntung, mungkin anda akan di masa sampai babak belur lalu mati".

__ADS_1


Mata sayup Zidan yang di ikuti oleh senyum mengerikan berhasil membuat pria dewasa itu berlari ketakutan di antara kerumunan orang, tetap dengan koper yang menutupi kemaluannya.


__ADS_2