Crazy Game

Crazy Game
11. Dia pemimpin kami.


__ADS_3

Drakun atau Zidan diam untuk beberapa saat, di situasi seperti ini dia harus menimbang segala hal termasuk untung dan rugi nya dari tindakan yang akan ia ambil.


'Jika aku melawan nya dengan cara by 1(by one atau satu lawan satu) maka semua pandangan dan fokus anggota Lightblue squad akan tertuju kepada pertarungan kami.


Jika aku bisa menjaga jarak dan membuatnya bergerak menjauhi anggota EVE Party yang sedang terkepung, mungkin Puput dan yang lain nya bisa mencari celah untuk melarikan diri! Baiklah, aku putus kan untuk menerima tantangannya'.


"Dengan senang hati aku akan menerima tantangan dari seorang pro player sepertimu, tapi boleh kah aku mengajukan syarat? Atau lebih pantas di sebut permintaan?".


Dengan senyum yang memiliki kesan merendahkan, Munthe the destroyer menjawab permintaan Drakun dengan salah satu alisnya yang di naikan.


"Sebenarnya kau tidak berada dalam posisi yang bisa mengajukan permintaan atau berdiskusi denganku, tapi seperti ucapan ku sebelumnya sebagai seorang lelaki yang baik hati, suka menolong dan tidak sombong.


Aku akan mendengarkan permintaan dari orang hina sepertimu".


"Boleh kah anggota party ku membuat sebuah Shield selama kita bertarung? Aku lihat kau memiliki sebuah nama the destroyer.


Aku yakin serangan mu pasti sangat mematikan dan memiliki damage area yang besar, maka dari itu aku ingin agar mereka tidak terkena damage darimu dengan membuat shield".


"Hoho, baiklah. Permintaan kecil seperti itu tidak akan memberatkan ku".


Setelah mendengar persetujuan dari Munthe the destroyer, Drakun atau Zidan berbicara dengan suara pelan dan dengan sekejap suara itu berubah menjadi sebuah teks yang ia kirim dengan cepat kepada pria bertopeng kucing.


"Dra-Drakun, biarkan kami ikut bertarung bersama mu".


Puput berteriak dengan keras dan berniat untuk lari mendekati Drakun, namun sebelum ia berhasil mendekati Drakun.


Pria bertopeng Kucing menangkap salah satu pergelangan tangan Puput dan menarik Puput kedalam dekapan nya.


"Athena, aktifkan shield area milik mu".


"Ba-baik".


Dengan cepat pemain yang memiliki kelas suport dan bernama Athena itu menghidupkan salah satu skill miliknya yang berbentuk seperti bola yang terbuat dari cahaya untuk melindungi seluruh anggota EVE Party, kecuali Zidan.


Dengan tersenyum Drakun menoleh kebelakang tepat ke arah anggota party nya.


"Baiklah Neko shiro, aku serahkan semua nya padamu".


Melihat senyum Drakun yang terlihat begitu puas mengorbankan diri agar semua teman teman nya mendapatkan celah dan memiliki kesempatan untuk kabur, para anggota EVE Party tak kuasa menahan air mata mereka.

__ADS_1


"Bukan hanya memiliki kemampuan yang hebat, dia juga sosok yang pemberani".


Ucap gadis asassin bertudung memuji keberanian Zidan.


"Dia bahkan tidak memikirkan keselamatan diri nya, dia hanya ingin kita mempunyai kesempatan untuk menghindari kematian yang sia sia di sini.


Dia sangat cocok sebagai pemimpin, sama seperti Nya".


Tambah pria bertopeng yang mengagumi Drakun karena hanya memikirkan keselamatan anggota Party nya, hingga rela menjadi umpan.


"Anak muda! Jika kau bisa selamat dari situasi ini aku berjanji akan menjadi pelayan mu, Tidak! Bahkan jika kau tidak selamat sekali pun aku akan menunggu di lantai 3 ini datang dengan akun baru mu".


Teriak pemain yang memiliki ras Goblin dengan menangis.


"A-aku tidak mengenal mu karena kita baru saja bertemu, tapi ta-tapi meskipun baru bertemu.


Kau rela menjadi umpan agar kami selamat, itu membuktikan bahwa kau adalah sosok pemimpin,teman dan orang yang baik.


Ji-jika boleh kedepan nya aku akan mengikuti mu!".


Lirih Athena yang melihat Drakun mulai berjalan menjauhi mereka.


"Tidak hanya membuatku kagum dengan pertempuran yang kau perlihatkan sebelum nya,kau adalah satu satu nya orang yang memiliki kelas hero Tank semi Asassin.


Sanjung Guin salah satu anggota EVE Party, yang memiliki kelas Penyihir.


"Benar, dia adalah the real leader. Dia adalah pemimpin kita, meskipun hanya ikut 1 kali dalam anggota Party nya.


Entah kenapa aku merasa bangga dan menantikan petualangan kita yang selanjutnya".


Tambah pria bertopeng kucing yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat keputusan yang di ambil oleh Drakun atau Zidan.


"Zidan bodoooh! Aku tidak akan memaaf kan mu jika kau sampai mati di sini, a-aku aku maaf kan aku.


Aku yang mengajak mu kembali bermain game ini, se seharusnya aku melindungi mu karena aku memiliki level yang lebih tinggi.


Jadi tolong jangan mati! Agar aku tidak merasa bersalah".


Teriak Puput yang di sertai isak tangis.

__ADS_1


"Hoho, melihat semua anggota party di bawah pimpinan mu mengkhawatirkan keselamatan mu sejujur nya membuat ku iri.


Tapi yah, aku cukup membunuh mu lalu merebut mereka semua dari mu setelah itu aku akan membuat mereka menjadi bawahan ku dan mereka akan menyanjung kehebatan ku seperti mereka menyanjung mu haha".


Mendengar kata 'Merebut' sekali lagi Drakun di hantui oleh bayangan masa masa emas nya dan semua jerih payah nya di rebut begitu saja dari nya.


Tidak hanya posisi nya sebagai ketua Endeavour Squad, akun yang menemani nya yang bernama Revaille juga ikut di renggut bahkan semua teman dan anggota squad nya juga di renggut dari nya begitu saja.


Bayangan masa lalu kelam yang menghantui nya sejenak itu membuat Drakun sangat marah dan tanpa pikir panjang melompat dan menyerang Munthe dari depan.


Wajah Munthe begitu terkejut melihat Drakun melayang di udara.


"I-ini, bagaimana bisa seorang player yang memiliki


kelas Tank bergerak secepat ini?padahal dia masih berlevel 10".


Drakun mengayunkan tangan kanan nya yang membawa sebuah pedang tebal dan besar dengan sangat kuat tepat mengarah ke pada tempat Munthe berdiri.


"Terima ini, sialan!".


"Duaaaar, boooom".


Suara keras dari pedang berat milik Drakun menghantam dengan sangat kuat, hingga menimbul kan suara kencang dan menerbangkan pasir pasir di dataran tandus itu.


"Ma-mana mungkin, dia bisa menghindar dengan begitu cepat dan dalam waktu yang sangat singkat? ".


Wajah Drakun sangat terkejut melihat benda yang di hantam dengan sangat keras oleh bilah pedang nya bukan lah Munthe, melain kan tanah tandus berpasir.


"Lihat kemana kau bocah! Berani berani nya kau mengalihkan pandangan mu saat bertarung dengan ku!".


"A-apa?".


Mata Drakun terbelalak seakan akan sebentar lagi bisa lepas dari tempat nya, ketika menyadari bahwa Munthe sudah melayang tepat di atas nya dan bersiap mengayunkan senjata nya dengan kekuatan penuh.


"Terima ini, tusukan pedang penghakiman!".


Melihat teknik yang akan di gunakan oleh Munthe sangat kuat dan bisa saja memotong tameng beserta tubuh nya, Drakun berfikir keras untuk menghindari serangan itu.


'Sial, jika saja aku tadi tidak melawan ratusan Kalajengking itu.

__ADS_1


Aku pasti tidak akan kehabisan mana dan bisa menggunakan skill Asassin milik ku, arrrrgh sialan'.


Teriak Drakun dalam hati mengutuk bodoh nya kesalahan yang sebelum nya dia pilih.


__ADS_2