Crazy Game

Crazy Game
10. Terkepung.


__ADS_3

Melihat situasi bahwa anggota Lightblue squad telah mengepung nya dari depan dan belakang, Drakun memutar otak agar bisa keluar dari kepungan Lightblue squad.


"Semua nya cepat bagi menjadi 2 kelompok, dan berlari secepatnya ke arah kanan dan kiri! Mereka hanya mengepung kita dari depan dan belakang".


Teriakan Drakun menyadarkan anggota party nya dari kepanikan, dan langsung membentuk 2 kelompok yg berbeda.


Akan tetapi ketua cabang Lightblue squad tertawa dengan keras saat melihat tindakan yang Drakun intruksikan kepada anggota party nya.


"Haha ha ha, apa kau yakin? Anggota guild ku hanya mengepung mu dari depan dan belakang.


Buka matamu lebar lebar idiot!".


Seketika muncul ratusan anggota Lightblue squad dari sisi kanan dan kiri rombongan EVE Party,


Melihat anggota party nya terkepung Drakun hanya bisa berdecak dengan kesal dan mengumpat squad pengecut itu di dalam hati.


[1 jam sebelum nya, di dalam kediaman cabang guild Lightblue squad].


"Cih, sialan. Suatu saat pasti aku balas perbuatan anak itu".


Gumam salah seorang penyihir berjubah biru yang tak lain adalah ketua cabang Lightblue squad.


Sebelum ketua cabang yang wajah nya babak belur itu memasuki ruangan, salah seorang bawahannya yang bertugas sebagai penjaga kediaman guild mendatangi nya dengan tergesa gesa.


"Anu ketua, pemimpin telah menunggu anda di dalam".


Sontak informasi yang di berikan oleh bawahannya secara mendadak itu membuat raut wajah penyihir berjubah semakin memerah.


"Cih, sialan! Kenapa dia harus kemari di saat seperti ini".


Setelah memasuki ruang pertemuan di dalam guild, salah satu ketua cabang itu langsung mendapatkan tamparan keras hingga darah mengalir dari dalam hidung dan mulutnya.


"Mau sampai kapan kau membuatku menunggu? Apa kau lupa posisi mu ini hanya seorang ketua cabang! Aku memberikan mu wewenang sebagai seorang ketua cabang agar kau bisa membantuku bodoh! Bukan mempersulit ku".


Wanita yang mengenakan jubah berwarna biru mendatangi pemuda yang sedang marah besar itu dari belakang, untuk menenangkannya.


"Ara ara, kenapa kau tidak mengganti nya saja? Bukankah Tuan Munthe the destroyer terkenal dengan jumlah bawahannya yang mencapai ribuan?".

__ADS_1


Pemuda yang memiliki nama Rahmat Hidayat Munthe atau lebih di kenal dengan nama karakter game nya yaitu Munthe the destroyer adalah pendiri sekaligus pemimpin Lightblue Squad.


Dan wanita yang berada di belakang nya adalah Lita the cry magicion yang juga termasuk salah satu pendiri Lightblue squad.


"Ah entahlah aku akan memikirkan nya nanti, oey sialan! Cepat serahkan laporan bulanan mu".


Dengan wajah yang penuh amarah namun tidak memiliki kemampuan untuk melawan, Roy atau yang lebih di kenal dengan nama karakter game nya sebagai Roy Komochi membawakan beberapa lembar gulungan mengenai jumlah anggota squad cabang yang ia pimpin serta keterangan semua anggota dll.


"Tunggu tunggu, kemarilah sebentar".


"Maaf pemimpin, to tolong ampuni kelalaian ku".


"Aku tidak akan menghukum mu, kemarilah".


"Ba-baiklah, pemimpin".


Dengan berat hati serta di selimuti rasa takut, akhirnya Roy yang memiliki jabatan sebagai ketua cabang itu menuruti kata kata Munthe the destroyer.


"Litta, coba lihat ini. Bukankah tadi aku memukul nya hanya sekali, lalu bagaimana bisa timbul luka di wajahnya dengan tempat yang berbeda beda?".


Litta yang ikut memperhatikan wajah Roy mulai menyadari maksud dari ucapan Munthe, setelah ikut melihat wajah Roy dengan begitu dekat.


"Apa itu benar? Siapa yang menghajarmu bocah".


Dengan berat hati Roy menceritakan kejadian yang ia alami di kedai itu, hanya saja ia tidak memberi tahu Munthe bahwa orang yang menghajarnya adalah seorang pemain level 1 dengan type kelas Tank.


"A-aku juga tidak tahu, tiba tiba dia memukul ku Tuan. A-aku tidak membalas nya bukan karena takut, tapi karena salah seorang bawahan ku memberi tahu bahwa kau datang kemari.


Jadi aku buru buru ke sini untuk menemui mu".


Wajah Munthe the destroyer berubah menjadi merah, kursi yang menjadi tempat duduk nya pun hancur berkeping keping hanya karena tangan nya menggenggam kursi itu dengan begitu kuat.


"Kurang ajar! Siapa yang berani beraninya mengganggu anggota ku, apa kau tahu di mana dia sekarang?".


"Ten-tentu saja Tuan, salah seorang bawahanku mengatakan bahwa mereka memasuki lantai ke 3 ini untuk menaikan level dengan cara berburu kalajengking pasir Tuan".


Meskipun wajahnya di penuhi luka lebam dan berbicara dengan ekspresi wajah memelas, sebetul nya Roy sangat merasa bahagia di dalam lubuk hati nya.

__ADS_1


'Hehe kapan lagi aku bisa menggunakan pemimpin bodoh ini untuk kepentingan ku sendiri? Jika dia sampai membalas anak itu demi diri ku maka nama ku akan melambung tinggi di lantai 3 ini hingga pemain lain tidak ada yang berani menyinggungku karena aku dekat dan di lindungi oleh pemimpin bodoh ini.


Belum lagi di satu sisi aku bisa membalaskan dendamku kepada anak bodoh itu haha! I-ini ini kah yang di nama kan dengan sekali mendayung dua pulau terlewati?'.


"Baiklah, siapkan pasukan! Kita hari ini sekali lagi akan menunjukan kekuatan tempur Lightblue squad! Aku akan mencincang semua orang yang berani merendahkan squad buatan ku!".


[Kembali di waktu sebenarnya, di padang pasir tandus yang akan menjadi akhir bagi EVE Party].


"Siapa orang nya yang berani memukul salah satu bawahanku?".


Munthe the Destroyer yang memiliki level 96 bertanya dengan nada penuh ancaman kepada para anggota EVE Party.


"Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pemimpin Lightblue Squad mengendalikan anggota nya dengan rasa takut, tapi dia juga memiliki solidaritas yang sangat tinggi.


Itu lah yang membuatnya mampu berjajar dengan squad besar lain nya".


Pria bertopeng kucing yang memakai Tuksedo mengomentari gelagat Munthe yang berbicara dengan nada penuh ancaman seakan akan dia akan melahap semua anggota EVE Party.


Zidan berjalan dengan menunduk menuju Munthe yang berdiri di depan ribuan pasukan nya.


"Oey apa perisai ku kurang keras menghantam wajah mu? Jika iya, kemari lah akan aku ladeni kau satu lawan satu!".


"Ku-kurang ajar berani beraninya ka-".


Belum sempat Roy membalas hinaan Zidan, Munthe mengangkat salah satu tangannya agar para bawahannya diam.


"Ho ho, menarik sekali sangat menarik. Di depan kekuatan absolut dan ribuan pasukan ku, kau bahkan masih berani menunjukan keberain mu dengan tenang".


Dengan tersenyum Zidan menanggapi pujian Munthe, meskipun pujian itu di maksud kan untuk merendahkan nya.


"Haha hehe, di puji oleh pemimpin sekaligus pendiri Lightblue squad membuat ku sedikit malu".


"Hoho sepertinya kau sangat pemberani bocah, baiklah karena aku adalah seorang pemimpin yang baik hati, tidak sombong, dan suka menolong.


Aku akan membiarkan mu keluar dari tempat ini hidup hidup, jika kau bisa memukul ku. Bagaimana?".


Zidan hanya diam mendengar perkataan Munthe, dia tidak pernah berfikir bahwa dia bisa keluar dari kepungan anggota Lightblue squad secara hidup hidup.

__ADS_1


Di tambah lagi dia yang masih berlevel 10 harus menghadapi seorang pemimpin salah satu squad terbesar yang memiliki level 96? Bahkan di dalam mimpi sekali pun Zidan tidak pernah membayang kan dia bisa berada di situasi seperti ini.


__ADS_2