
Melihat serangan dari Munthe begitu dekat dan tidak lagi bisa di hindari, Drakun mengangkat perisainya setinggi mungkin untuk menahan serangan Munthe yang berasal dari atas.
"Kau pikir perisai mu itu bisa menghentikan serangan ku? Jangan membuat ku tertawa cuih".
Dengan sangat cepat pedang milik Munthe menembus pertahanan Drakun dan membuat suara dentuman yang sangat keras.
Tidak hanya perisai nya, bahkan jubah besi milik Drakun pun hancur ketika bertemu pedang milik Munthe hingga pedang itu dengan mudah menusuk pundak kiri milik Drakun.
"Arggghhh, bangs*d!".
"Sudah ku bilang, persai mu tidak akan mampu menahan aaargh".
Belum sempat Munthe menyelesaikan kalimat nya, Pedang milik Drakun tertancap dengan kokok di punggung Munthe yang berdiri di atas tubuh Drakun.
"Argh se-sejak kapan pedang ini menancap di punggung ku".
Meskipun darah mengalir dari mulutnya, Drakun tersenyum puas karena renca gila nya berhasil terealisasikan.
"Se-sebenarnya ugh heeeg aku melempar pedang ku ke udara, ke-ketika aku tidak berhasil menyerang mu ha heeegh argh ha ha".
Drakun berbicara dengan nafas tersengal sengal, HP atau Hit Point nya kini hanya tersisa tinggal 20% dari jumlah asli nya dan mana milik Drakun sudah terkuras habis hingga dia tidak bisa menggunakan 1 teknik pun.
"Ka-kau memanfaatkan keadaan sekitar yang gelap d-di tambah debu pasir hasil serangan mu yang tidak mengenai ku, bo-bocah sialan".
"He heeeg hehe".
Melihat ketua squad nya terluka parah, Litta segera menyuruh bawahannya yang memiliki kelas bertype Asassin untuk turun tangan menyelamatkan teman baik nya itu.
Setelah Munthe di bawa ke dalam barisan pasukan Lightblue squad, dengan suara lantang Roy Kimochi berteriak agar semua pasukan nya menyerang Drakun.
"Semuanya, cepat serang dia!".
"Kalian dengar perintah ketua? Cepat serang dia!".
Semua anggota Lightblue squad yang memiliki hero berkelas Penyihir pun menyerang Drakun dengan skill mereka yang beragam secara bersamaan.
"Si-sial, seharusnya aku memancing dia lebih jauh agar Puput dan yang lain bisa selamat argh".
Dengan tersenyum Drakun melihat ratusan bola api, air, es, tanah dan ratusan jenis sihir lain nya bergerak dengan sangat cepat menyerang diri nya.
"Duaaaar duuaaaar bruaaak".
Suara dentuman demi dentuman terdengar sangat jelas ketika bola bola sihir itu mengenai Drakun.
Drakun hanya bisa pasrah menerima kenyataan bahwa diri nya akan mati begitu saja dan akan kehilangan berbagai skill gila milik nya.
__ADS_1
Akan tetapi ketika HP Drakun menginjak angka di bawah 10% tiba tiba saja system muncul di layar milik Drakun.
[Sistem! Karena HP anda berada di bawah 10%, anda dapat mengaktifkan skill Undead Asassin.
Beralih mode menjadi Undead Asassin akan menbuat HP, Mana serta energi milik anda menjadi terisi penuh kembali.
Namun, anda akan berganti ras dari ras sebelumnya menjadi ras Undead.
Apakah anda ingin memasuki mode Undead Asassin?]
1.iya.
2.Tidak.
'Memulihkan HP, Mana serta energi ya? Mana mungkin aku menolak!'.
"Sistem, Ya!".
[Bersiap memasuki mode Undead Asassin].
Setelah serangan yang di luncurkan itu berhenti, Roy Kimochi tertawa sangat keras karena telah berhasil memuaskan hasrat nya untuk membalaskan dendam kepasa Drakun.
Kepulan asap yang berasal dari pasir yang berterbangan menutupi tempat Drakun berada, dengan perlahan kepulan asap itu memudar dan menampakkan sosok bayangan hitam yang berdiri dengan perlahan layak nya Zombie.
"A-apa itu? Tidak mungkin dia masih selamat kan haha tentu saja itu tidak mungkin hal konyol seperti itu tidak mungkin terjadi!".
Rambut Drakun berubah menjadi berwarna putih,bola mata nya meghitam kecuali kornea mata nya yang berubah menjadi kuning cerah, tubuh nya di selimuti oleh aura berwarna ungu layak nya para undead pada umum nya.
Hanya saja para undead biasa nya di selimuti oleh aura berwarna hijau.
Jubah Asassin yang sebelumnya tersimpan rapi di dalam inventory nya dengan otomatis menyelimuti tubuhnya, kedua bilah pedang yang Drakun sembunyikan di belakang perisai nya pun sudah berada di dalam genggaman kedua tangan nya.
"Semuanya, cepat habisi dia!".
Sebelum para penyihir dari Lightblue squad bereaksi terhadap perintah Roy, Drakun sudah menghilang dari tempat nya berdiri.
"D-di mana dia,dia pasti sembunyi. Iya sembunyi atau kabur karena ketakutan, i-itu sudah pasti haha.
Terserahlah yang penting aku sudah membalaskan dendam ku dan menahan anggota Party nya".
"Uwaaaakh, arrrrghhhh".
Suara jeritan demi jeritan terdengar dari barisan belakang anggota Lightblue squad, lebih tepat nya di barisan pleton para penyihir.
Satu persatu kepala mulai terpisah dari tempat mereka berada, di iringi oleh banyak teriakan dari para anggota Lightblue squad.
__ADS_1
'Ini masih kurang cepat, aku tidak mungkin bisa menghabisi semua anggota Lightblue squad dengan kecepatan seperti ini'.
"Aktifkan skill Dracula mode!".
Bar HP milik Drakun yang sebelumnya penuh, dengan sekejap turun hingga 8%.
Drakun telah kehilangan 92% jumlah HP milik nya untuk menggunakan skill Dracula mode.
Kecepatan Asassin miliknya meningkat sebanyak 50%
Setiap kali Drakun menyerang musuh maka bar HP milik nya akan terisi dengan sendiri nya secara perlahan.
Melihat Drakun yang menari nari sembari membunuh di antara anggota pasukan nya, Roy sangat ketakutan namun ia juga merasa geram.
Dengan lantang layaknya seorang pemimpin, Roy Kimochi memberi perintah kepada ribuan anggota pasukan nya agar tenang dan menghadapi Drakun bersamaan.
"Kalian tidak perlu panik! Bar HP miliknya kurang dari 10% jika kita bisa menggabung kan kekuatan kita dan tetap tenang.
Aku yakin kita bisa membunuhnya".
Dengan serentak pasukan Lightblue Squad menyerang Drakun dari berbagai arah, mereka berfikir Drakun hanya bisa menambah HP milik nya dengan cara menyerang musuh terus menerus.
"Skill special Area terlarang Dracula, aktif!".
Kali ini rambut Drakun kembali berwarna hitam, mata nya yang sebelumnya berwarna hitam kini menjadi putih kembali hanya saja kornea mata nya berubah semerah darah di sertai 2 taring yang tumbuh menghiasi senyum kejam nya.
Benar saja dugaan Drakun, setelah mengaktifkan skill Area Dracula maka Drakun bisa menambah jumlah HP dan mana nya dengan cara menyerang atau di serang.
Sejauh 3 kilometer kegelapan menjadi mencekam, bulan yang sebelumnya berwarna putih keperakan kini berubah warna menjadi semerah darah.
Drakun berdiri di tengah tengah kepungan ribuan angota Lightblue squad, dia diam tanpa bergerak memikirkan cara terinstant untuk membunuh semua musuhnya yang berjumlah ribuan itu.
Serangan demi serangan mengarah tepat mengenai Drakun, hanya saja serangan itu tidak mengurangi HP milik Drakun dan malah mempunyai efek sebaliknya.
Dengan tersenyum Drakun menarik kaki kanan nya kebelakang, dan memposisi kan kaki kiri yang berada di depan dengan posisi kuda kuda.
Kedua bilah pedang Asassin milik Drakun yang sebelumnya berwarna hitam kini berubah kemerahan setelah menghisap banyak darah anggota Lightblue squad.
Roy yang baru menyadari kemampuan skill aneh milik Drakun, mulai memberi perintah agar anggota nya berhenti menyerang.
"Berhenti menyerang! Dia memiliki lifestile yang sangat gila. Dia bisa menaikan Bar HP miliknya dengan cara menyerang atau di serang.
Kalian semua cepat stun dia menggunakan skill crowd control milik kalian, setelah itu bunuh dia dengan tebasan pedang hingga tubuh nya berpisah".
Mendengar perintah Roy, para anggota Lightblue party yang sebelumnya panik kini menjadi lebih tenang karena memiliki sebuah rencana yang menurut mereka sangat masuk akal dan dapat mengalahkan Drakun.
__ADS_1
Para penyihir menggunakan Skill crowd control mereka mulai dari membekukan kaki Drakun, memberikan racun udara hingga seterusnya agar pergerakan drakun terhenti dan bisa di kalah kan dengan tebasan kuat yang dapat memisah kan tubuh nya.
Melihat tubuh Drakun diam tanpa bergerak, Roy bersama ratusan Asassin tidak menyia nyiakan kesempatan itu dan melompat ke udara untuk menebas tubuh Drakun hingga terpisah pisah.