Crazy Game

Crazy Game
19. Rencana yang sempurna.


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Rey sangat bersemangat dan bahagia karena dia memiliki beberapa foto dan video Rahmat beserta rombongan nya di pukuli habis habisan oleh 1 orang saja.


Mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu saat Rey masih duduk di bangku kelas 10, Rahmat beserta rombongan nya pernah memukuli Rey di tempat umum sebelum mengambil beberapa foto Rey yang terkapar tak berdaya dan menyebarkan nya lewat salah satu media sosial bernama masbook yang kini tengah menjadi media sosial terlaris bagi kalangan remaja.


Setelah berada di dalam kamarnya Rey langsung mengunggah beberapa foto dan video tersebut, kali ini hatinya terasa berbunga bunga.


"Entah kenapa, meskipun aku sudah melihat foto dan video ini berulang kali. Hati ku terus saja merasa bahagia tanpa ada kata bosan".


Di lain tempat, tepatnya di salah satu ruang OSIS yang terletak di lantai 3.


Ryan bersama para bawahan nya terlihat dengan serius mengotak atik smartphone mereka.


"Bagaimana? Apakah kalian sudah mendapatkan beberapa akun Masbook?".


"Sudah ketua, aku sudah mengumpulkan hingga puluhan akun Masbook yang siap untuk kita pakai".


Senyuman menghiasi wajah Ryan, rencana yang telah ia siapkan berjalan mulus sesuai dengan keinginan nya seakan akan dewi keberuntungan berpihak kepadanya.


Hari itu Ryan bersama para bawahan nya menyebar video perkelahian Rahmat dan Zidan, lebih tepatnya video saat Zidan memukuli Rahmat karena salah satu anggota bawahan Ryan telah memangkas video asli dari rekaman cctv tersebut.


Tentu saja para netizen yang melihat video itu sangat bahagia dan menghujani kolom komentar dengan begitu banyak hinaan maupun hujatan, karena kebanyakan dari mereka sangat mengenal siapa sosok Rahmat yang sangat sombong hanya karena dia adalah anak dari seorang kepala sekolah.


Dengan cepat video itu menyebar, melalui akun Masbook dan media sosial lain.


Hingga Ayah Rahmat yang bernama Rukhan melihat video itu, betapa geramnnya Rukhan saat mengetahui putranya di pukuli hingga babak belur di dalam sekolah binaannya sendiri.


"Kurang ajar! Siapa yang berani berani nya menghajar anak ku sampai seperti ini ha!".

__ADS_1


Sontak teriakan pak Rukhan yang menjabat sebagai kepala sekolah, membuat ruangan yang di isi oleh para guru menjadi hening seketika.


Para guru hanya bisa diam, melihat kepala sekolah mereka marah besar karena mereka tidak ingin ikut terlibat kedalam masalah tersebut.


"Bu Heni! Apa kau tahu siapa anak di dalam video ini yang berani menghajar putra semata wayang ku hingga babak belur!?".


Mau tak mau Bu Heni pun menghampiri kepala sekolah yang tengah marah besar itu, setelah Bu Heni melihat video yang berada di layar smartphone milik pak Rukhan.


Bu Heni sangat terkejut karena dia mengenali siswa tersebut yang tidak lain adalah Zidan, tapi penampilan Zidan sangat berbeda dengan apa yang Bu Heni lihat.


Jika tidak melihat video itu secara langsung mungkin Bu Heni tidak akan percaya apabila ada yang mengatakan bahwa Zidan lah pelakunya, wajah Zidan yang terekam dengan jelas di dalam cctv membuat Bu Heni mau tak mau harus menerima kenyataan pahit bahwa murid yang ia perhatikan lah dalang dari terkaparnya Rahmat dengan wajah babak belur di dalam ruang UKS.


"I-ini, ini tidak mungkin".


Melihat ekspresi Bu Heni yang seakan tidak percaya dengan video yang tengah mereka berdua lihat, kepala sekolah Rukhan sekali lagi berbicara dengan tenaga tinggi.


Sebenarnya Bu Heni ingin berkata jujur bahwa ia mengenal Zidan, namun di sisi lain Bu Heni sangat menyayangi Zidan karena satu satunya orang yang mau belajar dengan giat di kelas F hanyalah Zidan seorang maka dari itu hati kecil Bu guru Heni sebagai wali kelas dari kelas 11 F mencoba untuk melindungi Zidan sebisa mungkin.


Meskipun Bu Heni tidak bisa menyembunyikan kebohongan nya secara terus menerus, setidaknya dia ingin mengetahui alasan di balik perbuatan keji Zidan yang selama ini terkenal penidam dan hanya memikirkan belajar.


Barangkali dengan mengetahui alasan itu, Bu Heni dapat menyelamatkan Zidan dari dalam bahaya yang kini dengan jelas mengancam nya.


"Ti-tidak Pak Rukhan, aku tidak mengenali siswa itu. Hanya saja aku sangat tidak percaya dengan apa yang saat ini ku lihat, bagaimana mungkin seorang siswa mampu melakukan hal sekeji itu di dalam area sekolah".


"Bruaaaak" suara meja yang di pukul dengan keras.


"Benar sekali Bu Heni, bahkan aku yang sudah menjadi kepala sekolah dari awal sekolah ini di dirikan hingga sekarang sama sekali belum pernah melihat siswa sekeji ini.

__ADS_1


Demi Tuhan! Jika aku sampai tahu siapa pelakunya, aku akan menghajar anak itu sebelum mengeluarkan nya dari dalam sekolah ini!".


Tentu saja kata kata yang di ucapkan oleh kepala sekolah Rukhan dengan amarah yang meledak ledak membuat Bu Heni sangat khawatir terhadap salah satu siswa nya yang tidak lain adalah Zidan.


Semua pihak guru sudah di beri tahu apabila mereka mengetahui identitas siswa yang menghajar putra kepala sekolah hingga babak belur, mereka di wajibkan untuk memberi tahu kan identitas murid tersebut kepada kepala sekolah.


Jika ada guru yang berani menyembunyikan identitas siswa tersebut atau mempersulit penyelidikan tentang identitas siswa yang menghajar putra kepala sekolah, maka mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal.


Di dalam ruangan yang terlihat seperti ruangan untuk para dewi dengan banyak nya dekorasi berwarna merah muda, Puput terlihat asik memainkan smartphone miliknya.


Gadis itu beberapa kali membuka aplikasi missup dengan harapan bahwa Zidan mengirimkan sebuah pesan terhadap dirinya terlebih dahulu, namun itu semua hanya angan angan kosong Puput meskipun dia menunggu beberapa jam lagi Zidan tidak akan mengirim pesan terlebih dahulu karena pria yang Puput tunggu tengah asik bermain game DNPO.


"Kok Zidan belum ngechat sih ahh, apa harus aku chat duluan ya hmm?".


Beberapa kali Puput mengetik keybord smartphone nya dan berniat mengirimkan pesan kepada Zidan, hanya saja harga dirinya sebagai seorang wanita membuat Puput mengurungkan niat nya.


Beberapa kali Puput menulis pesan teks lewat layar ponsel nya, namun beberapa kali Puput juga menghapus pesan yang siap di kirim tersebut.


Setelah bergulat dengan hati nya beberapa saat, akhirnya Puput memutuskan untuk mengirim sebuah pesan kepada Zidan.


Dan meskipun Puput sudah menunggu begitu lama, Zidan tak kunjung membalas pesan dari Puput hingga membuat mood gadis tersebut memburuk.


Di dalam mood nya yang buruk karena balasan Zidan yang dia harapkan tidak kunjung masuk, Puput mulai membuka salah satu media sosial yang bernama Masbook untuk menyegarkan suasana.


Alangkah terkejutnya Puput ketika melihat salah satu postingan yang memperlihatkan Zidan memukuli siswa yang tidak lain adalah Rahmat hingga babak belur.


"Zi-Zidan! Bagaimana mungkin dia melakukan tindakan seperti ini".

__ADS_1


__ADS_2