D. Deirsh & Depresinya

D. Deirsh & Depresinya
part 1


__ADS_3

...   "Aku pernah merasa sangat egois, meminta kepada Tuhan! Untuk selalu bisa bersamanya."...


--------


       Sekarang dia bagaikan awan mendung, terlihat indah! Tapi begitu menyedihkan. Selalu muncul saat ingin hujan, begitu juga dengannya selalu ada saat kesedihan. Kadang ia selalu membawa pelangi untuk kebahagiaan orang, tanpa diketahui semuanya ada seseorang yang begitu rapuh.


       Deirsh Anasyah sebuah nama indah yang tercipta 20 tahun yang lalu. Sekarang pemilik nama itu telah menjadi gadis yang begitu cantik seperti namanya, memiliki lesung pipi dan juga dengan ciri khas rambut sebahunya.


       Dei tinggal bersama ibu dan abangnya, sedangkan ayahnya telah meninggal 2 tahun yang lalu. Saat itulah semua berubah, tidak ada kehangatan dalam keluarga yang bisa Dei rasakan lagi. Hingga akhirnya Dei memilih untuk mencari pekerjaan supaya ia tidak selalu merasakan hal yang selalu menganggunya.


       Sweet Moment Cafe tempat Dei bekerja, bahkan ia sudah menganggap cafe itu rumah keduanya. Memiliki bos yang baik dan juga Teman-teman yang sangat pengertian baginya.


       Sudah pukul 22:15 malam, para karyawan termasuk Dei mulai membereskan cafe tersebut. Setelah Dei menyelesaikan pekerjaannya, ia pun segera mengambil tasnya dan pulang.


       "Sudah mau pulang Dei?" tanya Eza salah satu pegawai cafe itu juga.


       "Iya," jawab Dei dengan sedikit senyuman.


       "Mau pulang bareng!" tawar Eza.


       "Nggak usah kak, nanti ngerepotin kakak."


       "Enggak ada seseorang yang memberi bantuan, terus merasa direpotkan. Lagian rumah kita satu arah."


       "Yaudah yuk pulang, sudah larut malam juga nih." Ajak Eza lagi.


       Dei pun tidak menolak dan langsung mengikuti Eza.


       Saat diperjalanan tidak ada yang berbicara sedikit pun, mereka berdua hanya diam sambil menikmati suasana malam ditengah kota. Dei yang memandang keindahan kota saat malam hari merasa sedikit nyaman. Melihat lampu-lampu yang berjajar, para penjual kecil dipinggir kota, hingga beberapa gedung pencakar langit yang begitu megah. Walaupun sebuah ingatan tidak bisa ia lupakan.



       Aroma alkohol sudah menjadi khas setiap tempat hiburan malam. Tempat para pria untuk bersantai dan para wanita mencari kebahagiaan.



       Salah satu meja yang menjadi tempat para pria bermain kartu, menjadi sorotan para tamu yang baru datang.



       Tiga pria yang sedang mengadu nasib dengan beberapa lembar kartu, ditemani dengan sebuah minuman alkohol.



       Salah satu pria yang sedang bermain itu, akhirnya melemparkan kartu terakhir yang ada ditangannya. "Gimana! Masih mau main?"



       Pria itu langsung mengambil semua uang yang berada diatas meja itu, lalu pergi bersama seorang cewek yang sedari tadi menemaninya.



       "Kamu hebat banget sayang," kata cewek itu.



       "Siapa dulu coba yang main, mana ada yang bisa ngalahin Carles Aransyah." Balas cowok itu.



       Mereka melanjutkan jalannya, sampai bertemu dengan tiga cewek yang sepertinya kenal dengan pacarnya Carles.



       "Zena! Loh disini juga?" Sapa salah satu cewek bernama Becca.


__ADS_1


       "Kalian juga," ujar Zena pacar Carles, sedangkan tiga cewek itu mengangguk bersamaan.



       "Btw, besok gue mau ngadain acara, lo datang ya!" pinta Becca.



       Sebelum menjawab Zena melihat kearah Carles. "Kayaknya gue nggak bisa deh, soalnya besok gue mau jalan sama pacar gue, iya kan sayang?"



       Carles tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Zena pengen banget untuk pergi bersama temannya, tapi karena melihat pacarnya baru saja menang, ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.



       "Yaudah deh kami duluan, see you."



       Teman-temannya Zena pun pergi, begitu juga dengan Zena dan Carles yang juga pergi dari tempat itu.



  Tringggggggg.........


       Alarm jam berbunyi memenuhi sebuah kamar, tapi sang pemilik kamar itu lebih duluan terbangun dari jamnya. Dei pun segera mematikan alarm itu, dan kembali bersiap-siap untuk berangkat kerja.


       Dei keluar dan menutup pintu kamarnya, ia menghampiri seseorang yang sedang duduk sendiri dimeja makan. Seorang wanita paruhbaya yang sedang termenung didepan sepiring makanan yang tidak tersentuh sedikit pun.


       "Ma! Makanannya kok belum dimakan?" Dei bertanya, tapi tidak ada respon sedikitpun, bahkan wanita yang Dei sebut Mama itu pergi meninggalkannya.


       "Dei! Udah mau berangkat kerja?" sahut seorang wanita yang usianya tidak jauh beda dari Mamanya Dei. Wanita itu Erin tante sekaligus adik dari mamanya.


       "Iya tan, Dei berangkat dulu ya," ucap Dei.


       "Yaudah Hati-hati."


       Tapi sebuah motor Tiba-tiba berhenti tepat didepan dirinya sekarang. motor yang begitu familiar bagi Dei, hingga pemilik motor itu membuka helmnya dan barulah ia tau siapa orang itu. Faeza Aditya pria yang mengantar Dei tadi malam sekaligus teman kerjanya.


       "Kak Eza!" sapa Dei.


       Eza tersenyum, dan langsung memberikan satu helm lainnya yang ia bawa pada Dei. "Yuk naik!"


       Dei hanya diam, tanpa ingin mengambil helm itu.


       "Mau bilang takut ngerepotin lagi? Bahkan kita satu tujuan loh!" ujar Eza sambil memainkan alisnya.


       Dei tersenyum tipis, tidak ada pilihan lagi Dei pun langsung menerima helm itu dan segera naik ke motor Eza.


       Mereka pun tiba ditempat kerjaan, dan langsung bergegas mengerjakan pekerjaan mereka Masing-masing. Hari ini pelanggan cukup ramai, apalagi hari sabtu dimana para anak sekolah pulang lebih awal dan memilih untuk bersantai dulu dibeberapa cafe.


       Setelah beberapa jam mereka sibuk melayani para pelanggan akhirnya mereka semua pun bisa beristirahat.


       "Aduh! Gila tangan gue rasanya pengen patah," ujar Salwa salah satu pegawai dicafe itu juga dan cukup dekat dengan Dei.


       "Tapikan juga ada hasilnya," sambung Eza.


       Saat sedang asik ngobrol, seorang pria parubayah datang dengan mengendarai motor Vespa. Dei dan yang lainnya langsung berdiri untuk menyambut pria itu.


       "Loh kok pada berdiri, saya berasa jadi bos kayak gini, " ucap pria paruhbaya itu.


       "Bapakkan emang bosnya," ujar Salwa.


       "Bukan bapak yang ngomong ya, jadi bapak enggak sombong nih." ucap pak Rey bos mereka.


       Salwa hanya memasang wajah cemberut, sedangkan Dei dan Eza hanya melihat tingkah Salwa dan bos mereka.

__ADS_1


       "Gimana hari ini? rame pengunjungnya?" tanya pak Rey.


       "Wihhh bukan rame lagi pak, kayak penonton konser," jawab Salwa asal.


       Pak Rey hanya menganggukkan kepalanya sambil berjalan menuju salah satu bangku didekatnya.


       "Za! Buatkan lah bapak teh dulu, capek bapak dengerin cerocosan Salwa terus." Eza pun langsung membuatkan teh untuk bosnya itu.


       Sedangkan Salwa langsung melotot mendengar ucapan pak bosnya. "Lah kok Salwa sih pak."


       "Ya emang kamu dari tadi nyerocos mulu."


       Dei hanya tersenyum, ia sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan orang-orang seperti mereka yang membuat hidupnya sedikit ada kebahagiaan.




       Ditempat lain, seorang adek masih berusaha untuk berbicara pada kakaknya.



       "Kak Dela! Sampai kapan kakak diamin Dei seperti ini? dia butuh kakak yang dulu, dia butuh semangat dari kakak," ungkap Erin kepada Dela mamanya Dei.



       Dela tidak menjawab, dia hanya diam duduk dikasurnya sambil melihat kearah luar dari jendela.



       "Kak! Sudah 2 tahun kakak seperti ini, apa kakak nggak ingat Dei dulu hamp-," ucap Erin Tiba-tiba terhenti.



       "Erin cukup! Tolong tinggalin kakak sendiri," pinta Dela pada adiknya.



       "Dan tolong, jangan pernah Bahas-bahas yang dulu."



       "Tapi kak!"



       "Erin! Tolong pergi." Erin pun memutuskan untuk pergi, ia tidak ingin berdebat lagi dengan kakaknya itu.



       Hembusan angin mulai masuk kedalam ruangan, membawa kisah lama yang belum bisa dilupakan. Tak terasa tetesan air mata jatuh dari pipi Dela, ada perasaan bersalah tapi ada juga perasaan aneh pada pikirannya. Dan hanya satu yang jelas perasaan rindu pada seseorang.



***BERSAMBUNG***.....



*****See you dipart selanjutnya👋👋👋*****



      



   

__ADS_1



     


__ADS_2