Daendels Estella

Daendels Estella
28 Januari 1807


__ADS_3

Pada tahun 1807 setelah mempertahankan Provinsi Fresland dan Groningen dari serangan Prusia. Herman Willem Daendels menuju kekaisaran Napoleon Bonaparte, Seorang pemimpin militer dan politik Prancis yang menjadi terkenal saat perang Revolusioner. Dia adalah kaisar Prancis yang memerintah pada tahun itu, Napoleon sendiri berasal dari keluarga bangsawan lokal dengan nama Napoleone di Buonaparte.


Kaisar Napoleon Bonaparte memberikan saran kepada Daendels untuk pergi ke Hindia Belanda sebagai Gubernur Jenderal. Hindia Belanda atau Hindia Timur Belanda adalah sebuah daerah pendudukan Belanda yang wilayahnya saat ini dikenal dengan nama Republik Indonesia. Hindia Belanda dibentuk pertama kali atas hasil dari nasionalisme koloni-koloni VOC yang berada dibawah pemerintahan Belanda pada tahun 1800.


Atas saran sekaligus perintah tersebut, Daendels memutuskan untuk pergi ke Hindia Belanda, di tahun-tahun sebelumnya, sekitar tahun 1780 hingga 1787, Daendels pernah ikut pemberontak di Belanda dan kemudian melarikan diri ke Perancis. Disana dia menyaksikan sendiri dari dekat Revolusi Prancis dan lalu menggabungkan diri dengan pasukan Batavia yang republikan. Tahun 1795, dia mencapai pangkat Jenderal dan masuk tentara Republik Batavia Belanda dengan pangkat Letnan Jenderal. Sebagai kaum Unitaris, dia juga menjadi bagian dalam disusunnya Undang-Undang Dasar Belanda yang pertama. Tetapi invasi orang Inggris dan Rusia di Provinsi Noord-Holland berakibat buruk baginya, dia dianggap kurang tanggap dan di serang dari berbagai pihak hingga akhirnya mengundurkan diri dari tentara pada tahun 1800 dan memutuskan pindah ke Heerde, Gelderland.


“Huft kenapa bacaannya banyak banget, mata gue bisa buta kalau kayak gini terus...” Stella menarik matanya ke atas untuk terus terbuka di atas rasa kantuk yang tiada tara dia rasakan karena banyak membaca buku sejarah.


Grup chat di kelasnya mengatakan kalau besok sepulang sekolah ada kuis sejarah dan siapapun yang banyak menjawab, atau bisa menjawab 5 pertanyaan, dia bebas ujian sejarah, artinya nilai sejarah di ujian tengah semester nanti diatas 90, kesempatan yang tidak datang dua kali dan Stella tidak ingin menyia-nyiakan hal ini, bebas ujian Sejarah adalah impiannya.


“Katanya mau bebas ujian, jadi mau apa enggak?.” Sindir Kinan yang duduk di sebelahnya, juga membaca buku Sejarah, tapi Kinan lebih banyak bermain ponselnya.


“MAU LAH.” Stella membaca kembali bukunya, tapi baru beberapa detik dan masih satu kalimat, Stella meletakkan kepalanya diatas buku tebal tersebut, Tidur.


Suara gemericik air terdengar di telinganya, hembusan angin yang sangat dingin serta tubuhnya yang seakan terobang-ambing di lautan. “Eungg...” Stella melenguh karena merasakan tubuhnya yang sakit semua. Matanya terbuka, hal pertama yang dia lihat adalah langit gelap penuh bintang, angin berhembus, dan juga suara ombak lautan.



“Ha?.” Stella langsung membuka matanya lebar-lebar, dia dimana dan rasanya bukan seperti mimpi “Gue ngapain disini? Bukannya tadi gue ada di rumah lagi belajar sama Kinan, kenapa disini? Ini mimpi ya?.” Plaaakkk!! Stella menampar pipinya sendiri, sakit wajar karena dia sangat keras menampar pipinya. “Bukan mimpi.”


Suara derap langkah kaki yang lumayan banyak membangunkan Stella untuk bersembunyi di balik sebuah tong besar yang isinya bahan bakar kapal, dari baunya Stella bisa memastikan kalau itu adalah bahan bakar kapal.


“Gue diculik? Tapi kok nggak di iket sih? Terus kenapa nggak kelihatan ada penculikan disini.” Stella terus bertengkar dengan pikirannya sendiri, dia bingung jalan pulang dan dia bingung harus bagaimana sekarang.


Sedikit mengintip orang-orang yang berada di lokasinya tertidur tadi, Stella bisa melihat mereka semua mengenakan pakaian tentara Belanda, sangat menakutkan dan sepertinya juga kejam. Stella menutup bibirnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara apapun.


“Siapa disana?.” Sebuah suara mengejutkannya, Stella hanya diam, dia takut keluar, bagaimana kalau mereka membunuhnya dan melemparkan Stella untuk makanan ikan di laut.

__ADS_1


Stella tetap diam di tempatnya, hingga mereka mendapatkan panggilan di tempat lain. Setelah itu suara sesuatu diceburkan ke lautan terdengar di telinga Stella, membuatnya semakin ketakutan. “Tolong bangun,  ayo bangun sekarang.” Stella terus memohon pada dirinya sendiri, kalau memang ini mimpi, dia hanya ingin bangun sekarang “Gue pasti belajar, janji, janji belajar sejarah, please...”


“Siapa anda?.” Sebuah suara membuat Stella yang memejamkan mata menoleh kebelakang.


Seorang laki-laki bertubuh tinggi, tampan, bukan orang Indonesia, dia orang Belanda, asli orang luar negeri. Berdiri di depannya yang tengah berjongkok di balik tong penyimpanan minyak, terlihat jelas kalau sedang bersembunyi. Pria itu memakai pakaian marsekal, pakaian militer lengkap dengan banyak pin di pundaknya.


“Siapa anda?.” Lagi-lagi pertanyaan itu keluar dari mulutnya, sangat dingin dan tegas. Dia menggunakan bahasa Belanda yang sedikit dipahami oleh Stella, mungkin dia tidak sepintar Nicolas, tapi dia apa yang pria itu katakan padanya.


“Itu emm ituuu gue, salah. Emmm Saya tidak tau kenapa saya disini, saya bangun tidur dan tiba di sini, saya benar-benar tidak tau.” Ucap Stella dengan menggunakan bahasa Belanda yang awalnya dia memakai bahasa indonesia zamannya.


Pria itu hanya melihat Stella dengan pandangan tidak bisa Stella gambarkan, tapi yang semula dia sangat kagum dengan ketampanannya, sekarang Stella malah jadi takut karena pandangannya seperti om-om pedofil. Walaupun Stella sendiri sangat yakin kalau dia bukan om-om, tapi masih seumuran dengan kakaknya.


“Ehm maaf.” Ucap Stella lagi.


“Anda orang Belanda?.” Pertanyaan keluar lagi dari bibirnya.


“Ahh anda noni?.”


Stella tau siapa itu noni, noni adalah sebutan bagi anak-anak hasil pernikahan orang pribumi dan orang Belanda. Sebutan untuk anak perempuan sedangkan anak laki-laki biasa dipanggil dengan panggilan Sinyo.


“Iya.”


Pria itu mengulurkan tangannya ingin menjabat tangan Stella, dengan bingung Stella menerima jabatan tangan pria itu. Sangat keras dan berotot, dia seperti seorang anggota militer dengan pengalaman yang tidak sedikit di medan perang.


“Saya Herman Willem Daendels.”


“Apa? Daendels hahahaha.” Stella tidak bisa menahan tawa nya, terakhir kali dia baca kata Daendels di buku sejarah miliknya, namun seperdetik kemudian Stella kembali memperhatikan pria itu. Sama sekali tidak mirip dengan Daendels yang ada dalam buku sejarahnya, “Daendels versi anime kah?.” Pikir Stella menertawakan keadaannya sekarang.

__ADS_1


Pria itu tiba-tiba tersenyum, alasannya Stella sendiri tidak tahu, karena tidak ada yang lucu sekarang.


“Siapa nama anda?.”


“Estella Wijaya.”


“Nama yang indah, Saya akan pergi ke Hindia Belanda, apakah anda juga berasal dari sana?.”


Stella berpikir, tidak rugi dia baca buku sejarah sebelumnya, Hindia belanda adalah sebutan untuk Indonesia. Stella kembali melihat ke arah Daendels, “Dia beneran Daendels yang ada di buku sejarahnya?.” Pikir Stella dalam hati sembari memperhatikan wajah pria itu.


“Tahun berapa sekarang?.” Tanya Stella dengan wajah berharap kalau bukan tahun 1800 an.


“1807, saya sudah berlayar selama kurang lebih 11 bulan, Hindia Belanda akan segera terlihat.”


Stella hanya melongo tidak percaya kalau dirinya berada di masa lalu.


Bersambung


Sumber : Wikipedia


MAIN CAST by AMERICANANO


1. HERMAN WILLEM DAENDELS



2. ESTELLA WIJAYA

__ADS_1



__ADS_2