
Ruang depan, aula yang sangat lebar dengan meja bundar di tengahnya dan juga beberapa kursi yang melingkari. Ruang pertemuan yang akan digunakan sebagai pertemuan utama para petinggi Belanda, setelah jabatannya sebagai Gubernur Jenderal, Daendels telah mengumumkan secara terbuka kedatangannya ke Hindia-Belanda akan melakukan perubahan yang sangat besar. Dia yakin atas tekad nya dan hal itulah yang mendorong Daendels dikenal penjuru nusantara, bukan hanya kedatangan yang mengejutkan tapi perubahan yang akan dibawa Daendels akan menjadikannya musuh untuk semua golongan bangsawan lokal.
Setelah menyelesaikan catatannya, Daendels keluar dari ruang kerjanya. Jika pergi ke ruang depan, dia akan melewati rumah utama yang otomatis juga melewati depan pintu kamar milik Stella. Gadis itu tengah sibuk di dalam kamarnya yang terbuka sedang membaca buku dengan nyaman, Daendels tersenyum dan menghampirinya.
“Apakah anda sangat sibuk?.” Suara Daendels yang terdengar di telinga Stella membuat gadis itu menoleh.
“Tidak, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk anda?.”
“Saya akan melakukan pertemuan dengan petinggi Belanda, saya merasa bahwa saya membutuhkan anda untuk melihat maklumat yang saya buat.”
“Maklumat?.”
“Iya benar, rasanya saya membutuhkan saran anda.”
“Apa bisa saya melihatnya?.”
“Tentu.” Daendels berjalan menghampiri Stella dan duduk disebelah gadis itu berada di ranjangnya, Daendels memberikan sebuah kertas yang lumayan tebal berisi tulisan belanda. Setidaknya dia mampu mengerti arti bahasa Belanda karena dia mempelajari itu setelah tiba di sini.
Maklumat itu adalah peraturan atau bisa dikatakan sebuah peraturan hukum, seperti undang-undang kalau jaman sekarang. Biasanya maklumat ini di keluarkan oleh seorang pimpinan negara monarki atau kerajaan.
Stella membaca satu persatu poin yang ada dalam Maklumat yang Daendels buat, dia ingat kalau ini akan mengubah banyak hal di negara ini. Maklumat yang Daendels buat adalah mensejajarkan kedudukan raja dengan residen, hal ini juga akan mengalami kontra yang cukup besar karena raja-raja jawa merasa sangat direndahkan atas maklumat ini. Tapi pro nya, dengan seperti ini akan mengurangi tingkat korupsi di Jawa. Karena Korupsi itu yang menghancurkan kedudukan Belanda atau VOC di Hindia Belanda pada masa sebelum kedatangan Daendels, Daendels berada disini karena ditunjuk untuk menghapus korupsi dan memperbaiki pemerintahan.
“Saya telah membaca seluruh isi maklumat yang anda buat, sebagian akan diterima tapi sebagian juga tidak akan diterima.”
“Saya tahu mengenai hal itu, saya sudah berpikir jika apa yang saya buat tidak akan sepenuhnya diterima dengan baik oleh semua orang, pasti banyak yang tidak menyukai.”
__ADS_1
“Apakah anda tahu bahwa apa yang anda lakukan akan mendapatkan pendapat buruk oleh orang pribumi? Mereka akan berpikir bahwa bangsa kolonial berusaha mendudukkan posisi nya diatas pemilik tanah asli.”
“Saya tau, tapi hanya dengan begitu, suap menyuap tidak akan berkembang biak dan menjadi penyakit yang menghancurkan.”
“Tapi apakah mereka semua akan mengerti dengan tujuan anda?.”
“Tidak.”
“Saya setuju dengan maklumat yang anda buat mengenai pemberian hadiah yang tidak berlebihan, tapi semua kembali kepada anda untuk mempertahankan pendapat anda di muka semua orang, karena tidak hanya satu dua orang yang menentang maklumat anda, akan ada banyak orang yang menentangnya karena alasan yang telah saya katakan sebelumnya.” Jelas Stella.
“Terimakasih telah memberikan energi pada saya untuk melakukan apa yang saya rasa benar.”
Stella hanya tersenyum.
Daendels melihat kearah Stella dengan tatapan dingin, Stella tau apa yang dia katakan adalah hal bodoh, tapi dengan semua yang terjadi di masa depan, bukan hanya nama buruk Daendels, tapi juga penderitaan pribumi, dia ingin sedikit merubah keadaan, sedikit saja.
“Saya tahu jika anda mengetahui banyak hal tentang ini, anda boleh ikut berpartisipasi.”
“Terimakasih.”
Seperti yang sudah Stella prediksi sebelumnya, maklumat yang telah disetujui para petinggi Belanda yang dikeluarkan oleh Daendels itu mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, contohnya adalah raja-raja jawa yang memiliki kedudukan tinggi merasa bahwa posisi nya akan digantikan oleh para kolonial. Semua berpikiran bahwa kolonial akan menguasai dan menduduki kursi tertinggi di nusantara.
Tapi seperti yang seharusnya, bahwa maklumat tetap harus ditaati oleh siapapun yang ada di hindia-belanda. Walaupun terdapat konflik dengan para raja karena merasa kedudukan raja telah direndahkan, Daendels masih berada di posisinya dengan tegas tidak akan pernah merubah Maklumat yang telah diterbitkan.
Selain itu banyak hal positif yang kemudian bermunculan, menurunnya angka korupsi di Hindia-Belanda menjadi salah satu hal positif yang terlihat jelas. Pekerjaan Daendels tidak pernah berhenti, dia bahkan menyusun banyak hal untuk masa depan Hindia-Belanda di era yang lebih maju.
__ADS_1
Batavia adalah daerah yang paling tidak sehat Jawa, bahkan karena hal itu dia tidak memutuskan tinggal di daerah Batavia. Daendels dan Stella tinggal di Buitenzorg (Bogor), setibanya di Batavia. Daendels memboyong sekitar 31 orang pengikutnya ke Buitenzorg yang sekarang dia tinggal dengan Stella. Disana lebih baik ketimbang Batavia, walaupun Daendels harus melakukan perjalanan kerja yang cukup jauh antara Batavia dan Buitenzorg.
Waktu terus berputar seperti roda, semuanya berjalan sesuai dengan apa yang Daendels inginkan sejak dia menginjakkan kaki di Batavia. Dia mulai merubah seluruh struktur pemerintahan yang lama menjadi pemerintahan baru yang lebih baik.
Stella tersenyum getir, dia sudah mulai bosan berada di zaman ini. Kesehariannya hanya membaca buku dan belajar, terkadang karena bosan, dia ikut Sumi memetik bunga di taman untuk menggantikan bunga yang mulai layu pada vas-vas bunga di sudut ruangan.
“Willem tidak pulang?.” Tanya Stella pada Sumi yang tengah memetik bunga mawar segar di sebelahnya.
“Tuan ada perjalanan kerja ke Surabaya nyonya.”
Stella hanya mengangguk, berminggu-minggu Daendels dalam perjalanan menuju ke Surabaya, itu wajar karena tidak adanya akses jalan yang mudah, tidak ada kendaraan yang cepat, tidak ada Pesawat tentunya. Dua minggu adalah waktu yang sangat singkat untuk tiba di Surabaya, kabarnya Daendels sudah tiba di sana, hanya kabar burung yang beredar dari mulut ke mulut.
Pandangan Stella tertuju pada rumah bundar yang ada di belakang, dia tau kalau itu adalah ruangan milik Daendels, Daendels bisa menghabiskan seharian saat dia tidak keluar bekerja berada di ruangan kerja itu.
“Anda pernah keruangan Willem?.”
“Pernah nyonya, saat anda sakit, tuan menyuruh saya menemuinya disana.”
“Apa yang anda lakukan dengannya disana?.” Stella semakin serius, dia ingat dengan istilah gundik atau sejenis wanita pemuas nafsu.
“Tuan memarahi saya karena tidak bisa menjaga nyonya Stella dengan baik.”
Stella tau kalau itu hal buruk yang diterima oleh Sumi, tapi mendengarnya mengatakan bahwa alasan Sumi kesana karena dirinya, membuat Stella bahagia secara tidak langsung.
Bersambung
__ADS_1