DARAH JUANG

DARAH JUANG
Mimpi basah


__ADS_3

Setelah pertemuan itu Jaka sering kali melamun dan memperhatikan gelang yang di berikan oleh Zahra yang kini melingkar di tangan kanannya.


Beberapa hari berlalu hingga akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang sangat berbeda dari kebanyakan tempat, nampak orang orang hilir mudik menggunakan pakaian bagus dan sangat damai.


Namun sangat di sayangkan karena kedamaian itu bukanlah di miliki para pribumi melainkan para penjajah keji yang kini sedang merasakan nikmat dari tanah ibu pertiwi.


Di dalam lubuk hati Jajang tersirat sebuah keinginan untuk mengusir mereka semua dari atas tanah negrinya, namun entah dengan cara apa dirinya akan berhasil melakoni misi yang amat berbahaya tersebut.


Sebuah mobil dengan kilat yang tercermin dari kelasnya nampak melintas di antara jalan yang sangat indah dan mulus dengan bunga bunga yang bermekaran di sampingnya, sungguh pemandangan yang memilukan.


Bagaimana tidak, para pribumi yang seharusnya menjadi tuan di rumah sendiri, malah menjadi babu dan bekerja rodi.


Jalan indah yang mereka lintasi entah berapa jumlah mayat yang kini terkubur di baliknya, bunga bunga yang bermekaran itu entah darah pribumi mana yang menyiramnya.


Memang dari tampang terlihat memukau namun sangat jauh berbeda bila kita membongkar tabir dari keindahan tersebut, tersirat ratusan mayat tanpa nama, kuburan tanpa nisan dan darah yang mengalir bagai sungai.


Entah sampai kapan derita itu akan di rasakan para pribumi, seakan mereka hanya tengah menunggu mati, dan tidak ada sesuatu yang pasti, untuk masa depannya nanti.

__ADS_1


Namun hati Jajang kemudian terhenti dalam bisikan itu saat melihat sebuah kereta kuda yang melintas dengan banyaknya senjata amunisi dan berbagai jenis senjata lainnya, tersibak sebuah ide di dalam pikirnya.


"Kita mundur dulu Jak!" ucap Jajang yang lantas di angguki saudaranya itu.


Jajang dan Jaka mundur terlebih dahulu mencari tempat yang aman untuk mereka bersembunyi.


"Malam ini kita bisa melakukan ini, dan ini!" ucap Jajang menerangkan stateginya, Jaka mengangguk faham dan akhirnya siang itu setelah sholat dzuhur Jajang dan Jakapun beristirahat dan tertidur.


Terlihat siluet jingga melintas di katulistiwa lengkung kemerahan itu nampak menawan saat di pandang, Jajang terangun dari tidurnya yang lantas membangunkan saudaranya Jaka.


"Jak bangun!" ucap Jajang lantas dia melihat celana Jaka yang mengacung dan sebuah cairan diatasnya.


Entah siapa pemeran wanita dalam mimpinya namun tebakannya lansung menjurus pada sosok yang kini membuat Jaka lepas konsen, siapa lagi kalo bukan Zahra.


"Jaka..!" teriak Jajang tepat di telinga Jaka yang sontak membuat pria itu terperanjat kaget dan membulatkan matanya, mengumpulkan semua nyawa yang masih tertinggal dalam mimpi indahnya.


"Jajang! kenapa?" tanya Jaka penuh amarah nampak peluh yang jatuh dari pelipisnya.

__ADS_1


"Feet... hahah.. kau terkejut Jak? mimpinya indah sekali ya!" sindir Jajang dan sontak Jaka melihat daerah kepemilikannya yang basah.


"Heheh... tau aja!" ucap Jaka nyengir kuda, membuat Jajang lagi lagi terkekeh melihat kelakuan saudaranya itu.


"Ayo mandi dulu! taku bawa sial kalo masih punya adus!" ucap Jajang, Jaka menjawab dengan anggukkan, di sore dengan warna jingga mendominasi itu Jajang dan Jaka berada di sebuah sungai yang amat besar.


Keduanya melakukan mandi besar, dan sholat maghrib berjama'ah, mereka berdo'a setelahnya untuk kelancaaran rencana dan rancangan mereka.


Mereka berdua berharap semua yang mereka rancang akan berhasil, dan membuahkan hasil yang memuaaskan.


Meski persiapan mereka terlihat saangat sederhana namun benda benda yang mereka bawa mampu membunuh satu tugu kerajaan, racun yang mereka bawa amat mematikan hingga keduanya sendiri kini tidak merasakaan khawtir yang terku dalam.


Sorepun berlalu dan malampun tiba dengan cahaya redup rembulan di tanggal tua, kini Jajang dan Jaka nampak saling menatap dan mmengangguk setelahnya.


"Siap?" tanya Jajang, yang sontak di anggiki Jaka.


Mereka berudapun memulai rencana mereka di malam gelap itu dan melakukan rebtetan rencana yang telah tersusun.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2