
Dear Him •
• Episode 1 •
Kenalin, aku Driana Cahya Permana. Biasa di panggil Driana. Hari ini adalah hari pertama aku masuk sebagai murid baru di SMA 5 Bandung.
Aku memang anak baru, tapi aku melewati hari pertama ku dengan lumayan baik. Aku satu sekolah dengan sepupu ku, Bulan.
Aku berteman baik dengan pacarnya Bulan, yaitu Bintang. Walaupun begitu, aku baru berteman dengan Bintang awal-awal...
Ini kisah ku, saat aku dekat dan kenal dengan seorang anggota geng motor pacarnya Bulan, yaitu geng motor ANGKASA RAYA.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
SMA 5, kelas 10-1.
Aku masuk ke dalam kelas dan meletakkan tas ku. Haah... Bulan berada di kelas 10-5 dan kelasnya Bintang adalah kelas 10-4
Aku memilih untuk duduk di belakang dan dekat jendela. Setelah memastikan bahwa jam masuk masih lama, aku mengenakan headset milikku dan mendengarkan musik.
Tiba-tiba kursi di sebelah ku ditarik oleh seseorang, membuatku langsung menoleh. Seorang cowok tinggi, dengan rambut coklat dan mata biru tua kini menatapku.
" Di sebelah lo kosong kan? " Cowok itu bertanya padaku dan aku mengangguk.
Saat pelajaran di mulai, pak guru langsung menegur cowok di sampingku.
" Kamu bukannya Keandre dari kelas 11-3 ya? Kenapa kamu disini? " Tegur pak guru. Dia kelas 11-3 toh... Wait, dia kakak kelas?! Apa yang kakak kelas lakukan di sini?!
" Maaf Pak, saya disini bentar aja, ya? Bentar lagi saya perlu belajar materi kelas 10 pak... " Ucap cowok itu banyak alasan. Akhirnya pak guru memperbolehkan cowok di samping ku untuk tetap disini dan melanjutkan pelajaran.
Saat istirahat, sepanjang perjalanan menuju kantin, aku menceritakan hal itu ke Bulan.
" Hahaha... Tanya dong kenapa dia gitu... Terus gimana? " Bulan terlihat antusias ke cerita yang baru saja ku ceritakan padanya.
Aku, Bulan, dan juga Bintang, nongkrong di kantin sembari mengobrol. Dan tiba-tiba cowok tadi pagi datang ke arah kami.
" Eh... Kakak kelas yang tadi pagi? " Batin ku.
" Bulan, Bintang, aku ke toilet dulu ya... " Ucapku dan beranjak menjauhi mereka.
Bintang POV :
Gue ngobrol santuy sama Bulan, hingga gue liat seorang cowok tinggi datang menghampiri meja gue.
" Sorry jarang ngumpul... " Ucap nya sembari duduk di kursi sebelah gue.
" Iya gak apa. Btw elu selama ini kemana aja? Kok baru nongol? " Gue menyahut sembari mendorong pelan cowok di sebelah gue ini.
__ADS_1
" Sorry deh, eh iya kemana yang lain? " Dia kini menepuk kuat bahu gue, untung aja gue gak jatoh dari kursi gara-gara tepukan dia yang kuat...
Namanya Keandre. Dia sahabat gue yang pertama termasuk Fadel. Karena dia dan Fadel, ANGKASA RAYA berkembang menjadi geng motor yang terkenal se-kota Bandung.
" Oh iya, ini siapa? " Keandre melirik kearah Bulan yang juga heran, siapa cowok di depannya.
" Namanya Bulan, dia udah punya gue, jadi jangan di embat ya Dre... " Gue berbisik pelan, sedangkan yang gue bisikkin tertawa geli mendengar ucapan gue.
Back to Driana :
Aku berjalan kembali ke kantin, dan aku melihat cowok tadi pagi masih ada di sana.
" Ayo Driana... Gak apa-apa. Walaupun kakak kelas, tapi gak apa-apa kok. Kalau kamu kenapa-napa juga kan ada Bintang... " Batin ku sembari berjalan ke arah mereka. Entah mengapa aku sedikit takut kalau bertemu dengan kakak kelas apalagi ini hari pertama ku.
" Bulan, boleh bantuin gak? Aku di minta bawain buku paket ke kelas aku. Tapi bukunya banyak banget, boleh ya Bulan? Please... " Ucapku dan akhirnya Bulan mau, yeay!!
Bintang POV :
Setelah Bulan dan Driana pergi, gue gak sengaja liat Keandre menatap Driana dengan sikapnya yang tiba-tiba senyum-senyum sendiri. Dan tiba-tiba tersadarkan dengan kedatangan ANGKASA RAYA yang langsung duduk di kursi kantin gue.
" Napa Dre? Kok senyum-senyum sendiri? " Asia yang baru aja sampai, melambaikan tangan di depan nya, tapi tanpa di duga Keandre langsung membanting Asia.
" Ouchh!! Sakit banget... Woy, gue baru dateng!! Langsung di banting... " Asia meringis sembari menatap Keandre yang masih senyum-senyum.
" Siapa cewek tadi? "
" Cewek yang tadi baru dateng. Yang ngajak pacar elu... " Kean tersenyum sembari menatap gue.
" Oh yang bareng sama Bulan tadi ya! " Eropa menyahut, sedangkan Kean mengangguk pelan.
" Namanya Driana, Driana Cahya Permana kalau gak salah! " Mars juga ikut-ikutan menyahut.
" Umur nya? Hobi? Kelas? " Tanya Kean lagi.
" Kalau gak salah dia lahir 2009, beda setahun dari elu. Hobi nya... Katanya sih baca buku. Kalau kelas nya... Kelas 10-1. " Kini Rey yang menjawab pertanyaan itu. Seketika di belakang kami terasa ada aura yang menyeramkan.
Langit yang tadi datang sembari memainkan pensil, kini mematahkan pensil di tangannya. Langit tersenyum kearah kami sembari berkata...
" Iya, namanya Driana Cahya Permana. Ada apa nih, Kean? Sampai tanya nama, umur, hobi dan kelasnya? " Langit langsung tersenyum menyeramkan, membuat kami tak bisa berkutik lagi.
" Emang kenapa sih Lang? Kok elu kayak gini? Elu suka sama Driana? " Kean langsung menyeletuk membuat Langit semakin tersenyum.
" DIA SODARA GUE... GUE YANG HARUSNYA TANYA, KENAPA ELU KAYAK GINI? " Langit masih menunjukkan senyum menyeramkan miliknya dan membuat Kean hanya terdiam.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Back to Driana :
__ADS_1
Aku dan Bulan hendak kembali ke kantin, dan kami melihat cowok tadi pagi masih ada di sana, dan kini ia menatapku?!
Terlebih kulihat di meja itu kini penuh dengan cowok-cowok yang kelihatannya adalah teman-temannya Bintang? Ahhh banyak banget cowoknya!!!
" Bulan!! " Bintang langsung berlari kearah kami dan langsung memeluk Bulan.
" Berat gak bukunya? Harusnya gue yang bantuin Driana, bukan elu... Sorry ya, ada yang sakit gak tangan lo? " Bintang kini menatap Bulan khawatir. Dasar bucin...
Setelah istirahat, saatnya pemilihan ekskul di aula. Aku sendiri yang mendaftar, karena Bulan dan Bintang gak mau ikut organisasi apapun. Akhirnya aku memilih untuk ikut PMR dan di terima. Aku bisa latihan sepulang sekolah.
~ Pulang Sekolah ~
Aku dan anggota PMR lainnya sudah kumpul di aula.
" Baiklah, supaya memudahkan maka kita akan membuat tim. Satu tim terdiri dari 3 orang. Saya sebutkan ya... " Ucap kakak senior itu.
Aku satu tim dengan salah satu kakak kelas ku, kelas 11 dia. Kata senior nya, satu anggota tim ku lagi izin bakal ikut besok karena ada acara.
Setelah 2 jam kami latihan dan kenalan, akhirnya kami bisa pulang. Aku menatap kakak kelas yang kini menjadi rekan satu timku.
Kakak kelas itu tinggi, rambut hitam kecoklatan nya disisir ke depan, warna mata nya coklat kehitaman, membuatnya tampak misterius.
Aku masih menatapnya, dan dia langsung menatapku balik dengan sangat singkat.
" Apa? " Tanya nya singkat.
" Mau kenalan kak... Boleh kan? " Aku mengulurkan tanganku pelan.
" Oh... Gue Fadel. Kelas 11-3. Elu? " Kak Fadel menjabat tanganku dan tersenyum singkat padaku. Cuma di kasih tau nama depan (?) ya oke deh...
Terlihat senyum Kak Fadel tidak tulus, seperti senyum yang terpaksa.
" Driana, Kak... Driana Cahya Permana... Kelas 10-1..." Ucapku tersenyum ke Kak Fadel, sedangkan yang ku beri senyum itu memalingkan wajahnya.
" Elu pulang sama siapa? " Kak Fadel menatap kearah langit yang mendung itu. Baru saja aku berpikir akan hujan, rintik hujan turun perlahan.
" Sama kakak aku, kak... Tapi belum di jawab bakal jemput apa enggak... " Ucapku sembari masih menunggu chat balasan dari kakakku, Langit. Lama banget dia jawabnya!!
" Gue anter mau? Bilang aja ke kakak lo kalau elu di anter temen. Hujannya makin deres, ntar elu kelamaan nunggunya dan bakal kehujanan. " Ucap Kak Fadel. Belum sempat aku menjawab, Kak Fadel langsung menuju ke parkiran dan mengambil motornya secepat kilat.
" Naik sini... Kasih tau, rumah lo di mana. Gue anter... " Ucap Kak Fadel sembari memberikan helm kepadaku.
" Eh? Ini... Gak apa-apa, Kak? " Aku menatap Kak Fadel ragu. Aku baru kenalan dengan Kak Fadel, tapi dia sudah menawarkan tumpangan padaku?
" Kalau jadi masalah bagi gue, ya gue gak bakal nawarin elu. Ayo naik, sebelum gue berubah pikiran... "
" Hehehe makasih Kak Fadel... " Ucapku pelan dan menaiki motor sport miliknya itu.
__ADS_1