Dear Him

Dear Him
4.4


__ADS_3

• Dear Him •


• Episode 4 •


Hari pertama menjadi asisten Kak Fadel... Benar-benar menyebalkan!!! Baru pagi sudah minta aneh-aneh.... Walaupun aku di jemput dan di anter sama Kak Fadel, tapi nyebelin banget di sekolah!!! Aku mending di suruh suruh sama Kak Langit deh, minta nya masih yang gampang...


" Asisten, tolong bawain tas gue ke kelas ya... Meja gue yang pojok paling belakang deket jendela yang mengarah ke jalan raya... " Ucap Kak Fadel sembari memberikan tas ransel berwarna hitam miliknya kepada ku.


" Bawa sendiri dong kak, tas elu kan berat!! "


" Oh sorry? Siapa yang buat tantangan ya?? Elu, kan? Jadi ya gue bebas dong mau nyuruh elu ngapain juga... " Kak Fadel melenggang di sampingku, hingga ia berbalik kembali.


" Dan juga, gue mau ketemu ama ANGKASA RAYA. Jadi gue sibuk. Elu bawain tas gue ke kelas dan meja gue, terus elu ke aula ya... "


" Ih!! Nyebelin!! " Gerutu ku setelah Kak Fadel berjalan menjauhi lorong kelas.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Kelas 11-3, aku langsung masuk sembari permisi dan meletakkan tas milik Kak Fadel ke kursi miliknya.


" Eh, Driana? " Tanya seseorang. Aku seketika menoleh, terlihat kakak kelas yang pernah duduk di sebelahku dan juga pernah menabrak ku secara tak sengaja, tengah berdiri tepat di belakang ku.


" Eh halo Kak... " Gumam ku pelan.


" Hahaha, kita belom kenalan ya... Panggil aja Keandre atau Kean... " Ucap Kak Kean. Aku hanya bisa tertawa canggung. Sementara Kak Kean menatap tas yang baru saja ku letakkan di kursi.


" Gue denger-denger dari anak ANGKASA RAYA, kalau elu di hukum sama Fadel ya? Jadi asisten katanya? Gue kira boongan, eh beneran ternyata.... " Kak Kean tertawa pelan. Oke, Kak Kean juga fiks anggota ANGKASA RAYA yang kemaren Langit, Rey dan juga Bintang omongin.


" Hehehe iya kak... " Gumam ku pelan, kulihat Kak Kean berdehem kemudian lanjut bicara.


" Fadel emang gitu orang nya, jadi bawa santai aja. Elu bisa cerita ke gue kok... " Kak Kean tersenyum kepada ku. Kok beda banget dari Kak Fadel yak?! Dan lagi perasaan anggota ANGKASA RAYA yang lain gak ada yang sifatnya kayak Kak Fadel.


Asli, cuma Kak Fadel doang yang beda! Udah sok kulkas, sombong, suka nyuruh-nyuruh, asli cuma Kak Fadel doang yang gitu di antara ANGKASA RAYA!!!

__ADS_1


" Fadel cuma mau jail sama elu. Dia emang gitu, kalau elu udah akrab sama Fadel elu pasti bakal hafal kok dia gimana sifatnya. Gue juga waktu awal-awal di jailin kayak gini sama Fadel... "


" Hehehe iya kak... "


Di kelas ku, aku langsung mengirim chat ke Kak Fadel dan di jawab dengan telepon?! Why?! Aku kan mau nya lewat chat!! Ah, wes sakarepmu*


*dahlah, terserah kamu (bahasa Jawa, sorry kalo salah arti atau kata-kata)


" Kak, gue udah taro tas elu di meja ya. " Aku menjawab sembari menatap ke arah parkiran khusus ANGKASA RAYA yang berada tepat di bawah kelasku dengan para anggota ANGKASA RAYA yang sedang nongkrong di sana.


" Udah? Makasih banyak, asisten... Oh iya nanti temuin gue di aula ya, pas istirahat aja. Makasih lagi ya asisten... " Kak Fadel menatapku kemudian menutup teleponnya.


" Ngeliat apaan kamu? " Ravel, seorang cowok yang merupakan ketua kelas menepuk bahu ku sembari melongo, mencari apa yang kulihat.


" Gak ada apa-apa. Liatin apaan dah? " Ravel protes, walaupun begitu aku biarkan saja.


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Fadel POV :


Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba seorang perempuan langsung datang menghampiri kami.


" Fadel, Bintang, kalian semua... Aku cariin dari tadi lho!! Ternyata kalian disini ya... " Seorang cewek sok cantik datang menghampiri kami.


" Ck, dasar sok cantik... Lebih cantik Bulan sama Driana... " Gue berucap dalam hati, wait? Kenapa Driana gue sebut juga?! Fadel sadarlah!! Elu napa gini?! Gila lo, cewek macem Driana lo bilang cantik?!


" Pergilah, kita gak ada urusan sama elu... " Kami semua berucap serentak. Cewek ini sudah nempel ke kami sejak ANGKASA RAYA terkenal. Dan tebakan gue, cewek ini cuma mau berteman dengan salah satu dari kami supaya bisa pamer ke orang lain.


" Ayolah, aku kan khawatir sama kalian... " Ucap cewek itu yang sekarang langsung nempel ke Langit.


Tiba-tiba sebuah tas ransel terbang dan menimpa kepala cewek itu.


" Driana?! "

__ADS_1


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Back to Driana :


Aku hendak ke aula sembari membawa tas ransel milik Kak Fadel, berat banget tas nya.. Emang tas nya isi apaan sih?! Batu? Lagian kalau dari awal tas nya mau di bawa ke aula, kenapa gak bilang dari tadi?!! Bikin aku jadi bolak-balik deh, nyebelin banget kakak kelas satu ini...


Katanya kumpul pas istirahat aja, kenapa tiba-tiba chat aku terus minta aku bawain tas nya ke aula?!


Aku menggerutu terus menerus sampai tiba di aula. Saat aku hendak masuk, aku tak sengaja melihat seorang cewek berdiri di depan para anggota ANGKASA RAYA. Awalnya aku biasa saja, tapi... Cewek itu menghampiri Langit?! What the....


Tanpa aba-aba aku langsung masuk dan melempar tas ransel milik Kak Fadel yang berat luar biasa kearah cewek itu.


Buakkk!!


Suara nya sangat kencang. Terlihat Kak Fadel dan yang lain terkejut melihat ku.


" Driana?! "


Aku langsung berdiri di dekat mereka.


" Kamu, mereka udah bilang kan kalau mereka gak ada urusan sama kamu? Kenapa kamu maksa banget? " Ucapku sembari menatap cewek yang kini memegang kepalanya.


" Lo!! Emang elo siapanya mereka?! " Cewek itu menatapku kesal. Hah?! Siapanya mereka kata lo?!


" Gue saudara dari salah satu anggota ANGKASA RAYA ini. Kenapa emang? " Aku masih menatap cewek itu yang terlihat terkejut.


" Alasan sebenarnya gue nolongin, pertama karena gue gak mau sodara gue kenapa-napa. Dan kedua, gue gak mau liat Kak Fadel deket sama cewek lain... " Gumam ku pelan. Wait... Kak Fadel? Kenapa aku mikirin dia sih?! Kan alasan aku nolongin cuma karena Langit!!


Driana, sadarlah!! Masa kamu mikirin kakak kelas yang menyebalkan itu!! Argghhh!!!


Kulihat cewek itu langsung di tahan oleh ANGKASA RAYA. Setelah kami semua mata-matai cewek itu, ternyata cewek itu disuruh untuk mata-matai ANGKASA RAYA untuk ALDEKAR??


" Baiklah, pergilah dan jangan muncul di hadapan kami lagi! " Kami semua berseru dan cewek itu pergi.

__ADS_1


" Cewek itu.... Suruhan ALDEKAR? Ck, licik juga ya mereka... " Semua anggota ANGKASA RAYA menggumamkan hal yang sama, yaitu ALDEKAR.


Siapa sebenarnya ALDEKAR? Musuh mereka?Rival? Atau apa? Hanya hal itu yang kini memenuhi pikiranku...


__ADS_2