
Beberapa hari berlalu,
Aku kini berada di markas ANGKASA RAYA, dengan Abim, Samu, Bobi, Galen, Kak Alden dan Kak Anta duduk di sebelah ku.
" Cieee, kita punya ibu bos sekarang.. " Goda Galen, Samu dan Abim. Membuatku sedikit tersenyum malu.
" Apaan si, Len, Sam, Bim... Bu bos, panggilan macam apa itu.. "
Kak Laskar, Kak Raga, serta Kak Rafael muncul, membuat kami semua, para anggota ANGKASA RAYA menatap mereka.
" Ada apa, Kar? Rag? "
Kak Fadel yang baru saja datang langsung menatap mereka. Sedangkan Kak Laskar, Kak Raga dan Kak Rafael saling tatap menatap sebelum mereka menjawab.
" Gue mau buat ANGKASA RAYA dan ALDEKAR bersatu lagi. Terlebih ALDEKAR sekarang punya ketua baru. Gue, Raga, Arya, dan Rafael udah sepakat buat mempersatukan ANGKASA RAYA dan ALDEKAR seperti dulu lagi. "
Kak Laskar menjelaskan panjang lebar. Setelah selesai, Kak Fadel menatap Kak Kean kemudian berjalan menghampiri Kak Laskar, Kak Raga dan Kak Rafael.
" Gue mau kayak gitu. Tapi, pas kalian berdua merintah, ANGKASA RAYA dan ALDEKAR terpisah menjadi seperti sekarang karena masing-masing memiliki kemauan dan tujuan yang berbeda, kan? "
Kak Laskar, Kak Raga, Kak Rafael, dan seluruh anggota ANGKASA RAYA yang mendengarkan hal itu memasang wajah heran.
" Kalo ANGKASA RAYA dan ALDEKAR disatukan lagi, cepat atau lambat, keduanya akan terpisah lagi karena memiliki tujuan yang berbeda. "
" Gue rasa, lebih baik seperti sekarang. Tetap terpisah, ANGKASA RAYA ya ANGKASA RAYA. ALDEKAR ya ALDEKAR. Tapi keduanya bukanlah musuh atau rival, tetapi sahabat. "
Semuanya tersenyum ketika mendengar perkataan Kak Fadel. Aku juga, tak kusangka Kak Fadel akan mengatakan hal itu.
" Yeah, bagaimana El? " Kak Laskar menatap Kak Rafael yang berdiri di sebelahnya dengan senyum tersungging di bibirnya.
" Yeah, itu ide bagus. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
ANGKASA RAYA dan ALDEKAR, dua geng motor terkenal di Bandung yang pernah menjadi satu, terpecah dan menjadi musuh, kemudian menjadi teman lagi. Kedua geng itu tidak akan bersatu, tapi tak akan bertengkar dan saling bertarung.
__ADS_1
Pemimpin baru ALDEKAR adalah Angkasa Cravael Antariksa, seorang siswa SMP yang kebetulan sepupu nya Mars.
" Lho, Angkasa?! Lo jadi pemimpin ALDEKAR?! KOK BISA?! " Mars nampak terkejut ketika melihat sepupu nya itu datang bersama Kak Rafael dan memperkenalkan Angkasa sebagai ketua ALDEKAR.
" Gue sebagai perwakilan ALDEKAR, ingin menyatakan damai dengan ANGKASA RAYA dan menjalin hubungan persahabatan lagi dengan kalian. "
Kak Rafael mengulurkan tangannya, kemudian di sambut oleh Kak Laskar yang menjadi perwakilan ANGKASA RAYA.
" Gue sebagai perwakilan ANGKASA RAYA, menerima pernyataan damai kalian dan menerima hubungan persahabatan antara ANGKASA RAYA dan ALDEKAR. "
Semuanya tersenyum, ANGKASA RAYA dan ALDEKAR kini tak akan menjadi musuh lagi. Tetapi menjadi teman, aku tersenyum melihat hal itu.
" Awas kalo lo nyerang ya, Kasa!! " Mars menatap sepupu nya yang masih SMP itu, Angkasa mengangguk pelan.
" Gue gak bakal nyerang kecuali lo nyerang duluan, Mars. "
" Bagus. "
Kami tertawa melihat kelakuan mereka berdua. Hubungan antar geng itu semakin hari semakin membaik. Kami sering hang out bersama, bahkan berkumpul bersama.
Di halaman belakang markas ALDEKAR dan ANGKASA RAYA, terpajang patung Merah. Sosok yang ANGKASA RAYA dan ALDEKAR anggap sebagai pembawa damai antar kedua geng itu.
Kami semua sering menghampiri makam Merah, hanya bisa mendoakan dia bahagia di sana. Hubungan ku dengan Kak Fadel semakin erat. Begitu juga dengan Bulan dan Bintang.
Jujur, aku tak mengira aku akan berpacaran dengan Kak Fadel yang terkenal dengan sikap dinginnya ke siapa saja itu. Tapi, itu terjadi..
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Ketika kami semua lulus SMA, di waktu yang berbeda tentu saja, Kak Fadel hendak menyerahkan kepemimpinan ANGKASA RAYA pada Kak Kean. Tapi, Kak Laskar memberi saran agar mempertahankan kepemimpinan nya sampai ia lulus kuliah, dan Kak Fadel menyetujuinya.
Suatu ketika di markas ANGKASA RAYA,
" Weh, lo di univ mana bro? " Abim, Samu, Galen dan Bobi merangkul Bintang, sedangkan yang di rangkul hampir terjengkang.
" UI. "
__ADS_1
" UI di mana? "
" Depok. "
" Pindah kota bosss... "
Aku menggelengkan kepala melihat kelakuan Abim, Samu, Galen dan Bobi, hingga mereka berempat menghampiri ku.
" Nona bos keterima di univ mana nihhh? "
" Aku keterima di Bogor sih, jadi pindah kota juga... Aku di, IPB. "
Kak Fadel yang tiba-tiba muncul langsung merangkul ku.
" Lo gak pernah kasih tau gue kalo lo mau ke Bogor juga. "
" Biar satu univ sama kakak donggg... "
Semuanya menatap kaget Kak Fadel dan aku. Semuanya membelalak kaget.
" FADEL KE ITB?!! "
Kak Kean langsung berjalan mendekat kemudian menghampiri Kak Fadel.
" Bro, lo kan janji bakal ke ITB bareng... "
" Sorry deh bro, gue gak jadi ke ITB. Jadinya ke IPB. "
Masing-masing, satu persatu dari para anggota ANGKASA RAYA tersebar kemana-mana. Ada yang di Bogor, Depok, Yogyakarta, Surabaya, bahkan ada yang tetap di Bandung.
Walaupun begitu, walaupun kami semua terpencar dan sibuk dengan urusan universitas masing-masing, tapi kami tetap satu. Kami tetap berkomunikasi. ANGKASA RAYA akan selalu bersama, tak peduli seberapa jauh kami terpisah.
" Telepon kami, dan kami akan langsung kesana. " ucap para anggota ANGKASA RAYA termasuk Kak Fadel ketika aku memilih pergi ke Bogor terlebih dahulu.
" Aku pegang kata-kata kalian. "
__ADS_1
• Dear Him •
• The End •