
" Tapi sebelum cerita, menurut lo Fadel orang nya kayak gimana? "
" Ya menurut aku sih, Kak Fadel orang nya cuek, gak pedulian, ya gitu sih yang negatif nya. " Aku menatap Kak Kean lekat-lekat dari spion.
" Yap, tepat sekali. Tapi tau gak? Dulu si Fadel gak kayak gini. Beda banget. "
" Eh? Maksud kakak? "
" Dia benci sama orang tua nya, karena dari kecil dia udah di tinggalin sama orang tua nya, gue kenal sama dia pun karena dia tinggal di rumah gue. " Kak Kean memulai bercerita. Jujur, hal ini membuatku semakin penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi?
" Yeah karena hal itu sifat dia berubah. Karena kebetulan orang tua gue kenal sama orang tua Fadel. Terus ya gitu, dia benci sama orang tua nya sekaligus benci sama dirinya sendiri. Coba deh kalo lo liat, pergelangan tangan dia. Pasti ada goresan. Ya dia selalu goresin tangan dia pake pisau atau apapun yang tajam buat lukain tubuh dia. "
" Gue berusaha tetep bareng dia terus biar dia gak lukain tubuh dia sendiri lagi. Tapi dia malah mabuk-mabukan. Makanya gue, Bintang sama yang lain memutuskan untuk buat ANGKASA RAYA ini. Setidaknya dia membaik. Dia gak sering lagi lukain tubuh dia walaupun masih. Dia juga udah gak mabuk-mabukan lagi. "
" Pas lo masuk ke SMA 5 dan udah akrab sama gue dan yang lain bahkan ke dia, dia ngerasa kalo elu itu ngerubah sifat dia perlahan. Makanya dia berusaha di deket lo biar sifatnya bisa berubah. "
Kak Kean mengakhiri ceritanya dengan menepuk pelan tanganku yang melingkar di pinggangnya.
" Driana, lo ada rasa kan ke Fadel? Menurut gue, cepetan bilang ke dia. "
__ADS_1
" Memang kenapa kak? Kenapa aku harus bilang cepat cepat ke Kak Fadel? Aku belum siap bilang ke Kak Fadel. " Aku hanya bisa menatap jalanan yang ramai dengan suara klakson dimana-mana.
" ALDEKAR, geng motor musuh kami punya niat nyulik lo. Sekarang Fadel lagi pusing dan nyari cara supaya lo aman. Dia gak mau lo ada di tangan ALDEKAR, terlebih setelah ALDEKAR tau beberapa anggota nya menjadi bagian ANGKASA RAYA... " Kak Kean kini memberhentikan motornya dengan pelan di depan markas ANGKASA RAYA.
" Kita omongin lagi nanti, yeah intinya gitu. Yaudah, yok masuk! " Kak Kean kini merubah raut wajahnya sembari merangkul ku dan bersenandung pelan. ALDEKAR? Sepertinya aku pernah ingat nama itu di suatu tempat...
Aku dan Kak Kean masuk, terlihat Langit langsung memelukku tanpa aba-aba.
" Lang? Ada apaan nih? " Aku memeluk balik, awalnya biasa saja. Hingga aku merasa air mata perlahan jatuh dari pipinya.
" Lang? Kamu kenapa?! " Aku menyibak poni berwarna hitam yang menutupi wajah kakakku itu. Terlihat matanya sembab dengan tatapan khawatir menatapku. Ini pertama kalinya aku melihat Langit menatap ku dengan mata sembab.
Aku melihat seseorang mengirim chat ke Kak Fadel, berisi kata-kata bahwa dalam seminggu aku bakal ada di tangan mereka. Apa mereka ALDEKAR?
Langit memelukku erat, sembari berbisik pelan. Bisikan nya saja gemetar, kelihatannya dia benar-benar khawatir aku di culik ALDEKAR.
" Lo, harus jaga diri lo. Gak, lo harus bareng sama gue. Lo gak boleh sendiri, kemana pun lo pergi, gue bakal ikut.... " Langit masih bergetar ketika mengatakannya. Aku hanya bisa menatap wajahnya lagi.
" Iya Lang. Gue bakal bilang ke elu kalo mau kemana-mana. " Hanya hal itu yang keluar dari mulutku, tapi mungkin bagi Langit kata-kata ku barusan sedikit membuatnya tenang.
__ADS_1
ALDEKAR atau siapapun itu yang buat kakak gue nangis kayak gini, gue bakal hajar habis-habisan. Gak peduli lo nyerang gue bakal satu circle atau seberapa banyak. Gue bakal hajar lo!!!
Setelah Langit sedikit tenang, aku mengambil ponselku. Hendak menelepon teman ku, tapi seseorang mengirimkan chat padaku.
" Besok, datang ke alun-alun. Kalau tidak, kau dan teman-teman mu tidak akan selamat! "
Begitu kira-kira bunyi pesan nya. Nafasku tertahan. Jangan... Jangan melibatkan ANGKASA RAYA, apalagi Langit!! Aku gak mau hal itu terulang lagi...
Aku pun buru-buru memasukkan ponsel ku ke dalam saku lagi, khawatir ada yang membaca chat yang dikirim padaku.
" Apa yang harus gue lakuin? " Batinku. Aku benar-benar takut jika ANGKASA RAYA dan Langit bakal kenapa-napa.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Sementara itu di suatu tempat, terlihat seorang cowok sedang menatap pigura di meja nya. Di dalam pigura itu, terlihat Driana dan seorang cowok tengah berfoto bersama.
" Gue kangen sama lo, Driana. Cewek kayak lo gak boleh dekat sama cowok kayak Fadel. Cowok itu gak pantes sama lo. "
" Cuma gue yang pantes sama lo. Cowok kayak Fadel cuma mau manfaatin lo, cuma gue yang bisa bantu lo, Driana. "
__ADS_1