
Pulang sekolah, aku diajak oleh Bintang untuk ikut ke markas ANGKASA RAYA.
" Beneran gue boleh ngikut? Kan aku bukan anggota... " Aku menatap Bintang yang terlihat terkejut dengan ucapan ku.
" Apaan sih, elu kan anggota ANGKASA RAYA, Bulan juga. Elu harus ikut, ini suruhan pak ketu. " Bintang tersenyum pelan sembari berbisik.
" Pak ketu? Maksudnya Kak Fadel? Emangnya kenapa Kak Fadel nyuruh aku ikut? "
" Kamu gak tau? Dia... Uhuk... " Bintang tiba-tiba tersedak permen yang sedang ia kunyah.
" Eh?! Bintang!!! " Aku panik ketika melihat dia batuk-batuk akibat permen yang ia kunyah itu.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Akhirnya aku ikut dengan dibonceng oleh Kak Alden karena Kak Fadel dan Kak Keandre sudah berangkat duluan ke markas mereka.
" Awas jatoh kalau elu gak pegangan... " Kak Alden melirikku dari kaca spion.
" Eh, iya.... "
Kami berdua saling diam, hingga Kak Alden berbicara lagi.
" Peluk aja, gak usah ambil perasaan. Gue udah suka sama seseorang. Elu juga pasti lagi suka sama seseorang kan makanya takut buat pegangan di jaket gue? " Kak Alden menebak. Kok dia tau?!!
" Kok, Kak Alden tau? " Seketika seluruh tubuh ku terasa panas. Aku gak pernah kasih tau orang lain
" Keliatan jelas kok. Dan kayaknya orang yang elu suka, suka sama elu juga... " Kak Alden tersenyum, memperlihatkan gigi nya yang rapi dari kaca spion.
" Masa sih... Kayaknya dia gak tau kalau aku suka sama dia... " Aku bergumam pelan sembari memegang jaket Kak Alden yang berterbangan akibat angin yang berhembus kencang.
" Hahaha, kalau mau tau benernya sih coba aja tanya ke temen dia... Elu tau kan siapa yang gue maksud temennya? "
" Emang siapa? " Aku berpura-pura tak tau, tapi Kak Alden malah tertawa pelan.
" Hahaha... Keandre lah, siapa lagi? Coba aja tanya dia... "
Aku sejenak berpikir. Wait... Gimana dia bisa tau temennya orang yang kusuka itu Kak Keandre?!!!
" Kak Alden... "
" Hm? Kenapa? "
" Kakak cenayang ya? Atau dukun? " Aku menatap Kak Alden dari spion. Terlihat Kak Alden tertawa pelan lagi.
" Hahaha... Emangnya kenapa? "
__ADS_1
" Kok kakak tau temennya orang yang aku suka itu Kak Keandre? " Jujur, aku malu banget nanya hal ini!!
" Elu suka sama Fadel kan? "
Gimana dia bisa tau?!!!
" Hahaha... Kalau ada dia, kamu pasti natap dia terus... Keliatan woii... Hahaha... Walaupun aku baru beberapa hari di SMA 5, tapi keliatan kamu selalu natap dia tiap kumpul di kantin atau di aula... " Kak Alden tertawa lagi. Keliatan banget ya...
" Dia juga suka sama lo. Kenapa gue bisa bilang gitu? Karena pas kumpul, dia selalu gumamin nama lo. Dia khawatir elu bakal kenapa napa gara-gara temenan sama ANGKASA RAYA. " Kak Alden menjelaskan sembari memarkirkan motornya di sebuah halaman rumah yang besar.
" Udah sampai, yok turun. Yang lain udah di dalem, kita nya telat... " Kak Alden turun dari motor dan merangkul ku hingga masuk ke markas ANGKASA RAYA yang terletak di Dago itu.
Terlihat semua anggota ANGKASA RAYA tengah duduk di ruang tengah, meja ruang tengah dipenuhi dengan keripik, gelas teh, dan makanan ringan lainnya.
" Sorry gue sama Driana telat. Macet tadi... " Kak Alden meminta maaf sembari permisi masuk.
Rumah yang katanya merupakan markas ANGKASA RAYA itu benar-benar luas. Dinding nya bernuansa putih, televisi terpampang lebar di ruang tengah. Sekeliling ruang tengah kaca semua sehingga lumayan memudahkan untuk ku melihat kota.
" Alden, elu abis ajak Driana kemana cuy? Sampe telat 10 menit... " Kak Anta menyahut sembari fokus pada PlayStation (PS) yang kini berada di kedua tangannya itu.
" Diem lu. " Satu kata itu yang keluar dari mulut Kak Alden, seketika membuat Kak Anta diam.
" Udah deh, yok duduk. Sekalian bahas posisi masing-masing di sini. " Eropa menyahut. Kami semua duduk sedangkan ketiga panglima, Kak Fadel, Kak Kean, dan juga Bintang berdiri di depan kami.
" Gak, kalau bendahara jangan Rey atau Noah. Mereka gak bisa jagain duit yang dititipin. Yang ada duit nya bakal di pake buat nongkrong atau beli makan buat meng nya Rey... " Kak Fadel masih menatap judes Rey dan Noah. Terlihat tatapan kecewa di wajah Rey dan Noah dan tetap di balas dengan tatapan judes Kak Fadel.
Seketika Abim angkat tangan.
" Gue bisa jadi bendahara. Sebelumnya di ALDEKAR gue juga bendahara. Jadi gue jamin bakal aman sama gue. " Abim mengangkat tinggi tinggi jempol nya sembari tersenyum.
" Ya oke, Abimanyu bakal jadi bendahara. Bareng sama Langit ya. " Kak Fadel langsung menulis di sebuah buku yang dari tadi ia pegang.
" Sekretaris? Siapa yang mau? " Bintang menatap kami semua.
" Aldenatra sama Antariksa aja. Dulu mereka berdua yang jadi sekretaris di ALDEKAR. " Galen berseru, sementara Kak Alden, Kak Anta, Bobi, Samudra, dan Abim menatap tajam Galen.
" Oh ayolah! Kenapa gak megang sekretaris lagi aja, Anta, Alden? " Galen berseru, membuat dirinya masih di tatap tajam oleh Kak Alden dan Kak Anta.
" Gimana Alden? Gue sih ayo aja... " Kak Anta melirik Kak Alden yang masih memperhitungkan.
" Oke lah... Yang jadi sekretaris, gue sama Anta aja. Kita berdua udah pernah jadi sekretaris kok, selama gak ada yang keberatan... " Kak Alden menyahut.
" Oke, sekretaris Aldenatra sama Antariksa ya... " Kak Keandre memastikan lagi dan di balas dengan anggukan kepala dari mereka.
" Eropa, Asia, posisi kalian berdua tetep ya. Tukang cari informasi. " Kak Fadel menentukan, Eropa dan Asia terlihat mengangguk senang.
__ADS_1
" Rey, Noah, Agam, kalian bertiga juga tetep ya, yang cari informasi tentang segala sesuatu yang ada di sekolah... " Kak Fadel menatap Rey, Noah dan Agam yang sedang menyomot cemilan yang ada di meja tengah.
" Siap pak ketu... " Rey, Noah dan Agam serentak langsung hormat kearah Kak Fadel.
" Varo sama Mars juga posisinya tetep, jadi pengamat aja. Kalian udah cocok di posisi itu... "
" Siap laksanakan... " Varo dan juga Mars ikut-ikutan hormat kearah Kak Fadel.
" Driana, gimana kalau elu yang... Apa ya... Elu PMR nya kita, nah!! " Bintang berseru. Wait, PMR nya mereka? Maksud?
" Tugasnya PMR nya ANGKASA RAYA itu cuma paling kalau salah satu dari kita sakit, elu bisa kasih pertolongan pertama ya kayak gitu-gitu deh... Kalau lagi berantem, elu yang ngobatin. Gimana? Setuju gak? " Bintang menjelaskan dan menawarkan padaku.
" Eh?! Aku mau aja... Langit, boleh ya? " Aku menatap Langit, terlihat Langit menghela nafas panjang.
" Boleh aja, terserah lo. "
" Yeay, makasih Lang!! " Aku seketika memeluk Langit.
" Oke, sepakat ya semuanya... " Kak Fadel dan Kak Keandre memastikan
" Iya!! "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Setelah kami membahas tentang hal itu, semuanya sibuk bermain PS. Sedangkan aku sedang duduk di halaman belakang markas ANGKASA RAYA yang luas itu.
Angin sepoi-sepoi menerbangkan rambutku, seketika sebuah telapak tangan menepuk pundak ku sangat kencang, membuatku terkejut.
" Hiiiiiiiiii!!!! " Aku bergidik dan seketika melirik ke belakang. Terlihat Kak Kean tertawa melihat reaksi ku.
" Hahaha kaget ya? Sorry deh... "
" Ih Kak Kean bikin kaget tau!!! "
" Abisnya kamu gak ada di dalem. Yaudah, gue kesini aja. Pada sibuk main PS... "
" Kenapa Kak Kean gak bareng? " Aku menatap wajah Kak Kean yang kini sedang memotret pemandangan kota menggunakan kamera digital miliknya.
" Bareng apa? Main PS? Gak ah, ntar aku kalah dari Fadel. " Kak Kean tertawa pelan kemudian kembali memotret pemandangan lagi.
" Kak Kean, aku boleh tanya gak? "
" Tanya apa? " Kak Kean menatapku. Kamera yang sedari tadi ia pegang, kini ia letakkan di meja yang ada di halaman itu.
" Kalau boleh tau, siapa nama panjang Kak Kean dan Kak Fadel? "
__ADS_1