Dear Him

Dear Him
2.2


__ADS_3

• Dear Him •


• Episode 2 •


Aku terbangun di hari sabtu pagi, dengan kicauan burung bersahutan. Aku langsung menatap keluar jendela, hingga ponselku bergetar. Kak Fadel? Kenapa telepon ya? Aku pun mengangkat telepon ku sembari membuka jendela kamarku.


" Halo Kak Fadel? Ada apa? " Sejenak tak ada sahutan dari seberang, hingga terdengar suara berat Kak Fadel.


" Elu lagi di mana?! Gue udah tunggu di alun-alun dari jam 7.00. Katanya mau ngerjain tugas PMR kita hari ini? Gak jadi? " Kak Fadel menyahut. Tugas PMR? Alun-alun? Aduh aku lupa!! Aku lupa ada janji ngerjain tugas PMR bareng Kak Fadel!!


Aku otomatis melihat jam, sudah jam 8.00!! Tidak!!! Aku lupa aku ada janji ke Kak Fadel!! Mana telat satu jam, tidak!!!


" Eh maaf kak... Maaf, aku beneran lupa... Aku kesana sekarang... " Ucapku tapi Kak Fadel langsung memotong perkataan ku, membuatku sedikit lebih tenang dari panik ku barusan.


" Udah, gue yang ke sana... Elu siap-siap aja, gue yang ke tempat lo. " Ucap Kak Fadel dan langsung menutup ponselnya. Duh, aku ngerasa gak enak sama Kak Fadel...


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Setelah selesai mandi dan bersiap-siap, aku langsung minta izin ke orang tua Bulan karena kebetulan aku tinggal di rumah nya Bulan.


" Eh, Driana kamu mau kemana sabtu sabtu begini? " Tanya tante Venia, bunda nya Bulan.


" Om, tante, Driana pergi dulu ya... Aku lupa ada janji sama temen, Driana pergi dulu... " Ucapku dan beranjak pergi. Seketika Kak Hari, yang merupakan kakaknya Bulan menghalangi ku.


" Mau ku antar? " Ucap nya sembari menunjukkan kunci mobil yang kini berada di tangannya.


" Terima kasih Kak Hari, tapi tidak usah. Aku pakai grab aja... " Ucapku sembari mengenakan sendal gunung milikku.


" Mau aku telepon Langit? Biar kamu di antar jemput dia? " Bulan menatapku khawatir. Oh astaga, mana mungkin Langit mau mengantarku terlebih setelah tau aku tidak tepati janji dengan temanku...


" Tak usah... Aku pergi ya.. "


" Hati-hati di jalan, Driana!! "


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Aku memutuskan untuk menunggu Kak Fadel di taman komplek dekat rumahku, supaya aku tau dia di mana.


" Kak Fadel di mana ya? Mendung lagi pula... " Gumam ku. Baru saja di bilang cuaca mendung, hujan perlahan turun dengan deras.


" Gawat, gak mungkin aku balik ke rumah lagi... " Aku memayungi ku dengan tas kecil milikku.


Tiba-tiba sebuah payung menaungi diriku. Seketika aku menoleh ke belakang, terlihat Kak Fadel yang sedang berdiri di belakang ku dengan membawa payung dan memayungi ku.


Aku tak bisa bergerak bahkan hanya untuk bicara, sangat sulit rasanya untuk berbicara. Kulihat baju Kak Fadel basah kuyup karena ia hanya memayungi diriku saja tanpa memayungi dirinya sendiri.


" Eh... Kak Fadel... " Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku.

__ADS_1


" Elu gak apa? Kalau kayak gini sih, mau gimana lagi kayaknya kita tunda aja kerjain tugas PMR nya. " Ucap Kak Fadel. Hujan semakin turun dengan deras, membuat rambut acak-acakan Kak Fadel seketika jadi basah luar biasa.


" Dah lah, elu lama-lama kayak gini bisa-bisa tangan gue sakit gara-gara megang payung mulu buat elu... Kita ke sana aja... " Kak Fadel menunjuk ke sebuah pos sekuriti di dekat sana.


Kami berdua duduk di sebuah pos sekuriti di sana. Beruntung tak ada orang di sini, kalau ada orang pasti seseorang itu akan berpikir yang aneh-aneh tentang hal ini.


" Maafin aku, Kak... Aku beneran lupa kita ada janji... Maafin aku ya, Kak... " Ucapku pelan sembari menatap Kak Fadel. Raut wajahnya menatap hujan yang turun dari langit, sembari bergumam.


" Ya, tak apa. Lagipula tugas PMR masih bisa di sekolah... Atau... Kalau elu mau tetep ngerjain tugas nya hari ini... Gimana kalau di rumah gue? " Kak Fadel langsung melirik ku. What?! Di rumah Kak Fadel?! Kenapa tiba-tiba?!


" Eh? Boleh gitu kak? Takutnya ganggu keluarga kakak, lagian ini hari sabtu... Pasti rumah kakak rame, senin aja deh kalau gitu. Kerjain pas istirahat atau kapan gitu, toh masih lama tenggat kumpulin nya.. " Ucapku, Kak Fadel langsung mengenggam tanganku sangat kencang dan menarik ku ke arah motornya.


" Hari ini juga gak masalah. Keluarga gue pergi semua, jadi di rumah cuma ada gue. Pas sampai rumah gue, lo boleh numpang mandi. Masa elu pulang ke rumah elu sendiri basah kuyup... Yok.. " Kak Fadel memberikanku helm dan kami menerobos hujan, menuju ke rumah Kak Fadel.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Sesampainya di sana, aku menatap kagum rumahnya. Rumahnya benar-benar rapi, bersih, dan lumayan luas. Gak penuh dengan barang-barang seperti rumah ku :)


" Duduk aja dulu... Gue ambil buku punya gue dulu... " Kak Fadel beranjak pergi meninggalkan ku di ruang tamu.


Fadel POV :


Gue masuk ke dalam kamar kemudian mengambil buku catatan yang gue taro di meja. Hingga ponsel di atas kasur bergetar, pertanda ada telepon yang masuk. Gua langsung mengangkat telepon itu.


" Napa Kean? " Gue menelepon sembari mengambil buku catatan yang perlu gue ambil.


" Ck, napa sih? Kalau gak penting gak usah telepon... " Gue mengancam sembari hendak menutup telepon nya.


" Wait wait wait!!! Gak sabaran amat elu, Del... Senen elu sekolah kan? "


" Napa emangnya? "


" Gak, ANGKASA RAYA ngajak kumpul pas senen pulang sekolah. Di tempat biasa kalau kita kumpul di markas... "


" Oh... Ini Bintang yang bilang, atau elu ngarang bebas? "


" Bintang cuy!! Gak percaya amat deh... Kata Bintang ini mah, bukan gue yang ngarang... "


" Ya ya ya, senen kan? Kalau gitu jangan telepon gue lagi. Bye. " Gue langsung menutup telepon dan keluar kamar.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Back to Driana :


" Sorry agak lama, ada yang nelpon tadi... " Kak Fadel datang sembari membawa banyak buku.


" Banyak amat, kak... Kan tugas kita cuma nulis sejarah PMR... "

__ADS_1


" Gak apa. Dah ah, belajar yuk. "


Aku dan Kak Fadel pun belajar dan mengerjakan tugas. Bahkan bercanda dan makan bareng di rumah Kak Fadel.


Sebelum nya, aku kira susah buat akrab sama Kak Fadel. Aku juga mengira Kak Fadel itu dingin, cool, gak peduli an dan semacamnya. Setelah aku satu kelompok dengannya, dan aku mengenalnya. Ternyata Kak Fadel orang nya baik, ramah, dan hangat. Walaupun sikapnya masih cool, tapi gak seperti yang aku duga.


Setelah selesai mengerjakan tugas, aku masih menatap Kak Fadel. Mengaguminya...


" Napa liatin gue?? " Kak Fadel langsung menatapku judes.


" Gak apa-apa. Emangnya gak boleh, kak? " Ucapku iseng sembari menyikut lengannya.


" Nanya aja, emang gak boleh? Ahh!!! Gue tau kenapa elu natap gue kayak gitu. " Kak Fadel menatapku balik dengan senyum jahil.


" Emangnya kenapa? "


" Karena gue ganteng, ya kan? "


" Gak ganteng ganteng amat. "


" Jujur aja kali... Dasar gak mau ngaku. "


" Hahaha... " Aku tertawa canggung mendengar candaan Kak Fadel... Duhh plis deh gak pernah ada yang ngomong kayak gini ke aku selain Langit!!


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Hari senin, aku sudah bersiap-siap untuk berangkat sekolah.


" Dri!! Kamu gak mau aku telepon Langit buat anter kamu? " Bulan menarik pelan tanganku supaya berhenti melakukan aktivitas ku yaitu memakai sepatu sejenak.


" Gak usah Bulan, aku pakai grab aja. "


" Grab mulu, gue anter deh. Boros duit tau gak? " Kak Hari langsung mengambil kunci mobilnya.


" Eh!!! Gak usah kak!! Aku... Oke aku jujur! Aku di anter sama temen.... " Ucapku pelan. Terlihat Kak Hari, Bulan, dan orang tua nya Bulan terkejut.


" Apa?!!!! "


" Cuma temen kok!! Eh?! Aku berangkat dulu ya!! Dahhh.... " Ucapku buru-buru ketika melihat jam tanganku. Seketika aku langsung menuju keluar rumah, khawatir telat lagi.


Di luar, aku baru saja menuju ke taman komplek. Terlihat Kak Fadel sedang memainkan sehelai daun, kemudian seketika langsung melirikku.


" Kak!! Maaf aku telat ya?! Maafin aku!!! "


" Elu janji bakal keluar rumah jam 6.20 tapi kenapa sampai 6.40 elu baru keluar? Gue udah nunggu dari tadi tau? " Kak Fadel menatapku tajam. Aku hanya bisa menunduk sembari menuju motor milik Kak Fadel. Aku gak berani natap dia....


" Mampus... Gue telat lagi!!! "

__ADS_1


__ADS_2