
• Dear Him •
• Episode 5 •
Aku kini berada di aula, berlatih dengan Langit disertai dengan di lihat oleh anggota ANGKASA RAYA. Benar-benar hal ini membuat ku malu...
" Kok makin lemes sih? Semangat dong!! " Ucap Langit dan berusaha membanting ku.
" Elu kira gampang apa? Belum sarapan tau!! Main ngajak latihan aja!! " Aku memprotes sembari menyerang Langit. Terlihat banyak tatapan kagum tertuju pada kami berdua.
" Elu iya in aja sih... Coba kamu hindarin ini, Driana!! " Langit tersenyum dan seketika menendang ku. Beruntung aku seketika menghindar.
" Tuh kan, elu walaupun lemes tapi elakan elu cepet... " Langit lagi-lagi menyerang ku, membuat ku mau tak mau semangat kembali.
30 menit kemudian, aku dan Langit selesai berlatih dan kini sedang istirahat disertai menikmati angin yang berhembus pelan memasuki aula.
" Driana, bentar ya. Gue ada telepon, bentar aja... " Ucap Langit sembari menjauh dari kami.
" Oke kak... "
Tiba-tiba Kak Fadel dan Kak Keandre datang dan langsung duduk di dekat ku. Mereka berdua selalu datang bersamaan...
" Eh Kak Fadel, Kak Kean... "
" Tadi gue liat elu latihan sama Langit, elu jago juga ya... Keren. " Kak Keandre mengacungkan jempol padaku, membuatku bingung ingin merespon apa. Antara malu dan senang karena ini pertama kalinya aku di puji oleh kakak kelas.
" Hehehe makasih Kak... " Hanya itu yang keluar dari mulutku.
Tiba-tiba setelah Langit kembali ke aula, nampak wajahnya memancarkan kekhawatiran sekaligus amarah.
" Bintang, Fadel, Keandre, kita ngobrol bentar... " Ucap Langit. Bintang, Kak Fadel dan Kak Keandre langsung beranjak menjauhi kami dan mengobrol.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Fadel POV :
" Kenapa Lang? " Gue melipat tangan di dada sembari menatap Langit yang perhatian nya masih terfokus ke Driana.
" Kenapa Lang? Ada sesuatu yang terjadi? " Bintang ikut menyahut, dan kali ini Langit langsung berbicara.
" Fadel, Kean, Bintang, tadi gue dapet chat dari salah satu anak ALDEKAR. " Langit menatap kami serius. Tatapannya memancarkan kekhawatiran.
" Lalu kenapa? Selama ALDEKAR dan ANGKASA RAYA gak saling mengganggu kan gak masalah... " Keandre menyahut. Langit seketika kembali menatap Driana yang sedang bercanda tawa dengan Eropa dan Asia.
" Masalahnya, Bulan ada sama mereka... " Langit pun menunjukkan chat nya, terlihat sang pengirim yang katanya anggota ALDEKAR itu mengirim sebuah foto.
Bulan yang di sekap, terlihat di foto itu. Yang membuat kami terkejut lagi adalah, kata-kata di bawahnya.
" Selanjutnya, Driana Cahya Permana yang akan bersama kami. " Begitulah bunyi pesannya.
__ADS_1
" Bulan?! Dan Driana akan diincar?! " Kami bertiga menatap Langit yang hanya bisa mengangguk pelan.
" Ck, aku akui ANGKASA RAYA dan ALDEKAR membuat janji damai. Tapi jika ALDEKAR menyekap pacar gue, gue gak terima... Gue mau pergi ke markas geng motor sialan itu!! Dasar brengsek, berani-beraninya mereka menyekap Bulan!! " Bintang hendak berjalan keluar aula, tapi gue tahan tangannya.
" Bintang! Sabar dulu oke? Kita bakal selamatkan Bulan, tapi jangan terlalu terburu-buru. " Gue masih menahan tangan Bintang. Terlihat Bintang berusaha menahan emosi nya.
Sejujurnya, gue juga kesal. Driana sudah di targetkan ALDEKAR... Dasar...
" Baiklah Pak ketu. Aku harap Driana gak kenapa-napa... "
" Iya... "
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Back to Driana :
" Eh Langit? Kak Fadel? Kak Kean? Bintang? Ada apa? " Tanyaku sembari menatap keempat cowok tinggi yang kini menatapku dalam-dalam.
Tanpa aku duga, Langit memelukku tiba-tiba dengan sangat sangat kencang.
" Hei kucing kecil, kamu harus jaga dirimu baik-baik... " Gumam Langit.
" Iya lah... Kenapa sih? " Ucapku sembari menatap Kak Fadel, Kak Kean, dan juga Bintang yang masih menatapku. Layaknya patung, mereka bertiga tak bergerak. Hanya menatapku terus-menerus. Bahkan Langit tak mau melepaskan pelukannya dari ku. Seperti benar-benar sudah di rekatkan ke diriku.
" Aku gak ngerti bahasa kucing tau, hahaha... Canda. Gue gak apa-apa kok. " Langit tertawa pelan. Membuat ku ingin memukulnya sangat kencang.
" Driana, inget apa kata gue! Kunci pintu, kunci jendela, kalau ada yang nelpon kamu atau chat kamu, biarin aja!! Jangan bukain pintu ke orang asing!! " Langit lagi-lagi menceramahi ku. Dasar cerewet, ia sudah mengatakan hal itu berkali-kali bahkan dari kecil...
" Iya!!! Elo sama yang lain pergi aja, aku gak bakal kenapa-napa kok di sini... Makasih udah mau anterin. " Setelah aku mengatakan itu, seluruh motor ANGKASA RAYA langsung melaju menjauhi rumahku.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Fadel POV :
Gue dan ANGKASA RAYA langsung mengemudikan motor kami ke markas ANGKASA RAYA yang terletak di Dago.
Di markas, gue bener-bener emosi. Bagaimana bisa ALDEKAR, melanggar janji yang mereka buat sendiri? Sudah gitu, Bulan dan Driana lah yang di bawa-bawa...
Merah, dan Aldenatra... Pasti mereka berdua yang merencanakan hal ini...
" Del!! Gue dapet chat dari Abim... " Kean berdiri di sebelah gue sembari menunjukkan ponselnya.
" Ini bener kan nomor official nya ANGKASA RAYA? Kenalin, nama gue Abimanyu Laksana Putra dari geng rival kalian, ALDEKAR. "
" Kalau kalian bingung kenapa gue chat kalian yang merupakan rival geng gue sendiri, alasannya cuma satu. Gue sama beberapa temen gue mau jadi new member ANGKASA RAYA. "
" Cuma itu aja alasannya. Gue, dan temen-temen gue bakal temuin kalian di alun-alun, gue juga bakal kasih tau di mana pacar salah satu anggota kalian yang namanya Bulan Valencia Agatha. "
" Gue tunggu di alun-alun... "
__ADS_1
Begitulah isi chat dari Abimanyu, seseorang yang rumornya paling berguna di ALDEKAR. Mau join? Apa alasan seseorang yang di rumorkan paling berguna dan paling berharga di ALDEKAR mau join ANGKASA RAYA? Tapi... Heh, boleh juga.
" Gimana, Del?? " Kean masih natap gue. Sedangkan para anggota ANGKASA RAYA lainnya ikut natap gue.
" Kita ke alun-alun, sekarang. Kita akan kedatangan new member... " Gue mengambil kertas dan mulai mencoret-coret kertas itu sembari bergumam.
" New member kita adalah anggota ALDEKAR. Mungkin bisa dibilang akan jadi mantan ALDEKAR. Jadi, kita manfaatkan ini untuk menyelamatkan Bulan dan juga menjaga Driana... Kita ke alun-alun sekarang... " Gue menjelaskan dan langsung mengambil kunci motor di meja.
" Fadel, elu gak khawatir kalau ini jebakan? Gimana kalau si Abimanyu ini jebak kita? " Kean menghadang gue yang hendak keluar markas.
" Kalau mereka mau jebak kita, gue bakal jebak mereka balik. Santai aja Kean... " Gue menenangkan, akhirnya Kean mengangguk setuju. Gue dan ANGKASA RAYA pun langsung cabut ke alun-alun.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Di alun-alun, gue dan ANGKASA RAYA langsung melihat beberapa orang yang melambaikan tangan pada kami dan menghampiri kami.
" Kalian cepet amat ya dateng nya... Oh iya, gue Abimanyu Laksana Putra. Kalian pasti para anggota ANGKASA RAYA. "
" Iya. Gue Reyhan, ketua geng motor ANGKASA RAYA. " Gue menjabat tangan cowok bernama Abimanyu itu. Terlihat Rey terkejut mendengar namanya di pake sama gue.
" Panggil aja Abim. Ini temen-temen gue, ini Aldenatra, Galen, Samudra, Bobi, sama Antariksa. " Abim menunjuk ke arah keempat orang di belakangnya. Aldenatra? Seseorang yang katanya merupakan salah satu panglima di ALDEKAR? Heh, terserah apa mau kalian, bakal gue ikutin sesuai alur yang kalian mau.
" Oke, terus gimana? Jadi? " Gue langsung to the point. Mendengar hal itu, ANGKASA RAYA menatapku kaget.
" Kenapa mau cepet-cepet sih?? " Kean berbisik kearah gue.
" Dah lah, gak apa. Semakin cepat to the point, semakin baik kan? " Gue menjawab dan menatap kembali Abim.
" Bulan Valencia Agatha, dia ada di rumah Alden. Gue, Alden, Galen, Samudra, Bobi, sama Anta bawa cewek itu jauh-jauh dari markas ALDEKAR dan akhirnya bawa dia ke rumahnya Alden. " Abim menjelaskan.
" Hmm... Oke, gimana? Kalian jadi? " Gue melirik keenam calon new member kami itu. Jika mereka menjadi new member ANGKASA RAYA, maka ini akan menjadi kesempatan untuk mengancam balik ALDEKAR.
" Hehehe iya... Gue, Abimanyu Laksana Putra akan menjadi anggota ANGKASA RAYA. " Abim menjabat tangan gue. Abimanyu itu tersenyum, ck senyuman itu gak bakal bisa nipu gue.
" Gue, Aldenatra Rafael Haqiem akan menjadi anggota ANGKASA RAYA. "
" Gue, Antariksa Rafael Haqiem akan menjadi anggota ANGKASA RAYA. "
" Gue, Galen Angkasa Zalenta akan menjadi anggota ANGKASA RAYA. "
" Samudra Agastya Mahendra, akan menjadi anggota ANGKASA RAYA. "
" Gue, Bobi Samuel Devano akan menjadi anggota ANGKASA RAYA. "
" Heh, kalian gak bakal mengkhianati kami kan? " Kean menyahut dan berdiri di samping gue. Ia nampak tak yakin bahwa keenam new member itu akan setia, melihat kelakuan mereka yang kini berkhianat ke ALDEKAR. Atau bisa jadi ini tipuan.
" Kita berenam gak bakal berkhianat sama ANGKASA RAYA. Gue udah muak di ALDEKAR... Jadi, mungkin gue bakal betah di ANGKASA RAYA... " Abim, Alden, Samudra, Galen, Bobi, dan Anta tersenyum.
" Baiklah, kami terima kalian menjadi anggota ANGKASA RAYA. " Kami serentak menerima. Jika salah satu dari mereka menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan, saat itu juga kalian gak bakal bisa lepas dari gue.
__ADS_1