Dear Him

Dear Him
3.3


__ADS_3

• Dear Him •


• Episode 3 •


Aku kini di bonceng lagi sama Kak Fadel. Benar-benar memalukan, aku lagi-lagi telat pas janji sama Kak Fadel. Kak Fadel diem aja lagi...


" Kak, kakak masih marah ya? " Tanyaku sembari menatap Kak Fadel dari spion motor. Seketika mata nya langsung melirik kearah spion sembari menatapku dari pantulan kaca, kemudian memalingkan pandangan nya secepat kilat.


" Kagak. " Ucapnya singkat.


" Kak... Maaf ya, aku beneran lupa.... "


" Elu juga tau gue emang gini. Jadi elu gak protes juga tau kan? "


" Kenapa kamu bisa lupa sih, Driana.... " Batin ku yang sedikit kesal ke diri ku sendiri.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di depan kelas ku, Kak Fadel berdiri di depanku.


" Udah ya, gue mau ke kelas gue. Tugas PMR nya di pegang elu aja... " Kak Fadel menatapku sekilas lalu berjalan menjauhi kelasku.


Saat aku hendak masuk ke dalam kelas, seseorang menabrak ku hingga tas ku terpelanting.


" Eh sorry sorry, elu gak apa-apa? " Tanya seorang cowok yang menabrak ku dan langsung membantu ku mengambil tas milikku yang terpelanting.


" Iya... Aku gak apa-apa... " Sembari menatap cowok itu, lho bukannya dia kakak kelas yang pernah duduk di meja sebelahku?!


" Eh, kamu cewek yang waktu itu kan ya?? Masih inget gue gak?? Duh, kayaknya enggak ya.... " Ucap kakak kelas itu.


Kakak kelas itu tinggi, mungkin beda 5 cm dari Kak Fadel. Padahal sebelumnya kukira dia gak setinggi Kak Fadel... Muka nya ramah, rambutnya di potong pendek, serta jaket kotak-kotak melekat di badannya.


" Aku inget kok Kak... " Gumam ku. Sedangkan kakak kelas itu menatapku khawatir.


" Btw elu gak apa-apa? Tadi suara nya kenceng banget... Ada yang sakit gak?? " Tanya kakak kelas itu sembari mengecek pergelangan tanganku yang sedikit lebam karena terbentur dinding sedikit.


" Gak apa-apa kok Kak... "


" Namamu siapa? " Tanya kakak kelas itu tiba-tiba.


" Eh? Driana Kak... "


" Oke, Driana nanti pas istirahat gue bakal kesini lagi. Gue bakal traktir lo sebagai permintaan maaf gue. Oke? Ini simpen dulu nomor gue, sampe ketemu nanti... " Ucap kakak kelas itu kemudian menjauhi kelasku.


Di dalam kelas, aku bingung harus mengatakan apa ke Kak Fadel. Aku udah buat dia marah kayak gini karena aku telat, terus masa aku gak dateng nemuin dia padahal udah janji? Kalau aku ikut Kak Fadel dan nemuin Kak Fadel di kantin, apa kakak kelas tadi gak nyariin aku? Arrggghhhh!!! Makanya jangan buat janji janji begitu, Driana!!! Kebiasaan kamu ihhh!!!


Tiba-tiba terlihat seseorang berdiri di luar kelasku sembari menatap ku. Terlihat Kak Fadel menatapku dari jendela.

__ADS_1


" Eh? Itu Kak Fadel kan?? Kenapa Kak Fadel kesini lagi?? " Batinku sembari berjalan keluar kelas sembari melihat Kak Fadel yang sedang berjalan mondar-mandir di depan kelasku.


" Kenapa kak? "


" Ntar gue gak ikut latihan PMR... Dah gitu doang, bye... " Kak Fadel hendak berjalan pergi, tapi langsung ku tahan tangannya.


" Kok gitu sih Kak?? Aku bilang apa ke kakak seniornya kalau aku di tanya Kak Fadel kemana... Lagian kan harus serahin tugas PMR nya satu tim, Kak!! " Ucapku protes. Kak Fadel memutar bola matanya dengan malas.


" Yaudah mending gak masuk berdua. Lagian gue ada urusan... Kalau elu mau, kita gak masuk berdua aja, ntar pas istirahat kita bareng-bareng minta izinnya... " Ucap Kak Fadel enteng.


" Kak!! Kan harus buat surat izin!! "


" Terus? "


" Aku kan belom buat surat izinnya!! "


" Makanya ntar istirahat, izin nya bareng. "


" Terus kita pake alasan apa? "


" Elu liat aja nanti. Gak usah banyak tanya. Sampe ketemu istirahat... Bye.. " Kak Fadel langsung menjauhi kelasku. Hiih, tau gitu mah aku gak bakal bawa tugas PMR nya. Bikin tas aku berat banget woiii!!!


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Istirahat, aku baru saja keluar kelas. Terlihat Kak Fadel sedang bersandar di dinding dekat pintu kelasku sembari memainkan sebuah pulpen di tangannya.


" Gak usah banyak tanya deh... Yok langsung ke UKS, minta izin, terus elu ikut ke kantin bareng gue... " Kak Fadel tanpa basa-basi menarik tanganku menuju ke ruang UKS.


Di depan ruang UKS, terlihat kakak senior sedang berdiri di ambang pintu. Kak Fadel dan aku langsung menunduk, sedangkan kakak senior itu heran kenapa kami kesini.


" Gue sama dia mau izin hari ini gak ikut jadwal latihan. "


" Emangnya ada alasan apaan? " Kakak senior itu melipat tangannya di dada. Hal yang membuat ku terkejut adalah alasan Kak Fadel untuk minta izin...


" Gue sama dia izin hari ini gak ikut latihan karena ada urusan soal ANGKASA RAYA. " Kak Fadel masih memegang tanganku dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya ia masukkan ke dalam saku celana.


" Eh?? ANGKASA RAYA...?? Boleh banget... Gak apa-apa kok... " Ucap kakak senior itu, terlihat raut wajah kakak senior itu menjadi gugup. Kak Fadel langsung mengajakku pergi dari UKS, meninggalkan kakak senior yang masih menatap kami dari kejauhan, terpaku.


" Kak!! Kok alasannya begitu?! " Aku berjalan di sampingnya sembari menatap Kak Fadel, menunggu jawaban kenapa dia menggunakan ANGKASA RAYA sebagai alasan.


" Biarin. Elu gak tau ya kalau ANGKASA RAYA ditakuti di Bandung?? "


" Maksudku bukan gitu!! Kok kakak berani pakai ANGKASA RAYA sebagai alasan sih?! " Aku melirik Kak Fadel yang kini tertawa pelan.


" Ih Kak!! Kenapa ketawa sih?? Emang ada yang lucu?? Oke, nanti aku tanya ke ANGKASA RAYA! Kalau kakak bukan anggota ANGKASA RAYA, kakak harus traktir aku makan hokben selama dua minggu, gimana? Setuju ya?! " Aku protes + nantang Kak Fadel sembari menyubit pelan tangannya, sedangkan Kak Fadel mengangguk setuju dengan ide ku sembari tersenyum pelan.


" Hahaha.... Elu bakal tau nanti... Dah ah, ke kantin yuk. ANGKASA RAYA ada di sana... Kalau tebakan elu salah, maka elu harus jadi asisten gue selama dua minggu ya... " Ucap Kak Fadel dan akhirnya langsung pergi meninggalkan ku.

__ADS_1


" Woi Kak!!! Ish nyebelin!! "


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Aku dan Kak Fadel pun berjalan menuju meja yang kini rame dengan para anggota ANGKASA RAYA.


" Eh ada Driana? Driana, sini!! " Langit menarik ku dan memberikanku kursi kosong di sampingnya.


Aku menatap Kak Fadel yang masih tertawa kecil. Setelah ia sadar aku menatapnya, Kak Fadel langsung mengisyaratkan untuk aku bertanya ke para anggota ANGKASA RAYA. Ahhh!!! Aku kan belom kenal sama mereka semua, nanya nya gimana?!


Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya ke Langit yang ada di samping ku.


" Langit, aku mau tanya boleh kan? Kamu kenal sama Kak Fadel gak? Dan lagi, Kak Fadel anggota ANGKASA RAYA atau bukan sih?? " Bisik ku ke Langit. Kulihat Langit heran sembari menatapku.


" Yeah tentu aja gue kenal sama Fadel... Bintang sama yang lain juga kenal kok... " Ucap Langit dengan enteng nya sembari menatap Kak Fadel.


" Kalau untuk pertanyaan elu yang kedua... Fadel sih bukan cuma anggota... Dia kan panglima di ANGKASA RAYA selain Bintang. " Langit masih lanjut menjelaskan sedangkan aku terpaku. What?! Panglima katanya?!


" Serius? Jangan boongin gue deh Lang... "


" Siapa yang mau boongin elu... Gue ngomong beneran... Coba aja tanya Bintang, atau coba tanya ke Rey. Karena selain Bintang, yang tau semua jabatan para anggota ANGKASA RAYA yang lengkap cuma Rey... " Langit seketika memanggil cowok yang bernama Rey dan juga Bintang.


" Rey... Tang... Sini bentar, Driana mau nanya sesuatu sama elu berdua... " Langit tersenyum sedikit kemudian memberikan tempat untuk ku duduk di antara Bintang dan Rey.


" Kenapa? Eh iya elu adek nya Langit kan ya? Elu cantik ya ternyata... " Cowok bernama Rey itu menatap ku dan meringis ketika Bintang menjitak kepalanya.


" Anjir napa jitak pala gue?! " Rey meringis sembari mengusap kepala nya yang tadi dijitak Bintang.


" Diem lu. " Bintang masih menatap Rey, kemudian perhatian nya teralih padaku.


" Kenapa Driana? " Bintang langsung bertanya padaku. Aku menanyakan seperti yang aku tanyakan ke Langit, dan jawaban mereka....


" Iya emang bener... " Ucap mereka berdua.


" Fadel emang panglima ANGKASA RAYA selain Bintang sama Keandre. " Rey menepuk pundak Bintang, sedangkan yang di tepuk malah bergaya di sebelah Rey.


" Norak. "


" Iri bilang boss... "


Seketika aku melirik ke arah Kak Fadel yang berdiri tepat di samping ku karena sedang mengobrol dengan anggota ANGKASA RAYA yang lain yang kebetulan duduk di samping ku. Terlihat Kak Fadel berjalan mendekati ku sembari berbisik.


" Bener kan kata mereka? Gue emang anggota ANGKASA RAYA. Makanya gue bilang begitu pas minta izin tadi... " Kak Fadel cekikikan pelan di sampingku, kemudian kembali ke posisinya tadi.


Ahhh!!! Malu banget!! Aku padahal udah yakin kalau Kak Fadel cuma asal pakai nama ANGKASA RAYA!!! Ternyata beneran!!


Mampus, aku bakal jadi asisten dia selama dua minggu!!! Ngapain kamu nantangin dia, Driana!!! Kamu jadi kena kan!! Ih nyebelin banget Kak Fadel!!

__ADS_1


• Note : Kalau ada yang bingung, Driana baru kenal sama ANGKASA RAYA. Dia kenal sama ANGKASA RAYA pun karena Langit dan Bintang yang anggota ANGKASA RAYA juga.


__ADS_2