Dear Him

Dear Him
8.8


__ADS_3

" Eh? " Sesaat keadaan sangat canggung. Tapi Kak Kean langsung berusaha mencairkan suasana dengan tertawa pelan.


" Hahahaha... Kamu belom tau ya nama panjang aku sama Fadel? " Aku hanya bisa mengangguk.


" Namaku Keandre Laskar Valendra. Sorry gak kasih tau nama panjang ku dari awal... " Kak Kean tersenyum manis. Namanya benar-benar keren.


" Kalo nama panjang nya Fadel... Fadel Angkasa Raskara. Kalo di pikir-pikir namanya cukup unik karena gak cocok sama nama depan dia, hahaha.... " Kak Kean tertawa kemudian menatap kota bandung yang penuh dengan sinar lampu karena sudah petang.


" Sekarang sudah tau nama panjang aku sama Fadel kan? Kalau masih gak percaya, tanya orang nya langsung aja. " Kak Kean menepuk pelan pundak ku kemudian berjalan masuk ke dalam markas ANGKASA RAYA.


Di dalam markas, suasana hangat yang aku rasakan saat tadi masuk benar-benar berbeda. Suasana hangat itu berganti dengan suasana dingin, serius. Sangat berbeda dengan suasana tadi.


Aku seketika melihat Kak Kean. Raut wajahnya yang sedari tadi tersenyum bahagia, kini serius dan langsung berjalan ke arah Kak Fadel.


" Del, ada apa? Pasti ada sesuatu kan? "


" Kita bicara nanti, oke? " Kak Fadel mengambil jaket dan kunci motor di meja dan menepuk pundak Kak Kean.


" Gue anter Driana pulang dulu. "


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di luar, aku sudah berdiri di depan motor gagah milik Kak Fadel. Kak Fadel menyalakan mesin motor nya. Ekspresi nya datar, tidak bahagia, tidak juga kesal dan semacamnya.


" Yok naik. Nanti kemaleman kamu pulang nya. " Kak Fadel memberikan helm padaku. Ada apa ya? Kenapa Kak Fadel dan para anggota ANGKASA RAYA yang lain perasaannya begini?


Di perjalanan, tak ada yang berbicara. Kami berdua diam, tak ada yang mau memulai pembicaraan. Hanya suara klakson mobil dan motor yang terdengar. Hingga suara perut ku berbunyi memecahkan kesunyian itu.


" Lo laper? "


" Hehehe iya kak... " Aku menundukkan kepala ku. Malu banget woyyy!!!!


" Mau makan apa? "


" Apa aja boleh kak, hehe... " Aku menatap raut wajah Kak Fadel dari spion. Terlihat dia tersenyum sedikit, setidaknya membaik.


Akhirnya kami berhenti di sebuah warung makan ayam bakar dekat rumah ku. Terlihat Kak Fadel makan dengan lahap, hingga makanan nya habis dengan cepat. Beberapa saat tidak ada yang mengobrol diantara kami, hingga Kak Fadel bicara.


" Driana, gue mau ajak elu ke suatu tempat besok. Jadi, besok sepulang sekolah kamu free gak? "


" Eh? Free kok kak. " Waaa ada apa nih?!


" Oke, besok pulang sekolah. Kita ketemu di parkiran. "

__ADS_1


Setelah makan, aku pun pulang ke rumah.


" Hati-hati ya kak... " Kata itu tiba-tiba saja terlontar dari mulutku.


" Iya. Dah... " Kak Fadel melambaikan tangannya, kemudian mengemudikan motornya menjauhi rumahku.


Fadel POV :


Gue lagi-lagi sampai di markas. Kean, Bintang, dan yang lain keliatannya nungguin gue dari tadi.


" Del, ada apa? " Kean datang dan langsung menatap wajah gue.


" ALDEKAR, menyatakan permusuhan tadi. Minggu depan, mereka mau nyerang kita di Tegallega. " Gue jawab secara singkat. Wajah Kean terkejut bukan main, yah wajar ia terkejut.


" Menyatakan permusuhan? Nyerang kita juga?! Seriusan lo?! " Apa lagi sih yang diraguin? Kalo ALDEKAR gak menyatakan permusuhan, suasana hati gue gak mungkin bakal kayak gini.


" ABIMANYU, BOBI, GALEN, SAMUDRA, ANTARIKSA, ALDENATRA!!! " Kean seketika teriak. Hal itu bikin gue dan anggota ANGKASA RAYA yang lain terkejut. Setelah Abimanyu, Bobi, Galen, Samudra, Antariksa, dan Aldenatra datang, Kean langsung mencengkram kerah kemeja yang Aldenatra pakai.


" Woi bro, ada apaan ni? " Aldenatra menatap Kean yang kini membantingnya ke lantai.


" Lo semua kan yang buat ALDEKAR menyatakan permusuhan dan nyerang kami?! Lo semua kan?! Ngaku gak lo?! " Amarah Kean meledak-ledak hari ini. Ya bukan hanya Kean, gue dan yang lain juga sedang berusaha menahan emosi kami.


" Woi bro, tenang dulu... " Abimanyu, Bobi, Galen dan Samudra menarik Kean menjauhi Aldenatra yang muka nya sedikit lebam itu.


" SUDAH CUKUP! " Gue muak. Fine, gue gak bakal biarin Kean makin emosi. Tapi gue juga gak bakal biarin Aldenatra, Antariksa, Abimanyu, Bobi, Galen, dan Samudra lepas dari gue.


" Apa ada bukti, ALDEKAR menyatakan permusuhan pada kami dan hendak menyerang kami bukan karena kalian? "


" Ada. Liat aja chat gue dan yang lain. " Galen menjawab, tapi langsung di balas oleh Langit.


" Riwayat chat dapat di hapus. Jadi itu tidak bisa dijadikan bukti. " Tangan Langit terkepal erat di samping nya, dia pasti emosi juga.


Fadel POV end :


///////////////////////////////////////////////////////////////


Abimanyu POV :


Gue, Bobi, Samudra dan Galen kini sedang menahan Keandre supaya tidak emosi lagi ke Aldenatra. Keandre benar-benar kuat, dia beberapa kali memberontak dan mendorong kami.


ALDEKAR? Menyatakan permusuhan kata Langit? Apa-apaan ini? Jangan bilang Merah tau hal ini dari Rama.


" Fadel, Keandre... Gue, Bobi, Samu, Galen, Alden sama Anta gak tau apa-apa. Kami semua bahkan baru tau ALDEKAR menyatakan permusuhan ke ANGKASA RAYA dan hendak menyerang kalian. " Gue gak tau harus apa.

__ADS_1


Bukan, ini bukan kami yang lakuin. Kami memang benar-benar sudah muak sama ALDEKAR dan sudah tak ingin berurusan lagi dengan Merah dan ALDEKAR. Jadi hal ini bukan kami yang melakukan nya.


Tiba-tiba telepon masuk ke ponsel gue. Gue otomatis natap Fadel dan Keandre. Gue langsung menyalakan speaker nya supaya semua yang ada di ruangan ini denger semua hal yang Merah katakan.


" Halo? " Gue mengangkat telepon. Terdengar dengus kesal Merah dari balik telepon.


" Abimanyu... Lo, Galen, Samudra, Bobi, bahkan Alden sama Anta, udah berani khianat sama gue ya?! Berani banget kalian!! " Terdengar suara gelas pecah di balik telepon itu. Ya gue, Galen, Samu, Bobi, Alden sama Anta berkhianat dari ALDEKAR karena muak di peralat oleh Merah.


Beruntung ANGKASA RAYA berbeda jauh, karena kami merasa gak bakal berkhianat.


" Iya. Gue, Galen, Samu, Bobi, Alden sama Anta berani berkhianat dari lo karena kami semua udah muak sama sikap lo, Rah. "


" Hahaha, muak sama sikap gue? Harus nya gue yang bilang gitu, dasar brengsek!!! Haha, gue rasa lo lagi bareng sama komplotan elu dan kawan baru lo ya? Oke jaga jaga aja, bilangin ke kawan baru lo yang namanya Fadel. Kalo dalam seminggu setelah ini, gue bakal culik cewek dia, Driana Cahya Permana. Gue bakal buat kalian semua habis di tangan gue! "


Panggilan terputus. Gue dan teman-teman gue yang lain hanya bisa menatap Fadel, Keandre dan yang lain dengan tatapan tak terduga.


" Dasar brengsek... " Hanya gumaman itu yang terdengar dari mulut tiga orang panglima ANGKASA RAYA itu.


Abimanyu POV end :


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Keesokan harinya, aku terbangun dari tidur nyenyak ku. Tiba-tiba Kak Kean menelepon ku.


" Halo Kak Kean? "


" Driana, aku jemput ya. Fadel udah keburu berangkat duluan, Langit juga udah di markas katanya. "


" Oke kak, makasih. "


Aku keluar dan mengunci pintu rumah, terlihat Kak Kean dengan motor gagah miliknya sudah terparkir di halaman rumah ku.


" Udah lama kak? "


" Enggak, baru aja. Yok naik. "


Jalanan Bandung saat itu padat sekali, klakson motor dan mobil terdengar di mana-mana.


" Driana, boleh kan ngobrol nya gue elu? "


" Eh? Boleh kak, masa enggak... " Aku tersenyum pelan.


" Gue sebenernya mau cerita, tentang Fadel sebenernya. "

__ADS_1


" Tapi sebelum cerita, menurut lo Fadel orang nya kayak gimana? "


__ADS_2