
Inilah hari yang paling ditunggu-tunggu. Sekarang saat-saat kelulusan anak-anak kelas 9 dengan membahagiakan kelas mereka terakhir kalinya. Sebelum pementasan, mereka akan berfoto bersama dulu. Berfoto dengan kepala sekolah di panggung. Lalu acara berikutnya adalah pembagian penghargaan sebagai murid yang berprestasi.
Mirna mendapat juara kedua. Ia sangat senang tentunya. Bahkan sampai sujud syukur sebelum naik ke atas panggung. Ini tentu tambah membahagiakan neneknya dan ayahnya. Serta ibunya dan sang kakek yang sudah duluan pulang ke pangkuan Sang Ilahi.
Zuko belum datang. Jadi Mirna hanya dipeluk Bu Eka. Dugaan Mirna pasti Zuko tak akan datang. Ia sibuk dengan kerjanya untuk memata-matai pelaku kejahatan. Namun Mirna tak tahu, kalau kasus ayahnya ini sudah selesai. Dimana tak biasanya pihak KPK membantunya mengurus koruptor yang kabur itu.
Setelah pembagian penghargaan, dimulailah acara pementasan. Mirna harus ke aula sekolah dengan grup tarinya untuk ganti pakaian. Karena menari lagu boyband, jadi semuanya harus memakai celana. Hanya saja, bajunya tidak terlalu terbuka dan ketat juga untuk celananya. Bahannya seperti untuk pakaian olahraga. Untuk yang muslim tetap harus berhijab. Hijabnya menggunakan kerudung segitiga agar bisa dicapit dengan pin supaya tidak terbuka oleh angin saat menari nanti.
Pementasan pertama adalah anak-anak kelas 7 dan 8 yang akan naik kelas. Anak-anak laki-laki kebanyakan membuat grup band. Dan yang perempuan membuat grup tari, lagunya pun sudah pasti lagu Korea.
Saat satu band pertama selesai, Zuko datang dan melihat yang pentas adalah seni tari Korea dari anak kelas 7. Ia duduk di sebelah Bu Eka.
"Mirna belum tampil, 'kan?" tanya Zuko.
"Belum. Ini untuk para junior yang naik kelas dulu," jawab Bu Eka.
Zuko mengangguk paham. Ia pun ikut menonton anak-anak juniornya Mirna yang tampil.
Melihat juniornya menari lagu Korea itu, salah satu temannya Mirna gelisah karena takut kalah.
"Duh, gimana kalau kita kalah, nih? Tuh, mereka pakainya lagu Su-Ju, yang Sorry-Sorry itu!"
Efie menenangkan temannya dan menjawab, "Tenang aja! Kita udah berusaha keras. Jadi pasti bisa menang. Lagian yang dinilai 'kan skill kita masing-masing. Bukan musiknya."
"Benar. Nggak menang juga nggak apa-apa. Ini buat senang-senang ajalah. Yang jelas, kita udah berusaha semaksimal mungkin," tambah Mirna sabar.
Efie menyetujui kata-kata Mirna. Teman mereka pun jadi sedikit tenang. Sambil menunggu, Efie pun memberikan ide untuk latihan sebentar. Mencoba menarinya dua hingga tiga kali agar banyak yang hafal gerakannya.
Teman-temannya setuju. Mirna juga ikut setuju. Mereka pun latihan di kelas mereka di lantai atas. Semua meja dan bangku di rapikan ke belakang mereka agar tercipta ruangan yang luas.
"Gini! Biar tenaga kita nggak gampang terkuras, jangan lincah-lincah amat! Nanti aja pass di panggung," Mirna memberi saran.
Semuanya menyetujui. Dan sekarang latihan dimulai. Supaya benar-benar sesuai gerakannya dengan di video, salah satu temannya Mirna mengeluarkan laptop. Videonya ada di laptop.
__ADS_1
"Ide yang bagus, Coy! Biar terlihat jelas. Kalau hp 'kan kecil," puji salah satu temannya yang lain.
Video dan suara pun diputar. Dan latihan dimulai. Walau sudah diperingatkan untuk jangan terlalu lincah, Mirna tetap semangat dan lincah melakukannya. Ia yakin tenaganya takkan terkuras habis.
...***...
Dan sampailah pada kelas 9. Karena Mirna kelas 9 E, jadi masih harus menunggu. Walau tak lincah, namun teman-temannya pun tetap merasa kelelahan menari. Tak hanya Mirna yang merasakannya. Tapi lelah mereka tidak membuat patah semangat.
Zuko dan Bu Eka sudah tak sabar mau melihat Mirna dan grupnya menari. Walaupun satu kelas mementaskan satu pentas seni, tapi bagi penonton ini memakan waktu lama. Khususnya untuk orang tua senior kelas 9. Tambah lagi berisiknya para penonton siswi yang juga penyuka lagu Korea. Berisiknya minta ampun! Setiap kali suatu kelas mementaskan tarian K-Pop dan lagu mulai diputar, langsung heboh tak karuan.
Dan salah satu guru yang menjadi MC akhirnya mengumumkan, "Ya, sekarang kita akan simak anak-anak kelas 9 E!"
Satunya lagi mengumumkan, "Benar, yaitu tarian K-Pop lagi. Yang bernama..."
Barulah mereka mengumumkan bersamaan, "The Infinite Girl, dengan lagu Be Mine! Selamat menyaksikan!"
Zuko mulai tersenyum bahagia. Akhirnya putrinya tampil juga. Terlihat dari kursinya, ia lihat putrinya naik panggung dengan grupnya. Uniknya di kedua belakang telapak tangan Mirna, terdapat tato yang dibuat dengan spidol, agar bisa hilang dengan air nanti.
Lagu pun diputar. Saat lagu ini mulai diputar, para penonton siswi yang menyukai K-Pop kembali heboh. Namun anehnya, ini lebih heboh lagi. Mirna dan grupnya mulai menari. Tak hanya itu, Mirna bahkan sambil bernyanyi, walau tanpa mik. Sedangkan yang lain hanya menari biasa.
Ketika menyanyi kedua kalinya menjadi Sungjong saat di reff ketiga, Mirna kembali bergaya seperti idolanya itu dan tersenyum. Di saat bagian 'oh'-nya, para penonton ikut-ikutan melakukan gerak tangan mereka. Salah satu temannya yang jadi sosok Woo-hyun di lirik '3, 2, 1', penonton juga ikut menirunya dengan semangat.
Di bagian Hoya breakdance menjelang akhir instrumen musiknya, para penonton bersorak kegirangan. Zuko dan Bu Eka benar-benar bangga melihat kerja keras Mirna dan grupnya. Tak sia-sia mereka latihan sampai lelah dan merasa tulang-tulang mereka remuk karena pegal-pegal. Namun, nampaknya ini membuat mereka tak bermasalah karena sudah mulai terbiasa.
Sepertinya, satu sekolah sangat mengagumi Mirna dan tim tari K-Pop-nya. Guru-guru yang menilainya pun ikut senang menonton. Ketika akhir pentas mereka, penonton sorak sorai dan memberikan tepuk tangan yang kencang. Khususnya penyuka K-Pop. Zuko yang ikut tepuk tangan sampai menangis terharu. Dan terlihat oleh Mirna. Zuko pun mengacungkan jempol tangan kanannya sambil tersenyum dan mengangguk.
Mirna tidak marah lagi sekarang. Ia pun turun dari panggung dengan tim-nya dan segera kembali ke aula. MC kembali ke panggung. Mereka jadi berbincang-bincang sedikit tentang tim-nya Mirna.
"Tepuk tangan sekali lagi untuk The Infinite Girl semuanya!" kata salah satunya.
"Ya, nampaknya mereka bisa jadi pemenangnya. Lincah dan bersemangat sekali mereka breakdance seperti itu," kata guru MC sebelahnya.
"Benar, bisa jadi. Gerakannya hebat dan bikin para penonton jadi ikut terhibur dan senang. Seolah-olah benar-benar lihat konser K-Pop di sekolah kita ini, ya."
__ADS_1
"Benar sekali."
Pentas berakhir setelah sampai di kelas 9 J. Setelah itu, semuanya dipersilahkan untuk beristirahat sholat dzuhur dan makan siang. Baru setelah itu pengumuman untuk setiap grup dari tiap kelas.
Yang pertama diumumkan adalah grup band berbakat terhebat dari kelas 7 sampai kelas 9. Untuk pengumuman ini, semua disatukan. Semuanya masuk nominasi Karena band tidak terlalu banyak. Kebanyakan drama dan tari.
Band dimenangkan oleh grup dari kelas 8 A sebagai juara pertama. Juara kedua diraih kelas 9 C, dan juara ketiga didapat kelas 7 B. Berikutnya drama. Juara pertama diraih kelas 8 D, juara kedua untuk kelas 9 B dan kelas 7 H mendapat juara ketiga. Dan tibalah saatnya di pentas tari.
Semua yang buat grup tari ternyata menggunakan tarian K-Pop. Tak ada tari tradisional. Ini membuat mereka gugup. Termasuk juga Mirna dan tim-nya. Zuko dan Bu Eka juga ikut merasakan hal yang sama.
Juara ketiga jatuh pada grup Little Wonder Girl dari kelas 8 I. Juara kedua pada kelas 7 F, sebagai grup Super Junior Girl. Merekalah yang menari lagu Sorry-Sorry itu. Dan saat juara pertama semua terdiam.
Sebagian anggota grup Mirna berdoa, sebagiannya lagi tenang diam. Dan akhirnya terjawab sudah. Ini membuat satu sekolah heboh. Karena kelas 9 E yang menang juara pertama, alias kelasnya Mirna, yang menjadi The Infinite Girl.
Mirna saling berpelukan dengan tim-nya. Mereka pun naik ke atas panggung. Mereka bersalaman seperti tim pentas seni lainnya kepada kepala sekolah, yang memberikan penghargaan.
Lalu saat acara beres, Mirna berfoto bersama tim-nya sambil memegang piala itu bersama-sama. Pialanya akan disimpan di kelas, di lemari penghargaan. Setelah itu, satu kelas berfoto dengan wali kelas dan kepala sekolahnya.
Barulah mereka pulang. Mirna dipeluk erat sang ayah. Neneknya pun mengucapkan selamat.
...***...
Esok paginya, Zuko masuk ke dapur. Ia mau membuat secangkir kopi. Ketika diambilnya cangkir itu, tiba-tiba Zuko merasa pusing kepalanya. Dan ini membuatnya mual, hingga ia memuntahkan cairan. Ia muntah darah!
Batuk tak terhingga sambil terus memuntahkan darah membuatnya jadi semakin melemah. Dan akhirnya Zuko jatuh pingsan.
Bu Eka yang baru datang ke dapur, terkejut melihat putranya sudah tergeletak di lantai. Dengan cairan darah yang masih mengalir kecil dari mulutnya.
"Ya Allah, ZUKOOO!!! KAMU KENAPAAA???!" jerit Bu Eka panik.
Ia segera meminta bantuan para tetangganya untuk membawanya ke rumah sakit. Tinggal Mirna yang belum diberitahu karena ia sedang main keluar.
...(Memang terkadang, di balik kebahagiaan, pasti setelahnya ada kesedihan)...
__ADS_1
...°°°...