Demonark : The Blood Curse

Demonark : The Blood Curse
11.11 : Pengkhianat


__ADS_3

" Apa yang- "


Seketika di bawah Randall, terdapat sebuah pentagram dari darah Howie, Alex, Kevin, dan juga yang lain. Darah yang berada di pedangnya juga seketika melekat di tubuh Randall.


" Apa yang kau lakukan?!! " Randall berseru, ia tak bisa bergerak.


" Tak akan kubiarkan kau membunuh mereka.. " Victoria mengepalkan tangannya, membuat darah yang melekat di tubuh Randall semakin lekat.


Victoria semakin pucat, ia berjalan mendekati Randall yang berusaha melepaskan diri. Ia menunduk pelan, kemudian mengangkat kedua tangannya.


Di sekitar tempat itu seketika di tutupi oleh tumbuhan, membuat Alex, Kevin dan Howie perlahan sembuh. Nick dan Brian yang terluka juga perlahan sembuh.


" Kau tau aku tak akan menyerah disini saja, Victoria... " Randall tersenyum sinis dengan tatapan tajamnya. Victoria hanya tersenyum pelan mendengar perkataan Randall.


" Victoria!! "


Nick, Brian, Howie, Alex dan Kevin berlari menuju Victoria. Mereka berlima menahan tubuh Victoria yang sudah lemah tak berdaya.


" Nick... Brian... Howie... Alex... Kevin.. " Victoria memanggil nama kelima laki-laki itu, ia semakin pucat. Membuat kelima laki-laki itu menatap khawatir.


" Bertahanlah Victoria! " Nick mengelus pelan Victoria. Air mata perlahan membasahi Nick.


" Aku akan mengirim kalian berlima ke masa depan.. Kalian akan reinkarnasi beberapa puluh tahun dari sekarang.. "


" Setelah kalian reinkarnasi di masa depan, bertemulah lagi dan lawan Randall... Kalian sendiri dengar perkataannya, kan? Aku tak bisa menghentikan nya sekarang.. "


Kelima laki-laki itu menatap satu sama lain, kemudian menatap Randall yang terbelenggu dan berteriak-teriak.


" Victoria... Aku.. Aku mencintaimu.. " Nick menundukkan kepalanya, rambut curtain hair nya menutupi wajahnya. Ia memeluk erat tubuh Victoria yang terbaring.


" Aku juga, Nick.. "


Nick menatap tak percaya Victoria, kemudian memeluk Victoria lagi. Membuat Victoria terkekeh pelan.


" Karena itu.. Setelah kalian reinkarnasi dan bertemu lagi satu sama lain, tunggulah aku bereinkarnasi. Kita akan bersama lagi, melawan Randall... "


Seketika muncul portal berwarna biru di hadapan mereka. Nick, Brian, Howie, Alex dan Kevin seketika terhisap ke dalam portal itu yang perlahan menutup, meninggalkan Victoria dan Randall.


" Victoria!! Victoria!! "


11.11 : Pengkhianat


Carmen terbangun dari tidurnya dengan keringat bercucuran bahkan berlinang air mata. Membuat ketujuh laki-laki di ruangan yang kini mengelilingi dirinya menatap Carmen khawatir.


" Kau tak apa? " Kevin menghampiri Carmen dan mengelap keringat perempuan itu.

__ADS_1


" Kalian... " Carmen menatap Nick, Brian, Howie, Alex dan Kevin bergantian dan seketika memeluk mereka berlima yang kebetulan duduk berdekatan.


" Hey, kau benar tak apa-apa? " Nick yang menyadari tangisan diam Carmen kini semakin mengeratkan pelukannya.


Carmen melepas pelukannya dan mengangguk cepat. Ia tersenyum pelan dan menatap kelima laki-laki itu.


" Hanya... Mimpi buruk. "


Billy yang sedari tadi hanya memperhatikan, kini menghampiri Carmen dan ikut-ikutan memeluk Carmen.


" Kenapa aku tak di peluk? " Billy mengeratkan pelukannya pada Carmen, membuat yang lain hanya tertawa.


Sementara Chris yang berada di ujung ruangan hanya menatap Carmen dan kawan-kawannya dari jauh. Ia bergumam gumam terus, jari tangannya yang semakin memanjang kini Ia sembunyikan di saku celananya.


Chris berjalan menghampiri Carmen yang mencuci wajahnya di wastafel yang berada di ujung ruangan.


" Hey Chris, ada a- "


Baru saja Carmen menyapa Chris, Chris seketika mencekik Carmen dan mengangkat perempuan itu tinggi-tinggi. Membuat Nick dan yang lain seketika menghampiri Carmen dan menendang Chris.


" Chris!! Apa yang kau lakukan?! " Billy menatap heran sekaligus kaget Chris.


" Chris? Tak ada yang namanya Chris disini! Yang ada adalah Gerald! "


Nick dan yang lain tersentak, terlebih ketika melihat Chris seketika berubah menjadi Devilark bermata merah, bercakar panjang dan dengan aura gelap yang pekat. Chris seketika melesat kearah Carmen.


Nick menahan tangan Chris dan membanting nya. Walaupun begitu, mereka berenam masih menatap heran kawan mereka yang satu itu.


" Berikan buku itu. " Chris menunjuk ke buku bersampul merah yang berada di tangan Carmen.


" Untuk apa kau- "


Baru saja Brian hendak menanyakan untuk apa Chris mengincar buku itu, Carmen sudah lebih dulu berseru.


" Kau... Bawahannya Randall, kan? "


Keenam laki-laki itu menatap Carmen bingung. Sedangkan Chris tersenyum sinis mendengar perkataan Carmen.


" Tentu saja. Berikan buku itu, dengan begitu tak ada yang akan terluka. " Chris terkekeh dan berusaha mendekati Carmen.


Nick dan yang lain, walau masih dalam keadaan bingung dan tak mengerti, mereka tetap melindungi Carmen.


[ " Randall? Siapa lagi Randall? " ] Nick bertanya melewati telepati menuju Carmen. Sepertinya ia benar-benar penasaran.


[ " Akan aku beritahu nanti, Nick. Tapi yang jelas, jangan sampai Chris mendapatkan buku ini. " ] Carmen menjawab, ia memeluk erat buku bersampul merah itu dan memperhatikan gerak-gerik Chris.

__ADS_1


[ " Got it. " ]


Chris yang sudah berubah menjadi Devilark, semakin agresif dan menyerang Nick. Nick seketika menarik tangan Chris dan memasukkannya ke dalam portal teleportasi milik Billy.


" Sorry man!! " Billy berseru, ia membuka portal teleportasi nya terus ketika Nick dan yang lain melempar Chris.


Chris mundur, ia menatap tajam keenam laki-laki itu dan juga Carmen.


" Lihat saja... Akan aku ambil buku itu, mematahkan mantra nya, dan akan menghabisi kalian! "


Chris seketika menghilang seperti asap. Meninggalkan keenam laki-laki itu dan juga Carmen di sana.


" Randall? Siapa lagi itu Randall? " Brian menatap Carmen lekat-lekat.


" Randall itu... "


Carmen akhirnya menjelaskan tentang siapa itu Randall. Ia menceritakan semua yang Ia lihat di mimpi nya tadi.


Sejujurnya, tidak semua. Ia merahasiakan bagian mereka adalah ksatria dan melindungi nya bahkan hampir tiada karena itu. Ia juga merahasiakan bagian ia menaruh rasa pada Nick saat dulu dan me-reinkarnasi mereka berlima.


" Jadi... Randall adalah Juni? Tujuannya mengincar buku itu karena untuk melepaskan diri dari Blood Curse yang reinkarnasi mu alias Victoria lakukan? "


Carmen mengangguk pelan, begitulah yang Carmen jelaskan tadi.


" Berarti, buku ini sebenarnya buku.. Mantra?? " Billy menatap buku merah yang Carmen letakkan di meja.


" Tak bisa di bilang buku mantra sih, karena.. Selama Carmen menggunakan buku itu, yang muncul adalah kemampuan, bukan mantra. Jadi, bisa di bilang buku kemampuan? " ujar Alex pelan.


" Dari yang aku lihat sih, sepertinya... Raja dan ratu memberikan kemampuan kemampuan mereka ke dalam buku ini dan memberikannya pada sang putri. "


Semuanya menatap buku itu, kini memecahkan misteri tentang buku bersampul merah itu.


\*\*\*\*\*


Sementara di suatu tempat,


Jay, Aaron, Leo, Peter dan Charles nampak terengah-engah. Mereka berlima saling melindungi satu sama lain. Sedangkan di sekeliling mereka, terlihat banyak sekali Devilark yang mengepung mereka.


" Jay, cepatlah! "


Jay dengan cepat membuka ponselnya dan mengetik sebuah nomor. Hingga muncul nama Carmen di sana.


" Jay!!! "


Jay menekan tombol panggilan, sembari bergumam gumam. Berharap Carmen menjawab panggilannya.

__ADS_1


" Carmen, kami butuh bantuan kalian!! "


__ADS_2