
" Juni? "
Juni tersenyum, ia mengulurkan tangannya pada Carmen.
" Ayo ikut denganku sebelum terlambat, Carmen. "
Carmen yang hendak menerima uluran tangan Juni, tiba-tiba di tahan oleh Nick dan keenam kawannya yang lain.
" Sadarlah Carmen!! " Nick yang menahan tangan Carmen kini berseru.
" Apa yang kau lakukan pada Carmen? " Brian menatap tajam Juni yang terkekeh.
Howie yang berada di dekat Nick dan Carmen, sontak melepas paksa kalung perak yang Carmen bilang adalah pemberian Juni. Setelah melepas paksa kalung itu, Howie melempar nya ke tengah laut.
" Aku tak pernah menduga hal ini. Memasukkan darah Devilark ke dalam kalung perak itu? Hebat... " Brian tersenyum sinis pada Juni.
" Carmen... Sadarlah... " Nick mengguncang pelan tubuh Carmen.
" Dia tak akan sadar. Efeknya berkepanjangan tau. Siapa yang suruh kalian membiarkannya mengenakan kalung itu dalam waktu lama? " Juni terkekeh, ia tersenyum sinis ketika selesai mengatakan hal itu.
" Kau benar-benar keterlaluan... Dia mempercayai mu! " Nick berseru, ia menatap tajam Juni. Tangannya sudah terkepal sempurna. Hanya perlu memukul Juni tepat di wajah.
" Lebih baik dia bersamaku ketimbang bersama kalian, Demonark yang tidak sempurna. "
" Kau.. " Billy hendak menyerang Juni, beruntung Kevin langsung menahan kawannya itu.
Carmen terbangun, ia bangkit dan menatap kaget Juni dan Nick yang nampak hampir bertarung.
" Asal kalian tau, walaupun begitu ia tetap ingat semua. Dia masih ingat sosok kalian yang kalian tunjukkan tadi. "
Carmen menatap takut Nick dan yang lain. Ia hendak berbalik dan kembali ke akademi, tapi jalan nya tertutup oleh suatu gumpalan hitam raksasa.
" Carmen... Aku akan memberimu pilihan. "
Carmen menatap Juni, sedangkan Nick dan yang lain menatap Juni dengan tatapan tak percaya ketika mendengar pilihan yang Juni katakan.
" Pilih aku, atau mereka? "
6.6 : Nick atau Juni?
" Eh? "
[ " Jangan dengarkan dia, Carmen. " ]
Carmen menatap Nick yang sedang bertelepati dengannya. Nick menggeleng pelan.
[ " Aku tak bisa percaya kau juga... " ]
[ " Aku akan memberitahu segalanya. Apapun yang kau mau tau. " ]
Carmen berjalan pelan, hingga tiba di hadapan Juni dengan tangan laki-laki itu yang masih terulur.
" Aku pilih mereka. "
Carmen berjalan mundur dan merangkul Nick dan yang lain. Membuat Juni tersenyum sinis dan menatap tajam Nick dan yang lain.
__ADS_1
" Mereka... Ya? "
Seketika aura sekitar Juni berubah, angin berhembus dengan kencang. Bahkan cahaya bulan pun tidak dapat menembus kabut hitam di sekeliling mereka.
" Sialan.. " Brian menatap sekeliling, tangannya tiba-tiba mengeluarkan api.
Api yang cukup kuat dari Brian berhasil menembus kabut hitam di sekeliling mereka. Hingga perhatian mereka tertuju pada hilangnya Carmen.
" Dimana Carmen?! " Kevin berseru, ia berbalik arah. Mencoba mencari keberadaan perempuan itu.
" Dia juga menghilang! " Billy menunjuk ke tempat dimana Juni berdiri tadi.
" Dia membawanya... " Nick mengepalkan tangannya kuat kuat.
" Howie, kami butuh bantuan mu untuk melacaknya. "
\*\*\*\*\*
Juni kini tengah berlari di dalam hutan yang berada di dekat dermaga, melompati dahan pohon antar pohon, layaknya vampir di film-film atau novel novel. Di gendongannya, terdapat Carmen yang meronta-ronta.
" Turunkan aku, Juni!! "
Carmen berusaha memberontak dari gendongan Juni. Juni, dengan iris matanya yang kini berwarna merah tua, seringaian, bahkan rambut ikal nya yang kini berantakan kemana-mana, membuat Juni terlihat menyeramkan.
" Aku menyelamatkan mu, Carmen. Mereka Demonark. Mereka bisa saja menghabisi mu kapanpun. " Juni menatap sekilas Carmen yang berada di gendongannya.
" Nick! "
Nick yang kini berada tepat di belakang Juni langsung memukul laki-laki itu hingga terjatuh. Sedangkan Alex menangkap tubuh Carmen yang terjatuh.
Iris mata Juni berubah semakin merah tua. Seringaian sinis di bibirnya semakin tercetak. Ia menatap tajam semua yang ada di hadapannya.
" Carmen, kau tetap di sini. " Alex menahan tubuh Carmen agar tak semakin maju untuk menghampiri kedua laki-laki itu.
" Matilah kau! "
Nick menghindari setiap serangan dari Juni, hingga ia hendak menyerang balik, tetapi..
BUAKKK!!!
" Kau tak akan bisa melawan ku.. " Juni tersenyum sinis ketika ia berhasil mencekik leher Nick.
" NICK!!! "
" Sialan kau! "
Chris dan Alex kini berlari menghampiri Juni, memukul mundur Juni dan melepaskan cekikan Juni pada leher Nick. Walaupun begitu, kini Alex dan Chris yang di cekik oleh Juni.
" Aku. Lebih. Kuat. Dari. Kalian. "
Juni menghempaskan kedua tangannya, membuat Alex, Chris dan Nick terpelanting jauh ke belakang.
" Nick!! Alex!! Chris!! "
Kini giliran Kevin, Brian, Howie dan Billy yang menyerang. Jika mereka gagal, hanya tersisa Carmen seorang.
__ADS_1
" Menyebalkan! "
Api menjalar mengelilingi Juni, Brian yang berdiri di tengah-tengah api itu, mengarahkan kedua tangannya ke Juni. Membuat api itu menjalar menyerang Juni.
Billy, dia berteleportasi dari depan Juni ke belakang Juni, memukuli Juni dengan cepat menggunakan kekuatan teleportasi nya.
Aura sekeliling Howie sontak berubah. Ia menyerang Juni dengan menggunakan energi yang ia hisap dari Juni. Berbalik.
Sedangkan Kevin, ia menyerang Juni dengan mengubah pasir dan apapun itu yang berada di sekitarnya menjadi gumpalan dan menyerang Juni.
" Apa kurang jelas, hah? Kalian. Tak akan bisa. Mengalahkan ku! "
[ " Semuanya, dia hendak menghempaskan kita. " ] ucap Brian lewat telepati nya pada ketiga laki-laki itu.
[ " Cepat mendekat. Akan aku tahan kalian. " ] Kevin membalas menggunakan telepati nya juga.
Brian, Billy dan Howie berdiri di samping Kevin. Sedangkan gumpalan milik Kevin sontak membentuk perisai yang melindungi mereka berempat dari hempasan Juni.
Sedangkan Carmen, ia masih terdiam di tempatnya. Ia ingin menolong, tapi apa yang bisa ia lakukan? Tak ada.
" Seseorang... Tolong kami.. "
Juni kembali menyerang keempat laki-laki itu, begitupun dengan keempat nya. Saling menyerang satu sama lain hingga Juni berhasil mencekik Kevin.
" Kau tak akan bisa melindungi yang lain. " Juni hendak menghempaskan tangannya lagi, tapi di tahan oleh Carmen.
" Carmen? "
" Hentikan ini, Juni. "
" Kau benar-benar menyusahkan, Carmen. Akan aku urus kau terlebih dulu! "
Juni mengarahkan serangannya ke Carmen, hingga seseorang menarik Carmen agar menjauh dari sana.
" Eh? "
BRUAKK!!!
" Cih, siapa lagi kalian?! " Juni berdecak kesal menatap para tamu yang baru saja datang.
" Kau tak apa, Carmen? "
Carmen menatap laki-laki yang menarik tangannya, laki-laki berambut coklat gelap sebahu, serta iris mata dengan warna yang sama itu kini menatap Carmen.
" Aaron? "
" Yeah, senang bertemu dengan mu lagi, Carmen. Tapi kami harus mengurus yang di sana dulu. Kau urus mereka. " Laki-laki itu berlari ke arah Juni.
" Oh no... Kalian!! "
Carmen menghampiri Nick, Brian, Howie, Alex, Kevin, Billy dan Chris yang terbaring lemah di belakang.
" Gawat... " Carmen merobek bagian baju yang ketujuh laki-laki itu kenakan dan melilitkan robekkan baju itu ke luka masing-masing dari mereka. Menghentikan pendarahan.
" Rasakan ini! "
__ADS_1
" Kalian akan mati... "