Demonark : The Blood Curse

Demonark : The Blood Curse
8.8 : Buku


__ADS_3

Di alun-alun,


Carmen, Nick dan yang lain sudah berada di alun-alun. Hingga Aaron dan kawan-kawannya datang dan menghampiri mereka.


" Hey guys! Maaf kami terlambat.. "


Aaron, laki-laki berambut coklat gelap sebahu dengan iris mata senada. Setinggi Nick, bertubuh tegap. Dan mengenakan baju abu-abu dengan celana coklat itu menghampiri Carmen.


" Sepertinya kami selalu terlambat ya. "


Jay, laki-laki yang merupakan pemimpin Aaron dan kawan-kawannya, berambut perak dengan iris mata abu-abu, setinggi Kevin, berbadan tegap, mengenakan baju hitam dengan jaket abu-abu serta celana coklat itu tersenyum.


" Lama tak bertemu, Carmen! " Peter, Leo dan Charles menyapa serentak.


Peter, laki-laki berambut hitam legam yang panjang bahkan sudah seperti perempuan, iris mata berwarna hijau itu menatap ramah Carmen, bertubuh tegap dan kira-kira setinggi Alex. Ia mengenakan baju berwarna merah dengan celana jeans.


Leo, laki-laki berambut merah menyala yang acak-acakan, iris mata yang senada dengan rambutnya, berbadan tegap, dia setinggi Nick. Ia mengenakan baju warna kulit dengan celana panjang berwarna coklat.


Charles, laki-laki berambut coklat kemerahan acak-acakan sebahu, memiliki iris berwarna biru gelap, berbadan tegap, dia setinggi Alex, Charles mengenakan baju hitam dengan celana jeans.


8.8 : Buku


Semuanya duduk, saling terdiam. Tak ada yang berbicara hingga Jay angkat suara.


" By the way, saat perjalanan kesini, kami bertemu Devilark. "


Sontak keempat kawan Jay menutup mulut Jay. Mereka heboh sendiri, sedangkan Carmen, Nick dan yang lain hanya terheran-heran.


" Kalian ini kenapa? " Jay melepaskan tangan keempat kawannya dari mulutnya.


[ " Kan Carmen belum tau apapun tentang Devilark maupun Demonark!! " ] ucap Peter dengan panik lewat telepati mereka. Yeah, Nick dan kawanannya tidak bisa mendengar percakapan telepati Jay dan kawannya.


" Carmen, kau tau kami sebenarnya apa, kan?? " Jay menoleh kearah Carmen dengan senyumannya. Membuat keempat kawannya tercengang.


" Eh? I... Iya.. Kalian, Demonark. Seperti Nick, kan? "


Jay menoleh kearah keempat kawannya dengan senyuman kemenangan.


" Kau tau tentang Devilark, kan? "


Carmen mengangguk, lagi lagi Jay tersenyum kemenangan pada keempat kawannya.


" Tenang saja, dia sudah tau segalanya. "


Jay hanya mengangguk, kemudian membuka mulutnya. Melanjutkan perkataan yang tertunda gara-gara keempat kawannya.


" Devilark itu mengincar mu, Carmen. "


Carmen menunduk, kemudian menatap langit biru. Ia menghela nafas pelan kemudian menatap kawan-kawannya itu.


" Bolehkah kami mengutarakan pemikiran kami? "


Carmen, Jay dan kawan-kawannya menatap Howie, Nick dan yang lain. Carmen menatap bingung.


" Ada apa Howie? Tentu saja kalian boleh katakan pemikiran kalian. " Carmen menatap bingung ketujuh kawannya itu.

__ADS_1


" Juni. Dia Demonark dengan energi yang sangat besar. Ya kurasa kalian semua juga sudah mengetahui hal itu.. " Howie menatap sekilas Jay dan yang lain. Mereka hanya mengangguk, menjawab perkataan Howie.


" Pemikiran kami adalah, Juni mengincar Carmen karena suatu alasan... " Kevin melanjutkan perkataan Howie.


" Kemudian memerintahkan para Devilark untuk mencari keberadaan Carmen... " Alex juga ikut melanjutkan perkataan Kevin.


" Karena selama ini, dia tidak pernah menemukan keberadaan Carmen. " Chris menyambung lagi perkataan yang lain.


" Tak ada satupun Devilark yang tau. Hingga saat itu.. " Billy kini menatap Nick.


" Devilark yang menyamar, menemukan Carmen yang baru saja sampai di Moonrise academy. "


" Karena itu, dia mengetahui keberadaan Carmen ada di kota ini. " Brian menutup pemikiran mereka. Menatap seluruh kawan-kawannya.


" Wait, jadi.. Yang kelelawar waktu itu adalah, Devilark? " Carmen menatap tak percaya pada Nick.


" Yeah. Karena itu aku mengatakan kalau aku tak datang cepat, energi mu akan habis. "


Carmen menunduk, menatap sepatu kets nya, ia benar-benar tak habis pikir. Ayolah, apa yang Juni incar dari perempuan sepertinya? Energi nya? Mustahil energi nya yang diincar.


Tiba-tiba, Carmen kehilangan kesadarannya. Ia perlahan ambruk di depan seluruh laki-laki itu. Bahkan seruan mereka tak terdengar lagi oleh Carmen.


*****


Di alam bawah sadar Carmen,


Perempuan itu tengah berdiri di hadapan Juni yang waktu itu ia lihat di hutan, tengah berada di sebuah tempat.


" Juni? "


" Aku harus mendapatkan buku itu, mematahkan mantra nya, dan mengambil Carmen. Dengan begitu, dia akan menjadi milikku, selamanya.. "


Carmen terduduk dengan kedua telapak tangannya menutupi mulutnya saking terkejutnya.


Carmen tak ingin pergi, bisa jadi ia akan mendapatkan sedikit informasi dari ini.


" Mustahil.. "


Muncul beberapa Devilark yang menunduk hormat pada Juni. Persis seperti yang Nick dan yang lain utarakan. Juni lah yang memerintahkan para Devilark.


" Cari buku dengan judul ' Demonark : The Blood Curse ' yang berada di sebuah asrama tua di tengah hutan. Cepat! "


Carmen seketika terbangun di tengah hutan. Tepat nya di pangkuan Nick yang sedang mengelus rambutnya di tengah hutan. Keringat bercucuran membasahi dirinya. Ia terbangun, membuat Jay, Nick dan para laki-laki itu menghampiri Carmen.


" Kau tak apa, Carmen? " Leo menghampiri Carmen dan meraba wajah perempuan itu.


" Kita harus cepat! " Carmen bangkit, mengambil tas selempang nya dan berjalan menuju tengah hutan.


" Kau mau apa? Kau mau kemana, Carmen? " Nick berjalan menyusul Carmen yang nampak terburu-buru.


" Kita harus cepat... Ke sebuah asrama di tengah hutan ini... "


Semuanya tersentak, Nick dan kawannya menatap kaget Carmen.


" Kami tau di mana, ayo ikut. "

__ADS_1


Carmen kini berada di punggung Nick, Nick yang meminta agar cepat sampai. Carmen pun sudah menceritakan hal yang ia lihat selama pingsan.


" Sial! Aku sudah duga ada sesuatu setelah kami menemukan buku itu! " Nick semakin mempercepat langkahnya.


Dalam beberapa menit, mereka semua sampai di sebuah rumah bernuansa putih yang luas itu. Sontak mereka langsung masuk ke dalam. Hal yang mengejutkan adalah, banyaknya Devilark yang sudah muncul di rumah itu.


" Sial... "


Para Devilark seketika menyerang mereka. Membuat Nick dan yang lain melindungi Carmen.


[ " Billy, Howie, Kevin, cepat ke perpustakaan! Cari buku itu sebelum mereka mendapatkannya! " ] ucap Brian lewat telepati mereka.


[ " Kami akan mengurus yang disini, cepatlah!! " ] Nick ikut menyahut, membuat Billy, Kevin dan Howie seketika pergi menuju perpustakaan di lantai dua.


" Carmen, tetaplah di sini! " Peter berseru, kemudian melindungi bagian belakang Carmen.


*****


Howie, Billy dan Kevin yang sudah berada di lantai dua, kini membantai para Devilark yang berada di lantai dua.


" Howie, bagaimana?! " Kevin yang membantai paling depan kini berseru.


" Sebentar.. "


Howie memejamkan matanya sesaat, ketika ia membuka matanya lagi, terlihat beberapa energi yang di deskripsikan oleh Howie dengan warna.


Hingga ia melihat warna hitam pekat yang berarti Devilark, berada di dalam perpustakaan. Terlihat bahwa Devilark itu masih mencari buku yang Carmen maksud.


" Dia masih mencari! " Howie berseru, kini ia membantu Kevin membantai Devilark yang menghalangi jalan mereka.


" Billy!! " Kevin berseru lagi, Billy yang berada di belakang Kevin dan Howie menghormat singkat kemudian membuka portal. Berteleportasi ke dalam perpustakaan.


" Apa yang kau cari, bodoh? " Billy seketika muncul tepat di hadapan Devilark itu.


[ " Ada di mana? " ] Billy bertanya lewat telepati lagi, ia menyerang Devilark itu. Menunggu jawaban.


[ " Rak paling ujung, bagian paling pojok, diantara buku sejarah dan sains. " ] ucap Brian, menjawab pertanyaan Billy.


[ " Gotcha! " ]


Billy kini berusaha menghabisi Devilark itu. Walaupun begitu, sepertinya Juni benar-benar pintar. Menempatkan Devilark yang cukup kuat sendiri di perpustakaan.


Billy berlari ke arah yang Brian katakan tadi, dengan segera mencari buku itu.


" GRAAAKHHH!!! "


" Sial... "


Billy, dengan buku bersampul merah dengan judul ' Demonark : The Blood Curse ' itu menghindari serangan Devilark itu.


[ " ****, dia mencegah ku agar berteleportasi kembali! " ] gerutu Billy lewat telepati.


Tiba-tiba, Devilark itu tumbang. Dengan Carmen yang menendang Devilark itu tiba-tiba.


" Carmen?! "

__ADS_1


__ADS_2