Demonark : The Blood Curse

Demonark : The Blood Curse
13.13 : Julian


__ADS_3

Jay dan Nick langsung mengambil pedang mereka. Percuma saja mereka melawan, kekuatan lawan mereka saat ini lebih besar di bandingkan mereka.


[ " Sialan! " ] Gerutu Nick dan Jay, mereka berdua langsung mengambil pedang mereka.


Nick dan Jay seketika terdiam. Tangan mereka bergetar hebat, air mata perlahan turun membasahi pipi mereka.


[ " Nick!! Apa yang terjadi padamu?! " ] Brian menatap heran sekaligus khawatir kawannya itu.


Sementara itu, Nick dan Jay,


Mereka melihat ingatan masa lalu mereka. Dari awal mereka kenal sang putri, Victoria. Sampai akhir mereka di reinkarnasi oleh sang putri ke masa sekarang. Semua ingatan, semua detail, semuanya, menyelimuti Jay dan Nick.


Hingga tiba-tiba, Jay dan Nick berdiri menghadap kawan-kawannya, dengan pedang yang mereka arahkan ke kawan-kawannya.


" Kalian berdua sudah melihat ingatan kalian, kan? Kalian melawan tuan Randall dengan pedang itu, jadi... "


Laki-laki itu berdiri di belakang Jay dan Nick, ia tertawa puas.


" Sekarang, kalian akan menggunakan pedang itu untuk membunuh saudara kalian!!! "


...13.13 : Julian...


Jay dan Nick seketika langsung melesat kearah kawan mereka, pedang mereka seketika menyayat satu persatu teman-teman mereka yang ada di ruangan itu.


" Tidak... "


Nick, dengan tangannya yang memegang erat pedang yang berlumuran darah, seketika gemetar. Ia menusuk Alex dan Howie menggunakan tangannya sendiri.


" Howie.. Alex.. "


Brian, Billy dan Kevin menghampiri Alex dan Howie yang pucat pasi, lebih pucat di bandingkan biasanya.


[ " Nick, kontrol dirimu! " ] ujar Kevin, ia menggeleng pelan pada Nick.


[ " Aku.. Tak bisa, Kevin. " ]


Setelah mengatakan itu, Nick melesat lagi kearah Kevin. Kevin, Brian dan Billy sontak menghindar menggunakan kemampuan Billy.


Sementara Jay, ia juga sudah menusuk Aaron dan Charles. Menyisakan Peter dan Leo.


[ " Jay, jangan lakukan! " ]


Peter dan Leo langsung menghindari serangan Jay, seraya berusaha menyadarkan Jay.


[ " Aku tak bisa, Pete! Aku tak bisa! " ]


Jay seketika menusuk Peter, sedangkan Leo sudah berhasil menghindar.


" Peter!! "


Leo terus menghindari serangan Jay. Sedangkan Nick, kini berusaha menyerang Brian, Billy dan Kevin.


*****

__ADS_1


Carmen kini berada di sebuah ruangan yang gelap, hingga lampu menyala. Terlihat seorang laki-laki tinggi tegap, dengan sebuah topeng yang ia kenakan. Laki-laki itu berdiri di hadapan Carmen.


" Siapa kau? " Carmen sudah bersiap dengan buku nya, sementara laki-laki itu menoleh.


" Aku Julian, aku.. Kakak dari Victoria. " Laki-laki itu membuka topeng nya.


Laki-laki itu berkulit pucat, memiliki rambut coklat kemerahan dengan model curtain hair, iris matanya juga senada dengan warna rambutnya. Bibir merah marun nya tersenyum.


" Kakak, Victoria? " Carmen menghampiri dengan ragu-ragu.


" Akan aku jelaskan nanti, tapi kau harus selamatkan teman-temanmu terlebih dahulu. " ucap Julian sembari mengenakan topeng nya lagi.


" Teman-teman ku? Apa yang terjadi? " Carmen menghampiri Julian lagi, menunggu jawaban.


" Cepatlah, sebelum terlambat. "


Carmen sontak berlari ke pintu keluar. Ia mendobrak pintu ruangan di mana Nick dan yang lain berada.


Pemandangan di depannya benar-benar menyeramkan. Bercak darah di mana-mana, Jay dan Nick yang memegang pedang berlumuran darah, Kevin, Leo, Brian dan Billy yang masih menghindar dari segala serangan.


" Bagaimana kau bisa- " Laki-laki di pojok ruangan seketika membelalak kaget.


Carmen menunduk, buku yang Ia pegang kini membuka halaman acak. Carmen menatap laki-laki yang berada di pojok ruangan, yang membuat Nick dan Jay membunuh kawan-kawannya.


" Kau, akan mati. "


Energi di sekitar Carmen seketika berubah menjadi besar, Ia menatap lekat-lekat laki-laki itu, Nick dan Jay yang masih mengincar kawan-kawannya yang masih hidup, seketika tak dapat bergerak.


Seolah-olah waktu sedang di hentikan oleh Carmen.


Seluruh bercak darah yang berada di ruangan itu, bahkan bercak darah yang berada di pedang Nick dan Jay, seketika berterbangan menuju Carmen dan membentuk sebuah pedang dari darah.


" Apa yang- "


JRAASSHHHH


Laki-laki itu tertusuk pedang darah itu, laki-laki itu kehabisan darah, Ia seketika berubah menjadi debu.


" Akh! "


Jay dan Nick langsung melempar pedang itu ke sembarang tempat, kemudian menghampiri kawan-kawan mereka.


" Alex... Howie, bertahanlah!! " Nick berusaha menutup luka di tubuh Alex dan Howie. Tapi, percuma Ia melakukan itu.


" No... Peter, Aaron, Charles... " Jay juga berusaha menyembuhkan atau sekedar menutup luka di tubuh ketiga kawannya.


Julian seketika datang dan menepuk bahu Carmen.


" Kau bisa menyembuhkan mereka? " Julian menatap lekat-lekat Carmen. Carmen hanya menggeleng.


" Baiklah.. Tree of life, recover. "


Seketika seluruh ruangan berubah menjadi berwarna hijau, perlahan luka yang semua alami perlahan sembuh. Mereka juga perlahan sadar.

__ADS_1


" Astaga, Howie, Alex, maafkan aku!! " Nick seketika memeluk Howie dan Alex yang sudah sembuh.


" Maafkan aku, Peter, Aaron, Charles. " Jay menunduk, sedangkan kawan-kawannya yang lain memeluk Jay.


Julian tersenyum, Ia mengelus pelan puncak kepala Carmen.


" Baiklah, kita semua harus segera pergi dari balai kota ini. Sebelum Randall mengirimkan bantuan kesini. "


*****


Carmen, Julian, Nick, Jay, serta yang lain, kini berjalan di hutan. Mereka sudah cukup jauh dari balai kota. Para lelaki itu hanya menatap Julian dengan curiga, begitu juga dengan Carmen.


[ " Cih, laki-laki itu... " ] Geram Nick dalam hati. Walaupun begitu, Brian, Howie, Alex, Kevin dan Billy mendengar geraman Nick.


[ " Kau cemburu? " ] Billy membalas dengan terkekeh, Nick langsung mencubit Billy dengan sangat kencang sampai Billy meringis.


Sementara, kubu Jay juga seperti itu. Jay menatap kesal Julian. Hal itu membuat Jay juga di goda oleh kawan-kawannya.


[ " Kau cemburu, Jay? Oh kakakku cemburu!! Awww... " ] Leo yang berjalan di samping Jay, sontak menggoda kakaknya.


[ " Cih, dia hanya laki-laki yang dekat dengan reinkarnasi nya Victoria. Kenapa dia dekat dengan Carmen?!!! " ]


Baik Jay maupun Nick, kini menunduk. Mereka hanya memikirkan kenapa Julian bisa sedekat itu dengan Carmen padahal seharusnya mereka lah yang seperti itu.


" Oh iya, Julian! Bagaimana kau melakukan hal yang tadi? " Carmen menatap Julian dengan tatapan kagum. Semakin membuat Nick dan Jay kesal dengan Julian.


Hingga tiba-tiba, sebuah busur panah melesat kearah mereka semua.


[ " Semua, menghindar dari arah jam 6! ] seru Julian, menggunakan telepati ke semua rombongan Carmen.


Sontak semuanya menghindar, busur panah tadi tak mengenai siapapun, tapi Carmen seketika menghilang.


" Carmen?! " Sontak semua nya mencari Carmen.


" Sial, ini pengalih perhatian! " Gerutu Julian.


Setelah memastikan tak ada musuh, Julian mendekati busur panah yang tertancap di tanah itu, mengecek dari mana busur itu berasal.


" Sial. "


Nick, Jay, dan yang lain menghampiri Julian. Berharap mendapatkan info yang mereka semua tak tau.


" Ada apa, Julian? "


" Carmen di bawa ke markas Randall. Ini semua sudah di rencakan Randall ternyata.. "


Nick dan yang lain terpaku, menggerutu kesal, bahkan memaki diri mereka sendiri karena tak bisa melindungi Carmen, hingga Julian bangkit dan hendak melesat, tapi di hentikan oleh Kevin.


" Kau mau kemana, Julian? "


" Ke markas Randall. Menyelamatkan reinkarnasi adikku. "


Semuanya sontak berdiri di samping Julian dengan senyum lebar.

__ADS_1


" Kami ikut. "


" Baiklah, ayo kita selamatkan Carmen! "


__ADS_2