Demonark : The Blood Curse

Demonark : The Blood Curse
12.12 : Demonark


__ADS_3

Carmen, Nick dan yang lain kini masih di ruangan musik itu. Hingga telepon milik Carmen berdering. Muncul nama Jay di layar, membuat Carmen langsung mengangkat panggilan itu.


" Halo Jay? "


" Carmen, kami butuh bantuan kalian!! "


" Wait... Wait.. Jay? Kau di mana? Ada apa? " Raut wajah Carmen kini khawatir. Terlebih mendengar suara Jay yang terengah-engah.


" Kami butuh sedikit bantuan kalian disini! Kami di kepung... "


Kini telepon Jay mulai putus-putus. Sepertinya Jay menelepon Carmen sembari bertarung.


" Kau di mana?! "


" Devil Hills, cepatlah!! "


Telepon terputus, Carmen sontak mengambil buku nya dan bergegas. Membuat keenam laki-laki itu menatap khawatir Carmen.


" Carmen, ada apa? " Nick menahan tangan Carmen, menghentikan langkah Carmen.


Carmen menggenggam erat bukunya, menatap keenam laki-laki itu. Sepertinya ia tidak bisa pergi sendirian. Itu hanya akan membuat Jay dan yang lain semakin kesulitan.


" Jay dan yang lain... Mereka minta tolong. Sepertinya, mereka di kepung Devilark.. "


Nick, Brian, Kevin, Howie, Alex dan Billy saling menatap satu sama lain. Keenamnya mengangguk dan akhirnya bersiap-siap.


" Kita kesana, bersama. "


12.12 : Demonark


Nick, Brian, Howie, Alex, Kevin, Billy dan Carmen kini sudah berada di sebuah tempat bernama Devil Hills. Dengan kemampuan Billy, mereka semua bisa sampai ke Devil Hills dalam hitungan detik.


" Howie, bisa kah? " Kevin menatap Howie yang tengah memejamkan matanya.


" Ayo ikut! Mereka dekat! "


Howie melesat, membuat yang lain mengikuti Howie dari belakang. Membiarkan Howie menunjukkan jalannya pada mereka.


Sementara Jay dan yang lain,


" Sial!! Di mana mereka?! " Leo berseru, ia terengah-engah. Berusaha mengatur nafasnya agar normal kembali, tapi sulit.


Jay, Leo, Charles, Aaron dan Peter hanya bisa bertahan di sana. Hingga satu persatu Devilark yang menghalangi jalan seketika terpelanting.


" Lama sekali kalian!! " Aaron berseru.


Ya, Nick dan yang lain sampai di tempat Jay. Kubu Nick dan kubu Jay seketika saling memunggungi. Melindungi satu sama lain.


" Kalian ada rencana?! " Jay berseru, ia menahan para Devilark yang seketika menyerang mereka.


" Belum!! Bagaimana kalian?! " Nick berseru.


" Belum juga! " Charles berseru.


Tiba-tiba, sesuatu menyerang kedua kubu itu. Membuat mereka semua terluka.

__ADS_1


" Apa-apaan- " Billy menggerutu ketika melihat serangan tiba-tiba itu.


" Demonark. " Carmen bergumam pelan, walaupun begitu semuanya mendengar gumaman Carmen.


[ " Howie, bisakah? " ]


[ " Sebentar. " ]


Howie memejamkan matanya dan perlahan membuka matanya. Iris nya seketika berubah menjadi merah. Ia menatap sekeliling, hingga terlihat sebuah aura yang cukup besar berada di dekat mereka.


" Arah jam 12. " Bisik Howie pelan, sehingga Demonark itu tak dapat mendengarkan percakapan mereka.


" Fine. " Iris Leo juga seketika berubah merah, sepertinya ia bersiap untuk menerjang Demonark itu.


" Tunggu! " ucap Carmen, membuat mereka semua terhenti dan menatap Carmen.


" Jika seperti ini, dia pasti tau. Aku ada rencana! "


\*\*\*\*\*


Demonark itu tengah bersembunyi di balik pohon-pohon, memata-matai Nick dan yang lain dari atas. Demonark itu adalah seorang laki-laki bermata merah, berkulit pucat, berambut coklat dengan model slicked back itu tersenyum senang.


" Hahaha, bos pasti akan bangga padaku.. " gumam Demonark itu.


Tiba-tiba, seseorang seketika mengikat Demonark itu dengan kemampuannya, sontak Demonark itu menoleh. Demonark itu terlambat, ia tak sempat melarikan diri.


Carmen berdiri di hadapan Demonark itu, dengan buku bersampul merah yang berada di tangannya. Seketika kubu Nick dan kubu Jay langsung muncul di samping Carmen.


" Apa yang kau lakukan? " Jay seketika menghampiri Demonark itu dan mulai menginterogasi nya.


Carmen maju, membuat Jay dan Aaron menepi. Carmen menatap lekat-lekat Demonark itu.


" Apa yang Randall rencanakan? "


Demonark itu gemetar hebat, sedangkan Carmen masih menatap Demonark itu lekat-lekat.


" Siapa itu Randall? "


Charles berbisik pada Alex. Ya, kubu Jay belum tau kalau Juni adalah Randall.


" Juni, di masa lampau. "


Alex membalas dengan berbisik juga, sedangkan kubu Jay hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.


Demonark itu tak menjawab, tiba-tiba saja dia hancur menjadi debu. Membuat Carmen seketika mundur dan menatap kawan-kawannya.


" Kau dapat info? "


" Aku akan ke balai kota, kalian disini aja. "


Carmen seketika berjalan pergi, sontak Jay dan Nick menahan tangan perempuan itu.


" Ke balai kota? Ada apa? " Jay menatap bingung pada Carmen.


" Lebih baik kita bersama saja, Carmen. " ucap Nick.

__ADS_1


" Tapi- " Carmen menatap khawatir kawan-kawannya, kemudian mengangguk.


" Baiklah, ayo! "


\*\*\*\*\*


Nick dan yang lain masuk ke dalam balai kota yang luar biasa sepi. Hingga seorang laki-laki bermata merah, berkulit pucat, memiliki rambut hitam wavy, dengan senyum yang tercetak, muncul dan menyambut mereka.


" Aku sudah menunggu kehadiran kalian semua. Terutama anda, nona Vic- Maksud ku, Carmen. "


Mereka semua masuk ke dalam balai kota bersama-sama, kubu Nick berjalan di samping kanan Carmen, dan kubu Jay berjalan di samping kiri Carmen.


[ " Gengs, aku rasa kita harus berhati-hati. " ]


ucap Howie lewat telepati, hebatnya telepati Howie bisa masuk ke kubu Jay dan juga Carmen. Sehingga mereka bisa berkomunikasi lewat telepati.


[ " Ada apa? ] Jay menyahut lewat telepati.


[ " Laki-laki ini... Energi nya lebih kuat dan pekat di banding Demonark yang tadi. " ]


Semuanya terdiam, baik di fisik maupun di telepati. Tak ada yang angkat bicara karena waspada dengan laki-laki di depan mereka ini.


[ " Kalian, jangan melakukan sesuatu secara tiba-tiba, ya. " ] ucap Carmen lewat telepati juga, kedua kubu hanya tersenyum dan menatap Carmen.


[ " Tentu, santai saja Carmen. " ]


Mereka semua masuk ke sebuah ruangan, Carmen sudah bersiap mengambil buku nya dan merapalkan beberapa mantra. Sedangkan para laki-laki bersiap menggunakan kemampuan mereka.


Mereka semua melewati sebuah lorong yang gelap, lorong gelap itu menghubungkan lorong tadi dengan sebuah ruangan di depan sana.


Setelah mereka semua sampai di ruangan itu, Nick dan juga Jay sontak kaget dan mencari keberadaan Carmen yang tiba-tiba menghilang.


[ " Sialan, di mana Carmen?! " ] Leo menggerutu.


[ " Carmen sengaja di pisahkan dari kita? " ] Tebak Jay.


Karena, jika Devil Hills sudah di kuasai Demonark dan Devilark, berarti secara tak langsung juga di kuasai oleh Juni, maksud ku Randall, kan?


Mungkin saja Carmen di ajak ke suatu tempat, sehingga di pisahkan oleh mereka semua.


[ " Menyebalkan. " ]


Semuanya saling waspada. Laki-laki di hadapan mereka kini menoleh menatap mereka semua, kemudian menunjukkan dua buah pedang tergeletak di meja kaca, di hadapan mereka semua.


" Ini... Pedang kalian, Nick, Jay. "


Nick dan Jay saling menatap satu sama lain. Sedangkan yang lain masih waspada. Memperkirakan hal hal apa yang akan terjadi setelah ini.


" Silahkan ambil, ini milik kalian. "


[ " Nick, jangan. Ini jebakan! " ] ucap Brian, berusaha menghentikan Nick yang perlahan maju mendekati pedang itu.


[ " Aku tau! Tapi- " ] Nick sontak menatap Jay yang ikut maju perlahan mendekati pedang itu.


[ " Kami berdua di kendalikan agar mengambil pedang itu! " ]

__ADS_1


__ADS_2