
Nick dan yang lain kini berkumpul di tempat semula. Kemudian meletakkan semua permata itu di dalam Endless Backpack milik Julian.
[ " Kita kemana lagi, Nick? " ] tanya Jay seraya menatap sekitar. Memastikan tak ada musuh di sekitar mereka.
[ " Carmen bilang, kita kearah utara dari Devils Lake. Dengan begitu, kita bisa menyelamatkan Carmen. " ]
[ " Gengs, aku rasa kita harus cepat. Ada pergerakan yang menuju kearah kita. " ] ucap Howie.
[ " Ayo kita kesana sekarang. " ]
15.15 : Kekuatan Billy
Randall kini semakin membanting segala benda kesana kemari. Randall akhirnya menatap kearah bulan berwarna merah itu.
" Sebentar lagi kau akan menjadi milikku, Carmen. "
Randall kini menyentuh wajah Carmen, membuat perempuan itu semakin melawan.
" Tunggu hingga anak buahku membawakan kristal itu, lalu kau akan menjadi milikku. "
\*\*\*\*\*
[ " Bagaimana Demonark dan Devilark nya, Howie? " ] seru Kevin, ia yang berada di paling belakang, kini terus menerus menatap ke belakang.
[ " Energi mereka berhenti di Devils Lake. Seharusnya kita aman untuk sementara. " ]
Nick dan Jay yang berada di paling belakang kini mempercepat kecepatan mereka. Mereka melesat secepat kilat.
[ " Charles, gunakan kekuatan mu. " ] ucap Jay seraya menatap Charles.
[ " Udah yak! " ] seru Charles, di balas dengan anggukan kepala dari Jay.
[ " Pete, tolong ya. " ]
Peter langsung mengangguk, Aaron dan Leo seketika membopong tubuh Peter yang melemah.
Sementara jiwa dan energi Peter merasuki salah satu Demonark yang mengejar Nick dan yang lain.
Dalam beberapa menit, tubuh Peter kembali normal. Dan Demonark yang ia rasuki juga kembali normal.
[ " Bagaimana? " ] tanya Jay, ia menatap sekilas Peter, kemudian fokus lagi ke depan.
[ " Mereka kehilangan jejak kita. " ]
Sementara Nick dan kubu nya langsung menatap Billy. Menunggu Billy melakukan sesuatu.
[ " Bil, bisakah? " ] Alex menatap Billy, tatapan yang butuh kepastian dari Billy.
[ " Entahlah, aku belum pernah melakukan teleportasi ke tempat yang aku tidak ketahui.. " ] jawab Billy, membuat yang lain hanya terdiam.
" Flamare! "
Seketika, seseorang menyerang Billy. Membuat yang lain berhenti dan menatap Billy yang jatuh pingsan.
" Billy! Kau tak apa?! " Kevin langsung berusaha menyadarkan Billy yang pingsan. Tentu saja tidak terjadi apa-apa.
" Hahaha! Kena kalian! " ucap perempuan berambut hijau dengan iris senada, ia memegang sebuah tongkat yang mungkin adalah tongkat sihir.
__ADS_1
" Sialan... " Gerutu mereka semua.
Para laki-laki itu seketika saling melindungi satu sama lain. Melindungi Billy yang tidak sadarkan diri.
[ " Alex, coba sadarkan Billy. Kami akan melindungi kalian. " ] ucap Jay, kubu Jay langsung bersiap siaga menerima serangan dari perempuan itu.
" Hahaha kalian akan mati disini! "
\*\*\*\*\*
" Apa aku mati? "
Billy yang terbangun di sebuah ruangan gelap, hanya bisa menatap sekeliling. Hingga tiba-tiba, sebuah tempat langsung disinari cahaya. Di tempat yang disinari cahaya itu, terdapat Carmen yang terbaring tak berdaya.
" Carmen? Carmen! " Billy menghampiri tempat itu, melambaikan tangan pada perempuan itu tapi tentu tak di balas oleh perempuan itu.
" Sialan, tempat apa ini? "
Billy yang keadaannya sudah cukup dekat dengan Carmen, kini di halangi oleh dinding transparan. Menghalangi Billy dan Carmen.
" Aku mohon... Tolong, selamatkan aku.. "
Seketika tempat Billy berdiri saat ini semakin menjauh dari Carmen, seperti kamera zoom-in dan zoom-out. Hingga Billy melihat tempat dimana Carmen berada.
" Tempat ini kan.. "
" Cepatlah sadar, Billy! Sadarlah! "
\*\*\*\*\*
" Hey kau! "
Perempuan yang sedari tadi melawan Brian, Nick, Jay dan Aaron, kini menatap Billy yang berdiri di hadapan perempuan itu.
" Ha, kau akan ku buat tak sadarkan diri lagi!!! "
Perempuan itu mengarahkan tongkat sihirnya pada Billy, bersiap mengeluarkan mantra-mantra.
" 𝘊𝘳𝘶𝘤𝘪𝘰! "
Mantra itu seketika menyerang kearah Billy yang tanpa perlindungan apapun.
" Kau akan tersiksa dan mati! "
Sebuah portal berwarna biru langsung muncul di hadapan Billy. Mantra itu seketika lenyap di portal berwarna biru itu. Ya, portal teleportasi milik Billy.
" Apa yang- " Perempuan itu menatap tak percaya Billy.
Kini, perhatian perempuan itu hanya tertuju pada Billy. Ia tak mempedulikan Nick dan yang lain. Ia juga mulai melemparkan mantra-mantra yang kuat kearah Billy.
" 𝘐𝘮𝘱𝘦𝘳𝘪𝘰! 𝘉𝘰𝘮𝘣𝘢𝘳𝘥𝘢 𝘔𝘢𝘹𝘪𝘮𝘢! 𝘚𝘦𝘳𝘱𝘦𝘯𝘴𝘰𝘳𝘵𝘪𝘢! "
Segala macam mantra mulai di keluarkan. Tapi tetap, tidak satupun ada mantra yang lolos mengenai Billy.
" 𝘈𝘷𝘢𝘥𝘢 𝘒𝘦𝘥𝘢𝘷𝘳𝘢! "
Lagi dan lagi portal biru itu melenyapkan mantra perempuan itu. Perempuan itu nampak shock, sedangkan Billy menatap tajam perempuan itu.
__ADS_1
Energi Billy seketika menjadi besar, iris matanya yang semula berwarna biru gelap, kini berubah menjadi biru terang.
" Mantramu mirip dengan mantra Harry Potter, ya? Anyways, akan ku buat kau menyesal karena sudah melawan kami semua. "
Billy memiringkan wajahnya, senyum manisnya kini menjadi sinis, energi nya yang besar itu semakin keluar. Membuat suasana di dekat sana menjadi menegangkan.
Perempuan itu hendak kabur, tapi kaki nya diikat oleh gumpalan berwarna hitam milik Kevin.
" Teruskan bro. " Kevin yang sebenarnya sudah terkulai lemas, kini mengarahkan tangannya ke perempuan itu. Masih berusaha membantu.
" Sialan, lepaskan aku!! " Perempuan itu berseru, ia hendak mengeluarkan mantra nya lagi, hingga tongkat sihirnya di ambil oleh Aaron dan Charles.
" Kami mendapatkannya! "
" Serang dia, Bill! "
Billy tersenyum, ia menatap lekat-lekat perempuan itu. Di hadapan perempuan itu, kini muncul portal biru milik Billy dan mengeluarkan mantra-mantra yang perempuan itu keluarkan.
" Akkhhhhh!!!! "
Perempuan itu langsung tumbang, ia perlahan berubah menjadi debu, kemudian menghilang.
" Kalian tak apa? " Billy menghampiri seluruh teman-temannya yang terkapar.
" Kau benar-benar hebat, Billy. Aku tak menduga hal itu. " Nick terkekeh.
" Recovery.. "
Seketika, seluruh tubuh teman-temannya terselimuti oleh sesuatu berbentuk jubah dengan warna biru transparan. Jubah itu perlahan menyembuhkan mereka semua.
" Kenapa kalian tak bilang kalau Billy bisa recovery? " Charles menatap Nick dan yang lain dengan tatapan heran.
" Yeah, kalian tak pernah main game? Di game manapun, orang yang bisa recovery-lah yang paling dilindungi! Kenapa malah dibiarkan Billy kena duluan?! " Gerutu Leo, gemas melihat kelakuan Nick dan yang lain.
" Hahaha tak apa lah, lagipula aku juga tak bisa menyembuhkan banyak-banyak. "
" Omong-omong, bagaimana kita ke tempat Carmen? Nick, kau bilang kalau kita tak punya banyak waktu, kan? " Brian kini menatap Nick.
" Aku tak tau. "
" Aku tau. "
Semuanya menatap heran kearah Billy. Sedangkan Billy merasa yakin pada kata-katanya sendiri.
" Benarkah? "
" Akan aku coba untuk, mengantar kita semua kesana. "
\*\*\*\*\*
Billy kini sudah bersiap, teman-temannya juga sudah bersiap untuk langsung di bawa teleportasi oleh Billy.
" Oke, semuanya pegangan yang erat. " ucap Billy seraya merangkul Nick dan Brian yang berada di kanan dan kirinya.
Semuanya saling merangkul dengan erat sesuai dengan perkataan Billy. Semuanya hanya bisa bergantung pada Billy. Bahkan Howie sampai memberikan energi cadangannya pada Billy untuk membantu laki-laki itu.
Hingga mereka semua seketika menghilang dari tempat mereka semula.
__ADS_1