
PERTUNANGAN BERLANGSUNG
Beberapa hari kemudian, pesta pertunangan antara Putri Youn Yeu Ar dan Pangeran Xia Ling pun berlangsung, sesuai waktu yang sudah di tentukan.
Pesta pertunangan berlangsung sangat mewah, dekorasi istana pun sangat megah.
Pesta pertunangan di gelar selama berhari-hari, banyak tamu dari kerajaan tetangga hadir. Kaisar Xia pun mengadakan pesta rakyat selama tiga hari berturut-turut.
Seluruh rakyat pun bersuka ria atas kebahagian kedua mempelai, dan turut mendoakan untuk kedua kerajaan agar semakin maju dan makmur.
Sorak sorai ceria dari setiap orang terdengar riuh di ke seluruh penjuru kerajaan. Putri Young dan keluarga lainnya sangat menikmati pesta tersebut, kecuali pangeran Xia Ling.
Pangeran Xia Ling nampak murung dengan perayaan pertunangan nya ini, pasalnya dia bertunangan bukan bersama gadis yang dia cintai.
Dia hanya sesekali tersenyum dan menyapa para tamu yang hadir, agar tidak terlalu nampak jika dia tidak menyukai pertunangan ini.
Saat pangeran sedang menyapa para tamu dan bercengkrama dengan orang-orang, dia melihat sosok gadis pelayan yang tidak asing untuknya.
"Deg." Jantung Xia Ling terasa lompat dari tempatnya ketika dia menyelidik wajah gadis tersebut ternyata gadis yang sangat dia rindukan, yang sangat dia cintai, yang dia selalu berada di dalam fikirannya.
Xiao Li menjadi seorang pelayan, mengantarkan minuman kepada para tamu, dan sesekali matanya melirik pangeran yang sedang bercengkrama dengan orang-orang. Tatapan mata gadis itu menyimpan sebuah kesedihan yang mendalam, namun sayang gadis itu tidak dapat mengungkapkannya.
"Xiao Li." Gumam Xia Ling. Pria itu menjadi salah tingkah, rasanya dia ingin berlari memeluk gadis itu.
Ketika Xiao Li meninggalkan aula pesta, Xia Ling diam-diam mengikutinya. Xiao Li berjalan ke arah dapur, "Brakk." Xia Ling menarik tangannya di balik tirai dekorasi istana, dan jatuh ke dalam pelukan sang pangeran.
"Anda? Apa yang anda lakukan pangeran? Jika ada orang yang melihat kita seperti ini, ini akan menjadi masalah besar. Lepaskan tangan hamba Yang Mulia." Ucap Xiao Li, wajahnua bersemu merah, gadis itu ketakutan, takut akan ada orang yang melihat.
Gadis itu meronta, mencoba melepaskan genggaman tangan pangeran dari pundaknya, matanya terus melihat ke belakang punggung pangeran.
"Pangeran, lepaskan hamba. Biarkan hamba pergi." Ucapnya lagi.
"Apa kamu tidak merindukanku Xiao Li?" Bisik pangeran di telinganya.
"Aku, aku sangat merindukanmu. Tapi itu sudah tidak ada artinya lagi bukan? Kamu sudah menjadi milik Putri dari kerajaan Young Ji." Tukas Xiao Li, matanya mengisyaratkan kesedihan yang mendalam.
__ADS_1
"Itu hanya simbol saja, pertunangan ini hanya simbol persatuan kedua kerajaan saja, aku hanya mencintaimu seorang." Sergah Xia Ling.
"Entah ini sebuah simbol atau apapun itu, yang sudah pasti adalah Putri Young Ji yang akan menjadi pendampingmu." Tukas Xiao Li lagi. Dia masih berusaha melepaskan diri dari genggaman pria itu.
"Apa kau cemburu?" Tanya Xia Ling.
"Untuk apa hamba cemburu Yang Mulia. Hamba tidak pantas untuk hal itu. Hamba hanya seorang gadis desa biasa saja." Ucap Xiao Li berbohong, berbohong pada hatinya jika dia tidak merasakan apapun saat ini. "Hamba ikut bersuka ria atas pertunangan anda bersama tuan putri." Lanjutnya lagi.
"Benarkah? Tapi aku tidak melihat jika kamu baik-baik saja. Aku melihat rasa sedih yang mendalam di dalam bola mata indahmu itu." Xia Ling merayunya.
Xiao Li memalingkan wajahnya ke samping. Raut wajahnya menjadi bersemu merah karena malu.
"Lepaskan hamba Yang Mulia, jika ada yang melihat kita seperti ini, ini tidak baik." Ucapnya lagi.
Xia Ling tersenyum melihat gadisnya, dia mengangkat dagu gadis itu perlahan hingga menghadap ke arahnya.
"Cup." Xia Ling mendaratkan ciumannya di bibir ranum gadis itu. Xiao Li membulatkan matanya karena terkejut.
"Emmmhh." Xia Ling menciumnya sedikit lebih lama.
"Malam ini aku akan ke danau. Tunggu aku di sana ya!" Bisik Xia Ling di telinganya, lalu meninggalkan gadis itu mematung sendiri.
Pangeran melirik gadis itu, dia melemparkan senyum ke arahnya. Tapi Xiao Li memalingkan wajahnya dengan malu-malu. Berkeliling ke seluruh ruangan aula menawarkan makanan dan minuman kepada para tamu.
Dari kejauhan nampak Putri Young Yeu Ar dengan raut wajah yang merah padam. Memperhatikan gadis pelayan itu dan beralih pada pangeran.
Saat pangeran mencium gadis itupun, Putri Young melihat nya, dia sangat geram dan marah, sekarang dia mengetahui wajah gadis yang di cintai tunangannya itu.
"Oh, ternyata gadis pelayan itu yang pangeran cintai. Hanya gadis desa rendahan saja, apa yang istimewa darinya? Lihat saja gadis desa, apa yang akan aku lakukan padamu, yang akan membuat mu berfikir dua kali untuk mengambil pangeran dari tanganku. Kau hanya gadis desa yang jika di berikan setumpuk emas pun akan sangat senang." Ucap Putri Young dalam hatinya seraya menyesap minuman dalam gelasnya. Dengan senyuman licik di bibirnya.
"Pelayan!" Panggilnya pada Xiao Li seraya mengacungkan jemarinya agar gadis itu datang padanya.
Xiao Li menoleh ke arah sang putri.
"Deg. Putri Young Ji? Dia memanggilku? Ada apa dia memanggilku, bukankah ada pelayan lain yang berada dekat dengannya." Gumamnya heran, dia melihat beberapa pelayan yang berlalu lalang di hadapannya, namun kenapa harus dia yang di panggil untuk menghadap kepadanya.
__ADS_1
"Yang Mulia, ada apa anda memanggil hamba? Apa ada sesuatu yang anda inginkan Yang Mulia?" Tanya Xiao Li setelah dia berada di hadapan nya.
"Siapa namamu pelayan?" Tanya Young Yeu padanya.
"Hamba? Hamba Xiao Li, Yang Mulia!" Jawab Xiao Li seraya menundukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, lanjutkan kembali pekerjaan mu, layani semua tamu yang ada di sini dengan baik, jangan sampai membuat kesalahan sedikit pun juga ya." Titah padanya.
Xiao Li pun mengangguk. "Baik Yang Mulia, saya tidak akan membuat kesalahan dalam bekerja." Jawabnya, setelah itu berlalu dari hadapan sang putri.
¹165¹3"Apa tidak salah, dia memanggilku hanya untuk mengatakan itu saja." Ucapnya dalam hati. Dia pun melanjutkan pekerjaan nya melayani setiap tamu undangan di kerajaan.
"Apa yang kau katakan pada pelayan itu Young Yeu Ar?" Tanya Xia Ling, saat Xiao Li berbalik meninggalkan nya.
"Itu, aku hanya menanyakan nama pelayan itu saja, dan menyuruhnya untuk bekerja dengan baik, aku tidak ingin ada kesalahan yang terjadi dalam pesta pertunangan kita ini." Jawab Young Yeu Ar.
"Kenapa pangeran? Aku tidak akan melakukan apapun padanya, tenang saja." Ucapnya seraya tersenyum menyindir.
"Maksudmu?" Tanya Xia Ling, dia mengernyitkan dahinya.
"Sudahlah Yang Mulia, mari kita kembali ke tengah pesta, para tamu menunggu kita." Sergah Young Yeu Ar lalu menggampit tangan tunangannya.
Mereka berdua berjalan beriringan dengan anggun ke tengah pesta, menyapa setiap tamu yang berada di sana.
Setiap mata yang memandang ke arahnya takjub akan kecantikan yang terpancar dari wajah sang putri mahkota dari Dinasti Young tersebut.
Para tamu berkasak kusuk, memuji sepasang mempelai tersebut. Mempelai pria nampak gagah dan tampan, auranya begitu sangat memikat para wanita, begitupun mempelai wanita, dia sangat cantik nan anggun membuat mata para pria tak berhenti memandangnya.
**Bersambung
Follow akun authornya dulu ya guys.
masukin ke list baca kalian biar dapet notif pas cerita up.
Happy Reading
__ADS_1
thank you
Darkorchid**