
KEGELISAHAN PERMAISURI
Xiao Li dan Xia Ling menghabiskan waktu bersama malam ini di Gua. Mencurahkan rasa rindu yang sudah terpendam beberapa waktu yang lalu, mengutarakan isi hati mereka melalui mata dan pelukan hangat. Peluh Mereka kini sudah bercampur satu sama lain.
"Xiao Li, apa kamu tahu siapa yang mencelakakan mu tadi?" Tanya Xia Ling setelah mengakhiri malam yang indah tersebut.
"A-aku tidak tahu Pangeran, tiba-tiba mata dan mulutku ti tutup dan tanganku di ikat, ketika aku memasuki hutan." Jawab Xiao Li.
"Aku tidak akan memberi tahu Pangeran, jika Putri mahkota yang sudah melakukan nya, biarkan ini menjadi urusanku sendiri dengan Putri Young itu." Ucap Xiao Li dalam hati.
Pangeran tahu jika kekasihnya itu berbohong, ada yang Xiao Li sembunyikan saat ini, tapi Xia Ling tidak ingin bertanya kembali, biarkan malam ini menjadi malam yang indah untuk mereka berdua.
"Pangeran, aku ingin mengatakan sesuatu yang sudah ku pendam selama ini, akankah kamu mendengarkan ku, dan, akankah kamu masih mau menerima ku?" Tanya Xiao Li dengan ragu.
"Xiao Li, aku tidak ingin mendengar apapun lagi, dengan melihatmu baik-baik saja saat ini aku sudah bahagia, biarkan malam ini menjadi malam yang indah untuk kita berdua." Jawab Xia Ling. Pria itu kembali memeluk kekasihnya.
Xiao Li tertegun, dia tidak bisa menunggu lagi. Dia tidak ingin Xia Ling mengetahui jati dirinya dari orang lain. Dan dia pun tidak ingin jika Xia Ling meninggalkan nya.
"Dengarkan aku Pangeran, ada yang aku sembunyikan selama ini dari mu, dan aku tidak ingin menyesal, tidak memberitahukan semuanya dari awal. Jika kamu mendengar semuanya dari orang lain, aku tidak bisa... Ehmm." Xia Ling menghentikan kata-kata Xiao Ling dengan mencium lembut bibirnya untuk membungkam Xiao Li agar tidak berbicara lagi.
"Sudah aku katakan, aku tidak ingin malam indah ini hancur, berubah menjadi malam yang tidak berkesan di hidup ku, apapun yang ingin kau katakan, atau yang ingin orang lain katakan kepadaku, aku tidak perduli." Ucap Xia Ling, setelah melepaskan ciumannya.
Xiao Li terpaku, matanya menatap jauh ke dalam mata Pangeran, dia pun akhirnya menyerah untuk mengatakan yang sebenarnya.
Setelah beberapa waktu, mereka pun tertidur. Kebahagiaan yang di dapatkan Xiao Li malam ini menjadi obat terbaik atas kejadian yang baru saja menimpanya.
Di istana, Young Yeu Ar merasa bahagia, dia berfikir jika Xiao Li sudah berhasil di lenyap kan. Dia tergesa-gesa menuju ke kamar Pangeran, ingin bertemu dengan nya. Namun ketika dia sampai di dalam kamar Xia Ling, dia tidak mendapati calon suaminya berada di sana.
Young Yeu, berkeliling di seluruh ruangan itu, namun tidak menemukan Pangeran.
__ADS_1
"Pelayan." Panggil Young Yeu Ar pada pelayan yang berdiri di luar kamar.
"Hamba Yang Mulia." Sahut pelayan tersebut setelah sudah menghadap di depan Putri tersebut.
"Kalian tahu di mana Pangeran berada?" Tanya Young Yeu Ar dengan lantang.
"Maafkan kami Yang Mulia, Pangeran sejak senja tadi pergi keluar dari istana, tapi kami tidak tahu Pangeran Mahkota pergi kemana." Jawab para pelayan segera.
"Kurang ajar." Young Yeu Ar mengepalkan tangan dan menggertakan giginya.
"Kalian boleh pergi sekarang." Titahnya pada para pelayan tersebut.
"Aku tahu kemana Pangeran pergi. Baiklah, aku tidak harus mengkhawatirkan semuanya, walaupun dia benar pergi ke tempat itu, dia hanya akan mendapatkan gadis itu yang sudah tidak bernyawa. Hahaha." Ucap Young Yeu Ar, dia tertawa mengingat kejadian di danau tadi.
"Putri ku, kamu sedang mentertawakan apa?" Seseorang datang, masuk ke dalam kamar pangeran.
"Ibu! Aku, tidak ada bu, aku hanya merasa senang jika beberapa hari lagi aku dan Pangeran akan segera menikah." Jawab Xiao Li seraya menundukkan kepala menyambut ibu nya.
"Aku, aku sedang mencari calon suamiku, Bu. Tapi sepertinya Yang Mulia sedang tidak berada di sini." Jawab Young Yeu Ar segera, dia memalingkan wajahnya, menghindari tatapan ibunya.
"Bu, mari kita keluar, aku sudah ingin istirahat sekarang, badan sudah sangat lelah sekali malam ini." Ujar Young Yeu Ar, mengajak ibunya untuk keluar dari sana.
Ibu Suri Eung Liau Young pun mengikuti langkah putrinya keluar dari kamar pangeran, setelah sampai di ruangan lain tepatnya di kamar putrinya, Young Yeu Ar pun berpamitan kepada ibunya untuk istirahat.
Begitu pun ibunya, tapi Suri Eung Liau merasa aneh melihat gerak gerik putrinya, ada hal yang sedang di sembunyikan oleh Putri Mahkota Young. Hatinya mengatakan jika ada hal besar yang akan terjadi kepada mereka, di tambah melihat gerak-gerik dari sang putri yang sangat mencurigakan.
Ibu Suri Eung Liau merasa gelisah sepanjang malam, hatinya di penuhi dengan rasa takut. Dia berdiri di pinggir kolam yang berada di tengah istana. Kebetulan Ibu suri kedua melintas di halaman tersebut. Dia melihat ada seseorang yang sedang berdiri sendiri di tepi kolam.
"Oh, rupanya Anda, Yang Mulia permaisuri Eung Liau. Kenapa Anda berada di sini sendirian? Hari sudah sangat larut." Ibu suri kedua menghampirinya, ketika tahu Suri Eung Liau yang berdiri di sana.
__ADS_1
"Yang Mulia Permaisuri Jiang Xi. Kenapa anda pun masih belum tidur?" Eung Liau balik bertanya.
"Hamba. Malam ini hati hamba sangat gelisah Yang Mulia, entah mengapa hamba memiliki firasat tidak baik untuk kerajaan kita. Maka dari itu, hamba masih belum bisa tidur, hati hamba sangat gelisah." Jawab Suri kedua.
"Jika seperti itu, hamba pun merasakan hal yang sama Permaisuri Jiang Xi. Hamba merasakan kegelisahan saat ini." Timpal Suri Eung Liau.
Mereka berdua pun saling bercengkrama di halaman istana tersebut, mengutarakan semua perasaan mereka saat ini.
Sedangkan di kamar Young Yeu Ar, hatinya masih berbahagia, dia membersihkan tubuh sebelum memutuskan untuk pergi tidur. Dia ingin memanjakan diri setelah berhasil menyingkirkan orang yang menjadi penghalang cinta antara dia dan pangeran.
Young Yeu Ar menikmati hangat nya air bunga di kolam tempat nya berendam, dia sesekali meneguk air berwarna merah di gelas yang berada di sampingnya.
"Mungkin saat ini, pangeran sedang mencari gadis desa itu, dan dia sedang menangisinya jika sudah dia temukan tubuh Xiao Li dari dalam air." Gumam nya, dia menyunggingkan senyum jahatnya.
Kedua Ibu Suri dari kedua kerjaan merasakan ada yang janggal saat ini, persatuan kedua kerajaan tidak akan pernah terjadi, namun mereka tidak pernah tahu apa penyebabnya. Akan ada perang besar di antara mereka. Namun kedua Ibu suri tersebut mencoba meredam rasa gelisah mereka, dan akan mencoba membicarakan pada kedua Kaisar, sekaligus suami mereka.
Mereka berdua memutuskan untuk mencari solusi. Suri Jiang Xi berfikir harus memanggil seorang peramal untuk menanyakan kepastian dari kegelisahannya, jika dapat di cegah, maka harus segera di lakukan.
Setelah beberapa lama kedua Permaisuri itu berdiri di halaman istana, mereka akhirnya saling berpamitan untuk pergi istirahat dan masuk ke kamar masing-masing.
-Bersambung-
Apa yang akan terjadi pada kedua kerajaan? Yang sudah memutuskan untuk menyatukan nya.
Apa yang akan di lakukan oleh Putri Young Yeu Ar ketika mengetahui Xiao Li selamat, dan menghabiskan malam bersama Pangeran.
Tunggu kelanjutannya di episode berikutnya.
See u Next All.
__ADS_1
Happy reading
-Darkorchid