
RENCANA JAHAT SANG PUTRI
Young Yeu Ar merasa kesal karena di tantang oleh seorang gadis desa. Dia meninggalkan danau itu, dan pulang menuju istana.
"Gadis desa, aku akan memperlihatkan padamu, jika akulah yang akan menjadi permaisuri." Gumam Putri Young Yeu geram, seraya menaiki kuda nya yang menunggu di atas lembah.
Young Yeu Ar menunggangi kuda nya menuju istana, dan keluar dari hutan tersebut.
Setelah dia sampai di istana, dia langsung menuju kamarnya, menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Lalu dia kembali duduk.
"Pengawal." Teriak Young Yeu Ar, memanggil pengawal.
Beberapa pengawal masuk, menghadap padanya.
"Cari tahu asal-usul seorang gadis desa bernama Xiao Li Eur. Aku ingin secepatnya tahu siapa gadis ini sebenarnya." Titah sang Putri.
"Baik Yang Mulia." Seru pengawal seraya menundukkan kepala.
"Tunggu apalagi?" Lanjut Young Yeu Ar kesal, karena melihat para pengawal masih ada di hadapannya.
Para pengawal pun pergi meninggalkan nya.
"Putri Mahkota." Seseorang masuk ke dalam kamar Young Yeu Ar setelah para pengawal keluar.
"Ibunda." Sahut Young Yeu ketika menoleh ke arah suara yang memanggil nya, ternyata ibunya yang datang.
"Kemana kau pergi tadi pagi? Sampai-sampai engkau tidak ikut makan bersama." Selidik Ibu Suri Eung Liau Young.
"Ham, hamba pergi keluar tadi ibu." Jawab Young Yeu tergagap.
"Pergi kemana Putri Mahkota?" Tanya Ibu nya kembali penasaran.
"Aku ada urusan Ibu. Dan aku tidak bisa mengatakan semuanya pada Anda." Young Yeu Ar memalingkan wajahnya ke arah lain. Menghindari tatapan Ibu suri nya.
"Baiklah, aku akan menyuruh pelayan mengantarkan makanan untukmu kemari." Ucap Ibu nya berhenti bertanya.
"Putri Mahkota, ingat, jangan melakukan hal yang akan membuat nama kita buruk. Jika ada sesuatu hal, maka katakan padaku. Jangan berbuat hal yang ceroboh." Sambung Eung Liau Young mengingatkan putrinya, sebelum keluar dari kamar tersebut.
Young Yeu Ar terpaku, lalu dia menjatuhkan tubuhnya kembali di atas tempat tidur. "Ibu, aku tidak ingin kehilangan pangeran, maka aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan cinta darinya, walaupun reputasi namaku yang harus jadi taruhannya." Gumam Young Yeu Ar. Matanya menatap kosong ke atas langit-langit. Dia tidak akan menerima kekalahan jika harus mundur.
__ADS_1
Perkataan dan tantangan dari Xiao Li membuat hatinya menjadi batu, dia akan mendapatkan apa yang menjadi hak nya, walaupun harus melenyapkan nyawa seseorang.
"Putri Mahkota, kami mengantarkan makanan atas perintah Yang Mulia Permaisuri Eung Liau Young." Beberapa pelayan masuk kedalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan, membuyarkan lamunan sang putri.
Mereka menaruh semua makanan tersebut di atas meja di depan tempat tidur sang Putri.
"Baiklah, kalian bisa pergi." Titah Putri Young, setelah para pelayan selesai menaruh makanan tersebut.
Young Yeu Ar menghabiskan makanan nya, setelah itu dia pergi membersihkan tubuhnya.
Di gua, Xiao Li selesai mengobati luka-lukanya. "Aku lapar sekali sekarang. Apa aku harus kembali ke desa sekarang?" Ucapnya pada diri sendiri.
Xiao Li Eur memutuskan untuk kembali ke desa, dia menyusuri hutan, dan tidak lama kemudian dia pun sampai di desa.
Xiao Li pun segera mengunjungi toko roti untuk membeli beberapa roti. "Xiao Li, sudah lama sekali kamu tidak mengunjungi toko ku ini." Ucap pemilik toko roti tersebut, ketika melihat gadis itu masuk ke dalam toko.
"Iya, Tuan, aku ada beberapa pekerjaan di luar desa beberapa waktu ini." Jawab Xiao Li.
"Oh iya, Xiao Li, beberapa jam yang lalu, ada beberapa prajurit istana yang mencari mu kemari, apa ada masalah?" Sambung pemilik toko.
"Dan oh iya, bukannya beberapa waktu yang lalu kau bekerja di istana sebagai pelayan?" Timpal seorang pemuda yang melayani nya memberikan satu keranjang roti padanya.
"Aku pulang dulu, terimakasih rotinya, Tuan." Sambung Xiao Li, dia melenggang keluar toko. Dan berjalan menuju ke rumah nya.
Saat tiba di dalam rumahnya, Xiao Li terkejut melihat kondisi rumahnya yang sudah berantakan. "Young Yeu Ar, pasti ini perbuatan prajurit yang dia kirim untuk mencariku tadi. Apa yang dia inginkan dengan mengacak-acak rumah ku?" Xiao Li menggertakan giginya.
Gadis itu merapikan semua barang-barang yang berserakan di lantai. "Sepertinya aku tidak akan aman jika tinggal di sini, dan juga di Gua. Karena mereka sudah tahu tempat tinggal ku. Tapi, aku tidak bisa pergi kemana pun, gadis licik itu akan mempersulit hidupku lebih dari ini." Gumamnya, setelah semuanya selesai di bersihkan, Xiao Li makan dengan fikirannya tetap melayang, memikirkan bagaimana cara mengatasi Putri Mahkota itu.
"Aku harus bertemu dengan Pangeran Xia Ling, dan mengatakan apa yang sudah aku sembunyikan dari nya selama ini. Satu pekan lagi pernikahan mereka berdua, dan satu hari sebelum pesta pernikahan adalah bulan purnama, itu waktu yang tepat aku memberitahukan semuanya pada Pangeran Xia Ling. Tapi bagaimana caranya aku menemui Pangeran?" Xiao Li termenung sejenak, memikirkan cara agar bisa bertemu dengan kekasihnya.
Selama beberapa hari Xiao Li tinggal di desa, namun dia tidak bisa tinggal lama di sana, hati nya selalu gelisah, mengingat sebentar lagi bulan purnama muncul.
Jika dia tetap diam di desa, dia khawatir penduduk desa akan melihat jati dirinya.
Malam ini Xiao Li memutuskan untuk kembali ke Gua, dia akan meracik beberapa ramuan penetral racun kembali. Saat dia sudah memasuki hutan, segerombolan orang berpakaian prajurit menghadangnya.
"Ikat dia, dan bawa dia." Seru suara seseorang di kegelapan.
"Eemmm, eemmm." Mulut Xiao Li di bekap, dia meronta mencoba melepaskan diri dari prajurit yang sudah mengunci tubuhnya agar tidak bisa bergerak dan melawan.
__ADS_1
"Aku tahu itu kau Young Yeu Ar." Ucapnya dalam hati.
"Hai gadis desa, kita bertemu lagi." Young Yeu Ar muncul dari kegelapan, dia menyeringai.
"Dasar wanita ini." Umpat Xiao Li dalam hatinya.
"Apa yang akan dia lakukan." Sambung Xiao Li dalam hati, dia membulatkan matanya ke arah Young Yeu Ar.
"Sepertinya gadis desa tidak terkejut melihatku." Lanjut Young Yeu Ar. "Aku harus memanggilmu apa, gadis desa, Xiao Li atau.. Gadis siluman ular?" Lanjut Young Yeu Ar berbisik di telinga Xiao Li.
Xiao Li membulatkan matanya, dia tidak percaya, ke apa Putri Mahkota mengetahui jati dirinya?
Xiao Li terus berusaha melepaskan diri dari genggaman para prajurit itu, tiba-tiba mata dan mulutnya di tutupi dengan selembar kain dan kedua tangannya di lipat ke belakang punggung nya, lalu di ikat tali.
Tubuh Xiao Li di tarik paksa ke sebuah tempat yang dia pun tidak tahu di mana. "Eemm, eemm," Xiao Li terus memberontak, dia mencoba melepaskan dirinya.
"Byuurr." Xiao Li merasakan dirinya berada di dalam air, dia terus mencoba melepaskan ikatan di tangannya. Tapi sangat sulit, karena ikatan tersebut sangat kuat.
Kini dirinya tidak mampu bergerak, tubuhnya lemas karena terus berusaha memberontak. "Apa ini sudah waktunya aku menggunakannya?" Ucapnya dalam hati. "Byuur." Xiao Li merasakan ada seseorang yang masuk ke dalam air dan memeluknya.
"Uhuk, uhuk." Penutup mata dan mulut Xiao Li terlepas setelah dia dan penolongnya sudah berada di darat. "Pangeran?" Xiao Li melihat Xia Ling di depan matanya.
"Kau tidak apa-apa Xiao Li?" Xia Ling mendekap tubuh gadis nya, lalu mengangkat tubuh Xiao Li, dan berjalan ke arah Gua.
"Pangeran, kenapa anda bisa berada di sini?" Tanya Xiao Li terbata, nafas nya masih tersengal.
"Aku sudah menunggu mu sejak senja tadi. Aku merasa jika malam ini kamu akan kemari." Jawab Xia Ling.
"Aku melihat ada seseorang yang di lemparkan ke dalam danau, tapi sayang sekali aku tidak bisa melihat mereka." Ucapnya kesal, lalu menurunkan Xiao Li di atas tempat tidur. Dia tidak tahu jika orang yang di lemparkan ke dalam air adalah Xiao Li, dan dia pun tidak tahu orang yang mencoba membunuh Xiao Li, karena di atas tebing sangat gelap.
-Bersambung-
Masih mau menunggu setiap episodenya??
Aahh Author sangat terharu karena kesetiaan readers tercinta..
Oke, selamat membaca semuanya.
Luv all my lovely Readers
__ADS_1
-Darkorchid-