Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan

Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan
episode 3


__ADS_3

pertemuan yang tidak di sengaja


Di perjalanan pulang menuju istana, dengan santai menunggangi kudanya yang gagah menyusuri desa yang sangat ramai oleh orang-orang berlalu lalang, pria itu melihat ke setiap penjuru desa, senyum simpul di bibirnya yang tipis, melihat warga desa di kerajaannya itu hidup bahagia dan rukun.


Pria itu memakai pakaian yang sederhana seperti warga desa agar para warga desa tidak membuat keributan saat melihat pangeran kerajaan ada di tengah-tengah mereka, Pangeran memacu kudanya dengan santai, dan tanpa di dampingi pengawal, karena itu permintaannya pada kaisar sebelum dia pergi mengantarkan rombongan Kaisar Dinasti Young Ji.


Tidak lama kemudian pria itu melihat sosok wanita cantik yang tidak asing. Ya wanita cantik yang dia lihat di danau pagi itu, wanita itu terlihat sedang membawa keranjang yang penuh dengan roti dan makanan lain, sepertinya dia baru saja membeli bahan makanan untuk dia masak malam ini.


"Terimakasih Tuan Chiang Yi, saya pamit dulu kalau begitu!" Ucap si Gadis pada penjaga toko roti tersebut, dan berjalan menuju arah barat, melewati sang pangeran yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip.


Mengamati sang gadis dari ujung kepala hingga kaki, kecantikannya begitu menawan, rambut yang hitam mengkilap jatuh hingga ke pinggang, dengan sedikit gelungan di atasnya, senyuman manis di bibir nya yang ranum menambah kecantikannya yang natural memancarkan cahaya yang membuat setiap laki-laki enggan untuk berhenti menatap nya. Pakaian yang melambai-lambai tertiup angin yang menutupi seluruh tubuhnya dengan anggun.


Ini pertemuan kedua kalinya antara pangeran dan sang gadis, namun pangeran masih ragu untuk mendekatinya, dia turun dari kudanya, memegang tali kendali yang terpasang pada sang kuda, menariknya perlahan untuk mengikutinya berjalan. Pangeran ingin mengetahui kemana sang gadi pergi, dia terus berjalan mengikuti nya dari jarak yang agak jauh dari sang gadis, agar sang gadis tidak merasa terganggu atau ketakutan lagi atas kehadirannya.


Setelah beberapa meter berjalan sang gadis berhenti di sebuah rumah yang sederhana di tepi sebuah danau, tetapi bukan danau yang dulu dia kunjungi pagi itu, dia masuk kerumah itu yang mungkin lebih pantas di sebut gubuk.


Rumah itu terbuat dari bambu-bambu yang berdiri kokoh menyangga setiap dinding-dinding yang terbuat dari anyaman bambu, atapnya terbuat dari bergunduk-gunduk padi kering yang di susun rapih agar air hujan dan sengatan panas matahari tidak masuk ke seluruh ruangan rumah tersebut, lantainya terbuat dari bersusun-susun bambu hingga terapung-apung di atas air.


Pangeran pun ikut berhenti dan mengikatkan tali kekang sang kuda pada sebuah pagar bambu, berjalan mengendap-ngendap seperti seorang pencuri, melihat sang gadis yang langsung masuk menuju sebuah dapur, meletakan keranjang belanjanya, memulai dengan kegiatan memasaknya, mulai menyalakan api pada tungku yang terbuat dari batu dari ke tiga sisinya, tengah-tengah tungku terdapat ranting-ranting kayu yang siap di bakar.


Tangan nya begitu terampil memotong sayuran-sayuran yang dia beli tadi di desa, mulai mencuci semuanya dan memasaknya di atas tungku yang sedari tadi apinya sudah berkorbar.


Masakan sudah siap di sajikan di atas meja yang tidak jauh dari dapur tempat dia memasak. Saat asyik menyiapkan semuanya dia sontak terkejut melihat sebuah bayangan yang berada di balik dinding tidak jauh dari dapur itu, gadis itu berjalan berjinjit dan mengambil sebuah kayu cukup besar dan panjang, berjalan perlahan ke arah bayangan itu.


"Hei, akkhh! brugg!" Gadis itu terperanjat dan menjatuhkan kayu yang dia pegang ketika melihat sosok laki\-laki gagah di depannya.


"Si-siapa kamu? apa yang sedang kamu lakukan di tempatku? a-apa kamu seorang pen-curi?" Gadis itu bertanya terbata-bata takut sekali.


"Hei, jawab! apa yang kau lakukan di sini?" Teriak gadis itu.


Tapi si Pria berlalu pergi dari tempat itu lagi seperti itu tanpa mengatakan sesuatu pada wanita yang sedang tadi berteriak bertanya pada nya.


"Hey, tunggu!" Gadis itu memegang dan menarik tangan pria itu.


" Sepertinya aku pernah melihatmu, tapi di mana ya?" Ucapnya lagi seraya mengernyitkan dahinya berfikir.


Lama berfikir lalu dia berteriak mengingat sesuatu.


" Akh iya, aku ingat sekarang! kamu pria yang waktu itu di danau dekat lembah itu kan? iya aku yakin sekali kamu dia orangnya."


"Hei , kenapa waktu itu pergi begitu saja?" Tanyanya bertubi-tubi tanpa memberikan kesempatan pria itu menjawab.

__ADS_1


"Hei, apa kamu tidak bisa berbicara? masa sih pria tampan sepertimu tidak bisa berbicara? apa kamu tidak bisa mendengar juga? astaga kenapa baru kali ini aku bertemu seorang pria tampan namun tidak bisa bicara atau mendengar!" Celotehnya terus menerus sambil memijit pelipisnya yang tidak sakit.


"Apa kamu sudah selesai berbicara?" Pangeran mulai membuka mulutnya bertanya balik pada gadis itu, yang dari tadi ngoceh tiada henti, membuat kepalanya sakit.


Gadis itu sekarang malah menatap bengong dengan mulut yang ternganga lebar, tanda tak percaya akhirnya mendengar suara laki-laki yang ada di hadapannya itu.


" Ctikk! Ctik! Ctik." Jentikan jari dari pangeran membuyarkan lamunan sang gadis.


"Aku_."


"Maaf, aku melihatmu sejak dari desa tadi, dan aku mengikutimu hingga kerumah mu ini, aku tidak sengaja mengikutimu tadi." Sela sang pangeran.


"Oh, ok ok! lalu apa yang membuatmu mengikutiku kemari? apa kamu ingin menanyakan sesuatu padaku?" Tanya nya pada pangeran.


"Oh iya! masuk lah dulu, kebetulan aku baru selesai memasak makanan untuk makan malam! ya hitung-hitung aku menjamu seorang tamu yang tidak di undang." Ucapnya lagi seraya menyilakan pria itu masuk ke dalam rumahnya.


"Maaf rumahku sempit." Ucapnya lagi mempersilahkan tamunya untuk duduk.


"Apa kamu tinggal sendiri disini?"


"Ya, aku tinggal sendiri disini, sejak kecil aku seorang diri." Menyimpan makanan di lantai beralaskan kain tipis di atasnya.


"Takut? padamu? hahahaha..."


"Kenapa aku harus takut pada pria sepertimu, yang sejak tadi diam saja saat di tanya. Hahahaha." Gelak tawanya tiada henti membuat pria itu mengernyitkan dahinya.


"ayolah kita makan! jangan terlalu banyak berfikir." Lanjut nya menyodorkan alas makan pada pria itu.


"Ngomong-ngomong! apa kamu bukan asli desa sini ya? sepertinya aku belum pernah melihatmu lagi setelah di danau hari itu." Tanyanya di sela-sela acara makan malam itu.


"ehmm, ya aku bukan dari desa sini, aku_aku dari desa sebrang, di sini aku sedang mencari seseorang." Pria itu berbohong tidak ingin memberi tahunya jika dia seorang pangeran dari kerajaan penguasa desa tempat tinggal dia.


"Lalu waktu itu di danau, sedang apa kamu di sana? lalu kenapa tiba-tiba kamu pergi begitu saja? tanpa sepatah katapun." Tanya gadis itu lagi.


"Aku hanya terlalu gugup melihat seorang gadis yang begitu menawan, hingga aku tidak bisa berkata-kata." Jawab pangeran dengan jujur.


"Hahahaha, bisa saja kamu! aku begitu terkejut tiba-tiba di hadapan ku ada seorang pria menghampiriku tanpa mengedipkan matanya, hingga aku takut dan menutup mataku, aku kira kamu akan melakukan sesuatu yang buruk padaku, jika itu terjadi mungkin kamu akan aku habisi saat itu juga, hahahaha." Gadis itu berbicara tanpa henti mengungkapkan perasaannya saat itu di danau.


"Apa kamu begitu takut saat itu?" Tanya pangeran.


"Hah takut? hahahaha, tidak sama sekali, aku hanya terkejut." Jawab sang gadis.

__ADS_1


"Apa kamu akan menginap di desa ini?" Tanya gadis itu mengalihkan pembicaraan.


"Hemm! tidak aku akan pulang sebentar lagi ke desaku, mungkin besok aku akan kembali ke sini." Jawab si pria.


"Oh, syukurlah! soalnya aku tidak bisa menampungmu di rumah ku ini, karena aku hanya mempunyai 1 ruang tempat tidur saja disini." Ucapnya nya sambil tersenyum manis.


"Kalo begitu aku permisi sekarang Nona cantik, terimakasih atas jamuannya malam ini, masakanmu begitu lezat sekali."


"Terimakasih Tuan! atas pujiannya, ini tidak seberapa, maaf jika jamuan sederhana ini saja yang bisa saya hidangkan." Ucap gadis itu menjadi serasa sedikit kaku.


"Baiklah, sampai berjumpa lagi! apa aku bisa berkunjung lagi kemari di lain waktu?" Tanya si pria sambil melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu.


"Oh, te-tentu saja tuan, saya akan merasa sangat senang sekali." Jawab sang gadis.


"kenapa coba laki-laki ini ingin balik lagi kesini?" Gerutunya pelan sekali sambil tersenyum yang di paksakan pada si pria.


"Baiklah! saya permisi."


Baru saja melangkahkan kaki satu langkah, pria itu membalikkan badanya lagi.


"Oh iya jika boleh tahu siapa namu no-na?"


Kata-katanya terhenti saat gadis itu sudah tidak ada lagi di ambang pintu rumah itu.


" XIAO LI ER."


"Namaku Xiao Li Er." tersentum di balik pintu lalu langsung menutupnya kembali dengan cepat.


"Xiao Li Er." Pria itu melangkahkan kembali kaki kembali menuju kuda nya, tersenyum kecil mengingat nama dari gadis itu.


Pangeran melanjutkan perjalanannya menuju istana dengan wajah yang sangat cerah, fikirannya masih melayang mengingat gadis yang dia bayangkan sejak pulang dari berburu hari itu, akhirnya dia menemukan gadis itu, dan bisa mengetahui namanya. Selain itu juga dapat menikmati masakan yang sangat lezat yang di masak gadis pujaannya.


__***bersambung__


Readers follow akun ku ya agar bisa mendapatkan notifikasi dari author saat ceritanya mulai up lagi***...


***Di tunggu like dan comentnya readers.


maaf jika ada kesalahan pada setiap kata-katanya atau tanda baca nya, maklum authornya masing belajar menulis..hehehe..


happy reading luv you all..✌️✌️✌️😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2