Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan

Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan
Episode 17


__ADS_3

BENCANA YANG AKAN TERJADI


Peramal masih sibuk membaca perbintangan kedua mempelai, mencocokkan satu sama lain. Namun sang peramal tidak menemukan sama sekali kecocokan antara keduanya.


Wajahnya kini berubah pucat pasi, dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, tapi juga tidak bisa menutupi kebenaran nya. Ada yang tidak baik di antara perbintangan kedua mempelai. Dan akan ada bencana besar yang akan terjadi antara kedua kerajaan.


Seberapa kerasnya pun mereka berusaha mencegahnya, bencana itu akan tetap terjadi. Dan akan menghancurkan kedua kerajaan.


Sang peramal berkali-kali mengusap peluh yang membasahi keningnya dengan lengan bajunya.


Kaisar melihat ke arah sang peramal, dan melihat berkali-kali sang peramal mengusap dahinya.


"Ada apa peramal? Apa yang kau lihat dari perbintangan kedua mempelai itu?" Seru Kaisar Xia tidak sabar.


"Yang--Yang Mulia. Hamba...." Sang peramal berbicara dengan tergagap, dia tidak mampu untuk mengatakan kebenaran nya. Dia berfikir keras, apa yang harus di katakan pada Kaisar nya.


"Bicaralah dengan benar peramal, jangan terbata-bata seperti itu? Apa yang kau lihat dari perbintangan mereka? Katakan padaku cepat." Seru Kaisar lagi dengan suara lantang.


Lagi-lagi sang peramal mengusap peluhnya yang sudah bercucuran, dia menelan ludahnya sendiri, seraya mengatur nafasnya.


"Yang Mulia, setelah hamba memperhatikan dan membaca perbintangan ini, kedua mempelai tidak dapat melanjutkan pernikahan mereka, Yang Mulia mereka..." Perkataan sang peramal terhenti, dan Kaisar semakin geram padanya.


"Apa yang ingin coba kau katakan peramal? Kenapa kau mengatakan untuk membatalkan pernikahan mereka?" Kini Kaisar mengubah Nada suaranya menjadi semakin tinggi ke arah sang peramal, hingga dia bangkit dari singgasananya, menunjuk sang peramal dengan penuh amarah.


"Tenang Yang Mulia, biarkan peramal itu menyelesaikan perkataannya terlebih dahulu." Sela Permaisuri pertama, menenangkan Kaisar Xia.


Kaisar pun duduk kembali lalu menghela nafas dengan kasar, dan memijit keningnya. "Teruskan perkataan mu." Titah Kaisar pada sang peramal, kini amarah nya mereda.


"Maaf Yang Mulia, pernikahan antara pangeran dan putri dari kerajaan Dinasti Young sungguh tidak dapat di lanjutkan, akan ada bencana besar pada kedua kerajaan, dan itu akan terjadi tidak lama lagi. Hamba khawatir jika tetap di langsungkan kedua kerajaan akan bermusuhan dan akan ada pertumpahan darah. Ada yang menghalangi perbintangan mereka, karena bukan Putri Mahkota Young yang akan menjadi pendamping sesungguhnya untuk Pangeran Xia." Lanjut sang peramal menjelaskan semuanya.


Amarah Kaisar Xia kini kembali memuncak, dia turun dari singgasana dan menghampiri sang peramal dengan langkah memburu.


Mengeluarkan pedang yang dia pegang, dan menghunuskan pada leher sang pangeran. Kaisar Young segera mencegah nya, dia meraih tangan Kaisar Xia. "Lancang sekali kau mengatakan itu." Bentak Kaisar Xia.

__ADS_1


"Yang Mulia tenang lah, jangan sampai anda mengotori tangan anda dengan darahnya, jika masih tidak percaya dengan apa yang peramal itu, kita bisa memanggil peramal lainnya, kita bisa memastikan dan menanyakan pada peramal lainnya." Ucap Kaisar Young mencoba menenangkan amarah dari calon besannya.


"Ikat peramal ini untuk menunggu hukumannya kelak, jika dia terbukti salah." Titah sang Kaisar. Sang peramal menunduk takut, dia membungkam seribu bahasa, walaupun Kaisar memanggil seluruh peramal dari seluruh penjuru dunia, akan tetap sama jawabannya, tidak akan ada yang dapat mencegah bencana ini, fikirnya.


"Dan panggil semua peramal yang ada di kerajaan ini." Sambung Sang Kaisar. Dia pun menyimpan kembali pedangnya.


Kaisar Xia pun mengikuti saran dari Kaisar Young dan menyuruh para pengawal memanggil peramal lain, bahkan peramal dari desa seberang pun di datangkan.


Kaisar kini menjadi gusar, jika perkataan sang peramal terbukti benar, apa penyebabnya, dan bagaimana mencegahnya?


Setelah beberapa lama kemudian, beberapa peramal terkenal dari seluruh penjuru kerajaan datang dan masuk ke dalam aula pertemuan. Kaisar pun menyuruh mereka untuk melihat perbintangan kedua mempelai, mereka membaca dan mempelajari perbintangan tersebut secara bergantian, setelah itu mereka saling bertukar pandang satu sama lain. Menelan ludah masing-masing.


Lagi-lagi sikap para peramal itu menunjukkan hal yang sama dengan peramal yang pertama. Kaisar menatap mereka dengan tatapan tajam, lalu berganti menatap peramal yang pertama, yang kini seluruh tubuhnya di ikat.


"Lepaskan peramal itu." Titah Kaisar Xia pada pengawal seraya menunjuk sang peramal yang pertama.


Sang peramal pun lega telah lepas dari ikatan tali tersebut, dia menatap takut ke arah sang Kaisar.


"Tidak perlu, aku sudah tahu jawaban kalian." Tolak Kaisar, karena dia tahu apa yang akan mereka katakan, sama seperti peramal yang pertama yang melihat keadaan yang buruk di masa depan.


"Apa kau punya cara untuk mencegah bencana ini peramal?" Tanyanya pada peramal yang pertama.


"Maaf Yang Mulia, seperti yang sudah di katakan sebelumnya, bencana ini tidak dapat di cegah oleh siapapun. Masalah ini sungguh serius untuk kedua kerajaan, karena ini menyangkut antara pangeran dan putri sendiri, Yang Mulia." Ucap sang peramal pertama menjelaskan semuanya.


"Be-betul Yang Mulia, hamba pun melihat demikian pada perbintangan kedua mempelai, Maafkan hamba yang lancang Yang Mulia. Tapi yang di katakan peramal Gong itu sangat lah benar, Yang Mulia. Bencana yang akan terjadi ini tidak dapat di cegah, walau melakukan berbagai macam cara pun. Karena semua itu sudah tertulis di dalam perbintangan kedua mempelai." Sela seorang peramal seraya menunjuk kepada peramal yang pertama.


"Pelayan, panggil Putri Young Yeu Ar dan Pangeran Xia Ling untuk menghadap kemari." Titah Kaisar Young segera pada para pelayan.


Namun dengan wajah ketakutan pelayan itu maju kehadapan Kaisar nya.


"Maaf kan hamba, Yang Mulia. Pangeran dan Putri Mahkota sejak pagi tidak berada di kamarnya, tadi pagi hamba pergi ke kamar mereka untuk mengantarkan makanan, namun mereka tidak ada di sana. Dan hamba pun sudah menanyakan kepada para pengawal istana tentang keberadaan Pangeran Mahkota dan Putri Mahkota, namun para pengawal menjawab tidak melihat mereka juga di seluruh istana." Terang sang pelayan dengan suara bergetar.


"Apaaaa...." Kaisar Xia, Kaisar Young serta para permaisuri terkejut.

__ADS_1


"Cari keseluruh penjuru kerajaan keberadaan mereka. Dan bawa mereka padaku secepatnya." Titah Kaisar Xia pada para prajurit istana.


Para prajurit pun segera melaksanakan perintah Kaisar, mereka berpencar dan pergi ke seluruh penjuru istana sesuai perintah dari raja nya.


Sedangkan di ruang pertemuan, Kaisar Xia dan Kaisar Young berjalan mondar-mandir, mereka saling bertukar pandang, kemana Pangeran dan Putri Young pergi? Apa yang akan terjadi pada kedua kerajaan? Akankah perkataan semua peramal terbukti? Pertanyaan itu yang terus bergelayut di fikiran kedua Kaisar tersebut.


Para permaisuri saling menenangkan satu sama lain. Permaisuri Jiang Xi bertukar pandang dengan Permaisuri Eung Liau, apa yang sama-sama mereka rasakan saat ini adalah benar. Firasat buruk akan kehancuran kedua kerajaan memang akan terjadi.


"Kalian berdua? Apa kalian sudah tahu akan hal ini?" Tanya Permaisuri Jiang Li Eur, ketika dia melihat kearah kedua Permaisuri tersebut yang saling bertukar pandang. Seakan sedang berbicara dengan isyarat.


"Ka-kami? Permaisuri pertama, kami berdua merasa begitu tidak nyaman, hati kami merasa gelisah akhir-akhir ini." Jawab Permaisuri kedua terbata.


"Jadi kalian yang menyuruh Kaisar untuk memanggil para peramal? Dan membuat kekacauan seperti ini di istana?" Seru Permaisuri Pertama penuh emosi.


"Tenang lah Permaisuri pertama, kita sedang khawatir sekarang pada pangeran dan Putri Young, biarkan Kaisar menyelesaikan masalah ini setelah mereka kembali." Sergah Permaisuri kedua, dia tidak ingin menambah kerumitan dalam masalah ini dengan berdebat.


Permaisuri pertama pun terdiam, menunggu sang Kaisar menyelesaikan masalah ini.


-Bersambung-


Bagaimana? Kemana Pangeran dan Putri Mahkota pergi, akankah bencana yang di katakan peramal benar-benar tidak dapat di cegah?


Stay tune terus di setiap episodenya ya Readers tercinta..


See u Next..


Salam hangat dari sang Author


Karya Real By. Darkorchid


Xiao Li saat berubah wujud menjadi gadis ular


__ADS_1


__ADS_2